Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 69 Pagi Pertama Bersamamu


__ADS_3

Risma Yanti melongo tidak percaya ketika Deka mengetuk pintu kamarnya dan meminta pinjam mukena. Ia sampai melihat jam tangan mungil dipergelangan tangannya memastikan ia tidak salah menghitung waktu.


"Ini yang mau sholat duha siapa pak?" akhirnya ia berani bertanya setelah menyerahkan sebuah tas mungil berisi mukena ke tangan Deka.


"Gak tahu itu pak GM. Nyonya baru kali yang mau sholat kesiangan, ups" ujar Deka sembari menutup mulutnya,


"Eh, aku bawa ini dulu ya ke kamar pak GM" ujar Deka sembari bergegas menuju lantai dimana kamar GM berada tetapi sebelum jauh ia berbalik lagi ke kamar Risma Yanti dengan berlari.


"Tunggu aku di sini. Pak GM minta baju ganti untuk Nyonya baru. Nanti kita cari sama-sama ya," ujar Deka dengan nafas terengah-engah karena berlari tadi. Risma Yanti hanya menganggukkan kepalanya sedikit bingung hingga Deka sudah menghilang dari hadapannya ia masih berdiri di depan pintu kamarnya.


"Baju ganti?" pikirnya semakin bingung.


"Emangnya mereka habis ngapain sampai tidak punya Persiapan pakaian seperti ini, hm" Ia kemudian masuk dan menutup pintunya sambil menunggu kedatangan Deka.


Akhirnya sholat Subuh yang sudah tidak subuh lagi itu terlaksana juga dengan Gala Putra Raditya sebagai imamnya. Sholat perdana berjamaah bersama dengan suami adalah salah satu mimpi seorang Vita Maharani.


"Maaf ya, Vit. Aku ngimamnya gak bagus. Bacaan aku mungkin banyak gak benarnya," ujar Gala saat Vita mencium tangannya setelah berdoa. Ia baru benar-benar belajar setelah mengikuti kursus calon pengantin di Kantor Urusan Agama beberapa hari yang lalu.


Disana ia dibekali ilmu tentang tanggung jawab ketika menjadi suami kelak.Ilmu yang tidak pernah dipelajarinya selama ini. Yang ia tahu tanggung jawab itu hanya sekedar memberi nafkah lahir dan batin tetapi ternyata menjadi imam dalam sholat dan imam dalam kehidupan sehari-hari juga haruslah menjadi tujuan ia berumah tangga.


"Gak papa Pak, yang tadi juga sudah bagus kok" jawab Vita sembari tersenyum maklum,


"Aku juga ngajinya belum bagus, yang penting sholatnya jangan ditinggal ya Pak" lanjut Vita lagi.


"Aku sudah lama tidak sholat Vit, aku sibuk bekerja untuk dunia," ujar Gala sendu "Untung aku masih ingat sholat subuh itu dua rakaat" Gala tertawa garing. Vita ikut tertawa dengan candaan suaminya.


Vita melipat selimut yang ia pakai sebagai sajadah kemudian membuka mukenanya di depan Gala yang menyisakan gaun tidur yang dipakainya semalam. Hingga membuat mata suaminya kembali cerah bak menemukan Vitamin A. Kulit putih Vita penuh dengan hasil maha karyanya semalam. Tanda-tanda kepemilikan itu jelas terlihat keunguan. Ia semakin melebarkan senyumnya merasa bangga akan keahliannya. Vita semakin risih dengan senyum suaminya itu,


"Ada apa sih pak?"


"Lagi ngayalin apa sampai senyum-senyum begitu" ujar Vita sedikit keki dan malu bersamaan.


"Jangan panggil bapak terus dong sayang, aku merasa kayak bapakmu aja"Ujar Gala sembari menarik tubuh Vita ke pelukannya dan mencubit kecil hidung mancung istrinya itu.


"Iya Pak..." jawab Vita tersenyum lucu.


"Tuh kan panggil bapak lagi, aku hukum ya biar kapok,"

__ADS_1


"Iya Pak..."jawab Vita lagi sengaja membuat suaminya kesal. Tetapi bukan kekesalan yang ia lihat dari wajah Gala tetapi seringaian aneh yang muncul dari bibir suaminya itu.


Gala mulai menggelitiki pinggang Vita hingga membuatnya meronta dan berteriak-teriak minta ampun.


"Ayo ulangi lagi"


"Tidak lagi pak, ampun" Vita menjawab dengan nafas terengah-engah karena capek. Ia melipat kedua tangannya di depan dada meminta ampun. Gala semakin gemas dibuatnya. Ia meraih kedua tangan itu kemudian menciumi jari-jari lentik itu kemudian menarik tengkuk Vita dan membenamkan bibirhya ke bibir Vita yang masih kelihatan bengkak karena perbuatannya semalam yang tak lelah mencumbuinya.


Tok


Tok


Tok


Suara pintu kamar yang diketuk dari luar membuat mereka saling melepaskan. Gala mengusap bibir istrinya yang masih basah oleh salivanya, kemudian berdiri menuju pintu.


"Itu pasti Deka. Pakai mukenamu lagi," ujarnya sembari melangkah keluar. Ia tak mau Deka melihat penampilan istrinya dalam keadaan terbuka seperti itu.


"Iya pak," jawab Vita yang langsung dipelototi oleh Gala. Ia semakin senang membuat suaminya kesal seperti itu.


"Ini pak, pakaiannya" ujar Deka dari arah pintu yang hanya dibuka sedikit oleh Gala. Ia betul-betul tidak membiarkan Deka melihat bahkan mengintip ke dalam.


"Ih, dasar. Ucapkan terimakasih kek," sungut Deka dan Langsung menuju rumah kediaman Vita Maharani.


"Siapa Pak?" tanya Vita sembari membuka lagi mukena yang ia gunakan. Ia mulai melipat dan menyimpannya di atas nakas. Ia tahu itu pasti Deka yang membawa pakaian ganti untuknya, ia hanya ingin menggoda terus suaminya.


"Kamu benar-benar ya, " ujar Gala semakin gemas dengan tingkah Vita yang tidak mengacuhkan keinginannya. Ia langsung mengangkat tubuh istrinya itu ke atas ranjang dan mulai ingin membuka gaun tidur yang cukup menggoda itu.


Kruuuk


Kruuuk


Aksinya terhenti karena bunyi perut Vita yang cukup nyaring dan membuat si empunya menutup mulut karena ketahuan lapar.


"Kamu lapar?" tanya Gala khawatir.


"Iyya Pak" jawab Vita sembari mengangguk. Ia yang punya kebiasaan makan setelah bangun tidur kini harus menahan lapar karena punya kebiasaan baru yang cukup menyenangkan.

__ADS_1


"Okey, nanti setelah makan baru kamu dapat hukuman mu biar kamu kuat, Hem" ujar Gala dengan senyum miringnya.


"Siap Pak!" jawab Vita kemudian berlari ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


"Awas ya!" ujar Gala tersenyum senang. Ia tak menyangka akan semenyenangkan ini kalau mempunyai istri. Ini terlalu indah.


Setelah beberapa menit berlalu. Vita sudah keluar dari sana sudah berpakaian rapi dan anggun. Ia akan berterima kasih pada Deka nanti karena sudah memilihkan pakaian yang sangat cocok dan tertutup. Hingga bisa menutupi jejak-jejak kepemilikan suaminya pada leher dan bahunya.


Ini seperti pilihan tangan seorang gadis.


Mereka berdua sarapan pagi di restoran Hotel itu. Beberapa karyawan TGR Global Company masih terlihat berkeliaran juga di sana untuk sarapan. Mereka datang menyapa Pak GM dan istrinya dengan ramah kemudian mencari meja lain untuk menikmati sajian sarapan di hotel itu.


Setelah sudah cukup kenyang. Vita baru teringat akan Rama putranya yang ia tinggalkan tadi malam di rumah bersama mama mertuanya. Waktu-waktu seperti ini adalah jadwal Rama sarapan. Dengan cepat mencolek tangan Gala agar menelpon ke rumah tepatnya ke Mama Mawar untuk menanyakan keadaan Rama setelah kepergiannya semalam. Ia masih malu menghubungi langsung mama mertuanya itu, mereka berdua belum terlalu akrab.


"Pak, hubungi mama ya, tanyakan keadaan Rama" ujar Vita yang disambut tatapan tajam Gala. Ia paling sensi jika dipanggil bapak. Vita hanya nyengir merasa tak berdosa.


"Assalamualaikum ma," Gala langsung menghubungi mamanya di rumah.


"Gimana Rama, ma?"


"Oh, Alhamdulillah kalo gak rewel artinya aku sama Vita gak usah pulang dulu ya ma" ujar Gala yang langsung dapat lemparan kentang goreng dari Vita. Ia hanya membalas Vita dengan tersenyum samar.


"Sini Pak aku mau panggilan Video sama Rama, "ujar Vita yang tiba-tiba rindu sama anak lucu itu. Gala mengalihkan panggilan menjadi panggilan video.


"Rama sayang..." sapa Vita sembari melambaikan tangannya ke arah kamera.


"Mama...mama..."jawab Rama dari seberang sana dengan melambaikan tangan juga. Tampak anak itu tersenyum ceria dalam gendongan Deka.


"Mau kemana sayang?" tanya Vita saat melihat Rama di gendong menuju halaman yang cukup luas itu.


"Odong- odong ma...Ama mau naik Odong-odong" teriak Rama girang tetapi tidak dengan wajah Deka yang tersenyum kecut di depan kamera. Vita tertawa senang menampilkan giginya yang putih melihat Rama naik odong-odong itu.


"Kita pulang aja ya pak, aku mau lihat Rama naik odong-odong" ujar Vita merajuk dengan wajah dibuat seimut mungkin. Gala tidak tega melihatnya. Ia mengalah. Ia akan menunda menghukum Vita dengan hal-hal yang menyenangkan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hai readers tersayang nya Bhebz. Kasih masukan dong babang Gala bagusnya dipanggil apa sama istri tercintanya supaya ia berhenti menghukum Vita hehehe.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan kirim hadiah ya...


Happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2