
Ira Zerni mendampingi Pandu Gemilang mendatangi Rumah Sakit tempat Vita Maharani dirawat. Setelah jam pulang kerja selesai Gala Putra Raditya sang General Manager meminta kakak dari Pandu itu agar membawa adiknya untuk menengok keadaan Vita.
Gala Putra Raditya kali ini akan menurunkan egonya demi membuat istrinya jadi senang dan tidak lagi membencinya.
Pandu berdiri di hadapan ranjang di mana Vita masih terbaring. Ia ingin sekali melangkah mendekat tetapi peringatan dari kakaknya harus terus ia ingat. Ia harus menjaga jarak dengan istri Bosnya itu mulai sekarang.
Tidak ada persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan apalagi salah satunya sudah mempunyai pasangan yang halal. Mereka akan jatuh pada fitnah.
Ira Zerni sangat tahu bagaimana besarnya cinta sang Bos kepada istrinya itu. Ia belum pernah melihat perasaan seperti ini dari GM arogan dan dingin itu kepada seorang gadis manapun. Bahkan sekarang ia rela meminta maaf kepada Pandu di depan wajah Vita sendiri.
"Kamu sudah tidak apa-apa kan?" tanya Pandu ke pada Vita.
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat Ndu. Makasih udah mau datang..Bu Ira juga makasih udah kemari," jawab Vita sembari melirik ke arah Gala. Ia mau suaminya itu minta maaf kepada Pandu karena telah menyerangnya tiba-tiba padahal Pandu tidak bersalah.
Lidah Gala rasanya sangat kelu untuk meminta maaf tapi ia coba juga agar hati istrinya bisa senang.
"Terima kasih sudah jadi sahabat untuk ISTRIKU," ujar Gala yang sengaja menekankan kata istri supaya Pandu sadar akan posisinya sekarang.
"Dan..Ehm... kamu bisa minta apa saja sebagai permintaan maaf ku," ujar Gala tanpa mau menatap Pandu.
Pandu mengernyit merasa terhina dengan kata-kata Gala seolah-olah maaf bisa ditukar dengan materi tetapi ia tak mau membuat kekacauan baru. Ia ingat pesan kakaknya untuk berdamai demi orang yang ia sayangi serta kondisi Vita yang masih riskan.
Pandu mengangguk dan tersenyum bagaimana pun Gala pernah banyak berjasa dalam hidupnya.
"Sama-sama Pak, aku juga minta maaf karena telah bersama ISTRI bapak di waktu yang tidak pas," ujar Pandu akhirnya setelah menarik nafas panjang.
"Tapi tolong bahagiakan Vita atau aku akan..." ucapannya terpotong karena kakaknya Ira Zerni langsung membentaknya.
"Pandu! kita pulang," Ira langsung menarik tangan adiknya ketika melihat rahang Gala sudah mengetat marah. Ia tak mau terjadi lagi kejadian yang seperti semalam.
Mereka berdua akhirnya keluar dari kamar perawatan itu dengan menyisakan kebingungan di mata Vita. Setelah berpamitan dengan canggung.
"Vit, kamu lihat aku sudah minta maaf kan," ujar Gala lembut. Ia meraih tangan istrinya itu ingin mengecupnya tetapi sekali lagi Vita menghempaskannya dengan kesal.
__ADS_1
"Ada apa lagi sayang, Hem?" tanya Gala dengan sabar. Ia tidak ingin terpancing. Emosi ibu hamil harus tetap stabil, begitu pikirnya.
Drrrrt
Drrrrt
Gala meraih smartphonenya yang bergetar minta diangkat. Ia segera menerima panggilan yang ternyata dari Deka asistennya.
"Ya, Hallo..."
"Ceritakan dengan jelas!"
"Hah?
"Shasi Aurora?" Vita menajamkan pendengarannya mendengar nama gadis ular itu disebutkan oleh suaminya.
"Okey aku segera ke sana." Gala langsung menutup panggilan itu dengan ekspresi yang tak terbaca. Ia segera menghampiri Vita kemudian mengecup keningnya lembut.
"Aku pergi dulu ya sayang. Akan ada yang datang menemanimu sebentar lagi. Deka yang akan mengurusnya." Vita tidak menjawab, matanya berkaca-kaca. Emosinya kembali labil. Ia menatap punggung tegap suaminya semakin menjauh dan meninggalkannya sendiri dengan kesedihan yang teramat sangat.
"Assalamualaikum calon mama..." ujar Hany dengan mata berbinar bahagia melihat sahabatnya sudah baik-baik saja.
"Gimana kabarnya Bu Vita?" sapa Risma Yanti yang datang bersama Hany.
"Alhamdulillah baik," jawab Vita sembari melap air matanya yang masih menggenang.
"Kok pada tahu sih aku.di sini," ujar Vita penasaran kenapa mereka bisa ada di sini.
"Tadi tuh, Ibu Presdir bagi-bagi paket ke seluruh karyawan sebagai syukuran karena akan punya cucu lagi, yah tentu saja kami bisa menebak kalau Nyonya GM ini pasti lagi ngisi, kalau bukan Nyonya Vita Maharani siapa lagi cobak? hahaha." jawab Hany panjang lebar sembari tertawa.
Vita ikut tersenyum dengan ekspresi Hany yang agak bar-bar itu.
"Trus tahunya aku dirawat sama siapa?" tanya Vita lagi. Ia tahu informasi tentang keluarga Raditya tidak gampang diakses oleh orang luar.
__ADS_1
"Ehm, Pak Deka minta tolong sama saya Bu, agar menemani Ibu di sini sementara pak GM dan dia mengurus kasus penyerangan hacker 3 hari yang lalu." Kali ini Vita menatap wajah Risma Yanti yang memberi penjelasan alasannya ada di sini bersamanya.
"Hacker?" tanya Vita penasaran. Ia tak pernah mendengar apapun tentang hal itu.
"Masak kamu gak tahu sih?" Hany yang mulai bertanya. Lalu ia segera melanjutkan dengan semangat.
"Eh, aku udah bertahun-tahun kerja di TGR, tapi baru kali ini Pak GM dan timnya lembur sampai 2X24 jam hanya untuk melumpuhkan hacker itu, mereka cukup kuat ya...untung Pak GM berhasil melumpuhkan para hacker itu dan katanya sih dari berita yang aku dengar tadi kalau otak utamanya sudah dibekuk di Polres Metro," Hany sampai ngos-ngosan menjelaskan agar Vita faham.
"Iya, Bu... Biasanya tim IT kita bisa cepat melumpuhkan hacker paling sekitar 3 atau 4 jam tapi yang ini kayaknya mereka bekerjasama menyerang server kita." Kali ini Risma Yanti yang ikut menambhakan penjelasan Hany. Vita terdiam berusaha mengaitkan rangkaian peristiwa yang terjadi beberapa hari ini.
"Apa itu, pada hari Rabu dua hari yang lalu?" tanya Vita takut-takut.
"Iya Bu." jawab Risma Yanti cepat yang justru membuat Vita tersenyum bahagia. Ternyata ucapan wanita ular itu hanya untuk memanas-manasinya saja. Tetapi kemudian bibirnya ia gigit karena tiba-tiba merasa bersalah kepada suaminya karena telah berpikir buruk dan bertindak sangat keterlaluan mengusir Gala dari kamar ini. Entah bagaimana caranya nanti ia meminta maaf kepada suaminya itu. Ia jadi malu.
"Ini Bu Vit, dimakan dulu buburnya setelah itu minum obat," ujar Risma yang sekarang mendapat tugas tambahan dari Asisten pribadi Pak GM.
"Eh, gimana sih rasanya hamil?" tanya Hany tiba-tiba yang langsung mendapat lemparan tisu dari Vita.
"Harus punya suami dulu dong Bu Han," ujar Risma Yanti dengan senyum tertahan.
"Gak usah panggil ibu Kali Ris, kita kan seumuran," ujar Hany lagi. Risma dari Divisi HRD memang orangnya kalem dan sopan, semua karyawan perempuan Perusahaan ia panggii ibu walaupun lebih muda dari dirinya.
"Gak papa Bu, lebih nyamannya begitu," jawab Risma Yanti masih dengan senyum.
"Eh, kamu ada hubungan khusus ya sama asistennya Pak GM?" tanya Hany lagi penasaran. Risma hanya melempar senyum dan tidak ingin menjawab biarkan waktu saja yang bicara.
"Kenapa sih kepo amat?" tanya Vita sembari menatap Hany.
"UPS! Sorry ...efek aku jomblo terlalu lama sih makanya suka kepo berat, hahahha," Hany tertawa garing yang diikuti oleh semua yang ada di kamar itu. Vita menarik nafas ringan, ia tiba-tiba rindu sama suaminya itu tapi entah bagaimana cara ia menyatakannya. Gengsi dan malu pastinya.
πππππ
Hai readers tersayang nya Bhebz, kasih saran dong gimana caranya Vita Maharani minta maaf sama suaminya itu.
__ADS_1
Jangan lupa tap Favorit kalau belum. klik like, ketik komentar, and kirim hadiahnya yah ngarepπ€
Nikmati alurnya and happy reading πππππ