Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 204 Adam Jones


__ADS_3

"Astagfirullah, Sarah kenapa mas?" tanya Vita saat baru saja sampai di Rumah Sakit. Ia dan Sovia datang bersama Andika setelah mendapat kabar kalau putri keduanya itu sedang ada di ruang UGD.


"Sarah baru saja selamat dari korban penculikan." jawab Gala dengan wajah tenang. Ia ingin tampak tenang supaya istrinya tidak panik.


"Penculikan bagaimana maksudnya mas?" tanya Vita penasaran. Ia menatap Gala dengan pandangan bertanya.


"Tante tenang aja ya. Sarah kan jagoan. Ia pasti kuat kok." ujar Adam yang baru muncul dengan kaki pincang.


"Lah kakimu itu kenapa? kamu juga sakit Dam?" tanya Vita lagi yang langsung dijawab dengan cengengesan Adam.


"Cuma luka sedikit tante, tapi agak perih sih, hehehe." jawab Adam mencoba tersenyum walaupun pahit.


"Kita udah bisa masuk gak nih mas?" tanya Vita pada Gala sang suami yang masih berdiri di depan pintu ruang perawatan putrinya itu.


"Masuk saja sayang, Sarah udah bisa dijenguk kok kata dokternya." jawab Gala dan mempersilakan istrinya itu masuk.


"Aku masih di sini menunggu Rama." lanjut Gala sembari menghubungi putranya itu yang masih dalam perjalanan dari Tempat Kejadian Perkara.


Vita menatap Sarah, putrinya yang sedang terbaring lemah di ranjang bernuansa putih itu dengan wajah sedih. Ia langsung memeluk putrinya dengan air mata yang terus meleleh di pipinya.


"Sarah pasti sakit ya?" ujarnya sambil mengelus lembut pipi putrinya yang membiru dan membengkak karena terlalu banyak terkena tamparan dari seorang perempuan gila bernama Sashi Aurora itu.


"Iya Ma. Mereka berdua kejam sekali, hiks." jawab Sarah dengan menahan air mata yang sepertinya akan menjebol lagi kelopak matanya.


"Mereka siapa sayang?" tanya Vita penasaran.


"Perempuan gila dan putranya yang menculik aku ma." jawab Sarah sembari menutup matanya. Ia berharap bisa melupakan kejadian buruk ini.


"Kakimu kenapa Sarah?" tanya Sovia setelah melihat perban di kaki kanan adiknya.

__ADS_1


"Ditusuk sama perempuan gila itu Ma. Dan katanya ia musuh lama keluarga Raditya." jawab Sarah dengan pandangan tajam ke arah mamanya meminta penjelasan.


"Siapa namanya sayang?" tanya Vita penasaran. Sarah hanya diam dan berusaha mengingat siapa nama perempuan itu.


"Kalau tidak salah namanya Sashi, ya Sashi Aurora dan putranya bernama Iyan."


"Ya ampun. Jadi yang menculikmu adalah Iyan?" Rara yang baru saja masuk ke ruangan dan sempat mendengar ucapan Sarah itu langsung kaget dan tak percaya.


"Iya kak, katanya sih dia jatuh cinta sama kakak dan karena gak berhasil ngedapatin kakak makanya ia membalasnya ke aku." jawab Sarah lagi sembari menyentuh pipinya yang membiru dan sakit.


"Astagfirullah Iyan. Kok bisa begitu sih." ujar Rara kemudian duduk di sofa di sampingnya Sovia.


"Mereka semua gila kak. Aku sebenarnya kasihan pada mereka berdua." jawab Sarah lagi.


"Kasihan Sashi, ia terlalu terobsesi sama papamu sayang. Ia sejak dulu ingin merusak keluarga kita. Bahkan gara-gara dia mama hampir saja kehilangan Sovia waktu itu." ujar Vita sambil memandang jauh keluar jendela.


"Astagfirullah, jadi dari dulu ia memang musuh keluarga kita ma." Sovia langsung berdiri dari duduknya dan mendekati mamanya. Ia merengkuh bahu mamanya lembut.


"Padahal aku pernah lho mengidolakan Sashi itu." kali ini Dyah ikut berbicara. Ia mengenal perempuan cantik itu karena Iyan dan Rara adalah teman semasa sekolah dulu. Dan mereka pernah bergabung dalam grup chat sesama orang tua.


"Ia sangat cantik ma dan juga sukses di perusahaannya. Tidak disangka ternyata ia mengidap penyakit yang berbahaya." ujar Rara ikut prihatin.


"Dan juga mereka yang mengirimkan teror itu padamu, sayang." ujar Rama yang langsung menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa bersama Dyah sang mama.


"Ya Allah, jadi mereka juga pelakunya?" tanya Dyah dengan wajah kaget.


"Iyya ma. mereka melakukannya atas perintah Alif Reksadana." jawab Rama dengan ekspresi tak terbaca.


"Kok semuanya kacau begini sih." Rara menutup wajahnya dengan telapak tangannya tidak menyangka Iyan dan Alif bekerjasama ingin menghancurkan keluarga besarnya.

__ADS_1


"Aku juga gak nyangka mereka bertiga ternyata punya hubungan keluarga. Sashi ternyata adalah putri dari Reksadana dari istrinya yang lain."


"Astagfirullah." semua orang dengan kompak mengucapkan kalimat istighfar dengan mata melotot kaget dan tak percaya.


"Rupanya mereka memang dari latarbelakang keluarga yang sakit dan tidak waras." ujar Andika yang baru ikut berbicara. Ia selama berada di ruangan itu hanya diam menyimak pembicaraan orang-orang dengan sangat baik.


"Iya, semoga setelah Alif Reksadana tertangkap, keluarga kita lebih tenang sekarang." Ujar Rama sembari memeluk istrinya.


"Iya, mas. Aaamiin." jawab Rara pelan. Yang lain pun ikut mengaminkan.


"Nah sekarang kita harus membicarakan waktu pernikahan aku sama Sovi dong, Tante Vit." ujar Andika tiba-tiba yang langsung mendapatkan lemparan sekotak tissue dari Adam.


"Lihat tuh, Sarah belum bisa jadi pagar ayu. Masak mau bikin acara pesta lagi sih." ujar Adam yang langsung diberi dua jempol oleh Sarah.


"Nah, kan. Sarah saja belum setuju hehehehe." ujar Adam cengengesan.


Pletak


Kali ini kotak tissue yang sempat ia lempar ke Andika melayang kembali ke kepalanya.


"Awwww." teriaknya keras dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


"Dika!" geram Sovia dengan mata melotot ke arah Andika yang memulai kerusuhan di dalam ruangan itu yang seharusnya tenang dan steril.


"Iya deh ampun nona cantik." ujar Andika sembari mengangkat kedua jarinya mengajak berdamai. Sovia langsung tersenyum manis padanya dan membuat hatinya semakin klepek-klepek minta segera halal.


Adam mesem- mesem sendiri melihat adegan romantis singkat itu dengan memutar bola matanya malas. Belum lagi di sudut sana Rara masih berada dalam pelukan Rama. Ia merasa menjadi jomblo paling ngenes di seluruh dunia. Dalam hati ia berdoa semoga Sarah benar-benar suka padanya dan bukan cuma PHP pemberi Harapan Palsu.


---Bersambung--

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey???


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2