Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 140 Resepsi Pernikahan Hany Dan Pandu


__ADS_3

"Kamu tega ya." ujar Vita sembari memukul pundak Hany keras hingga membuat perempuan itu meringis.


"Awww sakit tahu gak." ujar Hany pura-pura kesakitan dan memajukan bibirnya lucu.


"Kalian gak ngapa-ngapain dulu kan sampai jadi darurat kayak gini?" Vita menatap wajah Hany serius berusaha menjawab rasa penasarannya.


"Ya enggaklah." jawab Hany dengan mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Gak percaya!"


"Jadi menurutmu?" tanya Hany dengan senyum samar.


"Ish, pasti Pandu nakal ya...gak nyangka aku." Vita sudah bisa menebak apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


"Atau jangan-jangan kamu terpengaruh sama cerita aku ya? sampai kebelet begini...Hem." Vita terus mencecar sahabatnya itu agar mau jujur. Akhirnya Hany menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi lagi.


"Astaga!" Vita menutup mulutnya karena kaget dan tidak percaya akan cerita Hany.


"Udah ah, aku capek lihat ekspresi kagetmu itu kayak gak pernah aja sama pak GM." ujar Hany dan langsung menyeruput minuman dingin yang ada di hadapannya. Wajah Vita seketika langsung memerah karena ucapan Hany benar adanya. Ia dulu sering kali di *****-***** oleh Pak GM sebelum akhirnya mereka berdua menikah.


"Maaf ya sayang, aku cuma gak nyangka aja sih, soalnya kalian kan kayak kucing dan tikus." jawab Vita sambil menutup mulutnya menyembunyikan senyumnya.


"Hellow, aku lho yang kaget setengah mati waktu pak GM mengumumkan pernikahan kalian di kota kelahiranmu itu. Rahasiamu banyak sayang lebih dari aku dan Pandu." ujar Hany berpura-pura ngambek karena sahabatnya ini dulu menyembunyikan banyak hal sampai berita pernikahan Vita dan Gala mengguncang dunia TGR global Company.


"Udah ah, kok kita malah flashback-flashbackan sih." ujar Vita sembari memeluk sahabatnya itu. "Kita semua tidak ada yang sempurna termasuk para suami kita."


"He eh." Hany mengangguk setuju akan perkataan Vita istri big bosnya itu.


"Yang lalu akan jadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua." lanjut Hany dengan suara pelan.


"Kita kok jadi melow sih. Yuk makan!" Hany segera menyendok makanan di depannya yang sepertinya sudah mulai dingin.


"Jadi pestanya kapan nih? dan konsepnya juga bagaimana?"


"Pestanya sederhana aja yang penting semua keluarga dan teman-teman tahu kalau kami sudah menikah. Kami rasa itu yang paling penting kan kita sudah sah."


"Dan juga konsepnya ya family party aja. Bawa semua anak Pak General Manager kita ngumpul-ngumpul." lanjutnya lagi dengan senyum hangat. Vita membalas senyum sahabatnya itu dengan senyum tulus. Ia merasa bahagia karena kedua sahabatnya itu akhirnya disatukan dalam mahligai keluarga yang insyaallah bahagia dunia dan akhirat.


Mereka berduapun makan siang tanpa mengobrol lagi. Dua sahabat itu sibuk menikmati makanan yang terasa sangat nikmat karena hati mereka diliputi rasa bahagia meskipun makanannya sudah tidak hangat lagi.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Konsep Garden party bertemakan Family gathering mewarnai pesta pernikahan Hany Zainuddin dan Pandu Gemilang. Acara suka-suka membuat semua keluarga dan teman datang tumpah ruah bersama seluruh anggota keluarga. Tidak ada konsep khusus yang membatasi kenyamanan para tamu.


Para orang dewasa membaur tanpa ada perbedaan kelas. Karena mereka semua adalah tamu VVIP. Semua tamu berpredikat penting dan punya kedudukan sangat istimewa di mata sang tuan rumah.


Begitupun dengan anak-anak, mereka semua datang untuk bermain dan menikmati suguhan pesta yang dilaksanakan di taman yang cukup luas milik Ira Zerni.


"Halo Ram?" sapa Zahwa putri sang tuan rumah. Penampilannya bak seorang putri membuatnya semakin cantik.


"Hai, Zahwa." jawab Rama sopan. Ia dan Zahwa adalah teman sekelas di Sekolah Dasar.


"Kamu datang sama Sovia? aku tidak melihatnya, mana dia?"


"Sovia ada disana sama mama dan dedek Sarah." tunjuk Rama ke sudut taman. Dimana ada mama dan papanya serta kedua adiknya sedang duduk menikmati hiburan yang disuguhkan yaitu sulap dari seorang badut.


"Kamu gak main sama Andika?" tanya Zahwa yang melihat Andika sibuk mengikuti kemanapun mama Miska berjalan. Anak itu anak yang sangat manja dan Rama tidak suka bermain dengan anak cowok yang cengeng dan manja.


"Gak, aku mau di sini saja." jawab Rama kemudian duduk menyendiri dan hanya menikmati orang-orang yang lalu lalang di depannya.


"Kak, kita berfoto yuk," ajak seorang gadis cilik Berambut kriwil seumuran Sovia dengan wajah ceria. Rama tak menjawab ajakan gadis cilik itu. Ia pantang mengikuti gaya anak-anak jaman sekarang yang suka berselfi di mana saja.


"Gak suka Selfi." jawab Rama datar.


"Heh, sudah kubilang aku gak suka berfoto!" bentak Rama marah. Gadis centil itu langsung kabur karena kena bentakan tetapi diam-diam ia berbalik dan memotret wajah Rama dari jarak yang agak jauh tetapi masih jelas dalam kamera.


"Dasar! minta foto aja gak boleh. Kasar lagi." ujarnya mencibir lalu tersenyum simpul penuh arti. Ia kemudian menghampiri Sovia dan mengajaknya berkenalan.


"Hai, aku Rara. Kita main di sana yuk." ajaknya pada Sovia karena ia bosan tak punya teman di pesta itu. Ayah dan ibunya entah kemana dan meninggalkannya sendiri di acara yang cukup ramai itu.


"Aku Sovia. Ma apa aku bisa main sama Rara?" Sovia meminta izin mamanya untuk bermain dengan teman barunya.


"Boleh, tapi jangan jauh-jauh ya, bentar lagi kita semua mau berfoto sama Tante Hany pengantin yang di sana itu." ujar Vita mengizinkan dengan satu syarat ia harus kembali cepat kemudian menunjuk sepasang mempelai yang sedang menyalami para tamu.


"Okey ma, siap!" jawab Sovia gembira. Mereka berdua pun pergi bermain.


"Mas, aku seneng banget lho hari ini." Gala menatap istrinya lembut.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Karena Hany udah nikah dan insyaallah aman bersama Pandu." ujar Vita gembira. Ia tahu Hany anak yatim piatu dan tinggal Sendiri di ibu kota ini dengan menikah, ia akan lebih aman dan terhindar dari fitnah.


"Aku yang lebih bahagia sayang." timpal Gala tak mau kalah.


"Kok bisa?"


"Ya karena sekarang kamu aman. Tak mungkin lagi Pandu melirikmu. Karena kamu hanya milikku seorang sayang." Gala mengedipkan sebelah matanya dengan senyum menggoda.


"Ih mas, masih cemburuan aja sih." hati Vita menghangat diperlakukan begitu manis oleh suaminya. Rasanya hidupnya sekarang sudah sangat sempurna. Tanpa malu ia mencium pipi Gala lembut. "Terima Kasih karena sudah mau mewujudkan mimpi-mimpiku sayang." bisiknya disela ciumannya.


Gala tersenyum bahagia. Ia ingin sekali membalas ciuman istrinya itu tetapi ia merasa sungkan Karena mereka sekarang sedang berada di sebuah pesta yang sangat ramai.


"Vit, kamu nakal ya sekarang." geramnya karena tak bisa membalas. Vita langsung tertawa renyah sampai Sarah dalam gendongannya langsung menatapnya dengan mata bulat beningnya. anak kecil berusia enam bulan itu ikut tergelak lucu seolah-olah mamanya sedang mengajaknya bicara.


"Kenapa sih? sekali-kali aku ingin menandai milikku di depan orang banyak mas."


"Astaga. Kamu ya bikin aku mau cepat pulang." Gala semakin gregetan dibuatnya.


"Ayo kita segera berfoto sama pengantinnya supaya bisa cepat pulang."


"Untuk apa mas cepat pulang?"


"Ya aku mau balas kamu sampai kamu minta ampun sayang."


"Astaga mas."


"Ayo cepetan. Tuh Rama juga lagi jalan kemari. sisa Sovia nih kita lengkap."


"Nah itu Sovia."


Akhirnya keluarga kecil Gala yang pertama memulai sesi foto bersama dengan pasangan pengantin itu baru kemudian disusul oleh keluarga yang lain.


"Ih kok ada orang lain sih dalam foto ini?" tanya Rama kesal pasalnya di dalam foto itu ada juga gadis kecil kriwil yang memaksanya berselfi ria tadi.


"Hahaha, itu Rara kak teman baru Sovia." semua orang tertawa melihat hasil foto yang nampak aneh dikarenakan ada sosok asing yang ikutan dalam foto keluarga mereka.


"Ya udah ga papa kita simpan jadi kenangan." ujar Vita menengahi perdebatan Rama dan Sovia.


---Bersambung---

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2