Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 261 Petaka Malam Pertama


__ADS_3

Adam sampai di kamarnya dan menemukan Sarah sudah membersihkan diri dan berganti pakaian. Adam tersenyum senang karena istrinya itu sedang memakai pakaian tidurnya yang seperti ia pernah lihat dulu. Sebuah hot pants dan juga tank top menunjukkan lekuk-lekuk tubuh sang istri begitu indah untuk untuk dipandang.


"Makan dulu nih, supaya nggak sakit lagi," ujar Adam sembari membawa nampan berisi macam-macam makanan itu.


"Makasih, eh kok tahu sih kalau aku belum makan?" tanya Sarah kemudian langsung mencomot kue pie apel kesukaannya dan juga segelas susu putih.


"Kita kan sama-sama belum makan," ujar Adam dan ikut meminun susu coklat dan juga mengambil potongan kue seperti yang Sarah makan. Setelah beberapa menit mereka habiskan untuk makan kue dan juga buah, Sarah pun menguap. Rasa kantuk sudah mulai mulai menyerangnya apalagi capek dan juga nyeri di perutnya yang masih terasa.


"Dam aku tidur duluan ya? ngantuk banget nih," ujar Sarah kemudian melenggang santai di depan mata suaminya mempertontonkan sesuatu yang sudah lama diimpikan oleh dirinya, yakni menyentuh bagian-bagian itu dengan menggunakan bibir dan tangannya sendiri.


"Awwwww," teriak Sarah kaget karena Adam tiba-tiba menggendongnya dan meletakkannya diatas ranjang nya.


"Astaga Dam, kamu bikin aku kaget lho," ujar Sarah sembari menatap wajah suaminya yang sudah tepat berada di atasnya.


Cup


Adam mengecup lembut bibir istrinya yang sedari tadi begitu menggodanya. Lama ia disana kemudian melepaskannya.


"Aku mencintaimu Sarah, sayangku," ujar Adam kemudian jari-jarinya mulai menyentuh pipi dan juga bibir sang istri yang masih basah oleh salivanya itu.


"Katakan sayang, apa kamu juga mencintaiku?" ujar Adam sembari terus bermain dibagian bibir itu. Tangannya yang satu menopang dirinya agar tidak langsung menindih tubuh sang istri di bawahnya.


"Aku juga Dam, kamu sudah tahu kan," jawab Sarah dengan suara pelan, posisinya sekarang benar-benar membuatnya berdebar tak karuan hingga dadanya nampak turun naik menahan perasaannya yang terasa ingin meledak karena bahagia.


Cup


Sekali lagi Adam menyentuhkan bibirnya pada bibir sang istri. Ia melumaatenya lama dan mulai memainkan lidahnya di dalam sana hingga sang istri menggeliat dibawah kungkungannya karena sudah mulai merasakan kenikmatan yang sangat. Adam melepaskannya lagi dan mulai berpindah tempat kearah leher dan membuat banyak tanda disana.


"Adamhh," desssah Sarah karena tangan sang suami pun sudah bergerak kebelakang punggungnya mengelusnya lembut sampai kebagian bawahnya.

__ADS_1


"Sarahhhh, kamu cantik sekali sayang," ujar Adam saat tangannya sudah berhasil membuka tanktop itu dan melihat pemandangan yang sangat indah didepan matanya.


Dua buah benda favorit sejuta umat yang sangat cantik berdiri menantangnya siap untuk dijamah.


Dengan rakus ia mulai menyentuh dan meremasnya pelan, hingga yang punya langsung menutup matanya merasakan sensasi yang sangat berbeda.


Adam baru saja ingin memasukkan salah satunya ke dalam mulutnya tetapi ia tersadar kalau ia belum membacakan doa untuk sang istri.


Ia sudah meniatkan kalau pada malam pertamanya nanti, ia ingin membaca beberapa doa yang ia sudah hafal jauh-jauh hari sebelum ia memulai ritual ibadah yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua pengantin baru seperti dirinya.


Segera ia bangun dari posisinya dan mengambil selimut kemudian menutupi tubuh sang istri yang sudah polos setengah itu, ia takut tak berkonsentrasi berdoa kalau pemandangan indah itu malah merayunya.


Perlahan ia bangunkan kembali sang istri kemudian ia mencium ubun-ubunnya seperti tadi pagi setelah ijab kabul.


"Bismillahirrahmanirrahim,


اًللَّهُمَّ بِأَمَانَتِكَ أَخَذْتُهَا وَبِكَلِمَاتِكَ اِسْتَحْلَلْتُ فَرْجَهَا، فَإِنْ قَضَيْتَ لِي مِنْهَا وَلَدًا فَاجْعَلْهُ مُبَارَكًا سَوِيًّا وَلاَتَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ شَرِيْكًا وَلاَنَصِيْبًا


Artinya : "Ya Allah, dengan amanat-Mu kujadikan ia isteriku dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya. Jika Kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya, jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan, dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya".


اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي اَلْفَهَا وَوُدَّهَا وَرِضَاهَا بِي، وَاَرْضِنِي بِهَا، وَاجْمَعْ بَيْنَنَا بِأَحْسَنِ اِجْتِمَاعٍ وَاَيْسَرِ ائْتِلاَفٍ فَإِنَّكَ تُحِبُّ الْحَلاَلَ وَتُكْرِهُ الْحَرَامَ


Allâahummarzuqnîi alfahâa wa wuddahâa wa ridhâahâa bîi, wa ardhinîi bihâa, wajma' baynanâa biahsanijjtimâ'in wa aysari’ tilâafin, fainnaka tuhibbul halâala wa tukrihul harâam.


Artinya:"Ya Allah, karuniakan padaku kelembutan isteriku, kasih sayang dan ketulusannya, ridhai aku bersamanya. Himpunkan kami dalam rumah tangga yang paling baik, penuh kasih sayang dan kebahagiaan, sesungguhnya Engkau mencintai yang halal dan membenci yang haram".


اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي وَلَدًا وَاجْعَلْهُ تَقِيًّا ذَكِيًّا لَيْسَ فِي خَلْقِهِ زِيَادَةٌ وَلاَنُقْصَانُ وَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ اِلَى خَيْر


Allâahummarzuqnîi waladan, waj'alhu taqiyyan dzakiyyan laysa fîi khalqihii ziyâadatun walâa nuqshân, waj'al 'âqiibatahuu ilâa khairin.

__ADS_1


Artinya:"Ya Allah, karuniakan padaku keturunan, dan jadikan ia anak yang bertakwa dan cerdas, tidak ada kelebihan dan kekurangan dalam fisiknya, dan jadikan kesudahannya pada kebaikan".


Sarah terharu, ia menitikkan air matanya kemudian memeluk sang suami.


"Aku sayang kamu Dam, jangan bikin aku sedih lagi kayak dulu, hiks," ujar Sarah kemudian menghapus air matanya.


"Tidak akan sayang, aku akan menjaga hatimu agar selalu bahagia dan juga mencintaiku," jawab Adam dan kembali melabuhkan ciuman panas untuk sang istri. Selimut yang tadi ia pakaikan kini ia lemparkan ke tempat lain agar ia bebas memandang dan juga menyentuh maha karya Tuhan yang sangat indah dan cantik itu.


Dan ketika Adam sudah berada diatas puncak hasrat, Sarah dengan wajah bersalah langsung membisikkan sesuatu ke telinga suaminya itu.


"Dam, aku lagi gak bisa sayang, aku sedang kedatangan tamu,"


"Astaga Sarah, dari tadi kamu bilang tamu terus, apa sih." kesal Adam karena ia sudah sangat siap sekarang ia bahkan sudah membuka pakaiannya sendiri dan yang tersisa adalah sedikit kain dibagian bawahnya begitu pun dengan sang istri.


"Aku lagi haid Dam, gak bisa dikunjungi," jelas Sarah sembari membuang pandangannya ke arah lain. Ia tak mau melihat wajah kecewa sang suami.


Adam langsung meraup wajahnya kasar. Ternyata ilmu tentang banyak hal selama ini masih sangat kurang bahkan yang seperti itu saja bisa terlewatkan olehnya.


Ia meninggalkan Sarah di tempat tidur dengan wajah kacau dan juga kepala yang terasa sakit.


"Oh ya ampun, aku harus menidurkan si junior kalau begini tetapi katanya tidak boleh pakai tangan sendiri, dosa." ujarnya di depan cermin di dalam kamar mandi yang luas itu.


"Aha, Sarah pasti bisa membantuku," ujarnya dengan semangat. Ia langsung keluar dari kamar mandi untuk menemui sang istri tapi sungguh kecewa hatinya karena perempuan yang sangat dicintainya itu sudah tertidur lelap dibawah selimut tebalnya.


"Sarah, kamu menyiksaku sayang," ujarnya pelan dan kembali masuk ke kamar mandi untuk menatap dirinya yang begitu menyedihkan. Dan akhirnya mandi dengan air dingin di tengah malam itu adalah solusi terbaik daripada ia tidak bisa tidur.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2