
Gala menatap istrinya kagum sekaligus pangling. Ia tak menyangka kalau dengan penampilan barunya Vita kali ini malah membuatnya semakin cantik berkali lipat.
"Kenapa mas? dari tadi liatin aku terus..." tanya Vita sembari menatap wajah suaminya dari kaca cermin di depannya. Ia sedang memasang Bros cantik dan manis di hijab pasmina yang sedang ia pakai. Gala hanya melempar senyum miring seperti biasa. Ia melangkah mendekat kemudian meraih pinggang istrinya yang sudah tidak langsing lagi itu. Berkat kehamilannya yang sudah berjalan 6 bulan, pelan-pelan semua anggota tubuhnya mulai mengalami penambahan bobot terutama di bagian dadanya yang justru semakin menggoda dan menjadi favorit suaminya itu.
"Kamu tetap mau ke Perusahaan dengan keadaan perut semakin besar begini Hem?" bisik Gala dari belakang tengkuknya, ia meraba perut istrinya yang sudah tampak membuncit dari gaun longgar yang ia gunakan.
"Iyya mas, bosan tahu di rumah terus, kerjanya cuma di dapur makan dan di kasur hemmm aja," ujar Vita bertingkah merajuk yang membuatnya semakin menggemaskan. Gala semakin mengeratkan pelukannya.
"Mau menggodaku lagi ya?"
"Gak lah pak GM, mana berani aku menggoda Big Bos yang sudah punya istri cantik ini... bisa-bisa aku kena hukuman," ujar Vita manja tanpa mengalihkan pandangannya dari dalam cermin. Ia ingin melihat ekspresi suaminya itu di dalam sana.
"Sekarang kamu tambah pintar ya?" Gala mengusel hidungnya ke leher Vita yang tertutup hijab. Ternyata agak berbeda dan terasa tidak nyaman karena ada kain yang membatasinya.
Ia bersyukur Vita mau melakukan perintahnya. Dan berkat istrinya yang berani meninggalkan gaya busananya yang selama ini cukup terbuka kini berhasil mendobrak mode busana di kalangan karyawan Perusahaan. Banyak karyawan wanita yang mengikuti jejaknya yaitu memakai hijab.
"Mas..."
"Hem..."
"Lupa ya?"
"Apa, Hem?"
"Kita belum sempat bulan madu," ujar Vita kemudian membalikkan badannya ke arah suaminya. Ia ternyata masih ingat kalau suaminya pernah mengiyakan permintaannya.
"Aku tidak lupa sayang, cuma kata dokter kandunganmu masih muda dan riskan untuk pergi jauh-jauh,"
"Tapi kan tidak jauh juga, trus panitianya juga udah reservasi tempatnya lho nanti kita kena pinalti lho," jawab Vita dengan suara manja.
"Hem iya ya, tapi aku boleh cek dulu kan kamu udah siap pergi jauh atau tidak," ujar Gala dengan tersenyum penuh arti.
"Ish, modus," jawab Vita sembari memukul pelan lengan suaminya yang masih memeluknya erat.
"Eh, beneran, aku tidak bercanda sayang, aku harus mengecek langsung kuat apa tidaknya si dedek dibawa jalan jauh-jauh,"
"Ish," Pipinya merona merah karena sudah mulai berpikir kemana-mana.
"Mas...kita bisa telat ini perginya," ujar Vita merajuk. Ia tahu betul kalau memberi kesempatan sedikit saja pada suaminya ini maka bisa dipastikan pertukaran peluh lah yang akan terjadi.
"Okey, sayang...baik...kita berangkat sekarang," Ujar Gala mengerti. Ia tak mau mengacaukan dandanan istrinya lagi.
"Tapi tetap akan aku cek secepatnya," ujarnya sembari melepaskan pelukannya tapi sebelumnya memberi kecupan singkat dibibir istrinya. Ia melangkah ke arah ranjang dimana jasnya sudah disiapkan oleh Vita tadi. Ia kemudian memakainya dan berniat menunggu istrinya di bawah saja.
__ADS_1
"Aku tunggu dibawah ya,"
"Iya mas, " jawab Vita sembari merapikan kembali pakaiannya. Pagi ini ia selamat. Tapi ia tahu siapa suaminya itu. Ia pasti akan tetap ditagih secepatnya walaupun itu di perusahaan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Pantai X pukul 6 pagi.
Risma Yanti datang dengan berlari-lari kecil ke arah Deka Roland yang sudah menunggunya sejak tadi. Hijab instan yang ia gunakan sampai ikut melambai karena tertiup angin.
"Maaf pak, aku terlambat," ujarnya masih dengan nafas naik turun karena lelah. Kamarnya yang kebetulan agak jauh dari tempat mereka akan memulai kegiatan Meet & Gathering Perusahaan ini membuatnya harus datang sebelum para karyawan lain datang.
Matahari yang sudah mulai terbit di ufuk timur itu menambah indahnya pemandangan pantai X yang terkenal dengan ke eksotisannya itu.
Deka memperhatikannya cukup lama mengambil nafas, tampilannya sekarang sangat berbeda. Risma dengan pakaian kasual dengan training longgar dipadukan dengan atasan dari bahan kaos dan juga hijab instan menambah kesan lain di mata Deka.
Manis
"Pak, Hem!" tegur Risma saat Deka tidak mengalihkan pandangannya dari dirinya.
"Ah iya," Deka tersentak dan segera menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Bagaimana semalam, tidur nyenyak?" tanya Deka penuh perhatian. Ia kemarin tidak sempat memantau kegiatan Risma karena kerepotan dengan permintaan ini dan itu dari tokoh utama acara ini. Siapa lagi kalau bukan pasangan bucin Gala dan Vita.
" Well, sebelum para karyawan lain datang, kita jalan ke sana yuk melihat persiapan lomba voly pantai yang sebentar lagi diadakan," ajak Deka sembari melemparkan pandangannya ke hamparan air laut biru yang tak bertepi itu.
"Siap, pak!" jawab Risma Yanti semangat.
Rombongan karyawan TGR global Company tiba di destinasi wisata Pantai ini menjelang malam. Karena perjalanan yang cukup melelahkan dari kota mereka hingga semalaman waktu yang ada mereka habiskan di hotel saja untuk beristirahat dan baru melanjutkan kegiatan pada pagi hari sesuai dengan jam yang disepakati.
Bau asin air laut menyeruak ke hidung mereka. Angin yang berhembus pelan mengiringi langkah keduanya menyusuri pasir putih yang sangat bersih di tepian pantai. Mereka kemudian tiba ke tempat lomba Voly akan diadakan. Garis pembatas sudah terpasang begitu pun pernak pernik lainnya seperti net dan bola juga sudah siap.
Beberapa menit berikutnya rombongan karyawan laki-laki dan perempuan TGR sudah tiba di tempat. Mereka sudah kelihatan siap memulai kegiatan yang cukup menyenangkan ini. Ini pertama kalinya Perusahaan mengadakan acara seperti ini di Pantai.
Tahun-tahun sebelumnya daerah puncak atau tempat yang lainnya saja yang Perusahaan pilihkan dan itu cukup membosankan bagi mereka. Dan ini berkat ngidamnya Nyonya GM semua karyawan bisa menikmati suasana pantai yang sangat indah pemandangannya. Mereka bisa diving, snorkeling, dan lain-lain yang cukup memacu adrenalin mereka bagi yang suka tantangan.
Ada yang beda dari suasana lomba Voly pantai ini kali ini. Tak nampak sama sekali pemandangan terbuka dan pamer aurat di sana yang biasanya itu adalah hal yang wajar untuk regu putri. Para pemain dari setiap Divisi yang akan berlomba semuanya memakai pakaian tertutup walaupun tidak memakai hijab. Sampai para pria banyak yang menggerutu karena tidak bisa cuci mata.
"Gak asyik nih," ujar Jeffri dari Divisi IT.
"Kenapa?" tanya Doni dari divisi yang sama.
"Mata jadi sepet, padahal bayangan aku sejak semalam tuh pantai akan indah dengan yang Seksih-seksih,"
__ADS_1
"Ih kamu tuh, pikirannya ke sana mulu." cibir Gery sembari melemparinya dengan bola.
"Memang kamu tidak?" tanya Jeffrie penasaran, soalnya ia lihat temannya itu agak tertutup orangnya.
"Iya juga sih, kan bisa cuci mata dan bikin kita awet muda." jawab Gery dengan pandangan menerawang.
"Tuh, kalo mau cuci mata..." timpal yang lain sembari menunjuk air laut dengan dagunya.
"Asssyin," jawab Jefrri yang disambut tawa oleh yang lainnya.
Sementara itu di kamar hotel X no.254
"Mas, kita ke pantai yuk..." ujar Vita sembari menggoyangkan lengan suaminya yang masih duduk di atas sajadah sehabis sholat subuh berjamaah. Ia sepertinya lagi khusuk berdoa.
"Bentar ya, setelah aku cek babynya," jawabnya menggoda. Semalam ia ingin sekali menanyakan kabar si baby junior di dalam sana setelah sampai di hotel tetapi melihat istrinya yang kelihatan lelah ia mengurungkannya dan menjadikan Deka sebagai objek semalam dengan menyuruhnya ini dan itu agar pikirannya teralihkan.
"Mas..." kesal Vita.
"Eh, harus sayang, aku tak mau ia kenapa-napa dengan suasana baru ini." jawab Gala yang kemudian mendekatkan dirinya ke Vita.
"Apa gunanya coba bulan madu kalau cuma mau duduk-duduk aja di sini."
"Mas..."
"Nikmati saja okey, biar aku yang bekerja, Hem."
"Tapi mereka lagi seru-seruan di luar sana, mas," ujar Vita lagi berusaha mencari alasan.
"Disini lebih seru sayang, pasti...sampai kamu tidak akan mau berhenti, hem," bisik Galau dengan pandangan berkilat.
Dan... terjadilah lagi apa yang seharusnya terjadi...
🍁🍁🍁🍁🍁
Hai readers tersayangnya othor. Jumpa lagi kite di acara bulan madunya pak GM.
Dukung terus karya receh ini dengan cara tap favorit, klik like, ketik komentar, kirim hadiahnya yang banyak.
Nikmati alurnya dan Happy reading 😍😍😍😍😍
Eh, sembari menunggu update berikutnya...yuks mampir di karya teman othor di bawah ini.
__ADS_1