
Disini merupakan cerita sisi gelap masa lalu Rachel ya. Ada beberapa bagian yang tidak berprikemanusiaan, kalau tidak berkenan silahkan di skip.
Kejadian disini hanyalah imajinasi author semata merangkum dari banyaknya berita kriminal yang terjadi di sekitar kita.
Terimakasih. Selamat membaca
ππππππππππππππππππ
Aku Rachel Willitgthon. Anak ketiga dari pasangan Bill Willingthon dan Isabella Doris.
Kakakku Agatha Willingthon dan Bertha Willingthon.
Usiaku selisih sepuluh tahun dari kakak pertamaku dan selisih delapan tahun dari kakak keduaku. Aku paling cantik diantara kedua kakakku, mungkin karena aku yang paling muda dan paling ceria.
Masa kecilku sangat bahagia, mommy merawat kami penuh kasih sayang, aku selalu dimanjakan oleh mereka. Rumah ini dipenuhi oleh tawa. Daddy jarang sekali berkumpul dengan kami karena disibukan oleh pekerjaan yang tidak aku mengerti. Tetapi dia selalu saja menyempatkan untuk berkumpul bersama kami setiap akhir pekan.
Namun semua itu berakhir ketika Agatha berusia lima belas tahun.
Dia tidak lagi mau bermain dengan kami. Dia selalu menyendiri. Wajahnya selalu pucat dan matanya selalu bengkak. Aku tidak mengerti apa yang terjadi, karena jika aku tanya di hanya menangis, ketika aku mengajaknya bermain dia akan mengusirku, marah, membentak dan menjerit histeris. Aku menjadi takut untuk mendekatinya. Perlahan aku mulai menghindarinya meskipun aku sangat rindu dan mengaguminya.
Bertha bilang itu adalah masa puber Agatha atau kadang dia bilang Agatha sedang stress karena pelajaran di sekolah yang semakin bertambah. Entahlah, setauku Agatha adalah murid terpandai. Ya kami bertiga adalah anak yang terpandai di kelas, karena ayah selalu menyediakan thutor yang akan membimbing belajar kami.
Ayah bilang, jadilah yang terpandai agar kamu bisa menaklukan dunia dibawah telapak kakimu.
Dua tahun kemudian ketika Bertha menginjak usia lima belas tahun, senyum ceria terakhir adalah ketika hari ulang tahunnya. Setelah itu keesokan harinya Bertha aku temukan bermata bengkak. Dan hari-hari selanjutnya Bertha tidak ubahnya seperti Agatha.
Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan kedua kakakku. Yang aku tahu, aku kesepian. Mereka berdua menjauh dan seperti orang asing. Ketika aku tanya kepada mommy kenapa mereka berubah, "mommy mengatakan kalau mereka sedang masa remaja dan putus cinta. Semua remaja seperti itu."
Tetapi, semua tidak pernah berubah. Ketika usiaku sepuluh tahun aku bisa melihat jelas kalau Agatha dan Bertha sangat takut dengan daddy. Aku heran, bagiku daddy luar biasa. Setiap bulan dia selalu memberiku mainan baru juga barang-barang indah bagi kakak-kakakku. Bahkan daddy sering mengajak mereka bergantian untuk mengikutinya ke luar negeri. Aku iri akan hal itu. Daddy tidak oernah mengajakku keluar kota berdua. Hanya sekali kami swkeluarga berkeliling Eropa dengan Kapal pesiar.
Daddy tampak sekali lebih memanjakan Agatha dan Bertha. Hebatnya lagi Agatha dan Bertha sudah mendapatkan izin dan berani mengendarai mobil mereka masing-masing sejak berusia lima belas. Usia yang terlampau muda untuk mendapatkan ijin mengemudi bukan?
Mommy? Dia selalu menghabiskan waktu dengan kegiatan amal baik dari lingkungan sosialita ataupun dari lingkungan gereja. Saat itu ketika aku masih kecil bagiku mommy adalah sosok malaikat. Cantik, lembut, baik hati dan istri yang setia juga patuh pada daddy. Impianku aku mau seperti mommy kelak nanti.Tak jarang aku mengikutinya dalam setiap acara amal. Aku menyukainya karena bisa bertemu dengan banyak anak sebayaku.
Disanalah aku bertemu Andrew. Saat itu usiaku baru sepuluh tahun. Aku melihat Andrew kecil dengan wajah murung. Wajah murungnya begitu menarik bagiku. Wajah murung itu luar biasa tampan. Dia disana menggantikan ibunya menerima penghargaan sebagai donatur terbesar, saat itu ibu Andrew sudah meninggal. Tidak ada senyuman. Tatapan matanya dingin dan hanya satu kata yang keluar dari mulutnya, "thankyou." Meskipun hanya dari satu kata itu, suaranya terngiang terus di telingaku betengger kuat di hatiku, menemani sepiku bertahun-tahun lamanya. Peristiwa itu selalu hadir di angan dan mimpi-mimpiku.
Aku mencari tahu dimana Andrew sekolah dan diam-diam aku sering meminta supir yang mengantar dan menjemputku untuk melewati rumah atau kediaman Andrew. Aku ingin bertemu dengannya lagi.
Dan itu berhasil, beberapa kali aku melihat dirinya. Meskipun kami tidak saling mengenal tapi aku tahu dirinya. Itu sudah cukup memandangnya dari kejauhan.
Aku belajar semakin giat karena aku ingin menyusul dirinya dan satu sekolah dengannya. Aku menjaga dan merawat tubuh dan pikiranku bahkan perasaanku hanya untuk Andrew. Hanya dia. Dia cinta pertama dan akan menjadi orang pertama yang aku serahkan tubuh, jiwa dan ragaku.
π Aku cinta kau Andrew π
Ukirku di buku harianku.
Lambang AπR selalu menghiasi sudut buku- buku ku, mengundang tanya bagi setiap teman-teman di sekolah. Tapi aku hanya menjawab dengan senyuman, itu rahasia hatiku.
Lima tahun kemudian, tepat ketika usiaku lima belas tahun. Pesta sederhana dirumah dengan anggota keluarga juga pelayan dan pengawal yang dihiasi dengan gelak tawa riangku adalah tawa ceria terakhirku. Tepat seperti yang terjadi pada kakak-kakakku. Akhirnya aku mengerti kenapa wajah ceria lenyap dari diri mereka.
Malam itu dihari ulang tahunku. Daddy masuk ke kamar dan memberiku segelas anggur merah. Ini adalah pertama kali daddy mengizinkanku meminum alkohol. Dan gelas pertama dia yang menuangkan juga memberikannya padaku. Tentu saja aku gembira menerima alkohol itu, dengan bahagia aku menegak minuman itu seraya berulang kali memeluk daddy dan mengucapkan terimakasih.
"Thankyou daddy, you are the best dad in the world. I love you daddy." Aku bahkan masih mengingat kalimat itu dengan jelas sebelum menyesap dan menghabiskan anggur merah itu. Ini pertanda aku akan beranjak dewasa, meskipun secara hukum yang legal usia dua puluh satu tahun adalah ijin yang diberikan pemerintah untuk mengkonsumsi alkohol.
__ADS_1
Selanjutnya tubuhku terasa panas. Aku menggeliat dan mengadu kepanasan, daddy membantu mengatasi rasa panas ditubuhku dengan melucuti pakaianku tanpa sanggup aku tolak. Dan, heh.... daddy mencuri semua yang aku simpan untuk Andrew, ciuman pertamaku, sentuhan pertamaku, remasan, desahan bahkan keperawananku. Semua hilang dan lenyap direngut oleh daddy, ayah kandungku.
Ketika sadar dipagi hari aku menangis dan menjerit histeris. Reaksiku jauh lebih parah daripada Agatha dan Bertha. Kini aku tau kenapa mereka berubah tepat diusia lima belas tahun. Itu semua karena daddy. Ayah bejatku. Orang yang aku agungkan, idolaku dan orang yang aku hormati.
Kuku-kuku tajamku aku benamkan dikulit tubuhnya yang terbaring lelap tanpa busana disisiku. Meski pun aku lemah semalam tapi aku masih mengingat yang terjadi dengan jelas dan itu membuatku mual. Aku benci kau, bahkan aku tidak mau lagi menyebutmu daddy, aku tidak mau lagi mengakuimu ayah! Aku ingin sekali menguliti kulitnya dengan kuku-kuku ku yang terawat.
Apa yang terjadi diluar dugaanku, bukannya dia menyesal dan berlutut memohon ampun. Kuku-kuku milikku yang menggores tubuhnya malah membuatnya tertawa menantang. Menjijikan! Selanjutnya dia bahkan menyambar selimut yang menutupi tubuhku dan menindihku dengan kasar. Dia menahan tangan dan kakiku dengan tubuhnya yang besar. Aku tidak berdaya, tidak mempunyai kekuatan untuk berontak bahkan menyelamatkan diriku.
Masih aku ingat tatapan nafsunya yang seraya terkekeh dia berkata, "bagus kau sudah sadar, sekarang aku akan mengenalkan padamu dunia orang dewasa. Aku akan mengajarkanmu bercinta dengan handal. Bagaimana kau akan membuat pria bertekuk lutut padamu. Rachel ingatlah, kau adalah milikku. Seumur hidupmu kau adalah wanitaku!" ucap daddy dengan suara menekan.
Dan kembali dia melakukannya padaku. Dia mengikat tangan dan kakiku, bahkan menyumpal mulutku. Dia membolak balikan tubuhku dan mengatakan berbagai macam pose yang bisa membuat pria tahkluk. Pose yang dia sukai. Dan dia melakukannya berulang-ulang hingga aku pingsan.
Ketika aku sadar, tubuhku sudah bersih dan mengenakan daster favoritku. Badanku sakit semua, tulangku terasa remuk. Area kewanitaanku terasa perih. Mommy ada disisiku dan tersenyum manis. Dia memberiku sebutir obat. "Minumlah vitamin ini sayang untuk kesehatanmu."
Aku menangis dan menceritakan semua padanya. Aku mengadu pada ibuku. Tapi dia hanya diam. Dia bahkan tidak menitikan air mata untukku. Dia hanya berkata dengan suara lembutnya, " daddy melakukannya karena cinta dan sayang padamu. Kita semua adalah milik daddy."
Perkataannya membuatku syok. Aku tidak menyangka mommy bahkan tidak membelaku. Aku terpukul dengan swmua yang terjadi. Aku berjalan tertatih ke kamar Agatha untuk mengadu, tetapi yang kudapat hanya lirikan tajam dan sikap tak acuh. Dia bahkan tidak perduli. Ketika aku bertanya kenapa dia tidak memperingatkanku dan membiarkan aku pergi sebelum hal ini terjadi, dengan acuh dia berkata, "kalian harus merasakan pil pahit yang sama denganku."
Aku marah dan aku mengutuknya. Tapi dia bahkan tertawa mengejekku, "Ini tidak akan menjadi yang terakhir. Dia akan terus datang menghantuimu setiap saat. Hahahaha setidaknya aku bisa beristirahat selama sebulan." Aku jijik dengan tawa kakakku. Orang yang selalu aku kagumi dan aku rindukan ternyata tidak pernah menganggapku. Parahnya ketika aku hendak keluar dari kamarnya dia berkata lagi, "Rachel, belajarlah untuk menikmatinya. Afterall its so good."
Detik itu juga aku membencinya. Hal yang tidak jauh berbeda terjadi pula ketika aku bertanya pada Bertha. Dia hanya tersenyum sendu ujarnya, "kita adalah milik daddy. Daddy melakukan semua karena mencintai kita." Aku membelalakan mataku, dia mengucapkan hal yang sama dengan mommy. Bagaimana mungkin mereka semua menjadi gila!
Aku menyendiri dan menangis. Tidak ada satupun yang bisa menjadi tempatku mengadu. Mereka semua gila. Dan benar sesuai perkataan Agatha. Selama seminggu aku tersiksa dengan nafsu bejat ayahku. Entah dengan mengkonsumsi obat perangsang maupun dalam keadaan sadar aku harus melayani siksaan dari nya. Teriakan dan sumpah serapahku sia-sia, halnitu justru membuatnya makin bernafsu. Akhirnya aku diam bagaikan seonggok boneka.
Dan semenjak itu, kami memiliki jadwal mingguan masing-masing. Tiap minggu kami berempat bergilir melayani ayah. Mommy ternyata masih memiliki jatah nya. Dan aku masih heran, sesungguhnya hati mommy terbuat dari apa, bagaimana seorang wanita bahkan seorang ibu bisa begitu kejamnya tidak berperasaan. Dia yang seharusnya menyelamatkan kami dari nafsu bejat pria tua itu, justru dia yang seakan-akan menyodorkan kami padanya.
Mommy tetap selalu bangun pagi dengan ceria dan senyum lembut. Memberi kami bergiliran vitamin yang terakhir aku ketahui adalah pil kb. Setiap bulan dia membelikan kami lingerie, sex costum, parfum dan berbagai hal yang berbau sex. Bayangkan dia adalah ibuku! Wanita yang melahirkanku menjadikanku ******* bagi ayahku sendiri. Keluargaku benar-benar tidak bermoral!!!
Aku tidak mempunyai sekutu untuk memberontak. Aku membenci mereka semua. Karena mereka aku tidak lagi sanggup menemui Andrew, aku tidak lagi merasa layak baginya. Aku kotor dan bau comberan. Cinta pertamaku kandas diusia lima belas tahun. Dan tentu saja aku menjadi orang yang tidak berperasaan di sekolah. Aku meluapkan semua amarahku pada kebencian dan menjadikan teman-teman sebaya budakku. Uang dan kebencian menjadikanku penguasa.
Daddy menikahkan Agatha dengan seorang pembisnis handal yang berusia empat puluh tahun, saat itu Agatha berusia dua puluh tujuh tahun. Pria itu duda beranak satu yang masih cukup tampan. Anak suami Agatha adalah seorang bocah wanita yang lucu.
Beberapa bulan sebelum pernikahan, Agatha harus melayani nafsu bejat daddy berulang-ulang dan daddy bahkan melarang mommy untuk memberinya pil kb jauh sebelum pernikahan diadakan. Daddy bilang, "lahirkan anak laki-laki untukku. Jangan tidak berguna seperti ibumu. Anak laki-laki yang bisa meneruskan kekuatan keturunan kita dan menggenggam kekayaan keluarga. Aku akan memberimu saham apabila mengandung anak laki-lakiku."
Saat itu lah aku mengerti, kenapa mommy diam saja dengan perlakuan daddy kepada kami. Bertahun-tahun lamanya daddy seringkali menghina mommy karena tidak bisa melahirkan anak laki-laki baginya. Anak yang akan meneruskan garis keturunan dan kekekayaan keluarga. Bahkan kakek dan paman sering menghina daddy akan hal itu.
Aku heran, bukannya pria yang menyandang gen XdanY sedangkan wanita hanya membawa gen X. kenapa harus wanita yang disalahkan ketika tidak bisa melahirkan seorang anak laki-laki? Hey, itu salahmu juga pria tua!
Tepat sebelum hari pernikahan Agatha sudah positif hamil anak daddy. Daddy bahagia dan menghujai Agatha dengan berbagai hadiah. Beberapa bulan kemudian hasil dari usg menyatakan kalau bayi yang dia kandung adalah bayi laki-laki. Agatha membawa kabar gembira itu kepada daddy, yang disambut dengan sukacita. Begitu bayi itu lahir, saham diberikan atas nama anak laki-laki Agatha. Agatha mendapatkan cinta dari daddy dan suaminya karena melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat.
Sepeninggal Agatha, daddy seringkali memaksa kami untuk melakukan hubungan badan bertiga. Aku baru tahu apabila Bertha dan Agatha dulu sering melakukannya bersama daddy. Hanya aku dulu yang melayani daddy sendirian. Dengan obat perangsang yang selalu dicampur kedalam minumanku, aku dan Bertha melayani daddy bagaikan seorang *******.
Kami mendesah dan menjerit seperti keinginan gila nya. Kami memakai berbagai macam costum memuaskan nafsu bejatnya. Aku ingin lari dari lingkaran setan ini tapi kakiku terpasung dan tanganku terikat.
Tak berapa lama kemudian Bertha akan menikah dengan seorang Jaksa Agung yang juga berusia sekitar empat puluh tahunan. Kali in Bertha beruntung, karena jaksa itu belum pernah menikah dan tampaknya sangat mencintai Bertha. Kekurangannya hanya pada fisik. Calon suami Bertha seseorang bertubuh pendek dengan perut buncit dan kepala sedikit botak, tetapi tetap saja memiliki kharisma melalui senyuman dan tatapan mata liciknya.
Daddy memilih jaksa itu untuk membantunya lolos dari berbagai kasus hukum yang menjerat perusahaan. Dan sama seperti Agatha, daddy menghabiskan banyak waktu bersamanya sebelum Bertha menikah. Pernikahan Bertha membuatku ketakutan. Diusia ku yang masih delapan belas tahun aku akan sendirian di Mansion dan melayani daddy.
Bertha hamil anak daddy, sayangnya anak pertama Bertha adalah wanita.
Dia menangis karena tidak bisa memberi daddy anak laki-laki. Saat itu aku baru menyadari Bertha benar-benar sudah gila karena jatuh cinta pada daddy.
Mommy ah... Kau tau apa yang dikatakan Mommy?
__ADS_1
"Tenanglah Bertha kau masih bisa melakukannya, tiap bulan selama masa subur, menginaplah kemari dan layanilah daddy." Halloooo... bayangkan! wanita itu ibu yang melahirkan kami! Kalian lihat bagaimana aku dibentuk oleh keluarga tak bermoral ini?! Salahkan bila akhirnya aku pun menjadi rakus akan kehormatan dan kekuasaan?! Aku membenci keluargaku, aku membenci hidupku dan dunia ini. Tapi aku masih tidak punya keberanian untuk mengakhiri hidupku. Pengecut bukan?!
Dan Bertha melakukannya tepat seperti yang mommy katakan. Dia datang di Mansion selama seminggu setiap bulannya dan melayani daddy. Mereka bercinta bagaikan sepasang kekasih. Ah kenapa aku masih menyebutnya daddy. Dia tidak pantas disebut seperti itu. Dia bukan seorang ayah!
Akhirnya setelah beberapa bulan, Bertha hamil. Kali ini anak laki-laki. Bertha begitu bahagia. Dia menangis bahagia sambil memeluk pria itu. Suaminya? Hahahahha pria bodoh suami Bertha dengan bangga dan sombongnya mengumumkan pada dunia kehamilan Bertha dan begitu bayi laki-laki itu lahir, pria bodoh itu berpesta menyambutnya. Dan seperti janji, ayah memberikan saham perusahaan untuk anak laki-laki itu.
Sekarang giliranku Rachel Willingthon. Pada suatu kesempatan di pesta kalangan pembisnis aku akhirnya bertemu lagi dengan Andrew, cinta pertama yang sudah merajai hatiku sedari kecil. Jantungku berdetak keras, aku gugup memandang dirinya. Saat itu aku sadar kalau aku masih merindukan dan menginginkannya.
Dengan percaya diri aku menghampiri Andrew dan mengajaknya berkenalan, aku pikir dia sendirian saat itu. Aku meyakinkan diriku dengan kecantikan dan kemolekan tubuh juga kecerdesanku, Andrew akan dengan mudah kutaklukan. Tapi ternyata seorang wanita cantik berambut hitam datang menghampiri kami. Dia adalah kekasih Andrew. Cinta pertama Andrew. Hatiku remuk. Penantianku, anganku dan harapanku seakan-akan pupus seiring hembusan nafas yang aku keluarkan.
Ingin rasanya aku cakar, aku jambak, aku hajar dan aku lenyapkan wanita yang memeluk dan mencium Andrew. Mataku memandang kemesraan mereka bagaikan kilatan petir. Seandainya aku adalah anggota x-men, sudah aku lenyapkan wanita itu dengan sinar lazer dari mataku dan aku tarik Andrew dengan gelombang pikiranku.
Tampaknya daddy mengetahui hal itu. Dia berbisik kepadaku, "kau menyukai pria itu? kau menginginkannya? Maka aku akan memberikan dia untukmu. Hanya katakan Ya daddy."
Saat itu juga aku menoleh dan menganggukan kepalaku seraya berkata, "Ya daddy."
Daddy tertawa penuh kemenangan. Aku sadar saat aku meminta bantuannya disaat itu pula aku harus siap membayarnya. Tapi aku tidak perduli. Pertemuanku dengan Andrew yang tampak semakin tampan membuatku menginginkannya. Aku hanya mau dia! Aku tidak perduli apapun konsekuensinya, Aku tidak perduli berapa harga yang harus aku bayar, aku hanya mau Andrew Knight menjadi milikku. Jika perlu aku akan menato kening Andrew dengan namaku.
Kau tahu apa yang terjadi? Daddy menepati janjinya. Perusaahaan ayah Andrew terguncang. Salah satu kapal pesiar mereka karam tanpa sebab. Sedangkan di kapal pesiar satunya lagi, terjadi korupsi besar-besaran. Keluarga Andrew memerlukan suntikan dana besar-besaran. Mereka harus menghadapi tuntutan hukum karena kapal yang karam, membayar kompensasi untuk tamu dan karyawan, membeli banyak tiket pulang untuk tamu dan karyawan belum lagi biaya penyelidikan dan tunggakan hutang bank.
Kau tahu daddy datang sebagai seorang dewa penolong. Dia menawarkan bantuan pada keluarga Knight asalkan Andrew mau menikah denganku. Mereka menyetujuinya. Hahahahah aku bahagia, beberapa bulan lagi adalah pernikahanku dengan Andrew.
Dan sebagai gantinya, aku melayani daddy setiap waktu, aku berteriak dan mengerang seperti keinginannya. Kemanapun dia pergi aku akan mengikutinya dan melayani nafsu bejatnya setiap saat. "Kau tahu Rachel, kau adalah favoritku. Entah bagaimana kau merawat kewanitaanmu hingga selalu membuatku merasa seperti bermain dengan perawan."
Cih! Aku jijik! Aku mual dan ingin mengulitimu! Tapi keberanianku hilang karena doktrin yang aku terima sedari kecil, kami semua adalah milik daddy. Daddy adalah tuan dan raja kami. Hidup kami milik daddy.
"Kau tahu Rachel, demi dirimu aku sudah membuat pria itu menikahimu. Sebenarnya aku lebih menginginkanmu menikah dengan anak pengusaha minyak dan batu bara. Tapi cintaku padamu, membuatku merelakan ambisiku. Aku amat mencintaimu, Rachel. Tapi ingat, kau harus membuat dia bermanfaat bagi kita." itu pesan daddy sebelum aku menikah dengan Andrew.
Sayangnya kehamilanku terjadi lebih cepat dan Andrew mengetahuinya ketika tiba-tiba aku pingsan saat mengunjungi keluarga Knight. Andrew bahkan tidak pernah menyentuhku tetapi aku sudah hamil terlebih dahulu. Aku menangis, aku takut dia akan meninggalkanku. Daddy membuktikan cintanya kepadaku, iamenekan ayah Andrew hingga terdesak, pada akhirnya Andrew bersedia menikahiku meskipun tanpa pesta, publikasi bahkan cincin pernikahan.
Aku tidak perduli, asal Andrew menjadi milikku sah. Asal aku bisa keluar dari mansion daddy, menjauh dari pria tua yang mengukung hidupku dan bersatu dengan Andrew. Akhirnya keinginanku, impianku sedari kecil terpenuhi. Andrew adalah suamiku.
Kekasih Andrew? Ah... wanita itu beringsut mundur seiring dengan kegagalan bisnis keluarga Andrew. Aku bahkan tidak perlu berbuat banyak untuk mengusirnya jauh. Wanita materialistis itu sudah menghilang dengan teratur.
Aku menang! Aku adalah satu-satunya wanita disisi Andrew. Setiap malam aku menjamah dan memeluk Andrew, tapi dia tidak bereaksi. Dia menghindariku dengan alasan kehamilanku.
Ah aku lupa, aku hamil anak pria tua menjijikan yang aku benci. Dengan gelap hati aku mulai berencana untuk melenyapkan kandunganku.
to be continued...
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Hallo sobat pembaca,
Terimakasih ya sudah membaca novel ini.
Jangan lupa ya beri like, biar makin semangat.
Hayooo yang lupa like scroll dari episode satu yaaa
Yang sudah Vote terimakasih banyakkkk
Sesuai janji Author
__ADS_1
Kakak Surika, Yelli Niska dan Yun Hata please masuk group chatt yaaa, biar bisa bagi bonus.
Terimakasih.