Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Buku Harian Rachel


__ADS_3

Beberapa Jam sebelumnya di Miami.


Diana sebelumnya sudah lupa dengan niatan untuk membaca buku harian Rachel. Tetapi tanpa sengaja, Aaron mengikuti pelayan yang membersihkan kamar Lia.


Bocah kecil itu menemukan sebuah kotak dan dengan riang nya dia membawa koyak itu kepada Diana.


"Lihat mommy, kotak punya aunty bagus sekali." Ujarnya dengan memamerkan kotak tersebut pada Diana.


"Ah Aaron, kau masuk ke kamar aunty?"


Aaron mengangguk.


"Bisa kau berikan pada mommy?" Diana meminta kotak itu pada putranya.


Aaron berpikir sejenak. Dia masih ingin bermain dengan kotak cantik itu.


"Bagaimana jika kita lihat isinya. Jika isinya permen, maka akan mommy berikan padamu. Jika isinya buku, berarti buat mommy. Setuju?"


Arron mengangguj dengan cepat. Dia sangay menyukai permainan tebak-tebakan seperti ini.


Diana membuka kotak itu perlahan.


"Satu... dua... tiga... taraaaaa." Kotak terbuka dan isinya adalah sebuah buku. Aaron sangat kecewa, bibirnya langsung melengkung kebawah. Dia berpikir jika Lia meninggalkan kado untuk dirinya.


"Eitsss... anak mommy tidak boleh sedih. Bagaimana kalau kita isi kotak ini dengan beberapa biscuits?"


"Boleh. Ayo mommy Aaron mau biscuits."


Diana menggandeng putra nya. Dia membuka lemari makanan dan mengeluarkan berbagai jenis biscuits dengan kemasan kecil dan mengisi penuh kotak tersebut.


"Hoyeeeeee... Alon mau tunjukan pada nanny Matilda.. Makasih mommy." Aaron mendaratkan kecupan di pipi Diana dan segera mencari pengasuhnya.


Diana tersenyum. Dia kemudian memandang diary itu di tangannya. Diana memutuskan untuk masuk di balcony kamarnya dan membaca diary itu.

__ADS_1


"Butler Jhon. Aku akan masuk ke kamar, jika saja Aaron mencari ku." Diana meninggalkan pesan.


Sesampai nya di kamar. Dia mengusap diary itu dan menarik nafas panjang. Perlahan dia mulai membaca lembar pertama.


Disana dituliskan awal bagaimana Rachel bertemu dengan Andrew dan mulai jatuh cinta. Kegilaan keluarga Rachel, dimana semua wanita di keluarganya adalah milok sang ayah.


Diana meneteskan air mata, membaca kisah hidup Rachel yang menyedihkan. Dia membaca bagaimana Rachel sudah muak dengan hidupnya dan berulang kali hendak bunuh diri.


Tetapi pertemuan keduanya dengan Andrew membuat semangat hidup Rachel kembali tumbuh.


Buku harian Rachel


Demi dekat dengan Andrew, kekasih hati dan cinta pertamaku. Aku merelakan ayah semakin sering menikmati tubuhku. Dia berjanji akan memberikan jalan agar Andrew menikahiku.


Setiap ayah menyalurkan nafsunya diatas tubuhku, aku selalu memejamkan mata dan membayangkan jika Andrew yang mencumbuku. Aku menikmati semua sentuhan dan mengerang, hanya untuk mu Andrew.


Kau lah cinta dalam hidupku. Kau lah satu-satunya kekuatan yang membuatku bertahan hidup. Kau tidak akan pernah tahu, bagaimana dirimu menyelamatkan ku dari keterpurukan. Andrew.


Aku menghampiri Caroline dan meminta nya meninghalkanmu. Aku katakan jika kau adalah lentera hidupku. Tapi, wanita licik itu menertawakanku. Dan dia bertanya, berapa banyak aku bisa membayar dirinya untuk meninggalkan Andrew.


"Hanya dengan dua ratus ribu dolar, kau memintaku meninggalkan Andrew? Jangan harap. Aku bisa mendapatkan lebih banyak dengan menikahi Andrew," ucapnya dengan angkuh. Wanita itu ternyata materialistis.


Tapi, saat kemenanganku tiba. Bisnis Keluarga Andrew diambang kehancuran. Ayah datang padaku dengan tersenyum dan mengatakan," impianmu akan segera terkabul sayangku. Jangan lupa seorang anak laki-laki dari benihku harus kau lahirkan."


Berita itu adalah moment yang indah sekaligus buruk bagiku. Aku harus menjual tubuhku untuk mendapatkan Andrew. Entah apa yang telah ayah lakukan, aku tidak perduli. Yang aku perdulikan adalah bagaimana Andrew akan jatuh dalam pelukanku.


Dan wanita materialistis itu datang mencariku. Heh! Tidak tahu malu. Dia meminta dua ratus ribu dolar tersebut sebagai ganti dirinya meninggalkan Andrew. Dasar wanita materialistis. Kau datang padaku karena Keluarga Andrew bangkrut. Tidak tahu malu.


Akhirnya Andrew menjadi milikku. Meskipun aku menikahi dirinya dengan sangat sederhana, bahkan tanpa diumumkan ke khalayak ramai. Aku bahagia. Aku akan mendampingi Andrew dan tak akan melepaskannya hingga mati.


Tapi, semua itu tak seindah harapanku. Tak seindah dan semudah anganku. Hati Andrew sudah membeku. Dia terpukul dengan kepergian Caroline wanita matre yang mencampakannya.


Dia tidak menghiraukanku. Dia terbenam dengan segala usaha untuk membangkitkan usahanya. Aku berusaha bersabar. Mungkin dengan kesabaran dan ketulusanku, dia akan menoleh kepadaku. Dia akan mengetahui kehadiranku, kesetiaanku.

__ADS_1


Okey, aku tidak sepenuhnya setia. Karena daddy selalu datang dan menyetubuhiku. Dia menagih janji anak laki-laki dari rahimku.


Dan saat aku hamil pun kau tidak menyadarinya. Aku hamil anak pria tua itu.


Bahkan saat itu perutku belum membuncit. Aku masih segar, cantik dan sexy. Aku baru berumur sembilan belas tahun sementara Andrew berumur dua puluh enam tahun. Masa-masa yang masih segar bukan? Tetapi bahkan lingerie ku tidak mampu menembus pertahanannya. Hatiku marah!


Semua pasti karena bayi sialan ini! Benih yang ditanam oleh pria tua itu! Aku harus melenyapkannya jauh-jauh dan memulai hidup baru dengan Andrew. Aku ingin dia mencintai dan memeluk diriku seperti perlakuannya ke Caroline cinta pertama Andrew.


Aku selalu mendampinginya setiap saat. Dikala dia membenanmkan diri dengan segala pekerjaannya, aku selalu mempergatikan dan mengantarkan minuman untuknya. Aku memasak untuknya. Aku berdandan untuknya.


Tapi semuanya sia-sia. Dia tidak pernah menyentuh apalagi memandangku. Aku hancur dan aku menginginkan dirinya. Berkat obat yang ayah berikan, aku memperoleh Andrew. Aku bisa merasakan kehangatan tubuhnya di atas ku. Dan itu membuatku ketagihan.


Setiap saat aku menginginkannya, obat itu sudah aku campurkan dalam minumannya. Dan saat dia bereaksi. Tubuh indahku lah yang menjadi santapan paling menggiurkan. Aku puas. Aku merasa memilikinya.


Tapi... dia semakin membenciku. Dia tidak menghiraukanku. Dia semakin menjauhiku menyadari perbuatanku. Aku bisa gilaaaa jika dia meninggalkanku.


Dan wanita materialistis itu kembali lagi! Dua tahun setelah pernikahan ku dengan Andrew, bisnis nya mulai membaik. Dia bisa mengatasi semua berkat otaknya yang encer.


Caroline kembali dari perceraian pertamanya. Air mata buaya, air mata palsu dia tumpahkan untuk memikat Andrew. Aku marah pada Andrew karena dia sudah selingkuh dariku dan kembali kepada wanita bejat itu.


... Rachel tidak terima!!!!!...


Aku mendatangi wanita tidak tahu malu. Dia kembali mencemooh diriku. Aku mengutuk dirinya. Ingin sekali aku campurkan racun dalam minumannya. Tapi itu terlalu mudah. Aku tidak ingin dia mati begitu saja. Aku ingin dia merasakan kehilangan dan sakit.


Dan tentu saja wanita itu kembali meninggalkan Andrew, ketika aku katakan jika semua kekayaan yang Andrew miliki adalah atas namaku. Heh! Tentu saja wanita itu lari mencari mangsa yang baru.


Lihat cintaku pada Andrew lebih besar daripada wanita itu. Andrew bodoh! Tidak kah kau lihat aku lebih pantas untukmu! Kesetiaanku kau balas dengan perselingkuhan.


...Aku Rachel akan menuntut balas padamu!...


Diana menutup buku harian itu. Dia menagis tersedu membayangkan betapa malangnya masa lalu Andrew, harus dihadapkan dengan dua wanita yang tidak pernah mencintainya dengan tulus.


Wanita-wanita itu menginginkan Andrew dengan maksud dan tujuan tertentu. Tidak ada satupun diantara mereka yang tulus.

__ADS_1


Diana kembali membuka diary itu setelah dapat menenangkan dirinya. Dia membaca kembali bagian lain yang tak kalah pilunya.


...💗💗💗💗💗...


__ADS_2