
Elina menatap Mike dengan tajam. Saat ini mereka sedang makan siang di sebuah restaurant ternama. Elina sangat bahagia dengan ajakan Mike untuk bertemu dan makan siang bersama, tetapi saat ini dia kecewa.
Dari awal, kemanapun arah pembicaraan Mike, dia selalu menyangkutkan dengan Diana. Jika Mike bertanya makanan kesukaan Elina, ujungnya akan bertanya makanan kesukaan Diana.
Jika Mike bertanya warna kesukaan Elina ujung nya akan bertanya warna kesukaan Diana.
Dan berakhir dengan ajakan makan malam, yang lagi-lagi harus menghadirkan Diana juga. Tentu saja hal tersebut memicu kecemburuan di hati Elina. Kenapa selalu harus ada Diana disetiap pertemuan mereka.
"Kenapa kau selalu menanyakan Diana?" tanya Elina akhirnya.
"Eh... apakah itu salah?" Balas Mike dengan nada tidak merasa salah.
"Aku merasa heran, setiap pertanyaan yang kau tujukan padaku, kenapa juga tertuju pada Diana?"
"Hmm... apakah salah aku juga ingin mengenal teman dekat mu, dia sahabatmu bukan?" jawab Mike sambil menyeka bibir nya dengan kain lap.
"Tidak salah sih, cuma terdengar aneh bagiku. Karena pertanyaanmu lebih tertuju pada Diana saja, sedangkan temanku bukan hanya dia seorang." Ujar Elina dengan kesal.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat mu salah paham. Jangan marah ya. Aku hanya ingin mengenal dirimu lebih dekat lagi dan juga teman-temanmu, tentunya semua temanmu." Ucap Mike sambil menyentuh tangan Elina.
"Baiklah. Maafkan aku juga." Elina tersenyum kecil.
Mike mengecup tangan Elina. Menyakinkan wanita itu jika dia adalah satu-satu nya wanita yang dia inginkan. Tetapi dalam hati Mike tentu berbeda. Dia memang menggali informasi tentang Diana, karena dia memiliki rencana yang berbeda.
Setelah mengantarkan Elina pulang Mike kembali menuju ke kantor. Mike merupakan salah satu Direksi pemegang saham di perusahaa Andrew. Meskipun sahamnya kecil dan hanya lima persen, tetapi Mike berhasil menunjukan kemampuannya bekerja sebagai seorang Direksi dibagian pemasaran.
Dulu, Mike pernah bertemu dengan Diana sekali, ketika wanita itu belum menikah dengan Andrew. Saat itu Mike membantu Andrew untuk menyembunyikan keberadaan Diana dari Rachel.
Pertemuan kedua adalah ketika Andrew menikahi Diana. Mike awalnya tidak percaya jika Andrew benar-benar menikahi seorang manyan bartender. Tetapi kenyataannya gadis itu berhasil mengikat hati Andrew.
Segalanya berjalan biasa saja bagi Mike. Dia tidak memperdulikan bagaimana Andrew menarik diri dari pesta malam, juga pesta kalangan atas. Mike menyadari jika saat itu Andrew sudah tahluk dengan Diana.
Tetapi hal yang tidak pernah dia sangka adalah, jika Andrew menjadikan Diana pewaris semua aset atas nama nya.
Pembicaraan antara Andrew dan Briant, dia curi dengar suatu hari diam-diam.
"Kau yakin Andrew, akan mengatas namakan semua kekayaan mu dengan nama Diana?" tanya Briant.
"Iya. Aku yakin."
"Apakah kau tidak takut jika suatu saat, Diana menghianatimu?" tanya Briant lagi.
"Diana menghianatiku? Aku lebih takut jika diriku yang akan menyakiti dirinya." Ujar Andrew dengan mantap.
__ADS_1
"Kau tahu seberapa banyak musuh bisnisku. Jadi jika sesuatu terjadi padaku, aku sudah mengamankan segala sesuatunya untuk Diana. Seandainya pun dia mencampakanku itu pasti karena kelalaianku dan aku masih bisa bekerja," lanjut andrew menjelaskan.
"Lalu apakah Diana tahu dengan niatanmu ini?"
Andrew menggelengkan kepala.
"Ini rahasia antara kau dan aku. Kau harus melindungi keluargaku, sebagaimana aku akan melindungi keluargamu." Ujar Andrew.
Mike yang dengan tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka, tiba-tiba hatinya di penuhi oleh hasrat. Dia menginginkan Diana. Disanalah sumber kekayaan dan kesuksesan hidupnya.
Dia sengaja menghasut Caroline untuk hadir kembali di kehidupan Andrew. Caroline menduga jika Mike benar-benar mencintai Diana. Caroline tidak mengetahui jika dia mendapatkan Andrew, maka dia hanya akan memiliki seorang pria miskin.
Mike bukan saja menghasut Caroline, dia berhasil mendapatkan nomor ponsel Yoora dan mengirimkan foto-foto Andrew dengan para wanita malam. Mike ingin menghancurkan keluarga mereka.
Tetapi kenyataannya, Diana dan Andrew tidak terpengaruh dengan hal tersebut. Sejauh mana Mike berusaha menahan Andrew dalam setiap pesta relasi bisnis, bahkan melemparkan wanita paling cantik semuanyaa sia-sia.
Usaha nya beralih dengan mendekati Elina, sehingga dia bisa mendekati Diana. Tapi wanita itu bahkan tidak suka dengan keberadaan dirinya. Mike memerlukan waktu lebih lama lagi. Dan dia hanya bisa memaksa Caroline untuk menahan kepulangan Andrew.
Sesampainya Mike di kantor dia dikejutkan dengan Briant, yang tiba-tiba menghampiri dirinya. Biasanya Briant selalu memanggil Mike untik menghadap, tapi kali ini pria itu sudah menanti dirinya di dalam ruangan Mike.
"Hai Bro, kenapa kau berada disini?" tanya Mike heran.
"Ah, aku kebetulan melewati bagian pemasaran dan aku berpikir untuk mengunjungimu. " Jawab Briant.
"Kau tidak makan siang?"
"Hehehe... begitulah. Namanya juga masih bujangan." Ujar Mike dengan terkekeh sambil duduk bersandar di kursi.
"Hentikan kebiasaan burukmu dan cepatlah menikah. Umurmu sudah hampir berkepala empat."
"Ah, santai saja. Aku masih mencari wanita yang tepat untuk diriku." Jawab Mike tidak perduli.
"Jangan terlalu lama mencari, keburu kadaluarsa dirimu." Saran Briant dengan terkekeh.
"Iya-iya pengantin baru. Gimana menikahi mantan sendiri?"
"Luar biasa. Membuatku menyesal karena tidak mengikatnya dari dulu."
"Wah serius ini? Seorang wanita bisa membuat pria pekerja keras sepertimu menyesal?" Ejek Mike.
"Jangan menghina bro, tunggu sampai kau jatuh cinta, maka dunia mu akan terbalik." ujar Briant menggoda Mike.
"Seorang Mike tidak mungkin tahluk dengan wanita. Tetapi banyak wanita yang akan tahluk dalam pelukanku." Ujar Mike dengan sombong.
__ADS_1
"Terserah padamu. Tapi, jika sampai kau menikahi seorang wanita, aku akan tertawa pang keras. Hahaha hahaha." Briant menertawakan expressi wajah Mike yang menggerutu.
"Besuk malam, ajak pasanganmu ke rumah Andrew. Kita adakan makan malam bersama." ajak Briant tiba-tiba.
"Besuk? Andrew pasti pulang besuk?" tanya Mike penasaran.
"Tentu saja, jadwal kunjunagn dirinya di Tuscany sudah berakhir. Aku sudah mengkonfirm keberangkatannya besuk. Kenapa?"
"Ah tidak, aku pikir Andrew akan tinggal lama di sana."
"Kenapa harus begitu?"
"Karena...."
"Caroline maksudmu?"
Mike mengangguk.
"Wanita itu adalah masa lalu. Bahkan aku berani bertaruh, wanita itu tidak akan mampu menggeser kedudukan Diana." ujar Briant dengan yakin.
"Begitukah? Andrew sudah tidak terobsesi lagi dengan Caroline?" Mike masih penasaran. Langkah yang telah dia susun tidak boleh sampai gagal.
"Bagaimana mungkin dirimu kembali pada barang bekas sampai tiga kali? Dua kali sudah maksimal untuk menyakinkan diri. Ketiga kali adalah kebodohan. Dan, Andrew tidak mungkin mengganti Berlian nya dengan manik-manik." ujar Briant dengan yakin.
"Bahkan diriku pun tidak akan menukar Grisella dengan siapapun." lanjut Briant.
"Dengan Lia sekalipun?" sindir Mike.
Briant menoleh pada Mike dan tersenyum mantap.
"Dengan Lia sekalipun. Bagiku Lia adalah seorang adik. Sayang sekali kau tidak mencoba dekat dan terpikat dengan dirinya. Jika tidak hubungan persahabatan kita akan menjadi persaudaraan." ujar Briant.
Persaudaraan? Mike termangu dalam diamnya. Bahkan setelah Briant meninggalkan ruangannya, dia tidak merubah posisi duduknya dan masih terbuai dalam lamunannya.
Mereka menawarkan persahabatan dan persaudaraan. Tetapi apa yang dia berikan? Penghianatan dan Iri dengki. Mike bimbang, haruskah dia melangkah jauh dan membuang kata persahabatan?
ππππππππππ
Jangan lupa yang Vote untuk periode Desember.
Tiga orang Vote terbanyak akan mendapatkan hadiah langsung dari Author.
Jangan lupa share juga yaaa, ajak teman dan saudara kalian baca karya author yaaa.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya.
Stay Healthy