
Aaron dan Francesca yang selesai memainkan beberapa lagu, memutuskan untuk berisitrahat sejenak. Mereka berdua langsung berjalan ke arah saudara-saudara yang lain. Aaron dan Francesca duduk di meja yang sama dengan Jasmine dan Adelia. Meja panjang persegi telah mereka satukan.
Aaron menegak air mineral yang ada disana. Dia tidak melihat Anna, Archie dan Velina, sudut matanya mencari kedua anak tersebut. Dan dia menangkap sosok ke tiga anak itu yang baru kembali setelah membeli ice cream.
Saat ini posisi duduk mereka seperti ini. Robert berada diujung meja, di sisi kiri meja dekat dengan Robert ada Jasmine kemudian Adelia dan Anna. Archie duduk di sudut meja berhadapan dengan Robert. Aaron menempati kursi di depan Jasmine tepat disisi Robert, sementara Francesca duduk di dekat Archie, tempat yang sebelum nya di tempati oleh Velina.
Dan ketika Velina kembali dengan ice cream nya, dia melihat kursinya sudah di duduki oleh Francesca, akhirnya Velina mengambil kursi di sisi Aaron. Aaron yang sedang memperhatikan Velina, menjadi terkejut. Dia menjadi grogi. Dan karena grogi Aaron mendengus dan memalingkan wajahnya.
Tindakan Aaron membuat Velina menjadi tidak enak. Gadis yang baru menginjak usia dua belas tahun itu mengira, jika Aaron tidak menyukai dirinya sebagai teman dari keluarga ini. Velina selalu merasa gugup dan takut didekat Aaron. Apalagi jika Aaron menatapnya tajam. Aura Aaron dirasakan sangat dingin olehnya. Hanya Aaron di keluarga ini yang bersikap tidak ramah padanya.
Velina menyodorkan satu cup ice cream pada Aaron.
"Ini buat kakak," ujar nya dengan takut.
Aaron memandang cup yang berisi ice cream coklat dan strawberry. Rasa kesukaannya.
"Hemm." Gumam Aaron sebagai ganti ucapan terimakasih.
Velina hanya tersenyum kecil. Setidak nya Aaron merespon dirinya daripada cuma melengos.
Velina memakan ice creamnya sendiri sambil mendengarkan ocehan dari Anna dan Jasmine. Kedua wanita yang baru saling mengenal itu menjadi lebih mudah akrab. Apalagi sifat mereka hampir sama, manja dan lincah.
"Kak Jasmine, apa kau suka main base ball dan berenang?" tanya Anna.
"Tentu saja. Biar jelek begini, dulu masih sekolah dasar, kakak tim baseball loh." ujar Jasmine dengan bangga.
"Oh ya? Masa sih."
"Beneran."
"Gimana kalau lain kali kita bermain base ball?" tantang Anna.
"Ayo siapa takut." ujar Jasmine.
"Aku masih gak percaya, kalau kak Jasmine yang anggun begini bisa main baseball." ujar Adelaide.
"Bisa, sampai kaca jendela rumah pecah." celetuk Robert.
"Kakak!" rengek Jasmine ketika Robert ikutan bicara.
"Wow! Home a run dong!" pekik Anna.
"Iyaa home a run. Tapi bukan bola nya yang melayang." Robert terkekeh, sedangkan Jasmine melotot.
"Tongkatnya yang terbang ya, hahha hahhaha hahhaha..." Aaron menyeletuk sambil tertawa.
Jasmine cemberut, aib nya ketahuan. Tapi akhirnya dia juga tertawa senang bersama dengan mereka semua. Velina yang pertama kali melihat tawa Aaron, tanpa sadar tersenyum sambil memandangi Aaron. Ketika sadar Velina memperhatikan nya, Aaron segera menghentikan tawa nya.
"Ada apa?" tanya Aaron dingin.
"Eh, enggak apa-apa." Jawab Velina takut. Begitu cepat raut wajah Aaron berubah ketika melihat Velina. Gadis remaja itu menjadi sedih, karena dia merasa Aaron tidak mau berteman dengan diri nya.
__ADS_1
Aaron melihat perubahan raut wajah Velina dan rasa takut padanya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Remaja itu selalu tegang ketika berada di dekat Velina dan dia pun heran kenapa hal itu terjadi. Dia melihat Velina yang memakan ice creamnya. Dan tampaknya gadis itu tidak sadar kalau bibir nya belepotan dengan ice cream dan itu membuat Aaron gemas.
"Sudah besar makan ice cream belepotan. Bersihkan!" Aaron memberikan selembar tisyu pada Velina.
"Iiiya kak." Velina dengan gugup mengambil tisyu dari tangan Aaron dan mengusap bibir nya.
Dihadapan mereka, Jasmine dengan bertopang dagu memperhatikan Aaron dan Velina sambil tersenyum.
"Kenapa kak Jasmine, kotor ya muka Velina?" tanya Gadis itu dengan panik.
Jasmine menggeleng.
"Kalian bukan kakak adik kan?" ujar nya sambil menoleh pada Aaron dan Velina.
"Tentu saja bukan!" jawab Aaron dengan cepat.
Velina langsung merasa sedih dengan sikap Aaron, yang tidak menganggapnya saudara seperti yang lain. Meskipun memang dia bukan bagian dari keluarga Knight, tapi dia sudah merasa senang dengan keluarga ini. Keluarga ini bagaikan rumah kedua nya.
"Hahhaha kalian ini lucu sekaliii." ujar Jasmine sambil tertawa kecil.
"Apa yang lucu?" tanya Diana yang tiba-tiba. Wanita itu menarik kursi duduk di belakang Jasmine.
"Ah tante," Jasmine segera memundurkan kursinya memberikan ruang bagi Diana.
"Saya Jasmine tante dan ini kakak saya Robert." Jasmine memperkenalkan diri.
"Tadi apanyaa yang lucu?" tanya Diana lagi.
"Berarti Aaron ya yang lucu?" goda Diana cepat. Jika Aaron protes, berarti dia yang menjadi pusat pembicaraan.
"Mommy!" Aaron protes.
"Aaron!" Diana semakin menggoda.
"Huh!" Aaron memalingkan wajah nya. Dia lebih memilih mengajak Robert berbicara.
"Kakak teman satu kuliah kak Conrad?"
"Hooh."
"Satu angkatan?"
"Aku satu tahun diatasnya."
"Ooo... kakak Conrad dah punya pacar belum?" tanya Aaron penasaran.
"Tauk! Lihat tuh!" Robert agkat bahu sambil menunjuk Conrad dengan dagu nya.
Aaron memandang ke arah yang ditunjukan Robert. Disana dia melihat Conrad masih berbincang dengan Ruby. Mereka tampak akrab. Apalagi penampilan Ruby hari ini tampak cantik dengan soft lens yang dibelikan oleh Jasmine.
Aaron kemudian memandang ke arah Jasmine yang berbincang dengan ramah dan bergurau dengan adik-adiknya. Mereka tampak akrab. Sedangkan Conrad tampaknya sedari tadi tidak menghampiri mereka, melainkan sibuk dengan Ruby. Aaron yang kesal mengambil sisa kulit pastel, membungkus dengan tisyu dan menimpuk Conrad.
__ADS_1
Tisyu itu melayang mengenai target dan membuat Conrad kaget. Dia langsung memandang ke arah Aaron yang menatap nya dengan galak. Conrad menjadi heran, kenapa juga Aaron tiba-tiba marah padanya. Sedari tadi Conrad merasa tidak mengusik dirinya. Conrad menatap Aaron sambil bertanya, "ada apa?"
"Apa kau sudah lupa, kalau punya Adik?!" teriak Aaron kesal. Dalam benak Aaron, kakak nya yang satu ini sudah jarang pulang, sekarang tidak mau duduk bergabung dengan mereka. Bahkan melupakan teman yang dia bawa. Aaron ingin sekali menjewer kuping Conrad.
"Ayo Ruby, aku perkenalan dengan adik-adik ku." ajak Conrad.
Ruby mengikuti Conrad. Gadis itu memilih menarik kursi dan duduk diantara Jasmine dan Diana. Sedangkan Conrad duduk di sisi Diana, dibelakang adelaide.
"Perkenalkan ini teman kakak Ruby." ujar Conrad.
"Hai Ruby," sahut adik-adik Conrad dengam nada fals.
Ruby tersenyum manis sambil melambaikan tangannya. Ada enam anak remaja dihadapannya.
Keluarga besar. Mereka tampak rukun, berbeda dengan adiknya yang selalu bawel dan membuat ulah.
"Tante... memasak makanan sendiri untuk keluarga tante?" Ruby membayangkan bagaimana sibuknya Diana mengurus rumah dengan ke enam anak tersebut.
"Kenapa Ruby, kau mau membantu tante memasak untuk mereka?" tanya Diana sambil menggoda.
"Tante senag sekali jika Conrad membawamu mengunjungi kami dan memasak bersama." ujar Diana lagi.
"Ah... saya tidak pandai memasak tante." ujar Ruby jujur. Tentu saja, karena Ruby selalu sibuk bekerja dan kuliah. Di rumah nya yang memasak selalu Rose.
"Hahhaha, tante bisa mengajari nya kalau kau mau." ujar Diana langsung.
"Trimakasih tante." ujar Ruby malu-malu.
"Bagaimana dengan mu Jasmine, kau suka memasak?" Tanya Diana.
"Tidak pandai tante. Hanya sekedar untuk dimakan sendiri." ujar Jasmine merendah.
"Tante harus mencoba masakan Jasmine loh, dia kalau sudah memasak, bisa untuk seisi rumah. Semua akan dipaksa untuk menghabiskan." celetuk Robert.
"Oh ya?"
"Pasti gak enak ya?" celetuk Aaron. Karena sebelumnya Robert menggoda Jasmine. Maka dia mengira jika kali ini Robert pasti melakukannya lagi.
"Eits siapa bilang? Kau bisa kekenyangan karena tidak bisa berhenti."
"Wow!!! Aku mau dimasakan oleh Kakak!!!" teriak Anna bersemangat.
"Aku juga!" ujar Archie dan Francesca bersamaan.
"Aduh.." Jasmine teperanjat.
"Tante juga mau." ujar Diana lagi.
"Iya deh lain kali kita janjian lagi ya, atau Jasmine bawa ke rumah tante. Dimana alamatnya?"
...❤❤❤❤❤❤...
__ADS_1
.