
Saat pagi itu di rumah sakit, Lia terbangun dipagi hari dan mendapati Brian tertidur disisinya. Lia memandang wajah Briant dengan senyuman manis. Dia bahagia karena pria yang dia sukai ada disini dan sedang menjaganya.
Bangun di pagi hari dan mendapatkan pemandangan indah disinya tak mungkin dia sia-siakan begitu saja. Lia memiringkan tubuhnya dan mengamati wajah Briant. Garis wajah yang tegas, tampan dan sikapnya yang dewasa memberi kharisma tersendiri.
Bersama Briant dia merasa dilindungi. Sosok pria tidak pernah dia miliki sedari kecil. Meskipun awalnya Lia mengenal Briant hanya via pesan tulis maupuan audio wa, membicarakan tentang proses kedatangannya ke negeri paman Sam, namun perasaan suka itu tumbuh dengan cepat.
Kesenangannya terganggu ketika suara sesorang masuk dan langsung mengoloknya.
"Jangan lama-lama memandanginya, air liur mu sampai menetes."
Lia sontak menoleh keasal suara dan melotot.
"Tidak perlu melotot, bola matamu bisa jatuh." ujar asal suara yang mengoloknya terkekeh.
Bola mata cantik itu berputar. Ingin rasanya dia berteriak dan membalas tapi niatannya itu urung karena dia sadar Briant masih terlelap.
"Kenapa diam saja kucing liar? Mulutmu masih bau? Takut aroma bau nafasmu tercium oleh Briant?" Jason terkekeh puas melihat reaksi Lia yang hanya dapat memonyongkan mulutnya.
Lia berkata dengan berbisik, "Ngapain kamu disini?"
"Hah? Ngomong apa kamu?" tanya Jason dengan wajah culun.
"Ngapain kamu disini?" masih dengan suara berbisik. Jason terkekeh melihat raut wajah lucu Lia ketika sedang berbisik dengan serius sambil melotot.
"Hah?" Jason meletakan tangan di telinga.
Dengan jengkel Lia melambaikan tangannya meminta Jason untuk mendekat. Tanpa prasangka Jason mendekatkan telinganya di bibir Lia. Dia dengan percaya diri meyakini kalau Lia tidak akan berulah dengan Briant disisinya. Tapi nyatanya Lia menarik telinga Jason dengan jengkel. Menjewernya bagaikan seorang anak kecil.
"Auwwww! Sakit tau!" Jason berteriak menahan sakit.
Teriakan Jason membuat Briant terbangun dan segera duduk.
"Ada apa. Jason kamu sudah disini?" tanya Briant sambil merapikan rambutnya.
"Ada kucing liar lewat." ucap Jason asal sambil meringis menahan sakit di telinganya.
Dengan kesal dia melirik ke arah Lia. Seumur hidup barus sekali dia merasakan jeweran. Dan itu datang dari wanita yang bahkan baru dia kenal. Menggelikan. Seandainya ibunya tahu, Lia pasti babak belur dengan ceramah sang ibu.
"Kenapa kamu sudah kembali di pagi hari, aku rasa kau bahkan belum beristirahat." perkataan Briant membuat Lia heran.
"Pengangguran kaya dia kerjanya tidur terus brother." ucap Lia sambil mencibir ke arah Jason.
"Pengangguran? Dia bukan peng..." Briant tidak meneruskan kalimatnya, karena Briant mencegah melalui kedipan matanya.
"Tentu saja dia pengangguran yang cuma menengadahkan tangan pada orang tua nya. Lihat seberapa sering dia muncul." ujar Lia dengan yakin. Karena selama hampir seminggu ini Lia selalu bertemu Jason.
"Tampaknya kau sudah sembuh kucing liar, suara mu sudah mulai berenergi." sindir Jason dengan terkekeh.
Meskipun seringkali berdebat dan saling mengolok, tapi hal itu tidak membuat Jason marah, melainkan dia merasa senang mendapatkan lawan yang setara.
__ADS_1
"Apa yang kau bawa itu?" ucap Lia dengan penasaran, melihat kantong besar beroma harum. Dia sudah tidak menghiraukan sindiran Briant. Sedapat mungkin harus menghindari perselisihan dengan Jason dihadapn Briant.
"Oh ini." Jason mengeluarkan bungkusan dari kantong yang dibawa nya dan memberikan satu kepada Briant yang sudah duduk didekatnya.
"Terimakasih." ucap Briant sambil membuka bungkusan yang berisi burger dan kentang goreng.
"Kamu mau?" tanya Briant sambil menyodorkan burger kepada Lia.
Belum sempat Lia mengiyakan, Jason sudah mencegahnya.
"Bukan makanan buat orang sakit. Mau perutmu bermasalah lebih parah?" kata Jason dengan pertanyaan akhir yang menyindir.
Lia diam meskipun kesal karena perkataan Jason itu benar adanya. Lia diam sambil memalingkan wajah nya dan menelan ludah. Aroma burger dengan daging asli dan siraman keju panas juga saos barbeque menari-nari di pikirannya.
Briant tersenyum kecil merasa kasihan.
"Aku akan membelikan untukmu begitu kau sembuh." ucap Briant.
"Benarkah? Janji yaaa. Yang lebih enak daripada yang dia beli?" tanya Lia dengan wajah polosnya berharap.
"Iya aku berjanji." janji Briant terucap pada Lia.
"Anak kecil." celetuk Jason menyela pembicaraan mereka.
Lia mencibir.
"Aku akan makan di luar. Thanks Jason." Briant keluar dengan membawa burger keluar. Dia merasa kasihan melihat Lia harus menelan air liur melihat dirinya menyantap burger.
Lia jengkel.
Tidak berhenti begitu saja, Jason menyedot rootbeer nya dengan suara yang keras.
"Kau benar-benar menjengkelkan!" Lia dengan kesal menutup wajahnya dengan bantal.
"Ini benar benar nikmat." Jasoj kembali mengunyah disela-sela rongga bantal yang menutupi wajah Lia.
"Jasonnn." Dengan jengkel Lia memukulkan bantal yang menutupi wajahnya sekuat tenaga kearah Jason. Hasilnya tentu saja gelas rootbeer ditangan Jason tumpah berserakan bukan saja mengenai baju dan tempat tidur tapi juga wajah tampan Jason yang sedang mengunyah burger.
"Hahahaha hahahahaha hahahha." bukannya merasa bersalah Lia terpingkal-pingkal melihat wajah Jason yang berantakan dan masih mengunyak burgernya.
Dengan kesal Jason melepas kaos yang dia kenakan, memamerkan tubuh dengan otot-otot yang sempurna. Dia beranjak ke kamar mandi tanpa banyak bicara.
Kalau saja Lia tidak dalam keadaan diinfus, dia yakin pasti akan membalas perbuatan gadis itu.
Briant masuk mendengar keributan.
"Apa yang terjadi?" tanya nya heran melihat kamar yang berantakan.
"Jason menumpahkan rootbeer." Jawab Lia cepat tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
Briant memenjet bel dekat tempat tidur Lia dan tak lama seorang perawat datang.
"Tolong bersihkan kamar ini." pinta Briant kepada perawat tersebut.
Perawat tersebut segera keluar dan seorang petugas kembali dengan membawa alat kebersihan.
Dering telphone masuk. Briant menjawab telphone dengan wajah serius dan keluar dari kamar. Sekitar lima belas menit kemudian Briant masuk kembali dan melihat jason baru selesai mandi.
"Jason, aku harus kembali ada urusan penting yang harus aku kerjakan dan tampaknya Andrew juga Diana akan datang terlambat." kata Briant kepada Andrew.
"Iya iya aku mengerti, pergilah." ucao Jason dengan santai. Dia tahu Briant mengharaplan bantuannya untuk menemani Lia di rumah sakit sampai Diana ataupun seseorang datang menggantikannya.
"Kenapa kakak datang terlambat?" tanya Lia dengam penasaran. Dia merasa tidak aman berada didekat Jason terlalu lama berdua.
"Ada sesuatu hal penting yang harus diurus Andrew."
Lia mengangguk. Briant pergi meninggalkan dirinya dan jason di kamar pasien.
Setelah kepergian Briant, Jason tampak mengaduk-aduk isi lemari.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Lia dengan penasaran.
"Menurutmu?" ucapan Jason penuh teka-teki.
Lia tidak bertanya lebih lanjut ketika handphonenya bersering. Diana menelphone. Dia menjawab pertanyaan Diana mengenai keadaannya dengan terburu-buru.
"Aku sudah jauh lebih baik. Tapi kak, cepat kemari ya. Lalat buah ini perlu dibungkam." ucapnya dengan jengkel melihat Jason yang tak berhenti membongkar lemari dan membuat berantakan beberap pakaian yang dibawakan Diana.
"Bersikaplah ramah kepadanya. Dia yang mengangkat, membawa dan menjagamu di rumah sakit." ujar Diana di seberang sana mendengar nada suara adiknya yang tampak tidak nyaman.
"Ahhhh pokoknya cepat kemari." kata Lia dengan tergesa-gesa sambil mematikan handphonenya.
"Lalat buah apa yang kau lakukan dengan pakaianku?" tanya Lia dengan penasaran ketika Jason memegang dan merentangkan sweater miliknya.
"Aku rasa ini boleh juga." ucap Jason tanpa menghiraukan perkataan Lia.
Kemudian pria itu dengan cuek nya mengenakan sweater itu.
"Kenapa kau mengenakan sweaterku?" tanya Lia yang awalnya hendak marah berubah diam menahan tawa.
"Mau bagaimana lagi, kau membuat bajuku kotor and this is not bad." ucap Jason cuek sambil mengenakan sweater hoodie berwarna merah muda dengan telinga kelici di bagian topi.
"see, i make you laugh." ( lihat, aku membuatmu tertawa).
Β
ππππππππππππππππ
Β
__ADS_1
Aduh Jasonnnn pede banget sih pakai sweater cewekkk. Dasar cuek banget kamu orang. hahahhahah