
Pagi ini tampak sedikit aktivitas yang berbeda di kediaman Andrew. Mereka tengah bersiap untuk menghadiri pesta pernikahan perak mr. Pitt salah satu pemegang saham di perusahaan Andrew.
"Andrew kau yakin ini tidak berlebihan?" Tanya Diana sambil memandang gaun penuh dengan hiasan swarozki.
Gaun itu tampak bergemeralapan dan berat.
"Tentu saja tidak." ujar Andrew santai.
Dia sengaja membiarkan Diana memakai gaun tersebut, selain ini adalah pertamakali Diana mau ikut dalam acara sosialita, Andrew juga ingin menunjukan kepada setiap orang berapa berharganya wanita tersebut.
Ini akan jadi pertama kalinya para wanita itu menyadari jika Andrew benar-benar sudah menikah dan memiliki keluarga kecil yang bahagia. Dia akan memamerkan keluarga kecilnya kepada mereka dikalangan bisnis dan akan membuat semua wanita tersebut memuja istrinya.
"Aku merasa seperti hendak show saja. Kaya Sharini." gerutu Diana, meskipun begitu dia tetap mengenakan gaun tersebut.
"Siapa Syahrini?" tanya Andrew tak mengerti.
"Penyanyi terkenal di Indonesia."
"Ow, setauku penyanyi terkenal dari Indonesia adalah Agnes Monica." Ujar Andrew sambil mengambil dasi dan memberikan pada Diana.
"Kau tahu Agnes Monica? Dia memang go Insternational ke negeri ini." Diana berbicara sambil memasangkan dasi untuk Andrew.
"Bagian iklan, pernah hendak menggunakan dia untuk promosi."
"Lalu?" tanya Diana penuh harap. Seandainya benar maka dia akn bisa bertemu dengan salah satu idolnya.
"Masih dibicarakan. Kenapa, kau ingin dia menjadi brand ambasador cruise?" tanya Andrew.
"Aku tidak ingin ikut campur masalah perusahaanmu. Biar staff mu yang merundingkan pilihan terbaik." sahut Diana.
"Baiklah. Perusahaan itu juga milikmu sayang, bila ada sesuatu yang kau inginkan, katakan dan aku janji akan menjadikannya bahan pertimbangan di rapat." ujar Andrew sambil mengecup kening Diana mesra.
"Sudahlah, ayo kita lihat anak-anak," ajak Diana dengan menggandeng tangan Andrew.
*
*
Benar saja sesuai dugaan Andrew, di acara mr.Tom Pitt tersebut diliput oleh majalah sosialita. Puluhan Kamera mengabadikan setiap undangan.
Dan tentu saja kedatangan Andrew dan Diana beserta kedua anaknya mengundang banyak sorotan. Sesaat semua perhatian tertuju pada Diana membuat dirinya merasa sedikit jengah dan malu, tetapi dia tutupi dengan senyuman.
Diana tahu dia harus tampil percaya diri disamping Andrew. Dia bukan lagi seorang buruh kapal pesiar dan wanita simpanan. Dia adalah seorang istri sah dan ibu dari kedua anak laki-laki tampan. Kepalanya harus ditegakan demi mereka.
Di acara pesta sosialita selalu diawali dengan standing party. Dimana merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk saling bertegur sapa dan memperkenalkan diri. Basa- basi dan pujian tentu saja menyebar disana.
Grisella yang baru saja datang menghampiri Diana.
"Akhirnya kau muncul juga diacara seperti ini." ucap Grisella sambil memberikan salam kecupan di pipi Diana.
"Iya, Andrew memaksaku." sahut Diana kalem.
"Banyak yang akan patah hati dengan kedatanganmu." bisik Grisella sambil menatap kearah gerombolan wanita muda yang tiada henti melirik kearah mereka.
Diana tersenyum.
"Tegakan kepalamu dan buat mereka tahu jika Andrew bukan pria single."
__ADS_1
"Bukankah mereka seharusnya tahu, pernikahan kami bahkan diliput oleh media sosialita." sahut Diana santai sambil menegak Apple chedar, minuman tanpa alkohol.
"Benar, tapi jarangnya kau muncul di setiap acara yang didatangi Andrew membuat mereka berpikir bila rumah tangga Andrew bermasalah," kata Grisella dengan tegas.
"Ah... aku mengerti."
"Sering-seringlah mendampingi Andrew. Banyak godaan diluar."
"Ah, aku hanya tidak ingin menelantarkan anak-anakku."
"Hanya diacara penting. Tidak setiap minggu juga."
"Akan aku pertimbangkan." ujar Diana dengan lirih.
"Hallo miss. Diana, perkenalkan saya YooRa." seorang wanita muda berdarah Asia menghampiri dirinya dan seorang wanita lain berdarah latin
"Saya Elina."
"Hai.. senang berkenalan dengan kalian." Sahut Diana dengan anggun. Dia tidak ingin bertanya bagaimana mereka mengenal dirinya karena tentu saja itu semua dari popularitas Andrew.
"Ini sahabatku Grisella." Diana memperkenalkan Grisella kepada mereka.
"Hallo."
"Ini pertamakali kami bisa melihat langsung wanita yang selalu menjadi pembicaraan utama di setiap acara sosialita," ujar YooRa dengan kagum.
"Ah, benarkah?" ujar Diana sambil melirik kearah Grisella yang mengerdipkan matanya seakan berkata, "benarkan kata ku."
"Tentu saja. Dan sekarang kami bisa bertemu dengan anda miss Diana, kami senang sekali," tambah Elina dengan mata berbinar.
"Panggil saja aku Diana, tanpa miss."
"Diana, kau lihat kelompok wanita di ujung sana?" YooRa menunjukan pada kelompok wanita yang sedari tadi berbocara sambil memandang kearah Diana.
"Ya?"
"Berhatilah dengan mereka. Mereka adalah kelompok wanita yang berbuat apa saja untuk mendapatkan keinginan mereka. Seperti..." Yoora ragu melanjutkan kalimatnya.
"Lanjutkan ..." Diana menanti dia melanjutkan perkataannya.
"Seperti merebut pria mu." Bisik Elina.
Diana terperangah.
"Apakah mereka tidak memeiliki suami?" tanyanya polos.
Yoora dan Elina berpandangan sambil mengangkat bahu.
"Wanita yang tinggi dengan rambut ikal dan berpenampilan layak Marline Moonroe itu seorang janda. Disebelahnya yang tinggi dengan kulit excotic memiliki suami tetapi pernikahan mereka terbuka."
"Maksudnya?" Diana memotong penjelasan Yoora.
"Terbuka Diana. Mereka bisa bertukar pasangan dengan pasangan lainnya.Hanya untuk s*x." Grisella menjelaskan.
Diana menutup mulutnya karena kaget.
"Dan kau lihat yang baru saja bergabung." Elina mengacu pada seorang wanita cantik berambut pirang.
__ADS_1
"Ya aku mengenalnya. Grisella." ucap Diana nada tidak suka.
Akhirnya setelah sekian tahun dia bertemu lagi dengan Grisella, wanita yang dulu pernah menyakiti dirinya karena Andrew lebih memilih dirinya.
"Ah, kau mengenalnya?"
Ketiga pasang mata wanita itu memandangnya.
"Iya. Kenalan lama. Lalu apakah Dia tidak meiliki suami?"
"Dia adalah wanita simpanan para pria kaya. Bukan cuma satu pria aku dengar." Bisik Elina.
"Hemh.." Diana hanya menggumam ketika akhirnya pandangan mata nya bertemu dengan Grisella yang menatap nya dengan sinis.
"Tampaknya dia membencimu." ujat Grisella sambil tertawa kecil.
Diana hanya mengangkat bahunya.
"Hai ladies, kalian semua bersenang-senang?" Andrew sudah berada didekat Diana sambil menyapa kedua wanita yang baru saja berkenalan dengan Diana.
"Tentu saja. Sangat menyenangkan bisa berkenalan dengan istri anda Andrew." ujar YooRa yang ternyata adalah istri seorang pengusaha Korea yang bergerak dibidang export import.
"Dia adalah wanita terbaikku." sahut Andrew sambil memandang Diana.
"Karena kau suami ku tersayang." ucap Diana yang mengusapkan tangannya kearah jas Andrew seraya menengadahkan wajahnya dan menatap Andrew mesra sambil sedikit membuka bibirnya.
Andrew menyambut penawaran itu dengan mel*mat mesra bibir Diana selama beberapa saat.
Dengan sengaja Diana memamerkan kemesraan mereka dikala sudut matanya bisa melihat bagaimana Grisella tersenyum genit memandang Andrew.
Andrew melepaskan pagutannya seraya mengusap bibir Diana yang basah karena saliva mereka.
"Grisella jaga baik- baik kesayanganku." ujar Andrew memberi mandat kepada Grisella.
"Kau mau kemana?" tanya Diana heran.
"Aku akan melihat anak-anak di ballroom sebelah."
"Aku ikut."
"Kau disini saja sayang. Nikamti hari mu bersama mereka. Aku hanya sebentar dan akan segera kembali padamu." ujar Andrew dengan lembut sambil mengecup kening Diana.
"Ladies." Andrew mengucapkan salam sebelum meninggalkan mereka.
"Ah... meleleh, kalian mesra sekali." ujar Elina sambil menggoyangkan kedua telapan tangannya dengan gembira.
"Benar-benar suami idola." ujar Yoora sambil tertawa.
"Suami kalian tentu juga bersikap sama."
"Ah suamiku terlalu sibuk untuk mengurusi anak-anak. Dia hanya punya waktu setiap hari minggu saja." ujar Yoora dengan santai.
"Kalau aku masih mencari suami seperti itu." ujar Elina sambil tertawa lebar.
"Kau tahu, mata ketiga wanita itu hampir mau keluar melihat ciuman mesra kalian." ujar Grisella sambil tertawa.
Diana hanya tersenyum kecil. Dia bersikap tenang. Mungkin benar perkataan Grisella jika dia harus hadir menemani Andrew diacara sosialita yang dihadiri oleh banyak wanita pencari kehangatan.
__ADS_1
ππππππππππ