Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
28. KOTA M


__ADS_3

Akhirnya aku kembali ke kota M di negara A. Melanjutkan kontrak kerja dibawah perusahaan yang dimiliki oleh orang yang aku cintai.


Pelayanan kelas satu yang diberikan maskapai penerbangan ini memang luar biasa. Sofa nya yang empuk dan nyaman membuatku tidak merasa terlalu pegal selama perjalanan.


Masih teringat jelas lambaian tangan Lia dan tangisannya ketika aku berangkat. Maya dan Dylan pun disana, mereka akan kembali ke kota B dulu sebelum kembali berangkat ke kota M di negara A. Jabatan tangan Dylan terasa hangat. Hatiku tersentuh merasa bersalah karena aku tidak dapat membalas perasaannya. aku tidak tahu apakah keputusanku benar tapi ini adalah pilihan yang aku tentukan sendiri.


Aku tidak akan menyesal


Setibanya di airport, seorang supir sudah menjemputku dengan membawa papan nama ku.


"Hallo nona Diana apakabar, saya Papito masih ingat bukan, Mr. Andrew memerintahkan saya untuk menjemput dan mengantar miss ke Condominium . " Seorang pria latin yang selama ini sering mengantar jemputku apabila aku bertemu dengan Andrew datang menghampiri dan menyapaku.


"Hai Papito, senang bertemu dengan anda."


aku menyapanya kembali dan Papito dengan sigap mengambil tas koper ku.


"Anda pasti lelah sekali kan nona Diana. 30 jam penerbangan ?" tanya Papito sambil menunggu petugas Valley mengantar mobil.


"Tiga puluh lima jam Papito. Melelahkan memang. "


"Saya tidak pernah terbang selama itu. " Papito menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Kapan-kapan kau harus datang ke negaraku, aku akan mengajakmu jalan-jalan. " ajakku dengan antusias.


"Hahahah kelihatan menyenangkan sekali. "


"Tentu saja, kau akan jatuh cinta dengan negaraku. "


Valey datang. Papito membukakan pintu mempersilahkan aku masuk.


"Papito ini aku bawa oleh-oleh buat mu ." aku memberikan bingkisan yang telah aku siapkan dari rumah.


"Apa ini nona, ternyata anda tidak melupakan saya."


Papito tampak senang dan mulai membuka bingkisan dariku.


"kemeja nya bagus sekali nona."


"Itu batik. Kemeja khass negaraku." Aku bangga ngan bingkisan yang kuberikan.


"Terimakasih banyak nona. "


"Sama-sama ."


"Hmmm Papito bagaimana kabar Andrew?"

__ADS_1


hatiku berdebar menyebut namanya.


"Mr. Andrew baik - baik saja. Dia pasti merindukan anda . "


"Ahhh Papito bisa saja. "


"Iya setiap hari dia bertanya hari apa ini, berapa hari lagi anda datang . Bahkan kemarin dan hari ini dia berulang kali memberi saya instruksi untuk tidak lupa menjemput anda tepat waktu dan membeli perlengkapan yang diperlukan di condominium. " Papito berbicara panjang lebar seraya membanggakan dirinya yang telah menyelesaikan semua tugas yang diberikan Andrew.


Papito adalah supir kepercayaan Andrew. Sudah bertahun - tahun dia bekerja untuk Andrew.


"Miss kita sudah sampai. " Tidak terasa mobil sudah mulai tiba di lobby sebuah Condominium yang begitu mewah. Melihat kemewahannya aku merasa kecil .


"Tuan Andrew baru saja membelinya. Saya rasa ini akan menjadi milik anda."


"Ah Papito terlalu berlebihan. "


"Saya yakin itu nona."


Aku hanya tersenyum melihat betapa serius nya perkataan Papito.


Papito menemaniku Hingga diatas condominium dilantai 17. Dia membuka dan menjelaskan padaku beberapa fungsi ruangan. Gila ! semuanya serba otomatis. Hanya Dengan satu remote kita bisa mengendalikan semua nya.


"Oke miss selamat beristirahat . Saya akan turun dibawa. Silahkan telphone saya apabila anda memerlukan sesuatu." Papito berpamitan.


"Iyaa. trimakasih Papito. "


ah.. aku lupa mengabar Andrew kalau aku sudah tiba, segera kuambil handphone dan mengirim wa ke Andrew


Hai sayangg aaku sudah di Condominium. Aku tunggu kedatanganmu. Miss you.


Tidak ada jawaban.


Hmmm mungkin dia sedang sibuk. Sekarang jam 15.07 sebaiknya aku mandi dulu.


Aku menuju ke kamar mandi dengan bathup yang luas cukup untuk dua orang, menyiapkan busa dan mulai merendam tubuhku di air hangat.


Setengah jam kemudian, aku membilas tubuh ku, menyikat gigi dan mengenakan dress pendek selutut . Membuka kulkas yang besar sekali dan mengeluarkan Plum tea , menegak minuman kesukaanku sambil menikmati sepotong croisant. Sambil memandang lalu lintas kota M yang mulai macet.


jam 16.00. Aku buka handphone , tidak ada balasan disana. Mungkin dia benar - benar sibuk. Sebaiknya aku tidur saja.


Condominium ini terdiri dari satu setengah lantai. Lantai atas hanya digunakan untuk kamar utama yang sangat luas dengan kamar mandi dalam yang luas juga.


Lantai bawah adalah ruang tamu, dapur , kamar tidur tambahan dan ruangan kecil untuk mesinn cuci dan menyetrika baju.


Koperku kubiarkan tergeletak di kamar tidur bawah. Sambil membawa oleh-oleh untuk Andrew aku menaiki tangga ke lantai atas, kamar utama yang luass. Hahahha.... kamar mandimu dan aku cicipi, sekarang giliran kasur lembut ini.

__ADS_1


Aku rebahkan diriku di kasur King size berguling- guling kesana kemari, legaaa sekali menikmato kasur yang super nyaman setelah sehari lebih melakukan perjalanan udara dan dua kali transit.


Tubuh ku benar - benar memerlukan kasur ini.


Aku lirik handphone ku ada wa masuk


"Aku pulang terlambat. Kau berisitirahatlah dulu. Kau bisa memesan makanan dulu bila kau lapar. Miss you. "


"Okey . Miss you too." jawabku singkat


"Can't wait to see you ."


Aku tidak membalas pesan terakhir Andrew hanya tersenyum girang merasakan gelitik di dada dan perutku. Sungguh aku nervous saat ini. lebih berdebar daripada interview pertama masuk kerja.


Aku amat sangat bersemangat ingin bertemu dengannya tapi sekaligus takut dan malu. Dadaku berdebar dan susah payah aku kendalikan debarannya.


"Ya Tuhan aku lupa memberi kabar Lia dan Maya."


ku tepok jidatku.


"Adikk sayanggg Kakak dah sampai. Jaga diri and miss you." sent.


"Puji Tuhan kakak sampai dengan selamat. " Lia membalas chattku.


"Iyaaa sekarang capek mau bubuk dulu yaaa."


"Oke kakak. Kirim foto mu dulu dong . "


klik. aku mengirim foto ku yang lagi berbaring di kasur. Tak lama Lia melakukan Video Call.


"Ya sayang " sapaku.


"Kakakkk kamu lagi nginep dimana., kok kayanya keren bangett. " Lia dengan muka yang lecek berbicara dengan semangat.


"Di condominium milk Andrew. "


"Whattsss dia disana sekarang ?" tanya nia bersemangat.


"Enggak. Masih belum pulang kerja. "


"Keliling dong kakak aku mau tahu Condominium itu seperti apa. " Lia merajuk.


"Okey say." aku mulai berkeliling memperlihatkan isi ruangan lantai atas dan turun ke lantai bawah. Setiap ruangan yang aku tunjukan padanya selalu disertai dengan decakan kagum dan komentar ataupun pertanyaan. Setengah ngilu rasanya hati ini ketika melihat betapa adikku bersemangat. Aku ingin rasanya berbagi dan mengajak nya kemari.


"Bagus ya kakak. Kakak jaga diri yaaa. Kalau ada waktu kenalin ya. "

__ADS_1


"Okey say.. kamu jaga diri juga ya. Kuliah yang benar ya. Jangan bolos saja loh ya capek ini yang kerja cari uang. "


"Okey. Muahh." aku menutup telphone dan terlelap dengan senyuman.


__ADS_2