
Hari yang dinantikan telah tiba. Pagi yang ceria dengan kicauan burung di bulan November. Sesuai ramalan cuaca, haribini tidak akan turun hujan.
Tampak kesibukan di mansion. Mereka telah mengubah taman yang luas menjadi area pernikahan untuk undangan yang tidak lebik dari dua ratus orang.
Para pegawai dan catering bintang lima sudah mulai sibuk berdatangan semenjak subuh. Dekorasi sudah dilakukan selama tiga hari yang lalu.
Musisi tampak sibuk berlatih mengalunkan lagu-lagu cinta. Mengiringi kesibukan setiap individu dalam mempersiapkan pernikahan.
Tampak butler Jhon dan butler Markus bekerja sama membagi kesibukan. Butler Jhon di dalam mansion sedangkan butler Markus mengawasi persiapan.
Di dalam ruangan olah raga, Diana masih relax menikmati pijatan dari spa therapys bersama dengan Lia dan seorang wanita setengah baya.
"Bibi terimakasih ya sudah mau datang kemari." ujar Diana berkali-kali akan kehadiran adik ayahnya yang selama ini mengasuh mereka berdua.
"Tentu saja anakku menikah, bagaimana mungkin aku berani tidak datang." ucap bibi Nikie dengan tawa khasnya.
Diana dan Lia tersenyum lebar.
"Bahkan ibu tidak berpikir sama seperti bibi." ucap Lia dengan kesal.
"Jangan pikirkan, mungkin dia memang berhalangan. Kamu tidak perlu bersedih sayang." sahut bibi.
"Dengan kalian berdua disini, itu semua lebih dari cukup bagiku." jawab Diana sambil menggenggam tangan bibi Nikie
"Terimakasih sayang." ujar Bibi dengan mata berkaca-kaca.
"Bibi, maafkan aku jika membuatmu malu dengan memiliki anak terlebih dahulu sebelum menikah." ujar Diana sambil memandang bibi nya.
"Aku tidak malu karena pada akhirnya pria kaya itu menikahimu. Jika tidak, bisa ku cincang habis dirimu." ujar bibi berlagak marah.
"Ah bibi.." Diana tersenyum.
"Kau beruntung dia sangat mencintaimu. Seringkali pria kaya hanya menyalurkan hasrat dan menjadikanmu simpanan sementara dia akan menikahi wanita kaya yang setara dengan dirinya." ujar bibi panjang lebar.
Diana meringis. Memang benar beruntung sekali Andrew mencintai dirinya dan menjadikan nya nyonya di mansion ini.
"Sudah tidak perlu menangis. Matamu harus cantik di hari bahagia ini." ujar bibi yang melihat mata Diana yang mulai berkaca-kaca.
"Dan kau anak keras kepala. Ingat, jaga dirimu baik-baik. Belum tentu kau bisa seberuntung kakakmu. Simpan ke originalan mu, mengerti?" ujar bibi kepada Lia
"Iyaa... iyaaa... aku adalah cetakanmu, tentu saja aku mengerti." sahut Lia dengan cuek.
"Cetakan-cetakan, memang buat kue." timpal bibi yang membuat kami bertiga tertawa, sementara theraphys hanya tersenyum tanpa mengerti perkataan kami.
"Turn around, please." theraphys meminta kami untuk membalikan badan.
"Katakan padaku, apakah kau juga menyukai bule disini?" tanyanya pada Lia.
"Dia dilema bibi diantara dua pria bule tampan." celetuk Diana yang membuat mata cantik Lia melotot.
"Kakak, ihhhh gak lucu ah." sahut Lia dengan manja.
"Bagaimana bisa kau menyukai dua pria sekaligus, dasar anak nakal." ujar bibi dengan heran sambil menoleh pada Lia.
Diana menjulurkan lidah pada Lia yang hanya dibalas dengan geraman.
"Kenapa kau menggeram, anak nakal." ujar Bibi.
"Kakak itu mengada-ada saja." sahut Lia.
"Aku tidak mengada-ada. Memang benar dia sedang diantara pilihan dua pria bule tampan bibi. Ah... aku kalah skak matt denganmu sayang." ujar Diana menggoda Lia.
"Kakakkk... ihhh... kau menyebalkan. Dengar bibi, kakak sanggup membuat banyak pria rela mengorbankan nyawa demi dirinya. Ihhh... romantis banget, mana ada yang begitu padaku." kata Lia dengan menerawang memandang langit-langit ruangan.
"Mengorbankan nyawa? Kenapa bisa begitu?" tanya bibi dengan heran. Dia merasa khawatir dengan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Tidak bibi... Lia hanya mengada-ada saja. Kena pengaruh drakor dia." ujar Diana sambil melotot pada Lia.
"He...heee..." Lia meringis. Dia lupa perjanjian nya dengan Diana untuk tidak melibatkan perasaan bibi dengan apa yang terjadi sebelumnya.
"Dasar kau anak nakal, membuat orang tua panik saja." ujar bibi gemas.
"Bibi ceritakan padaku bagaimana dengan Kakak Chandra, apakah dia sudah memikiki seseorang yang akan dia nikahi?" tanya Diana mengalihkan pembicaraan.
"Ah, kakakmu orang yang sulit. Dia sudah dekat dengan beberapa wanita, tetapi belum ada yang serius diajak menikah. Bibi sudah tidak sabar untuk menimang cucu, tapi dia santai saja. Lihat usianya sudah tidak mudah lagi. Sudah Tiga puluh lima tahun, sama ya dengan suamimu." bibi berbicara dengan kesal.
" Sudahlan bibi jangan terlalu memaksa. Dia pasti akan segera menemukan tambatan hatinya." ujar Diana menyakinkan.
"Iya setidaknya bibi sudah punya cucu darimu." suara bibi terdengar bahagia.
"Berapa lama lagi dia memijat. Bibi sudah tidak sabar ingin menggendong baby Aaron." ujar bibi.
"Sebentar lagi nyonya besar." sahut Lia.
"Eh, bibi, kau masih cantik. Kenapa tidak menikah saja dengan tuan besar." ledek Lia.
"Bocah nakal. Pikiranmu memang luar biass tidak dapat di mengerti. Menjodohkan orang tua, membuat malu saja." ujar bibi dengan gemas yang membuat kami semua tertawa.
"Kalau bibi menikahi ayah Andrew, bagaimana aku memanggilmu? Bibi atau ibu mertua?" Diana ikutan menggoda bibinya. Dana wanita setengah baya yang masih cantik itu melotot.
Membuat tawa mereka meledak.
"Nyonya dan nona sekarang kami akan memakaikan masker, tolong jangan berbicara dulu ya selama dua puluh menit." ujar therapys yang siap mengoleskan masker ke wajah mereka.
Kini ketiga wanita itu serentak diam.
Bibi Nikie POV
Beruntung sekali Tuhan memberiku kedua anak gadis ini didalam kehidupanku.
Tapi, dua gadis cantik anak kakakku ini benar-benar mengisi hari-hariku. Anak yang malang, semenjak kecil sudah tidak memiliki orang tua. Kakakku meninggal karena sakit, sementara ibu mereka menikah lagi dengan meninggalkan mereka tanpa pernah membero khabar.
Aku begitu mencintai mereka.
Meskipun aku agak kecewa karena ternyata Diana memiliki bayi sebelum menikah, tapi tertutup sudah dengan bagaimana pria itu menunjukan besarnya rasa cinta pada Diana.
Dan baby Aaron, ahh... akhirnya aku memiliki seorang cucu. Berat rasanya harus meninggalkan cucu lucu itu dan pulang ke tanah air.
Semoga Tuhan senantiasa memberkati mereka.
Dan Lia... semoga kau segera menemukan pria yang mencintaimu dengan tulus seperti Andrew mencintai kakakmu.
************
Di ruangan lainnya. Tampak Andrew, Briant dan Chandra sedang asyik menikmati jacuzzi.
Masih cukup waktu hingga jam tiga sore nanti bagi mereka untuk bersantai.
"Bagaimana kau bisa memikat hati adikku, dia ramah tetapi kaku dengan urusan pria." ujar Chandra membuka pembicaraan.
Semenjak kedatangannya beberapa hari yang lalu, baru saat ini lah mereka memiliki kesempatan berbincang tanpa wanita.
"Mungkin karena aku adalah atasannya. Dia tidak bisa lari dari pesonaku." sahut Andrew percaya diri.
"Bilang saja kau mati-matian menggodanya dengan segala ancaman." celutuk Briant.
"Hey kau sepupuku atau bukan, hah?!" geram Andew.
"Kau mengancam adikku?" tanya Chandra dengan heran dan sedikit tidak suka.
"Bukan begitu. Aku hanya mengatakan tidak akan mengembalikan passport nya jika dia tidak pergi bersamaku." sahut Andrew dengan cepat.
__ADS_1
"Aku pikir kau menyakitinya. Jika iya aku Smash kau!" ujar Chandra yang mantan athellete bulutangkis dengan tegas sambil tertawa kecil.
"He-eh." Andrew merasa lega. Beruntung saja keluarga Diana tidak mengetahui hal yang terjadi sebelumnya, jika tidak bisa jadi mereka tidak akan memberi izin padanya untuk menikahi wanita yang dia cintai itu. Dan bisa dibuat mati gila dirinya.
"Beruntung sekali kau bisa mendapatkan adikku. Dia wanita yang luar biasa. Kau harus menjaga dan mencintai dia seumur hidup mu dengan segenap jiwa ragamu." ucap Chandra dengan tegas.
"Tentu saja kakak ipar." sahut Andrew dengan tegas.
"Beruntung kau restui dia, jika tidak bisa mati berdiri dirinya saat ini." celetuk Briant yang membuat mereka semua tertawa.
Segelas champagne mereka buka dan toss bersama merayakan persaudaraan diatara mereka.
"Untuk persaudaraan." ucap Andrew dengan mengangkat gelasnya.
"Untuk persaudaraan." sahut Briant dan Chandra bersamaan.
Mereka tertawa dan melanjutkan pembicaraan.
"Bagaimana dengan Lia, apakah dia sudah menemukan tambatan hatinya?" tanya Chandra kepada Andrew.
"Entahlah. Lia seorang yang ceria dan keras. Dia mudah akrab dengan siapa saja. Bagaimana dengan dirimu, Briant. Aku lihat kau sering menatapnya diam-diam." balas Andrew sambil mengerdipkan matanya pada Briant.
Briant menjadi salah tingkah dengan perkataan Andrew di depan Chandra.
"Kau menyukai Lia?" tanya Chandra.
"Aku menyukai Lia, tapi tidak cukup yakin dia benar-benar menyukaiku." sahut Briant.
"Hemm.. Lia seharusnya lebih pandai mengekspresikan perasaannya daripada Diana. Atau kau yabg terlalu bodoh menabgkao signal dari dirinya?" sindir Chandra.
"Kalau kau mencintainya, kenapa tidak kau katakan padanya?" tanya Chandra balik.
Andrew tergelak. Membuat Chandra heran dan Briant kesal.
"Dia sedang dilema, iparku." ucap Andrew setelah menghentikan tawanya.
"Dilema?" Chandra tidak mengerti.
"Iya dilema. Antara kembali kepada mantan atau merengkuh cinta baru. Selain itu saingan dia cukup berat, pangeran minyak." ucap Andrew menggoda.
"Pangeran minyak? Apakah maksudmu pangeran dari negeri Arab Saudi?" tanya Chandra heran.
"Bukan brother. Terlalu jauh jangkauan Lia ke pangeran tersebut, bukan menghina tapi keluarga kerajaan sukar ditembus." ujar Andre.
"Saingan dia adalah Jason, anak dari pengusaha minyak yang mengelola minyak mentah menjadi bensin dan semua negara Asia menggunakan jasa perusahaanya untuk mengelola minyak mentah mereka." Andrew menjelaskan.
Chandra menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka kedua adik sepupu yang selalu bersama dengan dirinya semenjak kecil, memiliki peruntungan luar biasa dengan menjadi bagian dari pria-pria billioner.
"Memang berat bagianmu. Kau jangan berani mengucapkan cinta sebelum yakin dengan perasaanmu. Jika kau membuat Lia menangis, akan aku SMASH dirimu." ucap Chandra dengan tegas yang membuat Briant meringis sementara Andrew terkekeh.
Pagi itu mereka habiskan bersama dengan berbicara banyak hal di ruang jacuzzi yang bersebelahan dengan ruangan para wanita yang sedang melalukan perawatan kecantikan.
πππππππππππππππ
Jangan lupa ya.... kalian semua diundang ke pernikahan Andrew dan Diana.
Pestanya akan dilaksanakan besuk sore.
Berias yang cantik ya...
Gak perlu kado, cukup Vote saja yaaa
Nanti yang Vote terbanyak mendapatkan kado cantik.
πππ
__ADS_1