Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
83. Mulut berbisa


__ADS_3

Pagi itu seorang pelayan yang bernama Sandra kembali mencari tempat tersembunyi di salah satu sudut taman dan menghubungi Rachel melalui ponselnya.


"Kau punya kabar bagus?!" sahut suara diseberang sana.


"Iya nyonya. Wanita penggoda itu akan kembali hari ini."


"Heh, mereka masih bersama." Rachel mendesah.


"Bahkan adiknya sudah datang dan akan tinggal disini."


"Heh?! Semua orang kampung itu akan bermutasi. Oke. Kabari segera tentang hal baru lainnya."


Sambungan telphone dimatikan.


"Apa yang kau lakukan disini?!"


Sandra terkejut, ponsel di tangannya hampir terlempar ketika Butler Jhon tiba-tiba datang menegurnya.


"Ti...tidak apa-apa butler." Sandra buru-buru pergi meninggalkan butler Jhon sendiri sambil memasukan ponsel kedalam saku bajunya. Butler Jhon mengamati kepergian Sandra dengan dahi berkerut.


****************


Rachel memerintahkan supir untuk memacu mobil menuju ke rumah sakit tempat Diana dirawat. Selama dalam perjalanan dia banyak termenung. Kali ini dia pergi hanya dengan supir yang sekaligus pengawalnya.


Banyak hal terlintas dalam pikirannya antara tekanan keluarga, gengsi , amarah dan cinta. Dia menimbang-nimbang keputusan yang harus diambilnya. Kali ini dia tahu berhadapan langsung dengan Andrew akan memberi resiko yang besar bagi nama baik keluarga besar dan perusahaannya.


Tapi dia tahu, dia harus melakukan sesuatu untuk mengambil simpati.


Sesampai di rumah sakit, Rachel mencari tahu di bagian informasi tentang keberadaan Diana, dan dia mendapatkan kabar kalau mereka akan segera check out. Saat itulah dia melihat Jason sedang duduk termenung di Lobby. Mengingat apa yang di lakukan pria itu Rachel merasa geram dan dia menghindar.


Andrew dan Diana tampak mesra. Wanita itu bergelanyut di lengan Andrew. Di depan mereka tampak seorang wanita muda yang pastinya adik Diana dan Briant tangam kanan Andrew.


Dibelakang Andrew hanya ada dua orang pengawal. Saat itu lah dari arah belakang Rachel berlari dan memeluk Andrew erat.


"Suamiku, aku rindu padamu." ucapnya dengan keras sambil terisak.


"Jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu." air matanya bercucuran membasahi punggung Andrew.


"Lepaskan aku Rachel!" bentak Andrew seraya berusaha melepaskan pelukan Rachel.


Diana melepaskan pegangannya di lengan Andrew dan mundur selangkah dengan wajah terkejut.


"Tidak Andrew, aku mencintaimu. Jangan ceraikan aku." Rachel mempererat pelukannya membuat Andrew semakin berang.


"Apa yang kalian lakukan, singkirkan wanita ini dari diriku!" hardik Andrew pada pengawalnya.


"Andrew, aku rela kau memiliki wanita lain, aku rela dimadu, asal kau jangan menceraikan aku. Aku tahu aku tidak bisa memberimu anak. Tapi jangan tinggalkan aku." Rachel berteriak dalam tangisannya.


Pengawal maju dan mulai menarik tubuh Rachel. Andrew berusaha melepaskan tangan Rachel yang memeluknya erat.


Sementara Diana terpaku dan Lia menggenggam tangan kakak nya.


Disana setiap pegawai rumah sakit, pengunjung yang sehat dan sakit melihat tontonan tersebut dengan penuh tanda tanya. Drama keluarga dimulai. Antara suami, istri dan wanita ketiga.


Jason mengamati kejadian itu dari kejauhan.

__ADS_1


Dia melihat bagaimana perubahan wajah Diana yang tertekan.


"Rachel! Tidak usah mencari simpati disini. Kau wanita licik!" Andrew marah karena sangat sulit melepaskan diri dari pelukan Rachel. Wanita ini tiba-tiba saja memiliki tenaga yang setara dengan suaranya kerasnya.


"Aku tidak mencari simpati. Aku rela kau mendua asal jangan ceraikan aku. Aku mencintaimu." Rachel masih berusaha keras membujuk Andrew.


"Baik. Kita bicarakan baik-baik. Lepaskan aku." ucap Andrew dengan menekan suaranya. Dia menyadari sia-sia berbicara dengan keras kepada Rachel.


"Kau tidak akan menceraikan aku bukan? Kita akan bersama-sama membesarkan anak Diana kan?"


"Lepaskan pelukanmu, aku ingin melihat wajahmu." bujuk Andrew.


Rachel melepaskan pelukannya. Saat itu pula pengawal yang dibelakang Rachel memegang kedua tangannya.


"Andrew katakan pada mereka untuk melepaskan aku." Rachel meronta dari pegangan pengawal.


"Aku mencintaimu Andrew. Kita akan mulai dari awal lagi. Aku akan membesarkan anak wanita itu bersamamu. Meskipun aku tidak bisa hamil dan kau MANDUL!" Rachel menekankan kata-kata Mandul dengan lantang membuat setiap orang disana bergosip. Andrew terhenyak dan Diana terguncang.


"Kau ingat kau MANDUL! Tapi karena kau mencintai wanita munafik ini, aku rela bersamamu membesarkan anaknya. Aku rela demi dirimu Andrew!" pekik Rachel.


Andrew melangkah maju dan memegang bahu Rachel.


"Anak itu anakku! Kau sudah menipuku selama ini!" dengan geram Andrew memandang wajah Rachel. Saat ini dia sudah tidak perduli lagi dengan pandangan dan perkataan orang lain disekitarnya.


"Kau mandul! Kau mandul! Sudah berapa banyak wanita yang kau tiduri tapi tidak ada seorangpun yang hamil, heh?!" ucap Rachel dengan sinis.


"Karena aku pakai pengaman."


"Lalu selama tiga tahun kau bersamanya, kenapa baru sekarang hamil? Dia masih mudaaaaa dari awal hubungan kalian dia seharusnya sudah hamil. Hahahhahahah." racun Rachel mulai menyebar, mempengaruhi otak dan pendengaran semua orang disana.


"Tidakkk itu tidak benar. Itu tidak benarrr." dia berbicara dengan lirih.


"Mulutmu berbisa Rachel. Semua yang didekatmu akan mati karena bisa mu." Desis Andrew sambil melepaskan bahu Rachel.


Saat itu, Jason sudah menghampiri Diana dan berdiri didepannya.


"Pergilah bersamaku, kau tidak akan melalui semua penghinaan ini." ucapnya dengan bersungguh-sungguh.


"Kau lihat dia pun sedikit ragu dengan ucapan wanita itu, sementara aku tidak perduli. Pergilah bersamaku." Jason mengulurkan tangannya hendak menggapai tangan Diana yang masih terguncang.


Sementara Briant menahan bahu Jason dan menggelengkan kepalanya mencegah Jason untuk bertindak jauh. Mata mereka bertatapan tajam.


Andrew yang sudah melepaskan bahu Rachel memerintahkan pengawal untuk membawa Rachel pergi.


"Andrew aku tidak pernah menipumu, seumur hidup hanya kau cintaku. Aku rela merawat anak wanita itu bersamamu!!!" teriak Rachel sebelum pengawal itu mengangkat tubuhnya pergi.


Andrew tidak menghiraukan teriakan Rachel, ia kemudian menghampiri Diana dan menarik tangan wanita itu pergi. Tapi disisi lain Jason menangkap tangan Diana dan menahannya pergi bersama Andrew.


Saat ini kedua tangan wanita hamil itu terentang dengan dua orang pria yang menggenggamnya. Mata kedua pria tersebut saling bertatapan tajam.


"Lepaskan tangannya!" suara Andrew terdengar kasar dan marah.


"Tidak! Kau lepaskan dia!" Jason balas membentak.


"Apa yang kau lakukan, dia wanitaku! Dia kekasihku!" balas Andrew dengan geram.

__ADS_1


"Kau hanya akan menyakiti dia bila bersamamu!" Jason tidak mau menyerah.


"Aku akan menjaganya!"


"Kau tidak bisa menjaganya!"


"Lepaskan aku Jason." pinta Diana.


"Pikirkan lagi Diana, kau hanya akan mengalami penghinaan dan sakit hati bila bersamanya."


"Dari awal hatiku sudah memilihnya Jason, anak ini pun memilihnya dan aku akan menanggung semua akibatnya." dengan tegas Diana berkata pada Jason.


"Tapi..."


Diana memotong ucapan Jason.


"Lepaskan aku Jason. Jangan campuri urusanku, kau lebih baik menjauh, jangan libatkan dirimu dengan masalahku." pinta Diana dengan sabar.


Jason menghela nafas. Pegangannya melunak.


"Biarkan aku mengantarmu." pintanya memelas.


Belum sempat Diana ataupun Andrew menjawab, Lia sudah membuka suara terlebih dahulu.


"Kau sebaiknya mengantar aku saja. Okey." Dan lagi-lagi lia menarik jas Jason seperti layaknya kain usang.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Hallo sobat pembacaaa...


Bagaimana ini Rachel mendesak untuk dimunculkan lagi. Author tidak berkutik.


Sekarang Rachel sudah menyebarkan bisa nya, apakah Andrew akan lercaya atau tidak ya.


Bagaimana dengan Jason, akankah dia merelakan Diana dengan Andrew.


Bagaimana juga dengan Lia akan dia bisa memiliki Briant yang ternyata mantan kekasih sahabat Diana yaitu Grisella.


Lalu video apa ya yang di buat andrew untuk mengancam Rachel?


Masih banyak yang harus diceritakan ya.


Akhir nya Diana akan menikah dengan andrew tidak yaaa...


Aduhhh Author jadi gemesssssss...


Ayooo bantu share, lile, coment dan Voteee yaaaa... biar author tambah semangat.


Mohon dukungannya yaaaa...


Muahhhh Love you all πŸ’—


Ini images nya Rachel yaaaa.


__ADS_1


__ADS_2