
Siang itu ketika Diana memenuhi permintaan Conrad untuk bermain di pantai, tanpa meminta izin Andrew, Diana berangkat. Meskipun perasaanya tidak nyaman, tapi dia tidak menghiraukan. Dia ingin menyegarkan hati dan pikirannya.
Di tempat ini kembali dia dipertemukan dengan wanita yang paling dia takuti, istri Andrew. Hatinya belum siap untuk menghadapi kemarahan wanita itu. Dia belum bisa mengambil keputusan.
"Hei wanita simpanan! Kembalikan suamiku!" Kata-kata itu kembali terdengar seperti suara guntur yang menggelegar, menampar pendengarannya dan mengoyakan kesadarannya.
Kali ini Rachel tidak sendiri. Disana dia melihat Rachel berdiri bersama Meredith juga empat orang pengawal. Pengawal yang diperintahkan Andrew menjaga Diana tampak mulai siaga.
"Kau sampai kapan menipu Andrew dasar wanita murahan materialistis!" Otot-otot leher Rachel tampak menegang ketika melontarkan kalimat penghinaan kepada Diana.
Rachel dan Meredith maju. Conrad ketakutan. Pengawal mulai menghadang. Nany yang menjaga Conrad sudah memeluknya. Sementara Diana merasa mual dan pusing.
"Cepat pergi tinggalkan Andrew atau aku akan membuat hidupmu seperti di neraka!" ucap Rachel kembali.
"Urusanmu dengan Andrew, bukan dengan diriku. Bila dia memintaku aku akan pergi." sahut Diana sambil berusaha menahan emosinya. Entah dari mana kekuatan itu muncul tapi melihat bagaimana wanita ini menyelesaikan masalah dengan cara seperti ini, membuat dia kesal. Tapi mungkin dirinya pantas menerima penghinaan ini.
"Hei kamu dasar wanita tidak tahu malu!" Meredith ambil bagian menghina Diana.
"Dan kau siapa, kau juga mau mengaku Andrew milikmu juga, heh?!" sahut Diana geram kepada Meredith.
Dia teringat penghinaan Meredith ketika di kapal pesiar.
"Kau!" Meredith menahan kalimatnya. Dia menoleh pada Rachel melihat reaksinya. Rachel tampak tidak perduli, karena memang dari awal dia sengaja menghadiahkan Andrew untuk Meredith untuk membuat mereka mau menanamkan modal di perusahaaan kerjasama keluarga Rachel.
"Jangan mengalihkan pembicaraan dasar kau wanita breng#ek!" cerca Rachel.
"Hei, nona-nona tidak dapatkan kalian berbicara dengan lebih tenang?" ujar Jason berusaha meredakan keributan.
Saat ini banyak sekali orang yang menonton mereka. Para pengunjung bukanlah orang biasa. Pantai tempat mereka berdebat saat ini adalah kawasan khusus real estate area perumahan Andrew. Tempat orang terkenal dan ternama. Politikus, pengusaha, artis papan atas. Dan tentu saja paparazi tampak mulai beraksi.
Diana berusaha menyembunyikan wajahnya dalam topi besar yang dia kenakan. Dia menyadari keributan ini akan berdampak besar pada Andrew. Dan dia tidak ingin membuat Andrew malu akibat dirinya.
"Conrad ayo kita pergi." ajak Diana pada bocah yang ketakutan itu.
"Hei wanita simpanan dan kau anak pungut s#alan mau kemana kalian! Tandatangani ini." Rachel mengangkat sebuah kertas.
"Apa itu?" tanya Diana heran.
"Surat perjanjian kalau kau tidak akan menemui Andrew lagi. Dan aku akan memberimu uang satu juta dolar." ucap Rachel dengan bangga.
Diana terperangah. Dia tidak percaya dengan pendengarannya. Wanita dihadapannya semudah itu membeli cinta dan kesetiaan. Uang dan kekuasaan tampaknya lebih penting. Beginikah cara dia mencintai dan menghargai Andrew. Nilai satu juta dolar memang fantastis. Siapa yang tidak tergiur. Tapi Andrew bukan barang. Dia bukan benda yang diperjual belikan.
Suara Conrad membuyarkan keterkejutannya.
"Mommy Rachel jahattt jangan sakiti mommy Diana." teriak Conrad.
"Hei anak pungut tidak tahu diri. Kau tidak tahu terimakasih, aku yang memberi mu tempat tinggal tau. Sini aku robek mulutmu!" Rachel maju hendak menghampiri Conrad namun segera dihadang oleh Greg, pengawal Diana.
Rachel tampak marah sekali dia tidak dapat menyentuh Conrad dan Diana. Segera dia memberi kode kepada pengawal yang dia bawa. Kini pengawal dari kedua kubu saling berhadapan.
Suasana tegang. Bagi para pengunjung mereka seakan-akan mendapatkan tontonan drama gratis. Puluhan kamera, handphone mengabadikan moment tersebut. Kasak kusuk diantara mereka berspekulasi.
Diana merasa jengah dan malu. Benar atau salah dia adalah yang akan paling dicerca.
__ADS_1
Dia melangkah pergi menggandeng Conrad. Sinar matahari yang panas, Intimidasi dari Rachel dan Meredith, perkelahian antar pengawal, puluhan kamera yang terarah membuat dirinya makin pusing dan lelah.
Rachel memberi kode kepada pengawalnya, pengawal Rachel maju mendesak, baku hantam tidak dapat dihindari. Empat pengawal Rachel melawan empat pengawal Diana.
Sedangkan seorang pengawal lain mulai membimbing Diana dan conrad untuk menjauh. Rachel dan Meredith mengejar mereka. Rachel maju hendak menarik Diana namun dihalangi oleh pengawal tersebut, Dan Meredith yang melihat kesempatan mulai maju hendak menyerang Diana, tapi sial, tangannya yang sudah melayang keudara hendak menarik tubuh Diana dan menampar ditangkap oleh Jason.
Pria itu tidak tinggal diam, dia menarik tangan Meredith dan melepaskannya dengan kasar, sehingga wanita yang masih menggunakan hak tinggi diatas pasir itu terhuyung jatuh. Jason merasa marah bagaimana kedua wanita itu tidak tahu malu membuat keributan dikeramaian, seperti sengaja mengundang sorotan paparazi. Dan dirinya sudah terlanjur berada ditengah-tengah situasi itu.
Sementara itu Rachel yang jaraknya didekat Conrad berhasil mengecoh pengawal dan menarik Conrad dari Nanny serta menamparnya dengan keras.
"Anak pungut, penghianat! Tidak tahu terimakasih!"
"Conrad!!!" Diana berlari menghampiri bocah itu yang jatuh akibat tamparan Rachel. Rachel maju hendak menyongsong Diana. Tapi entah dimana datangnya ada pengawal lain yang muncul dan menghadang dirinya.
Jason berdiri di dekat Diana yang memeluk Conrad. Pipi bocah itu merah lebam akibat tamparan Rachel. Daras segar menetes dari sudut bibir bocah itu. Saat ini dapat dilihat Diana menjadi amat sangat marah. Dia mengusap air mata nya yang mengalir dengan deras. Dadanya naik turun berusaha mengendalikan emosi, kedua tangannya terkepal.
"Awalnya aku akan menyerah untuk cintaku. Tapi, melihat bagaimana kau memperlakukan Conrad dan menilai Andrew bahaikan barang dagangan, aku akan memperjuangkannya! Aku tidak perduli bagaimana dunia menilaiku, aku tidak perduli bagaimana kau menyakitiku! Tapi aku akan mempertahankan dan menjaga keluarga ini!" seru Diana dengan suara parau.
"Keluarga ini adalah keluargaku!" teriak Rachel dengan marah.
"Bagaimana kau bisa menyebut ini keluargamu kalau kau selalu menjual suamimu dan menyakiti anak kecil ini!" teriak Diana dengan marah.
Dia sudah tidak perduli lagi dengan banyaknya kamera yang merekam.
Diana membimbing Conrad berdiri, tapi saat itu juga dia merasa pandangannya gelap dan kepalanya berputar, akhirnya dia jatuh tidak sadarkan diri dalam pelukan Jason.
Jason membopong Diana. Pengawal Jason sudah membantu kubu Diana untuk melumpuhkan pengawal Rachel. Melihat Diana dibopong oleh Jason, salah seorang pengawal yang biasa menjaga Diana maju.
"Berikan nyonya pada kami, tuan."
Polisi pantai yang datang tampaknya tidak dapat berbuat banyak. Mereka hanya menonton dan menunggu hasil akhir. Pihak yang kalah, pengawal Rachel harus menghadapi borgol dari polisi pantai. Sementara pengunjung pantai tampak mulai berspekulasi.
Emosi Rachel sudah mendidih, giginya bergemelatukan melihat mangsanya pergi. Dia berlalu tanpa menghirukan paparazi yang mengejar dan menghujaninya dengan berbagai pertanyaan.
Di dalam mobil mewahnya Rachel tertawa puas di susul oleh Merdith.
"Pertunjukan bagus Rachel. Kita lihat bagaimana reaksi Andrew setelah dunia menilai wanita sialan itu."
"Berapa banyak paparazi dan wartawan gosip yang kau undang?"
"Cukup banyak untuk menciptakan trending topic."
"Kau hebat Meredith. Andrew harus tahu betapa memalukannya wanita itu apalagi ada pria lain disana sedang memeluk wanita sialan itu."
******************
Andrew dan Briant berada di mobil yang sama yang dipacu dengan kencang melewati lalu lintas menuju ke rumah sakit. Dia sangat geram ketika mendengar laporan dari papito.
Saat ini kejadian di pantai itu telah menjadi tranding topik di dunia maya. Ada yang membela dan tak sedikit yang mencerca Diana.
"Briant, apakah kau tidak memberitahu pengacara wanita itu kalau kita tidak main-main dengan bukti video itu?!" tanya Andrew dengan geram.
"Aku sudah mengancam akan menyebar luaskan video tersebut. Dan mereka berjanji akan memberikan jawaban hari ini."
__ADS_1
"Tampaknya wanita itu sengaja melakukan kehebohan." sambung Briant
"Breng##k!" maki Andrew.
Dua kali dia kecolongan.
******************
Sementara itu di rumah sakit, Jason sudah meletakan Diana di kamar paviliun dan masih duduk disamping Diana serta menggenggam tangannya.
dokter Michael yang mengetahui keberadaan Diana, langsung datang memeriksa. Dia melihat bagaimana Jason memperlakukan Diana dan tampak begitu mengkhawatirkannya.
"Bagaimana keadaanya dokter?" tanya Jason dengan panik.
"Dia baik-baik saja hanya syok." kemudian dokter Michael memandang Jason.
"Anda siapa?"
"Aku Jason."
"Apa hubungan anda dengan wanita ini?"
"Dia teman lamaku."
"Ah, oke." dr. Michael mengangguk dan kemudian berjalan menghampiri Conrad. Tampaknya suster sudah mengobati luka bocah kecil itu. Dia masih terguncang dengan kejadian tadi.
"Bagaimana kabarmu jagoan kecil?" tanya dokter Michael.
"Conrad masih takut dokter." jawab bocah itu dengan lugu.
"Tidak perlu takut lagi, disini aman." dokter Michael menunjukan pada pengawal yang menjaga ruang paviliun.
Saat ini ruang lantai atas executive ini menjadi sorotan para perawat, pasalnya ada empat orang pengawal dengan seragam yang berbeda. Dua pengawal dari Andrew dan dua dari Jason.
Mereka membicarakan seberapa penting pasien tersebut hingga memiliki pengawal yang banyak.
"Kapan daddy datang dokter?" tanya Conrad.
Belum sempat dr. Michael menjawab, terdengar seseorang masuk dan marah.
"Lepaskan tanganmu dari dia!" Suara seorang pria yang marah masuk kedalam ruang pasien VVIP.
πππππππππππππππππππ
Hallo sobat pembaca...
Jangan lupa like ya, biar author selalu semangat updated.
Sedih loh kalau like nya sedikit sedangkan viewers bya banyak.
Baca nya kan gratis dibayar dengan Like aja ya, hehehe kan gak mahal.
Ayooo yang lupa like ( klik jempol ) scroll lagi dari episode pertama ya.
__ADS_1
Terimakasih. π