Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Perang baru saja dimulai


__ADS_3

Hari Senin pagi, Andrew berangkat ke kantor dengan tergesa. Dia memperintahkan Supir mengendarai mobil dengan laju yang cukup cepat. Beruntung sekali tidak ada kemacetan disana. Andrew berkali-kali mengepalkan tangannya dengan marah, setelah melihat berita yang menjadi trending topic saat ini.


Dering telphone masuk. Briant.


"Bagaimana hal itu bisa terjadi!" ucap Andrew langsung saat menekan tombol jawab.


"Aku tidak tahu. Berita itu tiba-tiba muncul begitu saja dan bahkan muncul di semua statiun berita televisi yang ternama." sahut Briant.


Terdengar nada geram juga disana.


"Sial! Cari tahu, siapa yang menyebarkan berita itu. Dan di kapal mana hal itu terjadi?"


"Di kapal mana hal itu terjadi?!"


"Oceanid Dione."


"Siapa Hotel Directore di kapal itu?"


"Anthony."


Anthony.... Andrew menggeram. Bagaimana bisa hal itu terjadi di bawah pengawasan Anthony. Pria itu sudah berpengalaman hampir lima belas tahun menjadi Hotel Director. Semenjak dia berhasil membantu Andrew mendapatkan Diana. Mengenang hal itu, Andrew merasa berhutang budi. Tetapi, jika melihat permasalahan yang terjadi di kapal bawah pengawasan Anthony, tentu saja dia harus ikut bertanggung jawab penuh.


Mobil yang ditumpangi Andrew, tiba di kantor pusat Miami. Puluhan wartawan sudah menanti dan mulai mengambil foto Andrew seraya melontarkan berbagai pertanyaan. Mereka berdesakan berusaha menembus pengawalan ketat. Pengawal sudah siaga disana, menghalangi mereka untuk masuk dan mendekati Andrew.


Tidak ada satu pun karyawan yang berani menatap Andrew, terlebih menyapanya. Mereka semua menunduk merasakan aura marah yang memancar dari raut wajah Andrew. Pria itu segera masuk ke dalam lift yang mengantarkannya langsung ke lantai atas dan dia memasuki ruang konfrensi dimana semua jajaran direksi sudah siap rapat.


Sebuah televisi besar sudah menyala disana. Siap menanyangkan berita ulang yang ditayangkan oleh CNN. Aura panas dan tegang dapat dirasakan oleh setiap mereka yang ada disana. Berita itu terlalu menghebohkan dan ditayangkan tanpa meminta konfirmasi Andrew sebagai pemilik.


"Tayangkan ulang!" ujar Andrew dengan dingin.


Raja sudah siap dan mulai memenjet tombol play.


"Kami baru saja mendapatkan sebuah berita langung yang terpercaya dari korban. Kapal Pesiar Oceanid Dione yang merupakan anak cabang dari perusahaan cruise terbesar di America, Fantasy group, telah disinyalir sebagai tempat prostitusi.

__ADS_1


Hal ini di konfirmasikan oleh salah satu pengguna yang tertangkap basah oleh istrinya.


Mereka telah ditawarkan mengunakan jasa wanita penggoda. Para wanita penggoda itu berkedok sebagai staff member.


Polisi pantao telah melakukan investigasi saat itu juga. Dan mereka berhasil menemukan dua puluh crew member yang juga berprofesi sebagai wanita penghibur, di kapal tersebut."


Tayangan kemudian menunjukan wanita-wanita yang menundukan kepalanya, menghindari sorotan kamera. Bahkan lambang Dolphine yang berenang, yang menjadi simbol Fantasy Group telah mereka tayangkan dengan jelas.


"Bagaimana hal itu bisa terjadi. Dan bagaimana mungkin hal ini menyebar begitu saja tanpa konfirmasi terlebih dahulu?!" Andrew menggeram marah sambil memukul meja dengan keras.


Semua terdiam.


"Sambungkan dengan Anthony!" bentak Andrew.


Raja segera menyambungkan layar televisi sehingga bisa melakukan video call jarak jauh.


"Selamat pagi Mr. Andrew." ujar Anthony menyapa.


"Langsung jelaskan apa yang terjadi." kata Andrew tanpa berbasa-basi.


"Dan tentu saja wartawan tersebut tidak akan menyia-nyiakan kesempatan." tambah Briant.


Andrew memutar tubuhnya menghadap salah satu direksi disana.


"Chuck! Kau yang bertanggung jawab untuk menginterview semua staff yang bekerja di kapal bukan?" Andrew bertanya dengan nada tinggi.


"Benar mr.Andrew. Saya telah mempersiapkan data dan kedua puluh pegawai tersebut merupakan staff baru yang bergabung selama satu bulan. Mereka di terima sebagai rombongan pengganti untuk entertainment. Mereka pun sudah menjalani seleksi ketat sebagai penari." lapor Chuck.


"Aku rasa ini ada hal yang aneh, Andrew." ujar Briant.


"Katakan."


"Semua terlalu kebetulan antara polisi pantai, wartawan dan korban juga staff member. Aku menduga ada sesuatu yang besar dibalik semua ini." Briant mencapaikan kecurigaannya.

__ADS_1


Semua terdiam. Mereka merasa bahwa pendapat Briant ada kemungkinan benar. Ada sabotase dari kejadian yang tiba-tiba disiarkan secara langsung, tanpa konfirmasi. Ada yang janggal dari kasus tersebut.


"Anthony! Redam berita ini. Dan pastikan setiap tamu merasa aman."


"Siap mr. Andrew!" sahut Anthony.


"Chuck, selidiki latar belakang staff yang dikonfirmasi sebagai prostitute!" perintah Andrew.


"Siap mr. Andrew!"


"Cosmos, selidiki apakah semua polisi pantai, wartawan dan tamu yang mengaku menjadi korban, juga staff yang tertangkap itu, apakah memiliki suatu hubungan atau terhubung dengan orang yang sama!"


"Siap mr. Andrew!"


"Christ. Kau ajukan tuntutan pada pihak televisi yang menayangkan berita ini tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Gunakan anggota pengacara terbaikmu untuk mempertimbangkan segala urusan hukum akan kasus ini."


"Dan... Kau utamakan kasus ini. Gunakan detektif yang terbaik untuk menyelidiki. Aku tidak ingin kejadian ini merambat pada kapal lainnya. Siapapun yang melakukan ini, sudah berani mengajakku berperang."


Gigi Andrew bergemeletuk. Rahang-rahangnya terlihat mengeras. Wajahnya sudah memerah karena emosi atau kasus yang mempermalukan nama baik Fantasy group. Perusahaan yang dia bangun dengan susah payah dan mengorbankan banyak hal. Perusahaan ini tidak boleh jatuh. Di sini lah masa depan anak-anaknya dikemudian hari. Andrew tidak akan membiarkan perusahaan ini kolaps untuk kedua kalinya.


" Ingat! Tidak ada yang boleh mengeluarkan pernyataan apapun mengenai kasus ini. Raja! aku ingin kau menjadi tim yang mengepalai semua yang terkait dengan investigasi kasus ini. Dan buat wartawan itu pergi dari sana!"


Andrew dengan tegas mengatakan hal itu.


"Siap mr.Andrew!" ujar Raja dengan tegas.


"Kalian boleh bubar."


Satu persatu dari mereka mulai meninggalkan Andrew dan Briant sendiri. Suasana masih sunyi. Hanya suara ac dan desahan nafas kedua pimpinan itu yang terdengar. Mereka larut dalam pemikiran, mengenai apa yang terjadi.


"Aku rasa kita harus meminta bantuan Mike. Dia sekarang sudah menjadi Gubernur Miami untuk dua periode. Pria itu pasti memiliki banyak pengaruh dengan orang pemerintahan terlebih dengan pengadilan. Kasus ini sangat penting!" ujar Andrew memecahkan keheningan.


"Sudah aku laksanakan. Mike seharusnya sekarang sedang mencari tahu mengenai kasus ini. Menurutmu, siapa yang sudah sengaja meletakan prostitute di dalam kapal?"

__ADS_1


"Aku tidak tahu. Tapi yang pasti mereka sudah membangunkan singa yang tertidur. Dan begitu aku mengetahuinya, aku akan menghabiskan mereka sampai ke akar-akarnya. Hingga anak cucu mereka kan meratap dan mengemis di jalanan."


Suara Andrew penuh penekanan. Matanya memancarkan kilatan amarah, bagaikan mata singa yang mengincar lawannya. Perang baru saja dimulai.


__ADS_2