Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Hukaman pagi hari.


__ADS_3

"Andrew apaan sih. Semua lagi berkumpul di belakang. Ayooo kita kembali ke belakang." Rajuk Diana dalam gendongan Andrew.


Andrew hanya menyeringai. Dia tidak menjawab rengekan Diana. Baginya rengekan manja itu pertanda sang wanita telah menyetujui keinginan hatinya.


"Aku loncat ya." Ancam Diana dengan manja.. Meski demikian, tangannya melingkar di leher Andrew.


"Loncat saja kalau bisa. Atau mau aku bantu lempar?" Andrew semakin menggoda Diana yang mencibirnya.


"Lemparrr ya... lempar yaaa..."


Dengan sengaja Andrew menggoyang-goyangkan badan Diana yang ada di gendongannya.


"Ihhhh... Nanti jatuh loh." Teriak Diana kesal sambil mempererat pelukannya di leher Andrew.


"Lempar yaaa... lempar yaaaa... Hahhahaha." Andrew semakin senang menggoda Diana.


"Andrewww!" Diana memukul pundak suaminya perlahan.


Dan ketika mereka sudah sampai di dalam kamar, Andrew memasang tulisan Don't disturb di pintu dan kemudian mengunci nya rapat, agar tidak ada kurcaci kecil yang mengganggu.


Diana hanya dapat menggigit bibir dari balik tubuh kekar suaminya. Dia tahu hari ini akan menjadi penderitaannya, hari panjang yang melelahkan. Saat yang sangat dia sukai juga saat yang terkadang ingin dia hindarkan. Penderitaan yang nikmat.


Andrew kemudian melempar tubuh kecil Diana diatas tempat tidur king size yang super empuk. Dia memandang istrinya dengan seringai yang siap menerkam. Diana beringsut merapat ke kepala tempat tidur. Sementara Andrew bagaikan seorang singa yang siap menerkam mangsanya.


Dia bergerak perlahan dengan bertumpu pada kedua lutut kaki dan tangan menghampiri mangsanya. Dan hanya dengan sekali terkam, dia berhasil melahap bibir korbannya. Pagutan yang sangat dalam, menjelajah setiap rongga mulut. Pagutan mengintimidasi yang di sertai dengan pelukan mesra.


Ciuman itu sangat Liar. Andrew yang biasanya mencium Diana dengam sangat lembut. Kali ini menampilakan permainan yang berbeda, sehingga membuat wanita itu kewalahan dan terengah-engah.


Tok. Tanda breakfast sudah tersedia. Tanda sumber energi sudah ada di depan.

__ADS_1


Andrew melepaskan pagutannya dan beranjak ke pintu kamar, membuka dan membawa masuk troli berisi makanan.


Pria itu tersenyum dengan apa yang disiapkan oleh cheft paul. Wafel untuk sumber karbohidrat, sosis dan egg benedict untuk sumber protein. Selain itu ada susu dan air jeruk. Yang terpenting ada whipping cream disana. Tampaknya cheft Paul pantas mendapatkan bonus extra.


"Ayo sayang, kita makan pagi dulu. Kau perlu energi yang besar kali ini." Kata Andrew penuh makna.


Dengan malu, Diana beranjak menuju ke meja di dekat sofa. Dia sangat mengenal suaminya. Jika sudah begini tidak ada kesempatan untuk melarikan diri. Melarikan diri hanya akan menambah hukumannya.


Andrew memotong wafel dan menyuapkan ke mulut Diana terlebih dahulu. Kemudian dia memotong lagi untuk dirinya. Terus begitu. Andrew terus menyuapi Diana dan tidak membiarkan wanita itu memegang alat makan.


Saat makanan sudah mulai habis. Andrew menghidupkan i pod nya yang melantinkan instrumental musok menggairahkan, kemudian dia menarik tangan Diana dan membawa nya berdiri di depan pintu jendela. Dari balik jendela yang masih terhalang tirai putih, Andrew memeluk Diana sambil memandang ke kolam renang yang tenang dibawah langit cerah.


"Kau tahu sayang, semalam kau membuatku resah dan bermimpi buruk." Ujar Andrew dengan mesra.


"Kau terlalu berpikir yang berlebihan sayangku." Sahut Diana dengan ringan.


"Jika kau marah padaku, aku merasa berada di dalam kegelapan." Kata Andrew lagi.


"***Aku sangat mencintaimu, Diana. Keinginan


untuk selalu di dekatmu dan bersamamu, karena


kau sangat berarti bagi ku. Kau adalah


segalanya bagi ku. Kau yang membawaku


menuju terang dan memberiku banyak


kebahagiaan. Selamanya hanya mencintaimu***."

__ADS_1


Suara Andrew terdengar sangat mesra di telinga, membuai pikiran Diana dan menghanyutkan perasaanya. Dia terlena dengam kata-kata mesra Andrew. Mantan Casanova itu kini ahli menjadi seorang pujangga.


Andrew merapikan rambut Diana dan menyampirkannya ke samping. Kemudian dengan perlahan dia menarik resleting gaun Diana. Terlalu lembut, hingga sentuhan punggung jari jemari Andrew yang menyentuh samar kulit punggung wanita cantik itu, meremang.


Setelah resleting terbuka seluruhnya hingga pinggang, pria itu mulai membelai perlahan kulit punggung Diana, membuat seluruh bulu kuduk Diana meremang. Sesaat kemudian lidah Andrew menjelajahi punggung cantik Diana dan menyesapnya dengan lembut.


Diana mendesah menikmatinya. Andrew memang seorang yang luar biasa hebat dalam memberikan kenikmatan bagi seorang wanita.


Setelah beberapa saat, Andrew menyentakan gaun yang masih bertengger di bahu Diana. Dan gaun itu meluncur bebas mendarat dengan lembut di lantai.


Ciuman lembut dapat Diana rasakan di setiap jengkal kulit leher dan punggung tubuhnya. Tangan besar dan hangat Andrew mengusap dan membelai dengan sangat lembut, menciptakan sensasi yang luar biasa sehingga Diana mendesah menikmati sentuhan itu.


Jari jemari menjelajahi tubuh Diana disaat pagutan mesra dan lembut mulai bergerilya di seputar leher wanita itu. God! Wanita mana yang tak terlena saat ciuman mesra terus menerus di lancarkan di sekujur tubuh terutama di leher.


Andrew melepaskan kaitan bra Diana dan membuang nya ke lantai. Bra itu teronggok tak berdaya menyaksikan buah dada yang terbuai dengan remasan lembut. Tangan besar dan kuat itu begitu ahlinya memanjakan buah dada sementara bibir memanjakan leher wanita tersebut.


Diana mendesah keras ketika Andrew tiba-tiba saja membalikan tubuhnya dengan kasar dan langsung mengulum dadanya. Wanita itu kembali menelan perkataannya sendiri yang menolak berduaan, karena pada akhirnya, tangan-tangan lembutnya menahan kepala sang suami untuk semakin dalam bersarang didadanya.


Ciuman itu semakin menuntut dan semakin menggairahkan. Andrew sudah melepaskan seluruh pakaian Diana, sementara dirinya masih berpakaian lengkap. Dan dia sengaja menghentikan setiap gerakan Diana yang akan melepaskan bajunya. Dia sengaja membuat wanita itu semakin berhasrat.


Diana hanya dapat mengerang keras ketika tanpa dia ketahui kapan, celana Andrew sudah terlepas dan naga itu bersarang masuk menyatu dalam dirinya. Mereka masih berdiri dengan wanita itu yang bersandar di dining dan kaki nya berpijak pada kaki Andrew.


Sensasi panas yang memabukan itu terasa mengalir dari pusat intinya hingga sekujur tubuh. Dan wanita itu pasrah dengan segala gerakan yang digoyang oleh Andrew. Memacu nya lembut dan cepat sesuai irama musik.


Tangan-tangan itu masih meremas dan merasa setiap bagian tubuh. Menciumi leher dan dada kenyal indah itu. Dia begitu ahlinya membuat istrinya merasakan kenikmatan dan kegelian luar biasa yang mengalir dari pusat inti. Dan saat Diana menggelinjang dan bergetar hebat, pria itu memacunya semakin cepat, menghantarkan aliran-aliran listrik kenikmatan yang memabukan.


Diana terkulai di bahu sang suami. Sesaat saja Andrew berdiam dengan naga yang masih bersarang. Selanjutnya....


...πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—...

__ADS_1


Hukuman haruskah berlanjut ?


__ADS_2