
"Mommy... Apakah ini sakit? " Tanya Aaron dengan prihatin melihat perut ibunya yang tampak sangat besar.
Diana menggelengkan kepalanya memjawab pertanyaan Aaron. Saat ini Diana sedang berbaring setengah duduk di atas tempat tidur. Aaron sendirian menemaninya saat ini. Sedangkan Francesca sedang membantu pelayan untuk merawat tanaman hias di rumah kaca.
"Aaron kasihan lihat mommy susah berjalan. Maafkan Aaron ya mommy, " Ujar Aaron dengan mata berkaca-kaca.
"Hey, kenapa kau menangis sayang?" Tanya Diana heran, dia membelai kepala anak laki- lakinya yang berbaring merapat disisi tubuh Diana.
"Gara-gara Aaron meminta adik tiga, mommy jadi sengsara." Ujar nya dengan menyesal.
"Bukan begitu Aaron, ini anugerah Tuhan. Kebetulan Tuhan setuju dengan Aaron sehingga menganugerahi mommy dengan tidak baby. "
"Kenapa daddy tidak membantu mommy? "
Diana mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan Aaron.
"Maksud Aaron? "
"Iya. Kenapa daddy tidak membawa satu atau dua adik bayi di perutnya, supaya mommy tidak keberatan begini. " Ujarnya dengan kesal.
"Hahahhahha. Aaron.. Aaron ada - ada saja pikiranmu itu. Sini mommy jelaskan. Di dunia ini, baik manusia ataupun hewan di ciptakan sepasang, pria dan wanita. Dan mereka ketika dewasa akan menikah untuk membentuk keluarga, seperti kita sekarang ini. Nah, hanya wanita yang bisa mengandung seperti mommy, tentu saja dengan kerjasama dari suami nya. Jadi hanya wanita yang bisa membawa bayi. Laki-laki bertugas menjaga bayi dan ibu nya."
Aaron dengan seksama mendengarkan penjelasan ibunya.
"Ooooo... begitu rupanya." Aaron mengangguk-anggukan kepalanya seakan mengerti.
"Nanti, kalau Aaron besar... Aaron mau
Punya istri lima. " Ujar nya polos sambil mengacungkan ke lima jari di tangan kanannya.
"Heh! Kenapa banyak sekali? " Tanya Diana heran.
"Sedikit mommy. Fans club Aaron saja lebih banyak. " Ujar nya dengan sombong.
"Tapi pasngan itu hanya untuk satu wanita dan satu pria. "
__ADS_1
"Duh, mommy... Kasihan nanti pasangan Aaron kalau perutnya di isi anak banyak sendirian."
"Aaron bukan begitu seharusnya. "
"Ah mommy... Jangan buat Aaron serba salah ah. Kan kata mommy berbagi itu indah. Jadi dengan banyak istri, kan berbagi gendong anak nya, gak perlu kaya mommy, satu orang gendong tiga anak. " Bantah Aaron dengan percaya diri.
"Nanti kalau istrinya rebutan Aaron gimana?" tanya Diana memancing reaksi anaknya.
Aaron tampak berpikir keras. Dia teringat dengan banyak nya gadis-gadis di kelas yang sering berebut perhatiannya.
"Kalau begitu setiap harinya Aaron akan tinggal dengan istri yang berbeda. Senin dengan istri A, selasa dengan istri B, rabu dengan istri C, kamis dengan istri D dan jumat dengan istri D." ujar nya dengan bangga..
"Lalu bagaimana dengan sabtu dan minggu?"
"Sabtu Aaron akan tidur dengan mommy. Minggu Aaron akan tidir sendirian. Wow! betapa hebatmya diriku." ujar Aaron bersemangat, kagum dengan hasil pemikiriannya.
"Aduhhh Aaron... pusing dah mommy jelaskan."
"Santai saja mommy, gak perlu pusing."
"Mommy.." panggil Aaron lagi pada ibu nya yang memejamkan mata.
"Kalau adik sudah keluar dari perut mommy, apakah Aaron masih boleh tidur dengan mommy?" tanya nya dengan polos.
"Tentu saja Aaron. Kapan pun Aaron mau bisa tidur dengan mommy." ujar Diana sambil membelai punggung Aaron.
"Mommy... "
"Ya.."
"Kalau begitu malam ini Aaron bubuk sama mommy ya."
"Iya sayang, "
Siang itu ibu dan anak berpelukan dan hampir terlelap, ketika Andrew yang memutuskan untuk pulang kantor lebih awal, masuk ke dalam kamar dan mendapati pemandangan yang indah itu.
__ADS_1
"Ah... kalian menanti daddy ya." ujar Andrew setelah melepaskan jas dan membasuh tangan serta kakinya.
"Daddy... sstt jangan berisik, mommy dan adik bayi sudah tidur." bisik Aaron perlahan.
"Ah iya.. maafkan daddy." Andrew berbaring di sisi Aaron.
"Daddy, katakan pada Aaron. Kenapa daddy tidak punya banyak istri, supaya mommy tidak keberatan bawa bayak adik bayi di perutnya?" tanya Aaron dengan polos.
Diana yang belum tertidur pulas, ingin sekali membungkam mulut Aaron yang bertanya seperti itu. Tapi Diana lebih memilih untuk pura-pura terlelap. Dia ingin mendengarkan penjelasan Andrew.
Andrew tertawa lirih mendengarkan perkataan Aaron.
"Karena hanya mommy yang daddy cintai. Lagi pula, mommy wanita yang hebat kan, dia bisa mendidik dan menyayangi kalian semua. Nanti, Aaron kalau besar, cari pasangan yang karakternya kaya mommy. Sabar, tangguh dan pengertian." nasihat Andrew pada anaknya.
Aaron mengangguk, tapi dia sepenuhnya belum mengerti.
"Tapi kalau banyak istri, kan enak juga dad, mereka bisa saling berbagi dan membantu. Gotong royong gitu dad."
Andrew tertawa sambil mengusap rambut anaknya dengan gemas.
"Gak enak. Satu saja cukup. Bayangkan kalau mereka marahnya barengan, atau mungkin semua ngomong barengan, bzzzzz kaya suara lebah. Pusinggg. Satu mommy saja kalau lagi ngambek, daddy sudah pusing, apalagi kalau ada lima istri, bisa cepat tua daddy." ujar Andree dengan tertawa geli.
Dia melirik ke arah Diana yang menahan tawa.
Aaron teringat ketika semua anak gadis mengejarnya di sekolah. Dan kali ini dia setuju dengan ayahnya. Banyak istri itu mengerikan.
"Kecualiii jika mereka semua sabar dan selalu tertawa bersama." celetuk Andrew dengan maksud menggoda Diana.
Pletak!
Sebuah jitakan mendarat di kening Andrew yang baru saja sembuh dari benjolan. Dan Andrew hanya meringis, melihat istrinya yang sudah melotot.
"Ampunn.." ujar Andrew berbisik lirih.
...πππππππ...
__ADS_1
Profil Aaron Tk. Cakep ga? Pantas gak punya Fans club? Ada yang mau daftar jadi member Aaron Fans Club?