Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
43.Jangan kasar sayang


__ADS_3

Sesampainya di lantai tujuh belas kami saling mengangguk dan masuk ke ruangan masing - masing.


Aku mulai merapikan belanjanku. Beberapa pakaian aku cuci sendiri dengan tanganku, sayang sekali pakaian semahal dan sehalus ini jika masuk ke mesin cuci.


Ketika semua selesai. Hari sudah menjelang sore. Segera aku potong dan cuci beberapa buah yang sudah ada di kulkas dan merapikannya dalam kotak. Siap untuk dimakan sewaktu - waktu. Hmm.. sayang sekali tidak ada banyak cemilan ditempat ini.


Aku melihat di freezer hanya tinggal dada ayam saja. Kulkas bagian bawah hanya tinggal telor, ice berg lettuce , minuman dingin dan susu.


Tampaknya aku harus berbelanja besuk.


Aku mencari - cari di dalam lemari dan akhirnya aku menemukan spaghety.


Baiklah setidaknya malam ini , kami bisa menikmati spaghety dan besuk pagi sarapan roti .


Aku keluarkan dada ayam dari freezer untuk mencairkannya, agar lebih mudah aku potong. Jam sudah menunjukan pukul lima. Masih ada waktu bagiku untuk menunggu Andrew. Seingatku dia akan tiba sekitar pukul tujuh atau delapan malam.


Aku beranjak memasuki kamar mandi, membasuh diriku dan mulai berendam serta menggosok tubuhku dengan garam mandi. Aroma sabun Strawberry milik the body shop ini begitu menyegarkan.


Aku terlena menikmatinya. Tak terasa hampir satu jam aku berada di kamar mandi.


Segera aku keluar dari kamar mandi dan masih berlilitkan handuk aku bergegas menuju dapur.


Memotong dada ayam, memberi bumbu dan membiarkannya sejenak.


Kemudian memotong bawang bombay sementara spaghety sudah aku godok dan meniriskannya ketika kematangan sudah cukup. aldente.


Aku masukan bawang bombay dan dada ayam dalam penggorengan , setelah itu matang aku masukan spaghety , mengaduknya sesaat dan memberi seassoning. Kemudian aku matikan kompor. Makanan ku setengah jadi. Tinggal menunggu Andrew tiba sebelum aku menuangkan cream.


Hampir bosan rasanya menunggu Andrew sendiri. Jam sudah menunjukan pukul delapan dan dia belum juga muncul. Aku tiduran di sofa dan menonton televisi sambil menunggu Andrew datang.


Jam sembilan kurang seperempat, dia datang . Aku tersenyum menyambut kedatangannya. Andrew tampak bergegas menghampiriku, bahkan dia belum melepas sepatu dan menggeletakan tas kerjanya begitu saja di lantai. Tapi wajahnya tampak begitu tegang tanpa senyuman.


Dia memelukku dengan erat mencium bibirku dengan kasar dan mengusap punggungku dengan kasar. Nafasnya memburu matanya merah.


Dengan susah payah aku melepaskan diri dari ciuman kasar Andrew. Ada sesuatu yang salah, dia berbeda dengan biasanya yang penuh kelembutan.


" Andrew, lepaskan aku. " Aku memohon dengan lirih.


Tapi pelukannya semakin erat , dia menggigit dan mencium leher juga pundakku dengan kasar. Tangannya satu mer*m*s dada dan satunya mer*m*s pa*tat ku dengan kasar.


" Andrew... pelan sedikit, ini sakit. " aku merasa sakit dengan perlakuannya.


Dia seperti kesetanan, tidak menghiraukan perkataanku dan mulai mengangkat tubuhku di bahunya kemudian membantingku di kasur.


Aku begitu terkejut dengan perlakuannya. Dia melapas pakaiannya dengan terburu - buru. Ketika dia melepas celana panjang, aku bergegas beranjak dari tempat tidur ingin menghindari nya. Dia membuatku takut !


Tapi dia lebih cepat. Ditariknya kaki ku mendekat kearahnya dan dia robek dasterku. Aku tidak lagi memikirkan betapa sayangnya pakaian mahal yang baru aku beli ini dirobek begitu saja.

__ADS_1


Aku berontak di bawah tindihan tubuhnya yang besar. " Andrew ! tidak !sakit ! lepaskannnn Sakittt !!! kenapa kau seperti ini."


Andrewku yang biasanya begitu lembut tiba - tiba begitu kasar. Sakit seluruh tubuhku digigit, dih*sap dan dir*mas dengan kasar.


Aku menjerit tertahan ketika dia mendorong mahkotanya dengan kasar.


" Sakit Andrew ! Sakit! Sakit !" Aku tidak dapat menahan lagi air mataku.


Meskipun sakitnya hanya sesaat, tapi aku benar - benar tidak dapat menikmati percintaan seperti ini.


Tubuhnya memacu dengan cepat, nafasnya memburu dengan cepat ,terengah - engah.


Dia bermain dengan kasar, memacu dengan cepat . Air mataku bercucuran . Air mata ini mengalir bersamàn dengan tetesan keringat dari tubuhku yang terguncang hebat.


Setelah lebih dari empat puluh lima menit, Andrew mengerang keras diatas ku dan memeluk tubuhku dengan erat dan jatuh terkulai di atasku. Aku terdiam sesaat membiarkan dirinya mengatur nafas dan kemudian aku mendorong tubuhnya kesamping, sementara aku hendak turun menuju kamar mandi .


Tapi tangan Andrew menariku jatuh ke dalam pelukannya dan diam mencium rambutku dengan lembut.


" Maafkan aku Diana. " Suaranya berubah lembut.


Aku diam. Meskipun badanku masih sakit dan dibawah sana mahkotaku masih perih, tapi hatiku tersentuh mendengar suaranya yang lembut.


" Aku tidak bermaksud menyakitimu. " ujarnya kembali dengan lirih dan mengusap punggung ku dengam lembut sekali.


" lalu kenapa ?" tanyaku lirih.


Andrew terdiam sesaat. Kemudian menghela nafas panjang.


" Karena aku cemburu. " Perkataannya membuatku terkejut. Cemburu bagaimana coba? Sepanjang hari ini aku bahkan tidak berkomunikasi dengan pria, kecuali Papito tentunya, oke masih ada pelayan toko dan Maya. Tapi Maya kan bukan seratus persen pria.


" Cemburu ?" tanyaku tak mengerti.


Andrew hanya diam dan memelukku dengan erat.


" Kau jangan pernah meninggalkan aku bahkan berselingkuh dibelakangku. " Perkataan Andrew benar - benar membuatku bingung.


" Jelaskan padaku. " Aku menuntut penjelasannya.


" Aku menerima foto ketika kau bersama pria lain ." kata Andrew kemudian.


" foto ? Maksudmu ?" aku benar - benar tidak mengerti. Foto apa ? Pria apa ?


Andrew turun dan mengambil ponsel dari saku celananya kemudian memberikan padaku.


Disana fotoku berbicara dengan seorang pria dan pria itu memgang rangkaian bunga mawar merah dan foto berikutnya ketika aku tersenyum dan memegang rangkaian bunga mawar merah.


" Aku bisa menjelaskan ini Andrew. " Kemudian aku menatap Andrew dan menjelaskan, " ini adalah tamu dikapal yang sedang membeli rangakaian bunga untuk kekasihnya. Waktu itu karena Meredith selalu mencelakaiku, Anthony memindahkan aku ke bagian florist. "

__ADS_1


Andrew tampak menyesal.


" Awalnya aku berpikir yang sama. Aku percaya kepadamu. Tapi entah mengapa semakin lama aku semakin cemburu. Saat aku melihatmu begitu menggairahkan, aku tidak dapat menahan diri lagi. Aku tidak dapat mengendalikan diriku . Aku tidak dapat menerima kalau kau bersama dengan orang lain. " Suara Andrew penuh penyesalan. Dia mendekapku di dadanya.


" Maafkan aku sayang. Maafkan aku sudah menyakitimu. " Andrew bergerak aktif mengecup wajahku .


" iya sayang." Kami berciuman untuk sesaat dengan lembut.


" Andrew sudah aku lapar sekali. " aku melepaskan dari dari ciuman Andrew.


" Aku juga lapar. "


Kami tertawa bersama - sama . Aku beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri. Kemudian keluar dan mengenakan pakaian tidur lainnya.


Kuambil pakaianku yanng sobek dan mengamatinya.


" Sayang sekali padahal baru beli. Mahal lagi."


Aku membuang pakaian tersebut di tempat sampah kemudian mulai melanjutkan memasak sementara Andrew sudah duduk manis di meja makan.


Ketika makanan selesai aku hidangkan, kami menikmatinya.


" Not bad. " kata Andrew ketika menikmati spaghety karyaku.


" Tentu saja. Meskipun jauh dari koki khas bintang lima. " jawabku sambil tersenyum.


" Aku menyukainya. " kata Andrew dan makan dengan lahap dan menghabiskan semua yang tersisa di penggorengan.


" ini kartu kreditmu. " Aku menyodorkan kartu kredit milik Andrew.


" Bawalah untuk membeli yang kau butuhkan. "


" Limitnya terlalu besar. Aku takut gelap mata. "


" hahhahahah... baiklah. Besuk aku akan suruh Briant membuatkan kartu kredit khusus wanita. "


Andrew saat ini mulai tenang. Aku tidak ingin mengusik ketenangan itu dengan bertanya siapa pengirim foto tersebut. Bagi ku itu tidak penting lagi selama dia mempercayaiku .


***************


Hi readers....


Bantu Vote yaaaa... Like , coment dan share.


Aku butuh dukungan, kritik dan sarannya.


Terimakasihhhh banyakkkkk....

__ADS_1


__ADS_2