
Memasuki pintu kamar Andrew tidak juga menurunkan Diana. Gadis itu memandangi sekeliling ruangan kamar dengan decak kagum. Kamar yang begitu luar biasa mewah dan luas. Kamar yang didominasi oleh warna keemasan dengan desain modern minimalis. Sebuah kasur bulat yang besar berada di tengah ruangan.Unik tapi elegant.Ada karpet tebal melingkar dibawah. Kamar yang luas meskipun masih banyak bagian yang kosong Foto diri Diana tergantung di dinding kamar.
"Masih kurang foto mesra kita menghiasi kamar ini." Bisik Andrew ditelinga Diana.
Andrew kemudian membawa Diana yang masih dalam gendongannya menuju ruangan lain masih di dalam kamar.
Sebuah ruangan yang besar dengan nuansa yang lebih cerah meskipun tidak meninggalkan unsur keemasan.
"Apa ini Andrew?" Tanya Diana tidak mengerti.
"Closet. Saat ini kita masih berbagi." Kata Andrew sambil menurunkan Diana dan membiarkan gadis itu berkeliling ruangan.
"ini ruang untuk menyimpan pakaian? Apakah tidak terlalu besar?" Tanya Diana dengan polos. Ternyata kursus belum dapat mengubah kepribadian dasarnya.
"Tunggu sampai beberapa saat, kau akan memohon untuk memiliki closet pribadi." Sahut Andrew.
"Ah, tidak mungkin. Ruangan ini saja cukup duntuk membuka sebuah boutiqe." Sahut Diana dengan penuh percaya diri.
Ditengah ruangan adalah lemari etalase yang mewah tempat dimana mereka akan meletakan accessoris seperti jam tangan, pin dan penjepit dasi, dasi, maupun perhiasan wanita. Kakinya kemudian melangkah menuju sisi kiri ruangan ada beberapa gaun tidur yang mini dan pendek dengan warna - warna pastel.
"Pakaian ini untukku?" tanya Diana sambil semu merah menghiasi wajahnya.
"Tentu saja aku tidak akan memakai pakaian itu." Canda Andrew. Diana tertawa lirih sambil memukul dada Andrew ringan.
"Pergilah berbelanja dan penuhi closet ini dengan semua yang kau suka." Kata Andrew sambil memeluk Diana dari belakang dan menyandarkan kepalanya pada kepala gadis itu.
"Tidak perlu, aku bisa membawa pakaian di condominoum kemari." Tolak Diana halus.
"Biarkan pakaian itu disana. Kau isilah tempat ini dengan yang baru. Aku akan berbelanja denganmu besuk."
"Baiklah." Diana enggan berdebat karena pada akhirnya dia juga yang akan mengalah.
"Condominium akan menjadi tempat kita bila hendak berduaan saja." bisik Andrew lembut ditelinga Diana. Kecupan lembut di telinga turun ke leher dengan lembut sementara tangan mulai beraksi liar dan mulai melepas blouse yang dikenakan Diana. Andrew berlutut didepan wanita pujaannya sambil mencium perut dan membelai dada gadis itu. Desahan lembut keluar dari bibir Diana sambil membelai rambut dan pundak pria yang ia cintai.
Andrew melepaskan pakaiannya dan mengangkat tubuh Diana yang setengah telanjang menuju tempat tidur mewah. Hari ini hari pertama mereka memasuki mansion dan menikmati kelembutan kasur yang seharga mobil.
Pakaian mereka sudah tersebar keseluruh penjuru ruangan dan desahan membara keluar dari kedua bibir insan yang sedang bercinta.
__ADS_1
Sementara itu dilantai bawah, Conrad sangat asyik menikmati mainan baru yang berada di ruangan bermain.
"Nannyyyy... Conrad suka dengan Mansion ini." ujar bocah kecil itu dengan riang.
"Iya. Nanny juga suka." ujar wanita pengasuh yang memiliki nama asli Maria.
"Nanny kemana saja, waktu Conrad di condominium, kenapa Nanny tidak ikut?" Tanya Conrad.
"Iya Nanny masih harus menyelesaikan benerapa hal."
"Ooo.. Nanny ya yang siapkan semua ini buat Conrad?"
"Iya atas perintah daddy." Jawab Maria.
"Terimakasih Nanny, Conrad suka sekali." ujar bocah kecil itu dengan riang. Nanny mengamati perubahan pada Conrad. Dulu dia adalah anak yang tidak banyak bicara dan sedikit tertutup. Kenakalan yang dimilikinya hanyalah karena merasa kesepian dan iri melihat teman - temannya bermanja - manja dengan orang tua mereka.
"Conrad apakah kau merasa bahagia bersama dengan nyonya Diana?" tanya Maria hati - hati.
"Tentu saja nanny, unty Diana sayang sekali sama Conrad. Conrad senang tinggal dengan unty. Conrad mau memanggil unty dengan sebutan mommy, tapi belum boleh sama daddy."
"Nanny juga sayang sama Conrad." rajuk wanita pengasuh itu pura - pura cemberut.
"Ha.ha.ha. Tentu saja tidak bisa." Maria tertawa geli. Sebagai seorang nanny dia adalah salah satu orang yang mengasihi dan prihatin dengan Conrad. Usianya yang sudah berkepala lima tapi belum menikah membuatnya merasa bahwa Conrad lah satu - satunya cucu yang dia miliki.
"Nanny akan tinggal disini kan dengan Conrad? Nanny tidak akan kembali kerumah mommy Rachel kan?" Tanya Conrad dengan nada kuatir.
"Nanny akan tinggal bersama Conrad disini." Jawaban Nanny membuat Conrad merasa lega.
"Nanny, Conrad beritahu sebuah rahasia ya. Sini." Jari - jari mungilnya memberi isyarat kepada nanny untuk mendekat. Kemudian dia berbisik kepada nanny, " Nanny tidak boleh beritahu unty tentang mommy ya. Kata daddy nanti unty bisa pergi." Wajah Conrad tampak serius dan menuntut nanny untuk menyimpan rahasia itu.
"Tentu saja." Jawab Nanny Maria.
"Janji ya." Conrad mengacungkan kelingkingnya dan bertautan dengan kelingking nanny.
Sebelum mereka datang, Briant sudah memberikan pesan kepada karyawan lama yang sudah mengenal Andrew agar merahasiakan tentang Rachel hingga permasalahan Andrew dan Rachel selesai.
Perceraian ini bukan lah hal yang semudah cerita fiksi. Meskipun Andrew sudah merekut sepuluh pengacara ternama.
__ADS_1
Kedua belah pihak sama - sama memiliki kartu As. Hanya apabila Andrew memiliki kartu Joker maka dia bisa mengalahkan Rachel. Masa penantian yang lama bagi Andrew untuk dapat mengikat Diana dalam tali pernikahan.
Andrew sengaja memindahkan mereka ke Mansion ini karena kata - kata Rachel yang akan menyakiti Diana dan Conrad. Kekuatirannya membuat dia memutuskan untuk secepat mungkin membawa mereka pindah. Meskipun artinya bila Conrad akan pindah sekolah lagi dan jarak Andrew ke kantor akan semakin jauh.
"Conrad, mau istirahat atau mau bermain di luar?" Tanya Nanny.
"Swimming nanny... ayooo renanggg..."Conrad menarik tangan Nanny ke arah kolah renang luas disamping rumah. Segala perlengkapan berenang sudah ada di ruangan ganti dekat kolam. Conrad tampak gembira bermain didalam kolam dengan menggunakan ban kecilnya.
"Kau melupakan unty sayang?" Diana memanggil Conrad dari atas. Suara riang Conrad menggelitik telinganya yang sedang dalam pelukan Andrew. Dengan hanya menggunakan bathrobe Diana menyapa Conrad dari jendela kamar.
"Unty ayo turun, main dengan Conrad. Ayo unty cepattt." Teriak Conrad dari bawah.
"Unty masih sibuk." Sahut Andrew yang tiba - tiba muncul dengan bertelanjang dada sambil memeluk Diana.
"Daddyyyy... ayoooo turun, jangan bobok terus masih sore." celoteh polos Conrad.
"tuh dengar masih sore." Kata Doama kepada Andrew sambil mencubit pinggang Andrew.
"Ow kau berani ya menyakiti aku." Andrew menarik Diana merapat kedalam pelukannya.
"Sudah. Sudah. Ayo turun, aku juga mau menikmati kolam renang di bawah." Ajak Diana sambil melepaskan diri dan melemparkan bathrobe kepada Andrew.
Mereka turun sambil bergandengan tangan dengan mesra menuju kolam renang, para pelayan yang melewati mengangguk hormat.
Begitu mereka tiba dan berganti pakaian, kemudian bergabung dengan Conrad. Nanny segera memerintahkan pelayan untuk menyediakan orange juice, sparkling water, buah dan beberapa biscuits.
Waniya pelayan yang mengantarkan makamam ringan tersebut hanya dapat menelan ludah melihat tubuh atheletis Andrew dan mandang iri akan kebahagiaan mereka.
Nanny yang tanggap akan hal itu segera memerintahkan gadis pelayan untuk masuk kedalam dan kembali bekerja.
Seumur hidup dirinya sudah berjanji akan mengabdi dan melindungi Andrew dan orang - orang yang dia cintai. Karena kebaikan Andrew lah dia bisa bekerja dan hidup nyaman seperti saat ini.
***********
__ADS_1
Asli mupeng banget nih melihat indahnya rumah baru mereka.
Ada yang mau temeni saya bertamu kerumah baru mereka gak ya ? xixixixiix