Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
64. Menegangkan


__ADS_3

"Hei kau! Wanita simpanan mau kemana kau!" Rachel mencengkeram dan membalikan tubuh Diana dengan kasar. Diana tampak sedikit terhuyung kebelakang dan wajahnya kelihatan kebingungan sekaligus jengkel dengan tindakan kasar yang diperbuat wanita dihadapannya. Rasa sakit di lengan akibat cengkeraman Rachel tidak dihiraukannya, ia balik memandang Rachel dengan tajam dan penuh amarah. Suasana hati yang seharian tidak baik karena sikap Andrew yang mengekang dirinya baru saja reda akibat tingkah lucu dari pengawal bule itu sekarang kembali menjadi tidak nyaman karena kehadiran wanita yang tiba-tiba saja berbuat kasar dan menghinanya didepan umum.


Pengawal yang mendampingi dia segera memegang tubuhnya yang akan jatuh, sementara Papito yang terkejut dengan kehadiran Rachel dengan cepat mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Nyonya apakah anda baik-baik saja?" tanya pengawal tersebut kepada Diana. Diana hanya mengangkay tangannya sebagai jawaban kalau dia baik-baik saja.


"Hei! Kau wanita simpanan! Jangan berlagak suci!" Suara Rachel yang begitu mencemooh terdengar menusuk di telinga Diana.


"Apa maksud anda mengatakan hal itu? Saya rasa kita tidak saling mengenal." Diana masih berusaha mengendalikan emosinya akibat perkataan wanita itu yang begitu menghina dirinya.


 


*wanita simpanan*?


 


"Kau mungkin tidak mengenalku karena Andrew selalu menyembunyikan tentang diriku, tapi aku mengenal dirimu. Kau tahu aku adalah..." belum sempat Rachel menyelesaikan kalimatnya pengawal tersebut sudah membentak dan berdiri didepan Diana, menghalangi pandangan Rachel.


"Nyonya anda sebaiknya keluar sebelum saya bersikap kasar!" Suara bariton pengawal itu terdengar berat dan tegas.


"Hei sebegitu berharganyakah dirimu hingga Andrew memberimu pengawal? Apakah kau adalah wanita lemah yang tidak bisa menghadapiku sendiri?!" Rachel kembali mencemooh Diana. Diana beralih dari punggung pengawalnya dan memandang tajam Rachel.


"Kau tahu, kau adalah wanita simpanan! Wanita materialistis yang telah menghancurkan kebahagiaanku, yang telah merengut milikku!"Suara Rachel berapi-api penuh amarah. Wajahnya yang putih tampak menjadi merah padam dan matanya berkobar dengan kemarahan sementara mulutnya mengeluarkan banyak jarum beracun yang siap dia luncurkan menghujani musuh dihadapannya.


Ting! pintu lift terbuka, pengawal itu segera menahan dan memaksa Diana untuk masuk.


"Nyonya Diana masuklah sekarang." Diana tidak bergeming. Dia masih menatap Rachel dengan penuh tanda tanya dan kejengkelan . Pengawal tersebut segera menarik tangan Diana dan membawanya masuk ke dalam pintu lift sementara dia berdiri didepan lift menghalangi pandangannya.


"Hei jangan pergi kau, kau harus tahu siapa sebenarnya Andrew dan apa yang telah kau perbuat pada keluargaku!" teriak Rachel yang tidak dapat masuk lift karena pengawal itu menghalanginya.

__ADS_1


"Aku tunggu di ruangan 1701" teriak Diana dari dalam lift.


"Nyonya anda tidak boleh menemuinya lagi!" suara pengawal itu terdengar tegas.


"Tuan Andrew pasti tidak akan mengizinkan anda bertemu dengan dia." sambung pengawal tersebut dengan tegas.


"Tidak! Aku harus menghadapinya. Ini bukan pertama kali aku harus menghadapi wanita yang mengejar Andrew. Aku harus membuat mereka tau kalau Andrew sudah tidak membutuhkan mereka." sahut Diana dengan percaya diri. Dirinya mengira bahwa wanita yang kasar dihadapannya tadi adalah salah satu dari wanita-wanita yang merasa marah karena tidak dapat bersama Andrew lagi. Dia teringat dengan tindakan Meredith dan dia berjanji tidak akan membiarkan dirinya menjadi bodoh lagi seperti saat itu. Selain itu ada perkataan Rachel telah mempengaruhinya untuk ingin tahu lebih lanjut, rahasia tentang Andrew.


Lift sudah mencapai lantai tujuh belas, Diana memasuki ruangan condominiumnya dan menanti Rachel di sofa, "Jangan tutup pintunya! Aku harus menyelesaikan masalah ini." Ujarnya kepada Pengawal tersebut yang menarik nafas berat. Sebelum ia sempat membuka suara, Diana menghujaninya kembali dengan pertanyaan.


"Kau tahu siapa wanita itu? Kau pernah bertemu dengan dia sebelumnya kan? Katakan padaku siapa dia!"


Pengawal tersebut diam sesaat dengan serangkaian perkataan yang dilontarkan oleh nyonya mudanya.


"Anda tidak usah menemuinya nyonya. Tuan Andrew tidak akan suka anda berhadapan dengan nyonya Rachel." ujar pengawal itu berusaha mengubah pendirian Diana yang ingin berhadapan dengan Rachel.


"Rachel?" desah Diana lirih terkejut dengan nama yang dikatakan pengawal itu. Nama itu sudah sering dia lihat berusaha menghubungi Andrew. Andrew selalu tampak marah juga menutupi sesuatu ketika wanita tersebut menghubunginya lewat smartphone.


Pengawal itu tersentak dia menyadari telah melakukan kesalahan dengan mengatakan nama Rachel. Dia segera keluar dari ruangan, berdiri di dekat pintu bagian luar sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Briant.


"Tuan ada masalah gawat! Nyonya Rachel ada disini." lapor pengawal bule tersebut kepada Briant.


"Saya tidak yakin bisa menghalangi, nyonya Diana bersikeras untuk menemuinya." ujar pengawal itu dengan hati-hati. Sementara diseberang terdengar makian dari Briant.


"Iya tuan saya mengerti. Saya akan mencoba menghalangi dan menjaga nyonya."


Sementara di lobby Condominium, semua orang yang berada disana menyaksikan tontonan menarik dengan berbagai macam expresi di wajahnya. Mereka saling berbisik-bisik dan menduga-duga. Eva yang berada disana ikut tersenyum senang dengan reaksi yang diberikan Rachel. Dalam hati dia bersorak melihat seseorang yang menghina Diana, saingan cintanya.


Ini adalah gosip yang menarik untuk mempermalukan gadis itu. Tapi apa hubungan wanita ini dengan Andrew.

__ADS_1


"Hei, siapa kau sebenarnya nyonya. Apa hubunganmu dengan andrew?" tanya Eva dengan wajh liciknya tepat ketika pintu lift tertutup.


Rachel memandangnya dengan sinis dan tak menghiraukan ucapan Eva yang seperti lalat mendengung ditelinganya. Pandangan matanya beralih menghujani gadis reseptionist


"Hei kau dengar kan apa yang dia katakan! Antarkan aku ke ruangan 1701 atau aku akan membuat keributan disini!" Ancam Rachel kepada gadis reseptionist.


"Nyonya sebaiknya anda pulang. Masalah anda dengan tuan andrew bukan dengan nona Diana." Papito berusaha mengahalangi niatan Rachel.


"Kau pria tua menyingkirlah dari hadapanku." Ujar Rachel. Dan saat itu supir pribadi Rachel yang bertubuh tinggi besar seperti layaknya pengawal Diana masuk dan melihat nyonya nya tampak tersudut.


"Nyonya anda tidak apa-apa?" tanya nya segera.


"Jauhkan pria tua ini dari hadapanku." ujar Rachel sambil memandang sinis kepada Papito.


Ting! pintu lift terbuka, Rachel segera masuk dan membiarkan gadis reseptionist tersebut menempelkan kartu akses dan memencet lantai tujuh belas.


"Nona masalah anda dengan tuan Andrew bukan dengan nona Diana." Teriak Papito ketika Rachel masuk kedalam pintu lift. Dia tidak dapat mengejar Rachel karena tubuh pria besar yang menghalanginya.


Sementara suasana di lobby tiba-tiba saja berubah seperti pasar, setiap orang bergosip. Entah penghuni condominium, tamu yang berkunjung bahkan para karyawan. Beberapa orang tampak mengorek informasi kepada staf yang tidak berani memberikan informasi apapun karena peraturan yang melarang mereka untuk bergosip dengan tamu maupun pemilik Condominium. Selain itu para staf menghormati Diana yang selalu murah hati dan selalu memberi mereka entah makanan ataupun sekedar tip yang besar.


#############


Akhirnya Diana harus berhadapan dengan rachel ya. Aduhhh penasaran bagaimana pertikaian mereka. Apa yang akan terjadi nantinya.


Jangan lupa like, comment dan bila berkenan vote ya guysss. Biar makin semangat berkarya.


Terimakasih.


Oh ya yang penasaran penampilan Rachel kira-kira seperti ini ya. Cantik dan penuh percaya diri.

__ADS_1


Images dirubah yaaaa... penggemar Nancy, maaf.



__ADS_2