Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Andrew dan Rachel


__ADS_3

"Diana!!! Diana!!! RACHELLL!!!!!!!!!!." suara Andrew lantang memenuhi seisi rumah. Terlihat amarah yang menggelegar dari suara bahkan raut wajahnya sudah menghitam dengan urat-urat yang tampak menonjol keluar.


Saat ini tepat Tiga puluh tiga jam Diana hilang dari pengawasannya.


Tanpa proses yang rumit rimbingan Andrew dan pengawalnya memasuki kediaman Rachel seakan kedatangannya sudah di nantikan.


Andrew bergerak bebas memasuki mansion dan mencari di lantai bawah. Dia mendapati pelayan wanita tua menyambutnya dengan takut-takut dipojokan sambil menunjuk suatu arah yang segera diikuti oleh Andrew.


Andrew bersama dengan empat orang anak buahnya melihat suatu ruangan dengan dua orang penjaga disana.


Posisi mereka yang terkejut dengan kedatangan Andrew segera mengacungkan pistol yang segera dibalas dengan hal yang serupa oleh pengawal Andrew.


Melihat jumlah lawan lebih banyak, pengawal Rachel mulai bergeser sambil tetap mengacungkan senjata.


Salah satu pengawal Andrew membuka pintu itu dan memeriksa kamar kecil di dalam yang ternyata sudah kosong.


Mereka menggeledah ke seluruh isi kamar dan orang yang mereka cari tidak ada.


Andrew semakin kesal dan membiarkan pengawalnya memukul kedua pengawal Rachel membuat mereka dibekuk dengan mudah. Pengawal Rachel yang tidak mengetahui serangan dadakan terkejut sehingga pistol mereka terlempar menjauh.


Tanpa perlu waktu lama, kedua pengawal itu sudah dibuat babak belur dan berlutut.


"Katakan dimana nyonya Diana!" tanya seorang pengawal Andrew.


Pengawal itu menggelengkan kepalanya.


Buk!


Sebuah pukulan mendarat di tubuh kekar mereka.


"Kami tidak tahu. Nyonya Rachel membawanya pindah ke ruangan lainnya. Dan dia memerintahkan kami tetap ditempat ini " sahut salah satu pengawal.


Andrew bergegas masuk ke ruangan lainnya. Disana dia melihat kekasih hatinya sedang duduk dengan wajah yang berlinangan air mata dan Rachel berdiri di belakang Diana sambil meremas pundak wanita itu. Sedangkan Bill, ayah Rachel duduk di salah satu sudut meja sedang santai sambil menghisap cerutu.


Di sudut ruangan juga tampak beberapa pengawal Rachel.


"Akhirnya kita bertemu lagi suamiku tercinta. Aku merindukanmu." ucap Rachel dengan seringai liciknya tanpa melepaskan remasan tangan di pundak Diana.


Andrew dan Diana saling bertatapan. Dia bisa melihat kekeasih hatinya tampak sangat lelah. Penderitaan yang dialaminya, entah Andrew tidak berani membayangkan. Tapi hatinya sakit melihat wanita itu tampak begitu lusuh dah tak berdaya.


Sedangkan Diana merasa lega karena pada akhirnya dia bisa melihat Andrew dihadapannya. Pria yang sangat dia rindu dan harapkan kedatangannya untuk membawa dirinya pergi dari tempat ini.


Tapi, melihat situasi yang begitu mencekam, terbesit rasa takut dan kuatir dihati lembutnya. Dia takut sesuatu yang buruk akan menimpa mereka. Meskipun harapan untuk pergi dari tempat ini juga sama besarnya.


Jari jemarinya terkait satu sama lain, meremas dengan penuh kekhawatiran apalgi dihadapannya para oengawal dari kedua belak pihak salibg menodongkan senjata api.


Andrew melangkah maju hendak mendekati Diana. Tapi suara Rachel menghentikannya.

__ADS_1


"E..Γ©.." dengan telunjuknya dia melarang Andrew untuk maju.


"Kau tidak perlu khawatir sayang, aku merawat Diana dengan baik, aku beri dia tempat tinggal dan makanan. Kita juga sudah saling pengertian." ucap Rachel dengan riang.


Kemudian dia menunduk dan berbicara di telinga Diana, "benar begitu kan sayang. Katakan pada Andrew kalau kau nyaman dan aman bersamaku."


Diana hanya diam. Air mata menetes tanpa isakan tangis.


Hati Andrew semakin perih melihat Diana.


"Biarkan dia pergi Rachel." ujar Andrew sambil berusaha tetap tenang.


"Ah tidak. Kami sudah membuat surat perjanjian. Kalau dia akan tinggal bersamaku. Lihat ini." Rachel melambai-lambaikan dokumen di tangannya.


Aku baca kan ya, sayang...


*Saya*, ***Diana Stevani*** *berjanji akan tinggal bersama* ***Rachel Willingthon*** *sampai tiba waktu melahirkan*.


Dan, berjanji akan menyerahkan bayi dalam kandungan ini kepada pasangan


Andrew Knight dan Rachel Willingthon


Setelah itu saya akan pergi menghilang dari kehidupan mereka tanpa menuntut kompensasi dalam bentuk apapun.


Saya bersumpah


Atas nama


___________________________


Diana stefani


"Lihatttt, kau lihat perjanjian damai kami. Kita akhirnya akan memiliki sebuah keluarga lagi Andrew." Rachel meletakan dokumen itu di meja dan berjalan menghampiri Andrew.


"Sayang... kita akhirnya akan memiliki anak yang kau impi-impikan. Kita akan bahagia." ucap Rachel lembut sambil menyentuh pipi Andrew.


Andrew mencengkeram pergelangan tangan Rachel hingga membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Aku menginginkan sebuah keluarga utuh tapi tidak ada kau dalam gambaran itu!" seru Andrew dengan suara tegas menekankan pada setiap kata.


Tepat di saat Andrew mencengkeram tangan Rachel, Diana yang hendak berlari kearah salah satu pengawal tercekat langkahnya ketika pengawal Rachel sudah ada dibelakangnya dan mengacungkan senjata di kepala bagian belakang.


Diana kembali diam.


Andrew yang melihat itu segera mendorong Rachel ke salah satu pengawalnya untuk membekuk Rachel.


"Andrewww... aku tidak mau berbagi! Aku menginginkan kau utuh! Kau cinta pertamaku. Aku mencintaimu sejak berusia delapan tahun." kata Rachel dengan menghiba seraya berusaha berontak dari tangan pengawal itu.

__ADS_1


"Lepaskan aku buruh!" serunya marah kepada pengawal yang memegangnya erat.


"Hentikan permainanmu Rachel. Aku sudah bilang, langsung saja pada intinya." ucap Bill Willingthon yang masih menghisap cerutunya dengan tenang. "Ingat apa yang aku katakan padamu semalam!"


"Tidak daddy! Aku menginginkan permaianan ini!" desis Rachel penuh amarah.


"Jangan hancurkan permainanku!" serunya lantang.


Andrew yang melihat perseteruan antara ayah dan anak membuatnya makin kesal. "Kalian Ayah dan anak benar-benar tidak tahu malu. Lihat perbuatan kalian yang menjijikan!"


"Menjijikan?!" tanya Bill dengan suara sinis.


"Itu bukti hubungan cinta kami yang melebihi cintamu pada wanita rendahan itu." sahut Bill lagi.


"Hentikan omong kosong kalian. Kita sebaiknya sudahi semua. Akan aku berikan Rachel kembali padamu dan biarkan aku membawa Diana pergi." Andrew berusaha bernegosiasi.


"Tidak! Bawa aku Andrew, tahan aku dalam kastilmu. Asalkan aku bisa melihatmu, aku bahagia." ucap Rachel dengan wajah yang berseri-seri.


"Kau menjijikan Rachel. Lepaskan Diana atau aku akan membuat Video percintaan kalian menjadi trending topic dunia!" Ancam Andrew.


"Kau pikir aku perduli. Bahkan rekaman itu hanya menunjukan bagian belakang tubuh ku." Bill tertawa mengejek.


"Lihat sayang... kau sudah tidak punya apa-apa untuk mengancam kami." ucap Rachel dengan suara lembut.


Tampaknya pengawal Andrew di depan sudah berhasil membekuk semua pengawal Rachel. Sehigga saat ini muncul lagi empat orang pengawal Andrew didalam ruangan itu.


Meskipun begitu hal tersebut tidak membuat Bill takut. Dalam ruangan itu memang ada dua pintu keluar, pintu yang dipenuhi oleh oengawal Andrew dan pintu samping tempatnya berdiri.


Bill sudah memperhitungkan semua. Bila perlu dia akan menghabisi mereka semua juga ayah Andrew sehingga pewaris utama akan jatuh ketangannya.


Pengawal Andrew menodongkan senjatanya merapat hendak menyelamatkan nyonya mereka. Saat itu dapat terlihat dengan jelas kalau Bill sudah berdiri merapat ke pintu dengan seorang pengawal di sampingnya. Pengawal lain yang berada di belakang Diana tampak kebingungan karena terdesak.


"Apa kau mau mati demi tuanmu!" gertak salah satu pengawal Andrew membuat pengawal yang ada dibelakang Diana berpikir keras.


"Jangan berani kau pergi!!!" teriak Rachel lantang.


"bawa wanita hamil itu bersamamu, dasar bodoh! Aku membayarmu mahallll!!!!!!" teriak Rachel histeris.


"Untuk apa uang, jika kau akan cacat seumur hidup," ancam pengawal Andrew sambil mengarahkan tembakan kearah lutut pengawal Rachel. Karena pengawal itu masih bersikeras memegang Diana, tepat saat dia lengah dengan teriakan Rachel, pengawal Andrew menembak lutut dan langsung memukul tengkuknya.


Diana menjerit sambil memejamkan mata dan memegang kandungannya.


Saat itu Andrew lari menangkap tubuh Diana yang lunglai.


Dia lari memeluk kekasih hatinya dengan penuh perasaan yang bercampur aduk. Diana yang memeluk Andrew, menumpahkan air mata dan rasa takut juga lega nya.


DOORRR!!!

__ADS_1


Sebuah tembakan terdengar. Kemeja yang dikenakan Andrew bersimbah darah


πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯


__ADS_2