Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Pilihan paling sulit


__ADS_3

Bill yang melihat bagaimana pengawal Rachel sudah dilumpuhkan dan anaknya sendiri dalam sekapan pengawal Andrew, mulai mundur perlahan kearah pintu belakang.


Dia melihat dengan jelas bagaimana wanita hamil itu berada dalam pelukan Andrew sementara anak sekaligus kekasih tercinta nya meronta dalam dekapan pengawal.


"Aku bilang apa, berhenti bermain-main tapi dia terlalu keras kepala." gerutu Bill penuh amarah dibalik punggung pengawalnya.


"Rencanaku tidak boleh gagal ini adalah kesempatan terakhir." seru Bill dalam hatinya.


Ketika dilihat semua sedang lengah, Bill dengan cepat mengambil pistol ditangan pengawalnya kemudian dia menembakan kearah Andrew dan Diana. Tidak ada masalah siapa yang terkena. Semua menguntungkan bagi Bill.


DOOR!!!!


Setelah menembakan peluru itu, dia melesat lari ke lorong rahasia tempat persembunyian. Sementara tembakan balasan dari pengawal Andrew beruntun tertuju kepada pengawal yang melindungi Bill. Pengawal itu tidak sempat membalas karena pistol miliknya dibawa oleh Bill.


Sementara Diana yang ada dalam pelukan Andrew tampak syok. Tubuhnya menegang. Dia melihat darah membanjiri kemeja Andrew.


"Andrew... Andrew darah..." ucapnya panik.


Ketakutannya saat ini adalah kehilangan Andrew sehingga mengalahkan rasa sakit yang dia terima.


Andrew terkejut dan menoleh kearah darah di kemeja nya dan saat itu juga dia bisa melihat darah di pundak kanan Diana.


"Andrew... sa...sakit..." tubuh Diana ambruk dalam pelukan Andrew.


"Dianaaaaa... Sayangggg... bertahan. Bertahanlahhh..." Andrew yang panik segera mengangkat tubuh Diana yang bersimbah darah keluar dari ruangan itu. Tidak menghiraukan pengawalnya meletuskan tembakan kearah lawan.


Pikirannya saat ini hanya tertuju pada wanita yang mengandung anaknya.


Untung saja Andrew sering melatih fisiknya. Sehingga meskipun berat badan Diana sudah naik sebanyak Delapan kilo, dia masih dengan mudah membopongnya.


Rachel yang diseret pengawal Andrew berteriak-teriak marah, "Bill!!! Aku benci kau!!! Kau menghancurkan mainanku! Kau membunuh anakku!!!"


Matanya masih beredar kesegala arah mencari sosok Bill.


Malam itu semakin kelam. Andrew yang sudah berada ditaman dan diikuti pengawalnya bergegas menuju ke mobil.


Perhatian pengawal terpecah melihat keadaan nyonya mereka yang bersimbah darah.


Pengawal yang sebelumnya berjaga didepan bertanya-tanya apa yang terjadi.


Para pelayan Rachel tampak bersembunyi di balik pilar. Mereka takut dengan keadaan yang terjadi. Tidak ada kepala pelayan di rumah itu. Hingga akhirnya salah satu pelayan berinisiatif untuk memanggil polisi.


Rachel masih saja berteriak mengumandangkan kebencian pada ayahnya dengan histeris. Meskipun begitu matanya beredar mencari keberadaan Bill. Dia tahu Bill masih berada disekitar rumah. Rute pelarian itu akan menembus ke halaman depan.


Ketika Rachel yang masih dalam pegangan pengawal sampai di halaman depan, saat itulah dia melihat seseorang di dalam mobil miliknya. Tanpa ada seorang pun lainnya menyadari akan hal itu.

__ADS_1


Mata mereka bertemu dengan tatapan tajam, orang dalam mobil tampak diam-diam mengacungkan tangannya yang berisi senjata mengarahkan ke target.


Rachel memberontak dengan keras dari tangan pengawal, dia berlari kencang ke arah Andrew. Dan saat itu kembali terdengar suara tembakan yang diiringi teriakan Rachel, "Andrewwww!!!!"


DOORRR!!!


Peluru yang ditujukan untuk Andrew bersarang di dada kiri Rachel.


Rachel bersimbah darah sambil memeluk Andrew dari belakang. Andrew yang hendak masuk kedalam mobil langkahnya tercekat.


Semua terkejut. Pengawal sontak mencari asal suara sementara selang beberapa detik setelah suara tembakan sebuah mobil sudah bergerak cepat keluar dari lokasi. Beberapa pengawal Andrew mengikuti mobil tersebut.


Rachel masih memeluk dirinya dari belakang, namun pelukan itu semakin mengendur.


"An...drew, a...ku men...cin...taimu.." Rachel terbata-bata mengucapkan kalimat itu sambil tersenyum sementara tubuhnya yang hendak jatuh ditangkap oleh pengawal Andrew.


Andrew membalikan badannya dan melihat Rachel yang bersimbah darah, melindungi dirinya. Hatinya tersentuh, tapi dia tetap harus memilih dan memprioritaskan yang terpenting. Andrew masuk kedalam mobil dengan membopong Diana sambil menatap Rachel dari balik jendela. Mobil yang dia kendarai melesat pergi. Sementara pengawal lainnya membawa Rachel dengan mobil yang berbeda.


"Bertahanlah sayang, kita akan sampai di rumah sakit segera. " ucap Andrew sambil berusaha tetap membuat Diana terjaga. Satu tangan Andrew masih menekan luka tembakan di dada Diana. Dia tidak memperdulikan darah yang membasahi baju dan mobil mewahnya.


Saat itu setelah sekian puluh meter, mobil yang dikendarai Andrew sempat merambat karena adanya kecelakaan. Mobil mewah berwarna hitam tampak bertabrakan dengan sebuat truk besar. Mobil hitam tersebut tampak ringsek dan terbalik sementara seseorang didalamnya terkapar tidak berdaya


Di dalam mobil Andrew.


"Ra..chell.." lirih suara Diana terdengar.


"Di...a me...nyela...mat...kan..mu."


"iya..." sahut Andrew lirih. Dia tidak menyangka bahwa Rachel akan bertindak sejauh itu.


"uhuk... " Diana terbatuk. Dia merasakan dadanya semakin sakit dan sesak.


"Ssst... jangan berpikir apa-apa selain bayimu dan aku." ucap Andrew sambil menahan air matanya yang hendak menetes.


"Aa..ron.."


"Ya?"


"A..ku se...tuju nama i...tu." ucap Diana dengan terbata-bata.


"Iya sayang, iya."


"Ber...jan..ji..lah... kau a..kan... me..nye...la..mat..kan anak ki...ta." Diana berusaha menyelesaikan kalimat nya dengan susah payah. Tangan Diana sedikit meremas tangan Andrew.


"Kau dan anak kita akan selamat. Aku masih berhutang pernikahan padamu. Aku akan membahagiakan kalian berdua." ucap Andrew dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Diana tersenyum mendengar janji Andrew, air mata bahagia mengalir dari pipinya. Dan setelah itu dia jatuh pingasan.


"Diana... sayang... Dianaa... " Andrew menjerit dan menepuk wajah Diana sementara Pengawal masih menopang punggung dan berganti menekan luka di bahu nyonyanya.


"Cepattttt, kenapa kalian lama sekali mengendarai mobil?!!! Kau ingin membuay istriku menderita, heh!!!!" Seru Andrew dengan marah.


Mobil yang mereka kendarai sudah masuk dalam rumah sakit mewah di kawasan tersebut.


Pengawal yang menyetir tidak menunggu perintah untuk segera turun dan menuju UGD untuk membawa perawat menangani nyonya mereka.


Beberapa perawat segera keluar dan membawa Diana dalam perawatan, semua bergerak cepat. Andrew mengikuti mereka dengan tubuh bersimbah darah menuju ruang emergency.


"Siapa yang bertanggung jawab terhadap pasie ini?" tanya seorang perawat.


"Saya." jawab Andrew dengan cepat.


"Hubungan anda dengan korban?" pertanyaan selanjutnya dari perawat yang mengisi data pasien.


"Dia isteri saya." sahut Andrew mantap.


"Tuan, silahkan tanda tangan disini untuk persetujuan operasi."


Andrew menandatangani surat ijin tersebut.


Dua orang dokter keluar dari ruang emergency menghampiri Andrew. Mereka adalah Dokter kandungan dan dokter bedah.


"Tuan Andrew. Operasi ini akan sangat beresiko karena istri anda sedang hamil." ucap dokter bedah.


"Kalian harus menyelamatkan dia! HARUS!"


"Maaf tuan, tapi kami ingin menyampaikan hal yang teramat penting resiko dari operasi ini." kata dokter kandungan dengan tenang.


"Apa maksud kalian?" tanya Andrew dengan cemas.


"Jika terjadi suatu hal yang amat sangat sangat sangat beresiko, siapa yang harus kami selamatkan. Ibu atau anaknya?" tanya dokter bedah dengan mengaskan setiap kata-katanya agar Andrew dapat mencerna dengan benar.


"Aku tidak akan memilih! Karena mereka berdua adalah hidupku." Jawab Andrew dengan bergetar.


"Maafkan kami, tapi anda harus memilih. Waktu berdetak tuan. Anda harus mengambil keputusan." ucap dokter kandungan.


Andew meremas rambut dan memukul kepalanya dengan frustasi. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya. Keputusan yang akan mengubah segalanya.


😭😭😭😭😭πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯😭😭😭😭😭


Haduhhhh kasihannya Andrew.

__ADS_1


Pilihan sulit bagai makan buah simalakama.


Pilihan apa yang harus Andrew ambil? Anak atau Istri?


__ADS_2