
Di Rumah Sakit.
Andrew mendampingi Diana yang akan menjalani operasi ceasar. Persiapan sudah dilaksanakan dan mereka tak hentinya berdoa untuk kesuksesan operasi. Diana merasa tegang menjalani operai ceasar kali ini. Serasa pertama kali menjalani semua. Tentu saja dia merasa seperti itu, karena kita melahirkan Aaron dahulu, dia dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Aku disini sayang. Jangan takut." Andrew menggenggam tangan Diana sambil menemani istrinya menuju ke ruang bersalin.
"Andrew aku takut." Ujar Diana sambil menggenggam tangan suaminya.
"Jangan takut. Kau lihat suami tampan dan siagamu ada di sisi mu." Andrew tak henti-hentinya memberi semangat pada Diana.
Diana sudah berada di ruang operasi. Seorang dokter mulai membius Diana melalui punggung. Wanita ini tidak merasakan sakit ketika jarum suntik itu menembus kulitnya, hanya sedikit rasa ngilu yang ia rasakan.
Dokter kandungan sudah bersiap. Mereka berdoa bersama sebelum melakukan operasi. Andrew dengan setia mendampingi istrinya. Melalui tatapan matanya, Andrew memberikan ketenangan dan genggaman hangat tangan besar nya menghantarkan kehangatan.
... Tuhan Allahku, aku ingin hidup lebih lama lagi bersama mereka yang aku cintai. Jika kau sudah mengijinkanku untuk mengandung dan memiliki anak-anak, Maka izin kan aku untuk bertanggung jawab dan merawat mereka. Aku mau membesarkan mereka, aku mau merawat anak-anak yang sudah kau percayakan padaku, bersama suamiku. Ijinkan aku ya Tuhan....
Kata-kata itu terus melantun dalam hati Diana. Dia berusaha mengusir ketegangan, rasa takut dan kekhawatiran melalui lantunan doa didalam hati nya. Diana melepaskan segala ketakutan juga kekhawatirannya melalui doa dan dalam tatapan hangat Andrew, suami yang sangat mencintai dirinya.
Tak berapa lama kemudian, terdengar isak tangisan suara bayi dengan nyaring. Diana mengenggam tangan Andrew dengan erat. Bayi pertama mereka telah berhasil keluar dengan selamat.
"Laki-laki" ujar dokter yang baru saja mengeluarkan bayi pertama.
Suaranya yang nyaring seakan hendak menunjukkan pada dunia jika dia telah lahir dan menjadi pemenang. Dia yang pertama keluar diantara kedua saudara lainnya.
"Archie, dia memang pria sejati." Andrew membisikan ketelinga Diana nama anak pertama mereka yang telah lahir.
"Suaranya begitu nyaring. Sesuai dengan namanya yang berarti seorang pria dengan keinginan yang teguh, selalu optimis dan jujur." Sambung Andrew lagi dengan sangat bangga.
__ADS_1
Pandangan Andrew sekilas menuju pada perawat yang memindahkan bayinya ke ruangan lain, untuk dibersihkan. Andrew teringat saat Aaron dilahirkan. Saat itu, dia bahkan tidak memperhatikan keadaan Aaron karena pikirannya kalut dengan keselamatan Diana.
Andrew kembali menatap Diana yang mulai merasa tenang, kali ini bayi kedua akan di keluarkan. Andrew menatap raut wajah dokter yang tampak tegang. Jantung Andrew turut berdebar. Dia khawatir dengam keadaan anak yang lainnya.
"Persiapkan dokter anak segera!" perintah dokter kandungan pada perawat pendamping. Perawat tersebut tampak bergegas keluar.
"Apa yang terjadi?" tanya Diana dengan khawatir.
Saat ini raut wajah Andrew tampak tegang. Dan pria itu menatap ke arah dokter yang sedang berusaha mengeluarkan satu anak lagi. Tangan Andrew terasa meremas tangan Diana dengan kuat. Hal itu membuat Diana menjadi takut.
"Tuan Andrew, tolong perhatikan istri anda." Suara seorang perawat menyadarkan Andrew dari ketegangan nya.
Andrew menoleh ke arah Diana yang menatapnya tegang. Pria itu tersenyum dan menyentuh pipi istrinya dengam lembut kemudian mendaratkan kecupan hangat di dahi Diana.
" Tidak ada apa-apa, aku hanya merasa tegang saja menanti Adelaide keluar." Bayi yang akan keluar kedua nanti akan mereka namakan Adelaide yang berarti wanita yang mulia dan pembawa damai.
Andrew sangat berharap cemas. Dia berusaha menyembunyikan rasa khawatir, karena kekhawatiran nya akan berakibat pada ketegangan Diana. Dan ketegangan berlebihan pada saat operasi sangat berbahaya. Tekanan darah yang naik drastis bisa menyebabkan serangan preklamsia, dan itu sangat berbahaya bagi ibu dan satu bayi lagi dalam kandungan.
"Andrew, apakah Adelaide sudah keluar? Kenapa aku tidak mendengar suaranya?" Suara Diana terdengar lemah.
Saat itu seorang perawat membawa masuk Archie yang sudah bersih dan meletakkan di dada Diana. Keberadaan Archie melepaskan segala kekhawatiran dan ketakutan akan kelahiran Adelaide. Air mata haru menetes di wajah Diana. Dan ketegangan menurun, tekanan darah juga detak jantung nya kembali normal.
Setelah beberapa saat kemudian terdengar tangisan lemah dari bibir Adelaide. Diana menatap Andrew. Pria itu mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Perasaan Andrew sedikit lebih lega karena Adelaide sudah mau bersuara, meskipun sangat lemah. Dokter Anak segera membawa Adelaide ke ruang khusus.
"Kenapa tangisannya lemah?" tanya Diana.
"Karena dia seorang wanita." jawab Andrew dengan senyuman. Diana mengiyakan perkataan Andrew.
__ADS_1
Andrew akhirnya bisa lebih tenang. Dia memandang baby Archie yang tampak sangat tampan dengan bibir merah dan rambut hitam lebatnya. Dia mengusap lembut Archie yang tampak sangat nyaman dalam buaian Diana.
Tangisan keras kembali terdengar. Andrew dan Diana saling menatap bahagia. Ketiga anak berhasil lahir dan Diana tetap dalam keadaan sehat.
"ANNA." DIana tergelak, ketika dia dan Andrew bersamaan menyebut nama itu. Siapapun dari kedua bayi wanita yang keluar terakhir akan mereka namakan Anna yang diambil dari nama An-drew dan Dia-na yang berarti wanita cantik yang berhati mulia.
"Terimakasih sayang, sudah melahirkan anak-anak untukku. Kau wanita dan ibu yang luar biasa." bisik Andrew penuh haru.
Nafas Diana mulai teratur. Andrew meminta seorang perawat untuk memindahkan bayi nya. Diana yang kelelahan akhirnya tertidur.
Andrew terus mendampingi istrinya, hingga jahitan penutupan terakhir selesai.
Andrew menetekan air mata mengantar Diana menuju kamar inap. Setelah memastikan seorang perawat menjaga istrinya dalam masa pemulihan, Andrew bergegas menuju ruang bayi.
Dia melihat bagaimaa ketiga anaknya masuk dalam inkubator. Keadaan Archie dan Anna tampak stabil, mereka dimasukkan ke dalam inkubator hanya untuk berjaga karena kelahiran mereka lebih awal. Berbeda dengan Adelaide. Segala macam peralatan telah menempel di tubuhnya dan terhubung ke monitor. Keadaannya lemah meskipun agak stabil.
Andrew merahasiakan kondisi Adelaide semenjak dalam kandungan, dia melarang dokter untuk mengatakan lebih terperinci tentang kondisi Adelaide. Yang Diana tahu, akhirnya ke tiga anaknya semua sehat. Andrew melakukan hal itu agar Diana bisa menjalani proses kehamilan dengan tenang.
Bahkan dia memanipulasi keadaan dengan mengatakan jika di usia awal sembilan bulan Diana harus operasi. Padahal kenyataannya Diana melakukan operasi di saat kandungan berusia awal delapan bulan. Sebagaimana pun Diana bersikeras, dia tidak dapat membantah data usg.
Saat ini Andrew benar-benar berharap pada Tuhan, agar mukjizat-Nya turun atas Adelaide.
Dia tidak ingin melihat duka lagi di mata istrinya. Keluarga yang bahagia, apakah terlalu muluk permohonannya?
The End of Seassons II
...πππππππ...
__ADS_1