
Hari ini terasa sepi bagi Diana. Pagi tadi Andrew sudah pergi menuju ke Itally. Meskipun seringkali melakukan perjalanan bisnis ke berbagai negara, tapi ini untuk yang pertama Andrew pergi tanpa Diana.
Semenjak pernikahan dan kelahiran Aaron, Andrew mengurangi kegiatan bepergian ke manca negara, seandainya pun harus dia hanya berangkat ke San Fransisco di pagi hari dan pulang di malam hari.
Perasaan mengganjal di hati Diana yang tidak dapat dia mengerti, ketika ia bertanya pada Andrew kota tujuannya. Tuscany.
Mungkin saja suatu kebetulan jika Andrew dan Caroline berada pada desa yang sama di Itally, Tuscany.
Caroline sudah berangkat terlebih dahulu, sehari sebelum Andrew. Dan entah mengapa Diana merasa bahwa mereka memiliki tujuan yang sama. Perkataan Grisella yang merasakan sikap dan pandangan aneh dari Caroline untuk dirinya, menjadi salah satu alasan Diana berpikir, apakah ada hubungan perjalanan antara Caroline dan Andrew.
Caroline mengatakan kalau dirinya memiliki perkebunan anggur dan akan menyelesaikan masalah disana, sedangkan Andrew mengatakan kalau dia hendak melihat kondisi area perkebunan untuk bekerja sama.
Jika benar kerjasama yang di maksudkan oleh Andrew adalah berbisnis dengan Caroline, kenapa wanita itu tidak bercerta apapun tempo hari. Caroline jelas-jelas mengetahui jika dirinya adalah istri Andrew. Sedangkan Andrew tidak mengetahui pertemanannya dengan Caroline.
Diana merasa tidak dapat menyalahkan Andrew, karena dirinya pun tidak bertanya apapun tentang perjalanan bisnis kali ini. Karena, dirinya pun tidak membahas lebih jauh.
Diana mencoba menghalau pikiran dan keresahan dihatinya, dengan membawa Conrad dan Aaron ke taman bermain.
Tentu saja hal itu membuat Conrad senang sekali.
Sesampai nya di pusat permainan, Conrad segera berlarian kesana kemari di temani oleh pengasuh dan seorang pengawal, seperti halnya juga Diana dan baby Aaron.
"Mommy, aku mau naik Carousel," ujar Conrad sambil menunjuk pada komedi putar.
"Okey. Bagaimana kalau kita semua naik bersama-sama."
"Wah seruu itu."
Diana kemudian memerintahkan seorang pengawal untuk membeli tiket terusan untuk semua nya. Conrad tentu saja gembira sekali. Dia bahkan sudah lupa kapan terakhir kali bermain disana dengan Diana.
Semua naik di atas Carousel. Diana duduk dengan Aaron. Bayi yang belum genap berusia tiga tahun itu merancau kegirangan.
"Acikkkk... putelll telussss.... kuda Alon bagus."
"Aaron lambaikan tanganmu ke kakak," Diana mengangkat tangan kanan Aaron untuk melambaikan ke arah Conrad yang berada di sampingnya.
"Ayooo Aaron kejar kakak," Conrad memeragakan seakan-akan dia adalah joki yang terbaik.
"Haiyaaa... haaiyaaaa..." ucapan Conrad ditirukan oleh Aaron.
Ketika Carousel berhenti berputar, mereka tidak turun karena Conrad dan Aaron masih menginginkannya.
__ADS_1
"Agiiiii .. Alon mau agi.."
"Okeyyy.. kakak Conrad, ayo duduk dengan adik. Mommy mau foto kalian berdua."
"Okey mom."
"Alon mau duduk di kuda walna lainnya," bocah kecil yang mulai lancar berbicara mengangkat tangannya meminta Diana memindahkan dirinya.
"Aaron mau kuda warna apa?"
"Biluuu." Jemarinya menunjuk pada kuda kuning.
"Ini warna kuning sayang, bukan biru. Yang itu baru biru," Diana menunjuk pada kuda lainnya.
"Inyi...inyi...aja." Aaron menunjuk pada kuda berwarna hijau.
"Itu hijau adikkk," kata Conrad dengan tersenyum geli.
"Adik belajar warna yaaa, biar pintar kaya kakak," ucap Diana seraya mencubit pipi tembem Aaron.
"Hehehehe..." Aaron hanya tersenyum simpul.
Diana kemudian mendudukan Aaron di kuda dengan Conrad di belakangnya.
Setelah melewati beberapa putaran. Mereka mulai berganti permainan. Tentu saja Aaron yang masih kecil hanya dapat menikmati sedikit permainan yang lebih banyak berpusat pada komedi putar mini dengan berbagai macam karakter.
"Mommy, Conrad mau kesana." Conrad menunjuk ke area lain.
"Oke, bawa Matias bersamamu. Jangan pergi tanpa pengawasan dari Matias ya. Kembali satu jam lagi ke area foodcourt, oke?"
"Oke mom,"
Bersama dengan Matias, Conrad menuju ke area bom bom car. Conrad memilih sebuah mobil sedangkan Matias dengan mobil lainnya. Selama permainan tidak ada seorang pun yang bisa menabrak mobil Conrad, karena Matias berulangkali menahan benturan dari mobil lainnya.
"Hi... itu om mainnya gimana sih, potong sana potong sini," protes seorang anak dikarenakan Matias yang berusaha melindungi Conrad selalu memotong jalan pengemudi lainnya.
"Anak orang kaya, buat area bermain saja sendiri. Jadi gak asyik." Protes yang lainnya. Dan mereka mulai meninggalkan area bermain yang belum selesai karena kesal.
"Kenapa mereka berhenti, Matias?" tanya Conrad dengan heran.
"Mereka malu dengan keahlian tuan muda berkendara."
__ADS_1
"Hahhaha kau bisa ajak Matias."
Ketika musik berhenti Conrad turun dan meninggalkan area bermain, pindah ke area menembak. Dengan bantuan Matias tentunya, Conrad memenangkan banyak hadiah.
"Matias, hentikan dulu. Aku mau mencoba sendiri dan memenangkan boneka itu untuk mommy juga mainan untuk Aaron."
"Bail tuan muda."
Matias mundur, memberikan kesempatan pada Conrad untuk berusaha. Dia membantu mengarahkan Conrad untuk memperoleh bidikan yang tepat.
Tembakan pertama gagal, begitu juga yang kedua sampai dengan kelima gagal. Tapi, bocah berusia sepuluh tahun itu tidak menyerah. Tepat ketika tembakan ke sepuluh dia berhasil menjatuhkan sebuah boneka.
"Lihat Matiasss, lihat aku berhasil bukan?" Conrad meloncat kegirangan.
"Sekarang untuk Aaron."
Kembali Conrad berjuang berkali-kali untuk mendapatkan sebuah robot action figur untuk Aaron. Perjuangannya tidak sia-sia. Dia memperoleh sebuah actoon figur, beberapa gantungan kunci dan boneka kecil.
Conrad kembali ke area food court dan memamerkan hasil perolehannya kepada Diana.
"Boneka ini buat mommy, Aaron dapat robot."
"Wah, bagus sekali. Terimakasih sayang." Diana mengecup kening Conrad.
"Telimakasih kakak. Holeee... Alon punya supelmen... whuzsss... whussss.." Aaron yang senang mendapatkan mainan dari Conrad segera memainkannya.
"Ini buat nanny." Conrad memberikan sebuah bonela kecil untuk pengasuhnya dan pengasuh Aaron.
"Ini buat kalian." Gantungan kunci dia berikan pada kedua pengawal.
"Lalu, itu mainan lainnya buat siapa?" tanya Diana melihat satu dus mainan lainnya.
"Itu Matias yang memenangkan. Biar dia bawa pulang untuk keluarganya," kaya Conrad.
"Terimakasih tuan muda. Keponakan-keponakan saya pasti sangat senang." Matias menerima pemberian Conrad dengan senang hati.
"Ayo kalian semua makan lah. Pesan yang Conrad mau ya."
"Siap mommy, jarang-jarang makan di tempat seperti ini."
Ucapan Conrad menarik perhatian beberapa orang awam. Mereka merasa heran, food court ini termasuk area makan yang mahal, sedangkan bocah yang berbicara demikian santai tidak terlihat dari keluarga miskin.
__ADS_1
Tentu saja mereka sedikit heran, meskipun demikian tidak ada seorang pun yang berpikir dikalangan atas mana keluarga bocah ini berasal. Mereka hanya mengira, jika keluarga ini pasti jarang berada di keramaian.
💗💗💗💗💗