
Diana melanjuutkan membawa diary Rachel dengan hati pilu.
Diary Rachel
Saat ini bisnis dan dendam menjadi motifasi hidupku. Aku dengan sengaja melemparkan Andrew pada setiap wanita-wanita kaya agar mereka mau mengucurkan dana dan bekerja sama dengan label kosmetik maupun usaha lain keluargaku. Akhirnya aku membuat Andrew berguna seperti permintaan daddy, pria tua yang membentuk karakterku.
Dengan trik ku, aku membawa Andrew pada setiap pertemuan bisnis penting. Dan aku biarkan wanita-wanita kaya yang menjadi targetku, mendekati Andrew. Aku menjual suamiku demi bisnis yang menguntungkan keluargaku.
Pria yang sudah mati hati itu, menerima setiap wanita binal itu. Dia membuka pahanya untuk mereka, tetapi menutup rapat untuk diriku. Kau Casanova bagi mereka, perayu dan pecinta ulung. Tetapi hanya sebuah patung di sisiku. Hatiku sakit untuk itu.
Suamiku, pria tampan dan gagah itu hanyalah status di selembar kertas. Kami tinggal serumah tapi tidak pernah lagi tidur seranjang. Dia jijik denganku tetapi menerima belaian wanita lain. Aku hanyalah istri tersembunyi. Aku istri sah tetapi dia memperlakukan ku bagaikan simapanan yang menjijikan. Aku benci kau, Andrew!
Delapan bulan setelah menghilang dan menerima uangku. Wanita materialistis itu kembali dengan seorang bayi. Dia mengancamku. Wanita ini memang sebuah parasit. Harusnya aku racuni saja dirinya.
"Anak ini adalah anak Andrew dan diriku. Aku akan membawa anak ini dan membuat Andrew merampas semua kekayaan yang telah dia perjuangkan." Ujar nya dengan arogant.
Seorang bayi yang belum genap satu bulan dia bawa kepadaku. Tidakkah dia takut jika kemarahanku bisa membuat anak ini celaka? Aku bisa membuang anak ini ke sarang anjing harderku. Dan kita lihat apakah dirimu masih bisa tersenyum.
"Kau tidak akan melakukan hal itu." Sahutku dengan sinis. Aku masih bisa berkepala dingin. Aku ingin tahu seberapa mahal harga dirinya.
"Kenapa tidak? Kau meragukan kemampuanku?" Tanyanya dengan angkuh.
Wanita yang dibutakan oleh harta adalah wanita Bodoh. Dia menggap dirinya begitu hebat. Heh! jika saja aku tidak tertarik pada bayi itu, sudah aku lempar dirimu ke laut.
"Aku tidak pernah meragukan kemampuanmu berakting dan bagaimana kau mencintai uang." jawabku dengan tenang, mengulur waktu.
__ADS_1
"Lalu?" Sikapnya menantang.
Benar bukan, sekarang dia yang semakin penasaran. Dan aku ada diatas angin. Akal busuknya terlalu mudah aku tebak. Aku penasaran, apa yang dilihat Andrew bodoh terhadap wanita memuakan ini.
"Karena kau mencintai uang. Kau membawa anak itu kepadaku terlebih dahulu. Jika kau mencintai Andrew dengan tulus seperti yang kau gemborkan, kau akan membawa bayi itu kepadanya." Sahutku dengan sinis.
Wanita itu tidak bisa menjawabku. Dia diam untuk sesaat. Tentu saja aku benar. Dia datang untuk menjual bayi nya. Wanita ini bahkan lebih rendah dari diriku.
"Aku tidak akan menggangu Andrew dan akan meninggalkan dirinya, jika kau mau mengganti biaya hamil dan melahirkan anak ini."
Akhirnya warna asli wanita itu keluar. Dia lebih hina dari diriku.
"Berapa."
"Satu juta dolar."
"Okey deal. Setelah aku pastikan anak ini milik Andrew, aku akan membayar mu. Tapi ingat! Jika kau kembali lagi, bukan saja akan aku buat kau miskin, akan aku buat dirimu menangis darah."
Dia menutupi rasa takut dengan senyuman. Harus nya dia menjadi seorang artis. Aku yakin Angelina Jolie pasti kalah dengan akting hebat wanita parasit ini.
Uang sebesar itu tidak masalah bagiku. Melihat bayi itu aku memiliki harapan. Kepedihan karena telah menggugurkan anak pria tua itu yang membuatku mandul, akan berubah bahagia dengan kehadiran anak itu. Aku memiliki harapan untuk bahagia bersama Andrew.
Conrad dia memberi nama anak itu.
Anak itu benar anak kandung Andrew. Aku memaksa Andrew mengadopsi bayi kecil itu atas namanya. Dan ternyata ikatan darah begitu kental, tanpa mengetahui siapa sebenarnya Conrad dia mencintai anak itu dengan tulus.
__ADS_1
Kenapa kau tidak bisa mencintai ku Andrew? Aku sudah menangung begitu banyak rasa sakit. Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk wanita mu. Bahkan dengan kehadiran bayi itu di antara kita, tidak membuatmu memandangku.
Bahkan kau tidak mempercayaiku, ketika aku katakan jika Caroline meminta uang padaku, sebagai ganti meninggalkanmu. Kau malah semakin membenciku. Tidak kah kau lihat cinta wanita itu hanya sebatas uanggg?
Tapi, ternyata racun kebencian sudah mengakar kuat di hatiku. Aku iri dengan Conrad. Aku benci bagaimana Andrew lebih menyanyangi bocah itu daripada diriku. Conrad beruntung bertemu dengan Andrew. Dan rahasia akan asal Conrad masih aku pegang kuat. Malangnya kau Andrew, hahahahaha.
Akan aku buat kau menjadi pria mandul seperti diriku! Aku tidak akan membiarkan kau menebar sp*rma mu pada wanita binal lainnya. Cukup Conrad hadiah dan kematian untukmu. Hadiah dan dendamku untuk mu Andrew sayang.
Kebencianku pada mu membuatku membenci bayi kecil yang tak berdosa itu. Dia memanggilku mommy meskipun aku tidak suka. Aku hanya memeluk dirinya, jika Andrew bersikap baik padaku.
Jika Andrew menjauhiku, jangan sampai anak itu menyentuhku. Aku jijik. Ternyata aku bukan wanita hebat yang bisa mengasuh anak selingkuhan. Mimpi ku terlalu besar untuk itu. Aku tidak akan menyakiti seorang bocah dengan tanganku. Cukup dengan tatapan tajam, bocah itu sudah mundur dengan teratur.
Kau tidak akan pernah tahu, Andrew... jika anak itu adalah anakmu. Perlahan aku akan membuat dirimu membenci Conrad. Itu adalah impianku. Itu akan menjadi pembalasan dendamku, jika kau berseteru dengan Conrad. Aku akan tertawa diatas tangisan bocah itu. Akan aku cabik-cabik perasaan kalian.
Akan aku besarkan anak itu dengan memananm kebencian padamu. Akan aku buat kalian berdua, ayah dan anak sebagai musuh bebuyutan. Itu adalah pemabalasan dendamku.
*
Diana menangis membaca pertengahan kisah buku harian itu. Ternyata kedua wanita yang pernah ada di masa lalu Andrew, hanya mencintai pria itu tanpa ketulusan. Hanya sebatas uang dan trik. Seandainya Rachel bisa mencintai Andrew dengan tulus, mungkin tidak akan ada Diana di kehidupan Andrew.
Kenyaatan ini membuat dirinya lega sekaligus takut. Lega karena Conrad adalah anak kandung pria yang ia cintai. Dan takut, jika Conrad lebih memilih Caroline. Dia takut kehilangan anak yang sudah dia cintai dengan tulus.
Tuhan ternyata berbicara lain. Cinta diantara Andrew dan Conrad tumbuh dengan sendirinya. Mereka tidak sampai membenci seperti keinginan Rachel.
Bahkan sebelum hal itu terjadi, Diana telah hadir diantara mereka. Karena besarnya cinta Andrew dan keinginan mempunyai sebuah keluarga yang normal, dia membawa pergi Conrad dari rumah Rachel.
__ADS_1
...💗💗💗💗💗...