
Investigasi telah dimulai. Semua bagian sibuk menjakankan tugas masing-masing dengan sangat-sangat serius. Tim pengacara berjalan di depan bekerja sama dengan para detektif melakukan serangkaian investigasi sekaligus menghadapi tuntutan-tuntutan dari berbagai pihak.
Polisi pantai telah menjatuhkan tuntutan, pelanggaran hak berbisnis, belum lagi tuntutan dari dinas sosial, kecaman masyarakat. Sejauh mana mereka meredam isyu dan berita. Tapi sekali tersebar, tidak mudah meredam gosip. Belum lagi demonstran di depan kantor dan pelabuhan.
Menyingkap sebuah kasus, bukanlah hal mudah. Apalagi ketika tindakan asusila itu di temukan, kapal pesiar tidak berada di perairan International, sehingga polisi pantai memiliki hak untuk menjatuhkan sanksi. Dan ketika kasus ini masuk ke pengadilan, maka mereka berhak memberikan denda sekaligus mengancam untuk menutup usaha Fantasy group.
"Ingat siapa musuhmu."
Pesan dari Arthur, membuat Andrew membuat bagan siapa saja yang pernah dia rugikan dan menyimpan dendam. Tidak mungkin anggota keluarga Caroline, karena wanita itu adalah anak tunggal dan orang tua nya sudah meninggal. Semua harta Caroline telah Andrew balik nama kan atas nama Francesca.
Andrew terus menggali ingatan dan kemungkinannya. Hingga dia berakhir pada keluarga Rachel. Jika ada yang memiliki dendam besar hanyalah keluarga tersebut. Tapi hampir empat belas tahun ini mereka menghilang. Setelah Andrew menarik semua bantuan dana dari setiap perusahaan keluarga tersebut, mereka menjadi kolaps dan hilang lenyap ditelan bumi.
Andrew tidak pernah berusaha mencari tahu dan tidak pernah ingin tahu mengenai keluarga tersebut.
Tetapi yang dia tahu Agatha dan Bertha pasti masih hidup. Apakah mereka berdua yang sedang berusaha menjatuhkan perusahaannya? Kemungkinan itu bisa terjadi, mengingat dalam buku diary Rachel disebutkan bagaimana hubungan keluarga itu sangat ironis.
"Briant, apakah mungkin jika kejadian ini akibat rencana gila keluarga Rachel? Agatha dan Bertha masih hidup bukan?" Andrew meminta pendapat Briant.
"Bisa jadi. Coba kita lihat. Agatha menikahi seorang pengusaha dan Bertha menikahi seorang jaksa. Diantara mereka berdua siapa yang paling berduka kehilangan Rachel dan ayahnya?" tanya Briant.
Andrew berusaha mengingat kejadian lima belas tahun silam. Dimana saat Rachel menyulik Diana dan berakhir dengan peristiwa penembakan jugaa kematian Rachel. Serta tabrakan sadis yang dialami oleh ayah Rachel.
Andrew teringat saat itu, hanya Bertha yang berada di rumah sakit dengan Issabela Doris, ibunya. Kedua wanita itu memancarkan aura kebencian. Bahkan saat penguburan Rachel, Agatha tidak tampak disana.
"Bertha, dia tampak sangat membenci diriku. Kau selidiki tentang kehidupan Agatha dan Bertha." pinta Andrew pada Briant.
Briant mengangguk. Dia segera mengirimkan email kepada satuan detektife dibawah pengawasannya.
Andrew kemudian mengalihkan perhatiannya pada Raja.
__ADS_1
"Dan kau Raja. Bagaimana, apakah ada hasil dari investigasi yang kamu lakukan?" Pandangan Andrew teralih pada Raja.
"Iya tuan. Kita sudah menuntut pihak televisi dan koran yang menyebarkan berita secara sepihak. Dan untuk hal itu mereka berjanji akan membantu mengawal kasus ini, juga menayangkan iklan Cruise setiap jam nya selama tujuh hari berturut-turut."
"Kerja bagus." Andrew mengangguk. Iklan sebesar itu berarti dia sudah memenangkan kasus seharaga lebih dari Tiga Juta Dolar.
"Untuk investigasi. Dari kedua puluh penari yang dituduhkan, kami menemukan bukti jika hanya dua penari yang terbukti bersalah. Delapan belas lainnya hanya sengaja dikaitkan untuk membuat berita heboh. Dan sepasang suami istri yang membuat heboh itu, mereka tiba-tiba mendapatkan kekayaan melimpah." tutur Raja lagi.
"Manusia bodoh dan tamak. Begitu mendapat uang mereka tidak sabar untuk menghamburkanya." ujar Briant sinis.
"Bagaimana dengan pihak detektive apakah sudah menyelidiki pasangan suami istri itu?"
"Iya tuan Andrew, Saat ini mereka sudah mengamankan pasangan suami istri tersebut. Kami menawarkan kerja sama keringanan hukuman dengan tidak menyita kekayaan mereka, jika saja mereka mau jujur akan siapa yang sudah menghasut." lapor Raja lagi.
"Bagaimana hasilnya?"
"Sepasang suami istri tersebut masih meminta waktu untuk mempertimbangkannya."
"Ah, satu lagi tuan. Anthony mengabarkan, jika berdasarkan desas desus dari anggota crew kapal, mereka melihat jika salah satu wanita penari itu, pernah berbicara serius dengan salah satu polisi pantai. Dan pihak bartender mengatakan jika polisi pantai itu sempat melakukan janji dengan wartawan untuk bertemu di lobby bar pada jam Sepuluh pagi. Waktu yang sama dengan kehebohan yang dibuat oleh istri dari pria yang berhubungan dengan penari tersebut."
Andrew tertawa mendengar laporan Raja. Ternyata memang tidak akan ada salahnya bercerita dengan istri sendiri mengenai permasalahan yang tampak pelik ini. Andrew harus mengakui pikiran sederhana dari istrinya, malah membantu memecahkan kasus yang membuat kepala nya hampir pecah.
Briant dan Raja tertegun menatap Andrew yang masih tertawa. Bagi mereka tidak ada hal yang lucu, lagipula kasus ini belum selesai, meskipun sudah nampak titik terangnya.
"Kalian passti heran, kenapa aku tertawa? Ingat! Jangan pernah menyepelekan istri. Setiap permasalahan diskusi kan lah dengan mereka. Kau tidak pernah tahu, seberapa hebat ide gila yang keluar dari kepala mungil mereka."
Meskipun tidak mengerti apa hubungan dari perkataan Andrew dengan kasus ini. Tapi mereka tetap mengangguk. Sebab, nasihat itu paling tidak memang patut di di renungkan. Jangan menyepelekan wanita.
"Lanjutkan lagi. Cari hubungan semua itu. Pasti ada orang dibalik semua ini. Briant bagaimana dengan Mike, apakah dia berhasil mencari tahu?"
__ADS_1
"Dia belum memberi kabar."
"Apa saja yang dikerjakan Gubernur satu itu. Huh! beruntung sekali Eleyna mau menikahi mahluk geblek itu." ujar Andrew kesal.
"Hahaha... Dia juga sedang melobi sana-sini untuk pencalonan dirinya periode kedua." Briant terkekeh.
"Katakan padanya, jika melupakan teman baik, maka bantuan dana akan hilang untuk pencalonannya." dengus Andrew kesal.
Pasalnya Mike yang menikah dengan putri Gubernor terdahulu, telah melepaskan posisi sebagai direksi di Fantasy group. Dia terjun di dunia politik berkat dukungan dari mertuanya. Dan saat ini, Andrew menginginkan agar Mike membalas budi, setelah dana yang dia kucurkan untuk membantu pencalonan Mike. Mike harus mencari orang dalam pemerintahan yang untuk bisa mendapatkan informasi.
*****
Panas matahari terik membakar bumi, menyengat setiap kulit manusia. Cahayanya tampak terang benderang tanpa di payungi oleh awan. Langit biru cerah dengan awan yang bergerombol di kejauhan.
Di sebuah tanah pekuburan yang hijau dan sepi. Tampak seorang wanita dengan pakaian merah menyala, berdiri di depan dua buah nisan yang berjajar. Dibawah naungan payung berwarna hitam, dia berdiri dengan raut wajah yang dingin.
Udara seakan berhenti bergerak di sekitarnya. Aura menakutkan tampak terpancar dari sekujur tubuhnya. Bahkan dengan cuaca terang benderang pun, setiap orang yang lewat, bergegas menjauh.
Tubuh nya tinggi kurus. Wajahnya masih cantik, meskipun tampak pucat dan menakutkan. Lipstik warna merah menyala menghiasi wajahnya senada dengan pakaian yang dia kenakan. Matanya menatap pada kedua buah nisan tersebut dengan tajam. Setelah sekian lama hening akhirnya wanita itu mengeluarkan suara.
"Balas dendamku sudah di mulai. Jangan khawatir Mommy. Keinginanmu sudah aku laksanakan. Keluarga itu harus hancur untuk kedua kalinya. Dia sudah merengut kalian dari hidupku! Dia sudah menghancurkan bisnis yang daddy bangun dengan susah payah. Maka... aku akan hancurkan mereka! Aku akan permalukan mereka! Dan satu persatu, akan aku rengut kebahagiaan mereka! Aku bersumpah!!!"
Setelah dia mengeluarkan sumpahnya, sekonyong-konyong angin bertiup kencang dan awan gelap menutupi sinar matahari. Bumi yang sebelumnya panas tanpa udara yang bergerak, mendadak angin berhembus dengan kencang. Pohon-pohon terombang ambing oleh kedhasyatan tiupan angin dalam sekejap.
"Lihattt daddyyyy!!! Lihat mommy!!!! Bahkan alam pun bersamaku. Hahahaha!" Suara tawanya yang membahana disambut dengan suara petir yang menggelegar.
"Kau dengar itu daddy? mommy? Petir pun menyetujui rencana balas dendamku. Akan aku kerahkan semua kebencian dan dendam ini untuk membuat mereka menderita. ANDREW KNIGHT dan Kau wanita Jalang, harus Hancur. Keluargamu harus menderita!"
Wanita itu menjerit dan tertawa dengan keras. Bahkan dia masih berdiri ketika angin menerbangkan payung yang dia pegang. Dia tertawa dan menengadah ke arah langit bagaikan orang gila. Bebrapa orang yang sedang berlindung dibawah pendopo, tampak ngeri melihat wanita tersebut.
__ADS_1
Dia beranggapan, turunnya hujan berarti alam dan segala makhluknya menyetujui rencana balas dendamnya. Wanita itu seperti sudah kehilangan akal hanya karena rasa dendam yang dia rasakan. Wajahnya menyeringai dengan mata yang penuh kedengkian. Dia tertawa sambil meninggalkan tanah perkuburan dan mengendarai mobil, masih dalam keadaan basah.