
" Yang aku katakan benar. Wanita sia**n itu pasti yang sudah mencuri nya !" Meredith tampak marah berapi - api di depan pemimpinan sekurity dan Hotel Manager.
Sedangkan Anthony datang dengan tergopoh - gopoh ketika mendapatkan panggilan penting dari Wilmer Hotel Manager .
" Ada apa boss ? " tanya Anthony setengah berbisik kepada Wilmer.
" Panggil Captain kapal ini. Kalau kalian tidak bisa memecat wanita sia**n itu , Captain harus melakukannya !" Meredith masih saja marah dan menggebrak meja. ( Captain adalah jabatan untuk Nahkoda kapal. Pangkat nya lebih tinggi dari Hotel Manager tetapi mengoperasikan beda bagian )
" Nona tenang dulu. Anda bisa mengatakan pada kami permasalahan anda. " Pimpinan Sekurity mencoba menenangkan Meredith.
" Hei !!! Mana bisa tenang !!! Kartu Kredit itu bernilai Milyaran dan bisa buat tarik uang tunai !" Meredith melotot kearah sekurity.
" Maksud anda kartu kredit anda hilang di kapal ini ?" tanya Anthony.
" iya lah. kalau tidak disini buat apa aku marah dengan kalian. " Kalimatnya terdengar sinis menjawab pertanyaan Anthony.
" Maaf nona bisa tolong diperjelas kapan terakhir anda melakukan transaksi dan dimana ?" tanya Anthony dengan lebih halus lagi.
" huh !!! tadi malam di florist aku membeli coklat dengan kartu kredit dan kemudian hilang. Pasti Diana si pe*acur itu yang sudah sengaja mencurinya !" Meredith menuduh dengan berapi - api.
" Kalian harus memecatnya !!!" Meredith berteriak dengan penuh amarah.
" Sebentar nona, kita harus klarifikasi semua terlebih dahulu. " Sekurity berusaha menenangkan kemudian mengambil kemudian menelphone anggota lainnya untuk menjemput dan membawa Diana ke ruangan Hotel Manager. Sementara mengherankan bagi Anthony dan Wilmer karena wanita ini tidak berusaha menghubungi bank dan memblokir kartunya terlebih dahulu.
" Aku benci wanita itu . Dia sudah banyak mencuri dari aku. "
Wilmer dan Anthony hanya dapat menghela nafas. Kemudian Anthony membisikan sesuatu kepada Wilmer dan kemudian bergegas keluar ruangan.
Tak lama Diana datang bersama seorang sekurity.
" Kamu pel*cur !!! pencuri !!!" PLAK !!! PLAK !! Merideth tiba - tiba saja menghampiri Diana dan menampar pipinya dua kali. Diana tersungkur sambil meringis kesakitan. Dan memandang Meredith tak mengerti sambil berlinang air mata.
" Nona tenang duduk lah. " Wilmer dan Pimpinan Sekurity yang bernama Aldof memegangi tangan Meredith dan menuntunnya untuk duduk.
" Anda tidak perlu melakukan kekerasan nona. " Aldof berkata sambil berdiri di depan Meredith dan menghalangi wanita itu yang tampaknya masih histeris.
" Minggir kamu ! Biar aku hajar wanita sia*an itu ! pencuri seperti dia harus ditindak kriminal , harus di pecat dan diusir jauh dari negara ini . Blacklist dia !!!"
__ADS_1
" Sabar nona, permasalahannya masih belum jelas. "
" Apanya yang belum jelas ? kalian kira aku penipu ?" Meredith berapi - api. Wajah cantiknya berubah mengerikan. Pandangan matanya setajam silet.
Aldof masih memegangi tangan Meredith. Sementara Wilmer menghampiri Diana.
" Kamu tidak apa - apa ?" Diana menggeleng menjawab pertanyaan Wilmer. Wilmer menyodorkan tisyu untuk menyeka air mata Diana.
Diana memandang Wilmer meminta penjelasan terhadap tindakan Meredith.
" Wanita ini mengaku kehilangan kartu kredit dia. Dan menurutnya terakhir dia melakukan transaksi di florist shope tempat kamu bekerja tadi malam. " Wilmer memandang Diana meminta penjelasan.
" Memang benar dia meninggalkan kartu kreditnya dan menghilang tiba - tiba sebelum memberikan tanda tangan. Kartu Kreditnya sudah aku letakan kepada Reseptionist untuk di simpan di lost and found.
" Bohonggg !!! Kalau memang ada disana, pihak reseptionist pasti sudah menghubungiku semalam. " Meredith menunjuk kan jari nya kearah Diana.
" Aku tidak berbohong. Wilmer cepat telphone Reseptionost ! " Dengan kesal Diana berbicara kepada Wilmer. Baginya Aldof dan Wilmer bertindak terlalu lambat.
Belum sempat Wilmer mengangkat telphonenya, Anthony datang dengan manager Front Office, Adelia.
" Kartu anda memang benar berada di reseptionist. Diana meninggalkannya disana semalam. Dan staff saya sudah menghubungi anda semalam juga pagi tadi, tetapi anda tidak mengangkat telphone di kamar . " Adelia langsung berkata kepada Meredith yang seketika membisu kehabisan kata - kata. Otaknya masih berputar dan mencari akal untuk menyakiti Diana.
" Dia pasti sudah menguras habis uangnya !!"
" tuduhan anda berlebihan Nona . Silahkan anda cek terlebih dahulu sebelum anda menyimpulkan. " Diana akhirnya membela dirinya.
" Benar nona, kami bisa membantu anda untuk menghubungi pihak bank agar mengecek transaksi pada kartu anda dan mengirimkan melalui fax ke sini. " Adelia masih dengan sabar menjelaskan.
Meredith masih mendengus kesal.
" Kami rasa permasalahan ini sudah selesai bukan nona ?" Wilmer bertanya dengan nada sopan.
Meredith hanya diam. Tangannya masih mengepal.
" Kami akan memberikan anda voucher untuk makan malam di Private dinning room bersama pasangan atau seorang rekan anda. " Wilmer mengambil selembar Voucher dari laci, membubuhoan tanda tangan dan memberikan pada Meredith.
" Hei kamu !!! Kembalikan Andrew padaku !!!" Meredith tiba - tiba marah lagi.
__ADS_1
Diana terperangah mendengar perkataan wanita itu.
" Kau Pe*acu* , beraninya kau sok manis sok suci di depan Andrew !"
Bukan saja Diana yang terperangah , Semua yang ada disana, Wilmer, Aldof , Anthony dan Adelia mengernyitkan keningnya.
Ternyata ini permasalahan sebenarnya tindakan histeris wanita ini.
" Kenapa kamu diam. Pergi jauhi dia atau kau akan menerima akibatnya !" Meredith mengancam.
" Aku tidak merebut Andrew dari siapapun . " kata Diana.
" Kau sudah merebutnya Bi*ch !"
" Berhenti menghina saya nona. Anda sudah melebihi batas."
" Memang kamu patut dihina. Karena kamu dia mengabaikan aku. Karena kamu dia tidak pernah menemui aku lagi ."
" Itu harusnya anda tanyakan pada Andrew bukan kepada saya. " Diana membela dirinya.
" Kalau kamu pergi jauh dari negara ini. Dia akan melupakanmu. "
" Kalau dia memang mencintai aku , meskipun aku menghilang Dia pasti akan menemukanku. "
" Andrew tidak pernah mencintai siapapun !" tawa Meredith terdengar hambar.
Selama ini Meredith tahu kalau Andrew hanya bermain - main dengan wanita. Dan hanya wanita kalangan atas . Tanpa ikatan apalagi cinta. Semua wanita tergila - gila dan bergiliran untuk berusaha kembali padanya karena uang dan kemampuan bercinta Andrew.
Uang bukan masalah bagi Meredith. Tetapi menemukan pria dengan kehebatan dan kekuatan bercinta seperti Andrew tidaklah mudah.
Sedangkan Diana sedikit syok dengan perkataan Meredith yang mengatakan bahwa Andrew tidak pernah mencintai siapapun.
Sedangkan kebersamaan yang mereka lalui itu terasa penuh dengan cinta.
Bahkan Andrew berkali - kali mengatakan cinta padanya. Perkataan Meredith membuatnya sedikit bimbang.
Diana menoleh kepada Wilmer , menganggukan kepala dan memilih meninggalkan ruangan itu sambil mengusap pipinya yang masih perih . Dia merasa lelah dan malu harus bertengkar dengan Meredith dihadapan banyak orang. Dalam benaknya banyak hal yang harus di tanyakan pada Andrew.
__ADS_1
Sementara Meredith masih berteriak dan marah melihat Diana keluar. Dari sorot matanya dapat terlihat amarah, dendam dan kebencian .