
Di sebuah pemukiman yang sepi. Dalam salah satu rumah besar yang dulunya tampak mewah, tampak seorang wanita sedang menyisiri rambut seorang pemuda cacat yang duduk di kursi roda. Dia membelai rambut pemuda cacat itu dengan penuh kasih sayang. Berkali-kali dia menciumi anak itu, seolah dia benda berharga.
"Bill sayangggg, Bill Willingthon anakku tersayangg... Kau adalah anakku yang paling tampan dan memikat hatiku." ujar nya dengan suara merdu.
"Aa... aa... aa.." Bill sang pemuda yang duduk di kursi roda itu hanya bergumama lirih menanggapi perkataan ibu nya. Pemuda kurus itu bahkan tidak memiliki tenaga untuk mengeluarkan suara. Matanya sayu. Dia bagaikan tengkorak hidup.
"Iyaa sayanggg aku tahu kau menyangi ku. Kau adalah anak dari kekasih tercintaku. Cinta pertama yang aku rasakan dalam hidupku. Kau lah kekuatan hidupku, Bill Willingthon." ujar wanita yang tak lain adalah Bertha.
Dia meneteskan air mata dan mencium kening putra nya. Bertha duduk di samping pemuda cacat itu dan menyandarkan kepala di bahu rapuh dan kurus anaknya. Mulutnya terus mengumandangkan ucapan sayang dan kata cinta untuk Bill.
Ya pemuda cacat itu yang dia namani Bill Willingthon adalah, anak hasil hubungan antara Bertha dan ayahnya Bill willingthon. Dari ketiga anak yang sudah diperlakukan Bill dengan tidak berprikemanusiaan, hanya Bertha yang berhasil di cuci otaknya. Bertha sudah tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah lagi.
Bagi Bertha Bill adalah pedoman hidup. Bill Adalah hukum. Kata-kata dan ajaran Bill adalah doktrin yang tidak dapat dilanggar. Perintah Bill adalah keharusan. Bill adalah cintanya dan Bill adalah hidupnya. Bill ayah kandung yang sudah melecehkan dirinya dan merubah cara pandang hidupnya.
Kematian Bill membuat hidup Bertha terpuruk. Berkali-kali dia mencoba membalas dendam kepada keluarga Andrew. Sewaktu Diana koma di rumah sakit, dia sempat menyamar sebagai seorang suster untuk membunuh wanita itu, namun gagal karena ketatnya penjagaan yang diletakan oleh Andrew.
Bahkan dengan kecerdikannya, Bertha berhasil menemukan Caroline dan menghasut wanita materialistic itu untuk menggoda Andrew. Hampir saja dia tertawa penuh kemenangan, namun kembali sakit hati, frustasi karena kegagalan Caroline menghancurkan Andrew dan Diana.
__ADS_1
Saat ini adalah harapan terakhir Bertha. Uang yang dia miliki dari tunjangan perceraian dan penjualan rumah Rachel menipis. Bertha harus berhasil. Rencana terakhir jika dia gagal menghancurkan bisnis keluarga itu adalah dengan mengambil nyawa dari keluarga Andrew, setidak nya satu nyawa. Nyawa dibalas dengan nyawa. Bagi Bertha, nyawa Rachel tidak berarti. Dendamnya hanya untuk membalas kematian Bill.
Perceraian Bertha akibat suaminya Hakim Antonios mengetahui jika Bill putra mereka bukankah putra kandungnya. Disaat putra kedua mereka Petra kecelakaan dan membutuhkan donor darah, saat itulah Antonios mengetahui jika Bill bukan anak kandungnya. Dan kecelakaan itu berhasil merengut nyawa Petra.
Bertha yang tidak merasa bersalah karena sudah mengkhianati Antoniuos, dengan beraninya mengatakan jika Bill adalah anak kandung antara dia dan ayahnya.. Antoniuos shock dan memutuskan menceraikan Bertha, membawa pergi putri bungsu nya Belina dan berhenti sebagai hakim agung. Antonious pergi dengan menatap jijik pada Bertha.
Agatha kakak tertua Bertha sempat datang menjenguk Bertha. Dia mengajak Bertha untuk bertobat. Mengakui dosa dan melepaskan diri dari doktrin ayah psikopat mereka. Agatha berusaha menyakinkan Bertha untuk meminta ampun dan pencerahan dari Tuhan. Dan Agatha pergi, tanpa kabar, menghilang sejak kematian anak Bill yang dia lahirkan.
Bertha sempat hidup dalam kebingungan dengan merawat Bill yang mengalami penurunan daya tahan tubuh secara dratis, hingga stroke dan tidak memiliki kemanpuan untuk menggerakan anggota tubuhnya. Secara perlahan Tubuh Bill berubah menjadi Albino.
Di saat dalam hidup terperusuk itu, Agatha juga harus merawat ibunya Issabela Doris.
"Hancurkan keluarga Andrew! Mereka tidak berhak hidup bahagia! Mereka sudah merengut kekasih hidup ku, kekasih sejatimu. Bill Willingthon. Karena mereka Bill sayang ku tertabrak Truk. Itu karena dia, wanita si@lan yang sudah menjerat Andrew. Bunuh dan hancurkan keluarga itu hingga merata pada tanah." ujar Issabela Doris disela-sela nafas terakhirnya dengan mata penuh dendam.
"Aku akan menunggumu dengan Bill di alam sana, Bertha." ucap Issabela Doris sebelum menutup mata.
Dan kata-kata itu terus terngiang di telinga Bertha. Dia hidup dengan keinginan untuk membalas dendam. Saat itu lah dia mengambil Leonel, anak gelandangan yang menangis pilu saat ibunya sedang sekarat. Leonel yang seumuran dengan Aaron, merupakan pukulan yang tepat untuk menghancurkan anak Andrew. Dengan janji akan memberikan perawatan untuk ibu nya, Bertha membawa Leonel pulang.
__ADS_1
Janji hanyalah janji. Dia hanya ingin memanfaatkan rasa terimakasih Leonel dan membuat anak kecil itu menjadi budaknya. Setiap hari dia mencuci otak Leonel dengan mengatakan, jika dirinya adalah ibu yang baik untuk Leonel dan Bill adalah kakak tertua Leonel.
Dalam sebulan Leonel tinggal bersama dengan dirinya. Bertha mengabarkan jika ibu Leonel sudah meninggal. Anak itu menangis meratapi kepergian ibu nya. Dan saat dia berdiri dia memanggil Bertha dengan sebuatan Mommy. Bertha berhasil mendapatkan Leonell.
Rencana pembalasan dendam telah tersusun.
Dia juga menyuap polisi, jaksa ,wartawan yang dia kenal dan pasangan suami istri untuk menciptakan adegan. Dengan rencana yang matang Bertha berhasil menyusupkan pelacur dalam rombongan group penari. Melalui lekukan tubuh yang indah, penari itu bisa menghasut pandangan negatif masyarakat ketika berita fitnah disebarkan.
Untuk sesaat Bertha tersenyum bahagia. Impiannya berhasil. Isyu dan pandangan masyarakat terbagi menjadi dua, pro dan kontra. Mereka yang menentang menyerukan dengan sekuat tenaga pemberentian ijin usaha. Harga saham jatuh. Dan para saingan memanfaatkan momen ini untuk mengirim banyak demonstran, sekaligus membayar wartawan lokal membuat berita yang di cetak dengan tidak bertanggung jawab.
Pertama kalinya hari ini, Bertha menampakan diri di hadapan Diana. Dia sudah tidak sabar lagi ingin berhadapan secara langsung dengan mereka. Dia ingin menghabisi keluarga itu sebelum maut menjemputnya untuk bertemu dengan Bill Willingthon dan Issabela Doris. Bertha Menderita kanker Otak.
Gerakan pelan dari Bill anaknya yang sudah cacat, membuyarkan lamunan Bertha. Wanita itu menegakan kepalanya dan tersenyum menatap Bill. Air mata menetes dari raut wajah pucat Bill. Matanya menyorotkan duka yang sangat mendalam, namun disalah artikan oleh Bertha.
"Ya sayang, aku tahu kau menyayangiku. Tunggulah dengan sabar hingga aku membalaskan dendam ayah mu. Ketika keluarga itu hancur, aku akan membawa dirimu menemui ayah kandungmu. Dia begitu menyayangimu. Dia begiti bangga dengan kelahiranmu. Kau adalah anak yang paling kami sayangi. Ooo... Bill Willingthon... Aku mencintaimu."
Mata Bertha menerawang jauh, menatap hampa penuh kerinduan. Dia bahkan tidak menghiraukan Leonel yang terkapar disampingnya. Leonel tidak mengalami perawatan apapun setelah diambil visum. Bocah itu begitu menderita, mengerang sakit tanpa ada yang perduli. Bahkan wanita yang dia panggil mommy dan sudah dia bela, tidak sedetik pun memandang dirinya. Leonell yang malang
__ADS_1
...❤❤❤❤❤...