Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
53. Saat mendebarkan


__ADS_3

"Maaf kau sudah menunggu lama." Andrew berjalan menghampiri Diana tanpa memperdulikan Mike yang duduk disana dan menatap mereka tidak mengerti. Mulut Mike masih terbuka dan air liur nya menetes membuatnya terkejut dan buru - buru memalingkan wajahnya kemudian mengambil saputangan untuk mengusapnya.


Andrew duduk di samping Diana. Menggenggam tangan gadis itu dan memandangnya dengan pancaran kasih sayang.


"Apa yang membuat kalian kemari?" tanya Andrew dengan lembut.


"Kau tidak suka?" Diana berbalik bertanya.


Andrew terperangah, " tentu saja aku suka kehadiran kalian adalah kejutan yang menyenangkan."


Diana tersenyum lembut melihat reaksi Andrew.


"Conrad yang mengusulkan. Dia ingin menemui mu . Tapi tampaknya dia kelelahan ketika menunggumu." Jawab Diana sambil membelai kepala Conrad dipangkuannya.


"Maafkan aku. Tidak ada yang memberitahuku kalau kalian datang. Aku bisa menghentikan rapat lebih awal." Andrew mengecup tangan Diana sebagai ungkapan penyesalan.


"Sudahlah tidak apa - apa. Pekerjaanmu juga penting. Maaf kami mengganggumu." Diana tersenyum manis.


"Kau memang pengertian. Kalian tidak pernah mengangguku. Kalian orang - orang paling penting bagiku." Andrew mengecup tangan Diana kembali dan kemudian kening nya. Sesaaat kemudian dia hendak mengecup bibir gadis itu, tapi Diana menolak dengan menundukan kepalanya, " ada orang, malu."


Andrew menoleh kearah yang ditunjukan oleh Diana. Disana tampak Mike sedang ternganga ( jowone melongo atau domble xixixixi ) dengan mata terbelalak menatap kearah mereka. Andrew terkejut melihat kehadiran Mike ditempat ini. Sedari tadi dia bahkan tidak menyadari keberadaan Mike


"Sejak kapan kau disitu?!" tanya Andrew ketus.


Mike tersadar dan segera menutup mulutnya sambil menelan ludah kasar.


"Ada masalah apa dengan telingamu, huh!" Andrew menutupi pandangan Mike ke arah Diana dengan tubuh besarnya. Dia tidak suka dengan cara Mike bersikap hari ini.


"eh, oh.. itu.. Apa tadi katamu?" tanya Mike balik dengan tergagap.


"Benar - benar ada masalah denganmu! Ayo keluar dari sini. Masuk ke dalam kantorku!" Andrew mendorong tubuh Mike untuk segera mengikutinya. Mike melangkah menuju ruangan kantor Andrew dan sebelum menutup pintu dia menyempatkan diri melirik kearah Diana.


Didalam ruangan.


"Mau apa kamu kemari?" tanya Andrew.


"Itu... siapa gadis itu?" tanya Mike tanpa memperdulikan pertanyaan Andrew.


"Apa urusanmu bertanya?" Andrew benar - benar tidak suka dengan sikap Mike.


"Ayolah... jawab saja pertanyaanku. Siapa gadis itu? baby sitter? Terlalu cantik dan anggun kalau hanya untuk..."


"Tutup mulutmu! Dia bukan baby sitter." Jawab Andrew ketus. Sangat mengherankan bisa - bisanya Mike yang cerdas mengatakan hal seperti itu.


"Sudah kuduga dia terlalu bagus untuk menjadi hanya pengasuh anak. Apakah dia... " Mike tidak melanjutkan perkataannya hanya menggerakan kedua jari telunjuknya kearah andrew dan kearah pintu kemudian menyatukan kedua telunjuk di depan dadanya dengan wajah ragu - ragu.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Mau menjadi pantomin kamu?"


"Ooo kalau tidak ada ala - apa diantara kalian, berarti aku bisa mendekatinya." Mike menyeringai dengan ide yang baru saja terlintas dikepalanya.


"Jangan macam - macam!"


"Memangnya kenapa? Dia bebas memilih kan?" Mike mengerling menggoda.


"Jangan bertindak terlalu jauh atau aku akan pindahkan kau ke Africa!" Ancam Andrew.


"Huh... takutttt." Mike menggoda dengan pura - pura menggigil di depan Andrew.


"Sejauh mana hubungan kalian?" tanya Mike menyelidik. Bagi Mike yang biasa bersenang - senang dengan wanita bersama Andrew, ini merupakan hal luar biasa karena teman dihadapannya ini tidak mau berbagi wanita. Jangankan berbagi, keberadaan wanita ini seakan - akan disembunyikan. Apalagi sikap Andrew yang seakan - akan amat melindungi wanita itu. Bukan hanya itu, gestur tubuh dan expressi wajah apalahi sorot mata yang tampak amat sangat memuja wanita tadi.


"Kau benar - benar serius dengan wanita itu?" Tanya Mike lagi karena Andrew tetap diam saja.


"Dia wanitaku Mike, jangan pernah menyentuh dia." Kalimat Andrew pelan tapi tegas. Mike menghela nafas mendengar perkataan Andrew.


"Apakah karena dia kau begitu menutup diri dan menghindari pesta malam kita?" tanya Mike penasaran. Andrew mengangguk menjawab pertanyaan Mike.


"Luar biasa. Wanita seperti apa dia hingga membuatmu seperti ini." Mike menggelengkan kepala antara kagum dan tidak percaya.


"Wanita sederhana yang apa adanya. Wanita yang mampu membuatku nyaman." Desah Andrew.


"Kau benar - benar berubah."


"Aku hanya ingin mengajakmu pesta malam ini di hotel Filton. Sudah lama kau tidak pernah bergabung banyak yang menanyakanmu. Tapi aku rasa kau sudah tidak berminat, atau aku salah?" tanya Mike menggoda.


"Pergi kau. Kau sudah tau jawabanku."


"Hahahha... Oke .oke." Mike tertawa terbahak - bahak melihat sikap Andrew yang dongkol.


Saat yang bersamaan telphone di kantor Andrew ber bunyi.


"Tuan, nyonya Rachel datang dan sedang menunggu lift menuju ke ruang anda."


"S*hit. Bilang aku tidak ada."


"Sudah tuan tapi dia tetap bersikeras."


Andrew menutup gagang telphone dengan kasar.


"Ada apa?" tanya Mike heran.


"Rachel sedang menuju kemari."

__ADS_1


"Apa dia belum tau tentang wanita itu?"


Andrew diam menatap Mike tajam.


"Ow... wanita itu yang belum tahu tentang Rachel?" Mike ternganga kembali.


"Aku harus membawa mereka pergi." Andrew berdiri dari kursi dan bergegas ke depan.


"Tunggu. Kau temui Rachel selesaikan masalahmu. Biar aku yang membawa mereka menghindari wanita gila itu." Mike menahan tangan Andrew yang hendak membuka gagang pintu.


"Jangan macam - macam kau!"


"Kau bisa percaya padaku. Kalau tidak kau bisa membuangku kelaut." Mike terkekeh.


"Awas aku pegang perkataanmu!"


Andrew membuka pintu dan bergegas menuju Diana. Conrad sudah bangun disisi Diana.


"Daddy..." Conrad berdiri dan memeluk Andrew. Andrew balas memeluknya dan berbisik di telinga Conrad, "Rachel akan datang. Pergilah dengan uncle Mike." Conrad menatap Andrew dan buru - buru mengangguk.


"Diana, aku ada urusan mendadak. Bisakah kau ikut dengan Mike, aku akan segera menyusul kalian." Kata Andrew.


"Kami bisa menunggumu disini."


"Ayo Unty. Conrad bosan disini." Conrad menarik tangan Diana.


" Eh.. Baiklah." Diana menuruti kemauan Conrad dan mengikuti langkah Mike sambil menoleh kepada Andrew yang menatap mereka dan menganggukan kepala menyakinkan Diana.


Mereka berdiri di depan pintu lift. Saat yang mendebarkan. Biasanya hanya satu lift yang akan menuju ke lantai ruangan Andrew. Saat ini kedua lift sudah dipencet dan sama - sama menuju lantai atas. Conrad tampak bersembunyi di belakang Diana dimana membuat wanita itu merasa heran. Sedangkan Mike berdiri tepat didepannya seakan -akan hendak menyembunyikan dirinya, Mike menghalangi pandangan Diana.


Andrew tegang, Mike berdebar, Conrad ketakutan dan Diana merasa heran. Fransisca yang mengerti situasi itu segera berdiri di depan salah satu lift.


Andrew tidak dapat menyembunyikan mereka di ruangannya. Karena dia tahu kebiasaan Rachel apabila datang mereka akan berargument keras dan Rachel akan membuka setiap pintu yang ada diruangan Andrew.


Kedatangan Rachel selalu dia tolak. Dan saat ini entah kegilaan macam apa yang terjadi sehingga Rachel nekat datang dan langsung menuju ke ruangannya.


Ting ! Pintu lift terbuka perlahan bersamaan.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Hallooo... teman pembaca maaf updated nya terlambat yaaa.. Maklum masih membiasakan diri mengajari anak sekolah online.


Heheheh... alasan yaaaa...


Maaf. maaf...

__ADS_1


Teman - teman pembaca, jangan lupa bantu like dan share yaaa.


Terimakasih atas kemurahannyaa.


__ADS_2