Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Hukuman siang hari.


__ADS_3

LANJUTTTTTT....


HANYA UNTUK YANG SUDAH MENIKAH !!!


Diana masih terkulai dalam pelukan Andrew di posisi berdiri. Tubuh mereka masih bersatu, rapat tanpa celah. Lutut kaki wanita itu sudah bergetar, dia tidak sanggup berdiri tanpa tubuh kokoh suaminya yang menopang.


Andrew tidak memaksakan kehendak dirinya. Dia menanti Diana yang sudah mencapai pinvak terlebih dahulu untuk memulihkan sedikit tenaga. Dengan sabar dia menanti, meskipun sang naga sudah berontak dan menggeliat geli di dalam goa. Naga sudah tak sabar mendapatkan sensasi luar biasanya berlanjut. Goa hidup itu berdenyut memijat keseluruh struktur bagian sang naga yang terpendam.


Diana mengangkat wajahnya, memandang wajah sang suami. Pandangan matanya sayu, seakan memohon. Dia juga sudah merasakan kegelian luar biasa dengan naga yang berdiam dan menggeliat dalam goa lembab nya.


Andrew yang memahami arti tatapan mata sayu dan penuh harap itu, mulai bermain-main dengan perasaan wanita nya. Dia melepaskan dengan amat sangat perlahan, slow motion sang naga dari dalam goa. Membuat Diana yang awalnya mengerang, menjadi kecewa.


Detik selanjutnya Andrew mengangkat tubuh wanita itu keatas tempat tidur. Dia mengambil whip cream dan menuangkannya keatas tubuh Diana. Di atas gundukan squishi lembut. Sensasi dingin dan lengket dirasakan oleh Diana.


Dan selanjutnya adalah rasa geli saat Andrew menjilati whip cream tersebut.


Diana merasa beruntung memiliki Andrew yang begitu memujanya. Pria itu memiliki begitu banyak cara dan ide untuk membuat dirinya melayang. Diana yang hanya mengenal satu pria dalam hidupnya terkadang seakan-akan memiliki pengalaman bercinta dengan banyak pria, karena kejutan yang dilakukan pria itu.


Terkadang Andrew berperan sebagai polisi, kadang sebagai binaragawan, kadang sebagai dokter tampan, kadang sebagai montir, kadang sebagai pengusaha dan saat ini sebagai casanova.


Tempat tidur sudah berantakan dengan sentakan-sentakan hebat yang mereka lakukan dengan berbagai posisi. Setiap posisi memberikan kenikmatan dan sensasi yang berbeda. Menjadi istri Andrew benar-benar harus memiliki stamina yang kuat.


Beruntung saja kamar utama ini kedap suara, karena erangan dan geraman yang keluar dari mulut mereka bisa membuat setiap orang yang lewat malu.


Saat ini mereka sudah terkulai di tempat tidur dengan saling berpelukan. Tidak tahu sudah berapa juta benih yang di semprotkam Andrew ke ladang subur sang wanita. Sebagian benih itu mengalir keluar menceceri sprei, karena Diana sudah tidak sanggup lagi untuk mengangkat pantat nya.


Mereka terlelap dengan tubuh polos yang berpelukan.


*


Hari masih siang. Di area belakang tempat pesta pelayan diadakan, baru saja usai. Aaron, Conrad dan Francesca tampak sudah lelah bermain dan sudah bosan memakan coklat dan permen jelly.

__ADS_1


Pengasuh membawa Aaron dan Francesca ke kamar mandi untuk berganti pakaian dan menggosok gigi. Mereka sekarang berada di kamar bermain dan berbaring diatas tempay tidur yang super besar.


"Mommy dan daddy kemana ya, kok Alon tidak kelihatan?" Tanya Aaron penasaran.


"Mommy dan daddy sedang sibuk bekerja." Sahut nanny Maria.


"Kan hali ini Minggu, daddy kan tidak pergi kantor." Sahut Francesca.


"Benel-benel, daddy kan libul." Aaron menyetujui perkataan Francesca.


"Iya mommy dan daddy sedang sibuk cari adik." Sahut Matilda.


"Loh, cali adik dimana? Alon kok gak diajak?" Aaron yang awalnya berbaring, segera duduk dan memandang wajah Matilda dengan penasaran.


"Cari adik itu urusannya orang dewasa. Aaron dan Francesca menunggu saja dengan tenang di sini sama bibi." Kata Matilda dengan senyuman.


"Hiiiiii bibi Matilda! Mulai malas lagi ya! Bibi kan sudah besal, kenapa tidak bantu daddy dan mommy cali adik buat Alon! Bibi ndak sayang sama Alon." Aaron ngambek dengan Matilda. Masih dengan posisi duduk bersila dengan tangan yang berlipat di dada, Aaron memalingkan wajahnya.


"Okey deal." Sahut Aaron dengan gaya dewasanya.


Akhirnya Matilda dan Maria bisa menghela nafas lega. Mereka selalu hampir kehabisan akal untuk menjawab pertanyaan si kecil. Karena anak kecil selalu bertanya kenapa dan mereka yang dewasa harus menjelaskan dengan bahasa yang gampang dimengerti. Jangan sampai mereka penasaran dan mendapatkan jawaban yang salah dari orang lain.


*


Tok.


Andrew yang masih terjaga dan menatap istrinya yang terkulai lemas, mendengar ketukan sekali di pintu. Itu tandanya, makan siang sudah siap.


Dengan hanya mengenakan boxer, Andrew mengambil kereta dorong yang berisi makanan lezat berprotein tinggi.


Daging sapi panggang, memang merupakan makanan yang berkalori tinggi, tetapi sangat dibutuhkan oleh kedua insan yang sudah menghabiskan ribuan kalori ini.

__ADS_1


Andrew menggendong Diana dan membawa wanita itu duduk di pangkuannya di depan troli makanan. Andrew sudah memotong steak kecil-kecil siap untuk di santap.


"Andrew aku lelah. Aku mau tidur saja." Tolak Diana dengan lemah.


"Tidak sayang, kau harus makan dan kuat." Tolak Andrew sambil menyodorkan sepotong steak untuk istrinya. Diana terpaksa mengunyah steak tersebut.


"Aku mengantuk." Ujar Diana lagi.


"Habiskan makanan ini dan kau boleh tidur lagi." perintah Andrew pada Diana.


Diana mengunyak steak itu sambil memejam kan matanya. Saat ini kelakuannya seperti gadis remaja yang sangat manja.


"Kau harus makan banyak protein dan minum vitamin asam folat ini ya, agar rahim mu sehat dan kuat menanpung benih yang aku tebarkan." Ujar Andrew dengan lembut.


"Hemhhh.." sahut Diana menggumam. Dia benar-benar sudah lelah dan kembali tertidur dalam pelukan Andrew sebelum sempat menghabiskan makanannya.


Andrew membaringkan Diana di tempat tidur dan menyelimuti tubuh polos istrinya. Kemudian dia menghabiskan makanan yang tersisa. Setelahnya Andrew membereskan pakaian mereka yang terceceer di lantai. Andrew kemudian mendorong kereta makanan di luar dan juga meletakan keranjang pakaian kotor di depan pintu kamar. Mereka bagaikan sepasang honeymooner yang sedang menikmati kebersamaan di hotel.


Waktu bergulir setelah tiga jam beristirahat, Diana terjaga dari tidurnya. Dia memandang Andrew yang masih tertidur. Diana bangun dari tidurnya dan beranjang menuju ke kamar mandi


Dia menyiapkam air hangat, busa sabun, aromatherapi dan juga alunan musik lembut.


Diana merasakan otot tubuhnya yang sakit memerlukan semua itu.


Baru saja dia masuk dan bersandar didalam bath up, Andrew sudah muncul dihadapannya dengam seringai nakal. Tampaknya masa hukuman masih berlanjut.


Tidak ada kesempatan baginya untuk beristirahat lebih lama lagi. Andrew sudah masuk ke dalam bath up, bergabung dengan dirinya tanpa dapat dia bantah lagi.


Pria itu mengangkat tubuh mungil Diana di pangkuannya dan menyandarkan punggung Diana di dada bidangnya. Diana tidak dapat membantah maupun menjauh. Tangan pria itu sudah menggosok punggung dan dadanya. Tapi yang lebih membuatnya tidak nyaman adalah ketika duduk diatas naga yang sudah bangun.


πŸ’—πŸŒŸπŸ’—πŸŒŸπŸ’—πŸŒŸπŸ’—πŸŒŸπŸ’—πŸŒŸ

__ADS_1


Gak bosen???


__ADS_2