Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Berbohong


__ADS_3

Sudah satu bulan semenjak Diana mengetahui masa lalu Andrew dengan Caroline. Dan sudah sebulan pula, dia tidak mendengar kabar tentang Caroline. Kewaspadaan yang dia persiapkan tampaknya tidak terjadi.


Wanita itu seperti menjauhkan diri dari sosialita. Dia tidak muncul dimanapun dan juga tidak mengganggu Andrew. Wanita itu bahkan tidak merengek dengan keputusan Perusahaan yang tidak akan bekerja sama dengan perkebunan milik nya. Sangat berbeda dengan sifat Caroline yang tidak mau kalah.


Diana berharap jika Caroline sudah kembali ke Tuscany dan bertemu dengan pria baik-baik. Dia tidak ingin lagi berurusan dengan wanita yang mengejar suaminya. Dia menyadari, mungkin seperti ini lah perasaan Rachel dahulu, ketika tanpa ia sadari dirinya menjadi orang ketiga diantara Andrew dan Rachel.


Di saat rasa bersalah itu muncul, dengan memandang Aaron dia menguatkan dirinya lagi. Rachel adalah kesalahan yang muncul di kehidupan Andrew. Dan sifat Rachel yang angkuh juga licik, bahkan agak psokopat, membuat dirinyaa tidak bisa menjamah hati Andrew.


Namun, ketika masalah Caroline seakan sudah berhasil di singkirkan. Hilang tanpa harus bersusah payah, masalah lain muncul.


Conrad berubah.


Conrad jarang sekali bermanja-manja dengan dirinya. Sepulang sekolah, Conrad yang biasanya senang menikmati camilan sore, saat ini lebih suka langsung masuk ke kamarnya. Conrad sudah tidak seceria dulu.


Bocah itu jarang tertawa dan bermain dengan Aaron. Dia selalu menghindari siapapun di rumah. Tak jarang Conrad menolak Aaron, meskipun tidak bersikap kasar padanya.


Bocah itu selalu mengurung dirinya di dalam kamar. Bahkan makan malam pun dia lalui dengan cepat, hanya untuk kembali ke kamarnya. Diana bertanya pada pengasuhnya. Tetapi nanny Maria pun tidak tahu apa yang terjadi. Karena Conrad tidak pernah bercerita.


Awalnya, Diana mengira jika Conrad benar-benar perlu waktu untuk belajar. Karena setiap kali masuk ke dalam kamarnya, Diana selalu menemukan bocah itu sedang belajar. Mungkin juga begitulah sifat puber, dimana masa remaja membuang sifat anak-anak.


Hingga suatu ketika guru les menggambar mengabarkan, jika Conrad sudah tidak pernah mengikuti pelajaran lagi. Tentu saja hal itu membuat Diana heran, karena Conrad suka menggambar dan bocah itu berkeinginan untuk dapat melukis diatas kanvas.


Diana mengetuk pintu kamar anak itu dan tanpa menanti jawaban dia masuk kedalam. Diana sangat terkejut, ketika di dalam kamar Conrad sedang menikmati ayam goreng kfc dengan tiduran sambil melihat you tube.


...Conrad yang terkejut melihat kehadiran Diana. Dia segera mengelap sisa rempahan di baju dan buru-buru menyembunyikan kotak ayamnya. Dan dia menenggelamkan diri di buku sekolah....


"Apa yang kau makan, nak?" Tanya Diana.


"Tidak ada."


Conrad berbohong.


"Mommy mencium aroma makanan disini, hemmm kayanya enak." Pancing Diana.


"Gak ada. Gak ada." Ucap Conrad gugup.


Diana melihat remahan di kasur. Dia tidak pernah mengajarkan Conrad untuk makan di dalam kamar dengan alasan kebersihan.


Tapi yang dipikirkan dirinya saat ini bukan masalah makanan. Sejak kapan Conrad belajar berbohong?


"Apa yang sedang Conrad lakukan saat ini?"


"Lagi belajar mom."


"Kok tab nya hidup?"


"Oh tadi cari informasi di google."


"Informasi apa?"


Conrad berdiri tegang memandang Diana.

__ADS_1


"Mommy apa an sih, tanya-tanya terus dari tadi. Conrad mau belajar, mommy keluar saja. Jangan mengganggu!" Ujar Conrad dengan galak.


Diana terkejut. Putra sulung yang biasanya lembut tiba-tiba menjadi pemarah.


"Conrad kenapa marah sama mommy? Mommy hanya ingin melihat keadaan Conrad."


"Udah ah... mommy gak usah khawatir sama aku. Lihat aku baik-baik saja dan sehat. Sana mommy keluar saja, gendong tuh si Aaron."


"Kok Conrad bilang seperti itu, mommy disini untuk bersamamu."


"Aaron kan anak mommy."


"Kalian berdua anak mommy. Mommy sayang sama..."


"Bohong! Mommy cuma sayang sama Aaron. Mommy gak pernah sayang sama Conrad."


Diana syok. Dia tidak menyangka Conrad akan berbicara seperti itu. Meskipun Conrad hanyalah anak angkat, tapi Diana selalu berusaha bersikap adil. Apalagi Conrad lebih dulu hadir di kehidupannya.


"Kenapa Conrad berbicara seperti itu, mommy salah apa nak dengan dirimu?" Tanya Diana dengan heran dan kecewa.


"Mommy gak salah apa-apa. Sudah ah, Conrad mau sendiri." Bocah itu menghempaskan tubuhnya diaatas tempat tidur dan memunggungi Diana.


Diana menghampiri Conrad dan duduk di sisi tempat tidur.


"Conrad ada apa sayang, apa ada hal yang mengganggu mu sehingga kesayangan mommy jadi marah-marah?"


"Ahhhh. Conrad mau mommy keluar."


"Conrad! Coba lihat mommy!" Diana berbicara tegas.


Conrad diam saja tidak menghiraukan Diana.


"Conrad ayo duduk dan lihat mommy!"


Bocah itu akhirnya duduk dan memalingkan wajahnya dari Diana dengan kesal.


"Kenapa Conrad marah dan berbohong kepada Mommy?" Tanya Diana penuh selidik.


"Aku tidak berbohong apa-apa." Sanggahnya.


Diana menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


"Lalu ini apa?"


Diana mengambil sekotak ayam goreng dari bawah bantal. Conrad hanya melirik dan tidak menghiraukannya. Bahkan dia tidak nampak bersalah.


"Mommy tidak melarang mu untuk makan ini sayang, tapi jangan makan di kamar. Lihat semua remah di atas sprei ini."


Conrad terdiam. Dia menunduk.


"Kau bisa makan di luar nak."

__ADS_1


Bocah itu masih diam.


"Ayo makan diluar. Mommy dan yang lainnya tidak akan meminta ayam milikmu."


Bujuk Diana halus.


Dalam hatinya masih penuh tanda tanya, bagaimana Conrad bisa membeli ayam kfc ini, karena di area sekolah dan tempat les, tidak ada restaurant cepat saji itu. Lagi pula jika Conrad meminta pada nanny, pengasuhnya itu pasti akan bercerita pada dirinya.


"Gak mau. Ambil semua. Makan saja sama mommy dan Aaron." ujar Conrad sinis.


"Conrad."


"Mommy keluar!!! keluar!!!!"


Diana memandang putra sulung nya dengan sedih. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Tapi tampaknya saat ini bukan saat yang tepat untuk memaksa Conrad jujur.


"Baiklah momy keluar ya. Ini ayam goreng mommy taruh sini. Mommy akan minta nanny untuk mengganti sprei mu. Jangan lupa sikat gigi dan cuci tangan sebelum kau tidur, biar gigi tidak berlubang ya." ucap Diana lembut.


"Gigi berlubang kan ada dokter gigi." sahut Conrad tanpa memandang Diana.


Diana terperanjat. Dia menahan diri. Karena jika dia marah, maka bocah ini akan bersokeras menganggap dirinya pilih kasih. Mungkin besuk saat keadaan Conrad lebih tenang, Diana berencana untuk berbicara kembali.


Diana keluar dari kamar dan mencari pengasuh yang bertugas menjaga Conrad.


"Apakah kau tahu, darimana Conrad mendapatkan sekotak ayam kfc?" tanya Diana


"Saya tidak tahu nyonya jika Conrad memiliki ayam kfc." Nanny Maria heran.


"Aku melihat dia makan ayam itu di kamar. Tolong awasi Conrad. Cari tahu apa yang doa lakukan sepulang sekolah. Karena guru les mengatakan jika Conrad satu bulan ini sudah tidak pernah belajar menggambar."


Nanny Maria terkejut.


"Tapi saya mengantarnya ke gedung tempat Conrad Les. Dan saya lihat dia masuk kedalam ruangan les itu." ujar nya menjelaskan.


"Coba kau ikuti diam-diam. Cari tahu apa yang tejadi. Kenapa juga dia selalu mengurung diri dan mudah marah."


"Baik nyonya, saya pasti akan cari tahu." ucap Nanny dengan yakin.


"Ah satu lagi, tolong ganti sprei kamar Conrad. Terimakasih."


"Baik Nyonya."


Diana menuju kamar Aaron dan melihat bocah itu sudah terbuai di tempat tidur. Dengan lembut Diana mencium kening Aaron. Diana merapikan selimut balitanya dan kembali ke dalam kamar utama.


...💗💗💗💗💗...


Yang penasaran dengan Cerita Lia dan Jason, bisa di baca di novek satunya ya.


48 months arragements.


Kisahnya seru. Romantis Komedi.

__ADS_1


Yukkk disamperin Lia anda Jason.


__ADS_2