
Andrew membimbing Diana menaiki yacht mewah tersebut. Diana yang pertama kali melangkahkan kaki nya ke dalam yacht, tidak dapat menyembunyikan kekagumannya.
Meskipun sudah bertahun-tahun hidup berkecukupan, tetapi setiap kali melihat kemewahan, dirinya selalu terperanjat. Terdapat tiga kamar tidur didalam yacht, ruang keluarga yang menyambung dengan dapur mini. Dan terpenting adalah kolam renang kecil.
"Kita benar-benar akan bermalam di yacht ini berdua?" tanya Diana lagi tidak percaya.
"Hemh." Andrew menggumam sambil meletakan koper di dalam kamar.
"Menyenangkan sekali." Ujar Diana sambil berjalan mengelilingi yacht tersebut dan berakhir di kolam renang yang berada dibagian depan dari yacht tersebut.
Diana merebahkan tubuh nya di kursi dan merasakan sinar matahari membakar kulitnya. Dia tidak menyiapkan apapun untuk berada diatas yacht. Tapi Diana tidak memperdulikannya dan tidak berubah menjadi wanita rewel hanya untuk hal sepele. Yang terpenting ada Andrew disisinya.
Tapi, pria itu penuh kejutan. Dia datang dari dalam dengan mengenakan boxer dan bertelanjang dada. Andrew menghampiri Diana yang berbaring di atas yacht dan memakaikan kacamata hitam serta memberikan sunbkock pada wanita nya.
"Ah, kau mempersiapkan segalanya." desah Diana kagum. Pria ini benar-benar memikirkan detail dan meskipun seringkali Andrew memanjakannya, tetap saja Diana terpesona karena nya.
"Kita akan berlayar ketengah." Bisik Andrew.
"Apakah ada nahkoda bersama kita?"
Andrew menggelengkan kepalanya.
"Kau akan menjadi nahkoda?"
Andrew mengangguk membuat Diana terperanjat. Pria ini penuh kejutan.
Diana mengikuti langkah suaminya yang menggandeng dan membawa dirinya kebelakang kemudi. Andrew mulai menghidupkan mesin dan memutar kemudi meninggalkan geladak.
Deru mesin menderu lembut membawa mereka ke tengah lautan. Saat ini Diana dibuat semakin terkagum dengan pangerannya yang benar-benar menjadi Raja di hati nya.
"Kemarilah."
Andrew menarik Diana dan membawa istrinya dibelakang kemudi. Meletakan tangan wanita itu di kemudi, dan Andrew merangkulnya dari belakang serta meletakan tangan besar miliknya diatas tangan mungil Diana.
"Sama kan seperti menyetir mobil." Ujar Andrew lembut.
"Heeh. Ini menyenangkan."
Andrew membiarkan Diana mengemudikan yacht tersebut, sedangkan dirinya sibuk memeluk dan menciumi leher Diana dengan mesra.
"Hentikan Andrew, kau membuatku gugup."
Andrew terkekeh. Dia menghentikan kejahilannya dan kembali memegang tangan Diana yang masih diatas kemudi.
Ketika layar digital sidah menunjukan lintang derajat tertentu, Andrew menghentikan deru mesin kapal dan mulai membiarkan yacht mengambang di tengah lautan.
"Ayo kita nikmati semi bulan madu ini."
Andrew menggandeng tangan Diana keluar dari ruangan kemudi.
__ADS_1
Mereka kembali berada di kolam renang kecil. Kemudian Andrew memberikan sesuatu pada Diana untuk dikenakan.
"Andrew aku tidak pernah memakai bikini. Aku malu." Wajah Diana bersemu merah melihat bikini berwarna tosca di tangannya.
"Disini hanya ada kita berdua dan aku sudah meletakan arah kapal berseberangan dengan daratan. Jadi jangan khawatir tidak akan ada yang bisa melihat kita, meskipun dengan teropong." Bujuk Andrew.
"Hemhhh. Baiklah." Diana masuk dalam kamar mandi dan mengganti pakaiannyan dengan bikini.
Saay dia keluar, Andrew sudah menyiapkan berbagai makanan, buah juga apple cyder untuk istri tercinta nya. Diana benar-benar merasa di manja oleh Andrew.
"Aku merasa bagaikan ratu, tanpa melakukan apapun semua sudah tersedia dihadapanku." ujar Diana terkekeh.
"Tentu saja, kau ratu di hidupku." Ujar Andrew lembut sambil memberikan segelas minuman Apple cydar tanpa alkohol.
Andrew duduk di kursi yang sama dengan Diana dan mulai meneteskan sun block di tubuh istrinya. Dengan lembut Andrew mengolesi setiap jengkal tubuh Diana dengan cream pelindung sengatan matahari. Mereka melakukannya bergantian.
Setelahnya, Andrew kembali dari mini bar dan membawakan sesuatu untuk Diana.
Lagi-lagi dia dibuat terperangah dengan apa yang di bawa Andrew.
"Ini? Bagaimana kau menyiapkannya?"
"Aku meminta penjaga yacht untuk menyiapkannya."
"Ah, Andrewwwww kau luar biasa." Pekik Diana girang.
Bagaimana tidak saat ini dihadapannya adalah nasi campur khas Indonesia. Nasi putih, perkedel kentang, sambel goreng kentang, oseng buncis wortel, ayam suwar suwir, telur dan tahu bumbu merah juga sambal bajak.
Andrew menikmti makanan yang sama, tapi tentunya tanpa sambal. Tidak mungkin dia membiarkan semi bulan madu ini menjadi berantakan, karena perut nya mulas akibat makan sambal.
Setelah menghabiskan makanan, Diana menceburkan dirinya kedalam kolah renang diikuti Andrew. Andrew kembali memeluk istrinya dan mencumbu mesra. Mereka saling bercumbu mesra didalam kolam renang.
Langit cerah, laut yang tenang, angin semilir dan burung camar yang berlalu lalang menjadi saksi kedua insan yang memadu kasih. Dibawah siraman sinar mentari mereka bercinta.
Ketika bercinta dilakukan di alam bebas oleh dua orang yang saling mencintai, saling memberi dan menerimati dengan lepas, kenikmatannya yang dirasakan melambung tinggi di titik yang membuat Andrew memiliki gairah berlipat ganda.
Desahan suara Diana yang begitu lepas diantara semilir angin laut, terasa merdu do telinga Andrew. Wanita itu tampak begitu cantik, bergerak lembut diatas nya. Andrew meletakan jemari tangannya dan mengusap lembut punggung sang istri yang lembab.
Sekali lagi Andrew mengecup leher istrinya dengan lembut dan singkat. Perlahan dia membaringkan tubuh Diana disisinya, menahan gairah yang akan meledak kembali jika membiarkan Diana tetap menempel lebih lama.
Seketika Diana membalikan tibuhnya dan meringkuk membelakangi Andrew. Dia sudah tidak dapat menahan rasa kantuk akibat rasa lelah. Apalagi angin semilir dan sinar matahari yang mulai redup menjadikan rasa kantuk tidak dapat di tahannya.
"Sayang..."
"Hemmm..." desah Diana lemah.
"Jangan tidur dulu, lihatlah pemandangan indah ini." Andrew memasangkan sebuah kacamata berkaca coklat bening. Dan membalikan tubuh Diana kearah nya agar dia dapat melihat matahari yang bersinar melemah dan siap masuk ke peraduan.
"Ini sangat indah sekali Andrew. Terimakasih untuk semua ini." Desah Diana lembut.
__ADS_1
"Tidak sayang, aku yang berterimakasih karena dirimu selalu sabar mendampingi diriku," ucap Andrew lembut seraya mengecup lembut kening Diana.
"Sayang..." panggil Andrew lagi.
"Ya..."
"Bisakah aku memint sesuatu padamu?"
"Katakan..." suara Diana melemah hampir terlelap.
"Maukah kau menghentikan suntikan kontrasepsi? Aku ingin memiliki anak lagi dengan dirimu." Bisik Andrew mesra dengan memeluk erat istrinya.
Rasa kantuk Diana menghilang seketika, dia tertawa renyah mendengar permintaan Andrew. Diana teringat dengan perkataan ayah mertuanya yang meminya seorang cucu perempuan. Meskipun Andrew tidak mengatakan ingin memiliki anak perempuan, tetapi setidaknya ayah dan anak memiliki keinginan yang sama.
"Kenapa kau tertawa, apakah ada yang lucu dari permintaanku?" tanya Andrew dengan bingung.
"Iya."
"Heh? Kenapa lucu?"
"Kau dan daddy menginginkan hal yang sama." Jawab Diana dengan tersenyum geli.
"Ah... daddy meminta cucu lagi?"
Diana mengangguk.
"Lalu?"
"Kau tahu rahasiaku?"
Jari telunjuk dan tengah Diana berjalan diatas dada Andrew. Bermain di lekukan otot-otot tubuh yang kekar tersebut. Berjalan kesana kemari membuat Andrew menjadi geli. Dia menangkap kedua jemari Diana dan mendesis, "katakan rahasiamu." Kemudian Andrew membawa dua jemari mungil tersebut dan mencium nya lembut mulutnya.
Gerakan lembut itu menciptakan desiran di dalam tubuh Diana. Jemarinya merasakan kelembutan dari bibir kenyal yang senantiasa menciumi dirinya tanpa ampun.
Dan kehangatan di jemari tangannya mengalir kesekujur tubuh.
"Kau akan menceritakan rahasiamu dengan sukarela atau aku harus menggalinya?" tanya Andrew dengan mengangkat satu alisnya.
Bias-bias sinar mentari yang mulai terpancar dengan lemah dan kicauan burung camar yang akan kembali ke peraduan, membuat suasana senja itu begitu luar biasa romantis dirasakan oleh Diana.
Pancaran sinar mentari keemasan itu, membuat Andrew terlihat semakin tampan di mata Diana. Begitu juga dengan Andrew, sinar redup mentari yang menerpa kulit putih istrinya menjadikannya semakin menggoda, apalagi ketika bibir ranum itu mengembangkan senyum menggoda.
Andrew tidak tahan lagi, bibir itu terlalu menggoda, sesaat dia lupa kalau istriinya sudah kelelahan. Andrew mendekatkan wajahnya hendak memagut bibir yang menggodanya itu.
Tapi gerakan refleks Diana menghalanginya. Dia mendorong tubuh Andrew perlahan dan melepaskan diri dari pelukan Andrew. Dengan tubuh telanjangnya, Diana berdiri, meninggalkan Andrew dan berjalan masuk kedalam.
Andrew terperangah. Meskipun sering sudah dia melihat tubuh telanjang wanita itu. Tetapi kali ini, gerakan sensual di bawah terpaan sinar matahari yang mulai redup dan latar belakang lautan yang tenang, membuat gerakan itu semakin mengundang gairahnya. Naga kembali bangkit dengan perkasa.
"Sayanggg jangan menggodaku! Katakan rahasiamu!" Teriak Andrew frustasi sambil menyusul Diana masuk kedalam.
__ADS_1