Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Memindahkan Diana


__ADS_3

Dari pojok ruangan Jason melihat bagaimana tuan besar mendekat dan berbicara dengan Diana. Telinganya boleh tidak mendengar apa yang dikatakan oleh tuan besar tersebut tetapi Jason bisa membaca gerakan bibir.


Pelajaran yang sudah diajarkan oleh orang tuanya sedari kecil. Ternyata amat sangat berguna di saat seperti ini juga.


Dan perkataan tuan besar Arthur membuatnya menggeram. Hingga tanpa sadar dia mencenkeram tangan Lia. Sontak saja gadis cantik itu terkejut, pasalnya dia tidak sadar dengan kehadiran Jason sedari tadi dibelakangnya.


"Auw! Sakit!" Lia dengan kesal menepis tangan Jason sambil melotot dengan mata yang masih bercucuran air mata.


"Sejak kapan kau disini. Mengejutkan saja!" ucap Lia dengan suara serak sambil mengusap air mata dengan punggung tangannya, kemudian Lia beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


"Cantik." desis Jason melihat Lia. Meskipun mata gadis itu sembab, tapi melihatnya tanpa daya seperti itu entah mengapa dada Jason makin berdesir.


Jason kemudian menghampiri tuan besar disisi Diana dan tersenyum kecil pada pria tua itu.


"Tuan, apakah anda menyayangi wanita ini?" tanya Jason dengan pandangan mengarah kepada Diana yang masih tergeletak koma.


Tuan besar menoleh pada Jason dan melihat sosok pria dengan keangkuhan yang menyerupai puteranya.


Jason menoleh pada tuan besar untuk mendapatkan jawaban dari pria itu.


"Tentu saja." jawabnya singkat.


"Maka mulailah berdoa lebih sering untuk kesembuhannya." ucap Jason datar.


Perkataan Jason membuat tuan besar kembali menoleh dan memandang wajah datar Jason yang masih memperhatikan Diana. Dia tidak mengenal pria ini sebelumnya tapi kata-kata nya yang dingin dan tegas menyiratkan kesungguhan.


"Aku sudah menyerah akan Diana tapi Lia... aku tidak akan mengalah untuk kedua kalinya!" ucap Jason dengan lirih tapi tegas membuat tuan besar yang mendengarnya dapat merasakan getaran cinta.


Tuan besar tidak menghiraukan Jason dia beranjak dari tempatnya berdiri untuk melihat cucunyayang baru berumur beberapa hari. Bayi mungil tersebut masih memejamkan matanya namun tersenyum damai.


"Dia sangat tampan." ujar tuan besar sambil tersenyum melihat cucunya.


"Tentu saja. Aku tampan dan mommy nya cantik." sahut Andrew.


"Conrad juga tampan kan ayah?" tanya bocah kecil itu tidak mau kalah.


"Tentu saja Conrad juga tampan. Conrad sekarang menjadi kakak tertua, harus menjaga dan menyayangi adik ya."


"Iya daddy. Kakak akan selalu menjaga adik." sahut Conrad sambil membisungkan dadanya.


"Selamat siang." semua menoleh ke asal suara, tampaknya Briant datang bersama Grisella. Tampak disana bagaimana Grisella mengamit tangan Briant.


"Saya tidak tahu paman ada disini." ucap Briant setelah memberi salam pada pamannya.


"Aku kemari karena Conrad begitu merindukan mereka." ucap tuan besar menjawab pertanyaan Briant.


Sementara tuan besar dan Andrew asyik berbincang-bincang dengan Briant dan Grisella, Jason mendekati Conrad.


"Hai jagoan kecil. Masih ingat denganku?"

__ADS_1


"Tentu saja. Uncle kan yang menolong mommy dan Conrad dipantai. Uncle seperti pahlawan. HERO." ucap bocah kecil itu dengan senyum lebarnya.


Jason terkekeh. Ingatan bocah ini cukup bagis setidaknya julukan Hero yang diberikan padanya cukup bagus.


"Bagaimana kalau sekarang kau ikut dengan uncle Hero?"


"Kemana?"


"Kita akan pergi bermain dan makan."


"Berdua saja?" tanya Conrad.


"Kalau kau mau bagaimana dengan mengajak unty Lia?"


"Horeee!!! Ayo uncle kita pergi." Conrad menarik pakaian Jason.


"Kemarilah. Kau bisa naik di punggungku." Jason berjongkok menawarkan diri untuk menggendong Conrad.


Bocah tampan itu tersenyum girang dan dia segera naik ke punggung Jason serta mengalungkan tangannya ke leher Jason. Jason berdiri dan berjalan ke arah andrew. Andrew yang melihatnya merasa heran.


"Aku akan membawa dia makan dan bermain." ucap Jason kepada Andrew.


"Daddy boleh yaaa... Conrad sudah lama tidak pernah keluar rumah. Please." rayu Conrad dari punggung Jason.


"Aku akan membawa Lia bersamaku. Jadi jangan khawatir mengenai Conrad." ucap Jason lagi yang melihat keraguan di wajah Andrew.


Jason mengangguk. Bersamaan dengan itu, Lia baru saja keluar dari kamar mandi. Rambut di bagian keningnya sedikit basah. Lia tersenyum lebar melihat pada Briant dan tidak memperdulikan Grisella.


Lia tahu Grisella menyukai Briant. Tapi Lia masih berharap agar Briant hanya melihat kepadanya. Sosok Briant yang tenang dan dewasa membuatnya merasakan keberadaan seorang pelindung.


Lia berjalan dan menghampiri Briant sambil tersenyum lebar dan hanya menoleh kepada Grisella sesaat. Dia hendak menyapa pria itu tapi saat yang bersamaan Jason dengan Conrad yang dipunggungnya berjalan kearah Lia.


Jason langsung menggapai tangan Lia dan menarik gadis itu tanpa memberi kesempatan pada Lia melawan. Sementara Briant memandang adegan tersebut dengan perasaan kesal.


"Mau kemana mereka?" tanyanya pada Andrew.


"Jason mengajak Conrad dan Lia untuk makan dan bermain di luar." jawab Andrew.


"Pria itu sering sekali muncul." ucap Briant dengan menekan perasaa tidak suka nya.


"Bukankah itu bagus, Lia jadi memiliki teman. Dan mereka tampak cocok." Jawab Grisella.


Andrew bisa melihat perubahan mimik Briant. Dia menyadari akan ada kisah cinta segi tiga atau segi empat diantara mereka. Tapi, Andrew tidak ingin ikut campur, karena baginya urusannya lebih penting.


"Aku akan memindahkan Diana dan baby Aaron kerumah." ucapan Andrew membuat mereka terkejut.


"Biaya berapapun tidak masalah. Katakan pada mereka kemauanku." Perintah Andrew pada Briant.


Melihat keadaan anaknya yang membaik dan keadaan Diana yang stabil, Andrew memutuskan hal terebut, mungkin dengan aroma rumah tempat semua kenangan berada akan merangsang Diana untuk lebih ceoat pulih.

__ADS_1


*******************


Ketika berada di luar ruangan, Lia yang berjalan disisi Conrad memukul bahu pria itu jengkel dan sangat gemas.


"Kenapa kau menarik tanganku. Mau kemana kita?"


"Pergi makan dan bermain unty." Conrad menyahut dengan riangnya.


"Conrad sudah minta ijin dengan daddy?" tanya Lia.


"Sudah. Uncle Hero juga sudah bilang daddy kalau unty Lia akan menemani Conrad." jawab bocah itu sambil menempelkan kepalanya ke punggung Jason.


"Kenapa kau tidak bilang dulu kepadaku? Dasar pemaksa!" Bisik Lia jengkel.


"Apa katamu?" tanya Jason menggoda.


"Pemaksa!" ujar Lia lebih keras lagi.


Mereka memasuki lift.


"Apa?" Jason pura-pura tidak jelas dan membiarkan gadis yang tingginya hanya sampai sebahunya berjalan sambil menjinjit dan menjulurkan lehernya.


Saat Lia hendak mengulanginya lagi, Conrad lebih dulu memotongnya, "uncle Hero tidak memaksa kok. Conrad langsung mau apalagi ada unty. Unty kan pernah bilang ke Conrad belum puas jalan-jalannya."


Lia tersenyum bocah kecil ini perhatian juga.


"Jason! Tas ku tertinggal." pekik Lia tertahan mengingat segala dokumen dan pasport yang dia miliki berada didalam tas tersebut.


"Ini kan unty?" Conrad mengangkat tas merk Celine dari tangan nya disisi berlawanan.


Lia mengambil tas itu sambil tersenyum pada Conrad kemudian menggerutu kepada Jason. "Kau sudah mempersiapkan semua dengan baik."


Lia sedikit kesal. Berhadapan dengan Jason memang seringkali menguras tenaga dan perasaannya. Pria ini selalu memberikan tantangan dalam dirinya dan selalu muncul disaat yang tepat.


Jason terkekeh memuji diri akan keberhasilannya membawa Lia pergi sehingga gadis itu tidak dapat bersama Briant lebih lama.


Setidaknya hari ini dia bisa menguasai Lia melalui Conrad.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Terimakasih atas dukungan dan Vote kalian ya. Sesuai dengan janji author untuk memberikan cindera mata, baru kakak Yelli Niska yang merespon ya.


Jangan lupa keep poin kalian untuk mendukung karya sederhana ini. Minggu depan senin-sabtu Vote lagi sebanyak-banyaknya ya. Kalau boleh bantu share agar pembacanya boleh bertambah.


Meskipun karya receh ini tidak hanya memiliki penghasilan untuk sekedar membeli ice cream, tetapi author senang bisa berbagi dan berinteraksi dengan kalian semua. Terimakasih atas segala dukungan kritik dan sarannya.


🀩😘😍


__ADS_1


__ADS_2