
10 Tahun kemudian
Conrad sekarang sudah berusia dua puluh satu tahun dan dia mengambil jurusan kedokteran. Conrad melepaskan keinginannya untuk menjadi seniman terkemuka dan belajar ilmu kedokteran dengan tekun.
Francesca berusia lima belas tahun dan dia berada di grade sembilan. Gadis itu semakin cantik dan semakin ahli bermain Biola. Dia menyukai musik, juga seringkali muncul sebagai seniman jalanan, memaikan biolanya menghibur para pejalan kaki.
Aaron berusia empat belas tahun dan berada di grade delapan. Masih seperti ketika masih kecil, Aaron tetap tampan dan selalu menari perhatian gadis-gadis di sekolah nya. Aaron anak yang sangat cerdas di berbagai bidang. Dia adalah murid top tiga besar. Aaron juga sangat jago berolah raga. Itu sebabnya dia selalu menjadi idola mengalahkan pamor anak terpandai di sekolah.
Sedangkan Archie, Adelaide dan Anna berada di grade empat.
Archie sekelas dengan Adelaide. Sedangkan Anna berada di kelas sebelah.
Archie lebih pendiam daripada kakak-kakaknya. Dia hanya berbicara jika perlu saja. Tetapi apabila sedang kesal, sedikit kalimat Archie sudah cukup membuat semua orang terdiam. Sama seperti Aaron, Archie cerdas dan populer, apalagi dengan sikap pendiamnya, menambahkan pesona Archie. Archie sering belajar dengan ditemani alunan biola Francesca.
Anna, gadis yang cantik ini sangat dekat dengan semua kakaknya, terlebih Aaron. Dia mengagumi kepandaian Aaron juga keahliannya berolah raga. Meskipun tidak sepandai Archie, tapi Anna selalu rajin belajar. Dia memiliki banyak teman dengan sikap lincah dan senyum humorisnya.
Adelaide, gadis ini tak kalah cantik dengan Anna dan Francesca. Adelaide adalah anak yang pandai, penyabar dan sangat lembut. Tetapi sayang, penyakit jantung bawaan yang dia miliki semenjak dalam kandungan, seringkali menghambat aktivitas nya. Meskipun mendaftar di sekolah yang sama dengan Archi dan Anna, tetapi gadis itu hanya sebulan sekali masuk sekolah. Selebiunya dia belajar dirumah.
Area sekolah mereka berada dalam satu kawasan, tetapi tentu saja terbagi menjadi dua gedung yang berbeda. Setiap gedung dibatasi dengan taman dan jalan setapak yang lebar. Sekolah terbaik dan favorite terdekat di kawasan Mansion.
Ke lima anak, mereka tentu saja berangkat ke sekolah bersama setiap hari nya. Satu mobil Ford Family mengantar mereka setiap hari ya. Lain hal nya dengan Conrad yang sudah mendapatkan izin untuk membawa mobil sendiri tentunya, karena dia sudah dewasa.
...💏💏💏💏💏💏...
"Mommy.... Hehhh.. Hehhhh... " nafas Adelaide terasa sesak. Dia memegang dada nya yang terasa sakit.
"Adelll... Tarik nafasss keluarkan. Tarik nafass keluarkan. Ya begitu sayang." Diana menepuk perlahan punggung putri nya dengan lembut.
"Adel, di rumah saja ya tidak usah ke sekolah. Nanti biar bu guru Maya yang datang untuk mengajar. " Bujuk Diana pada Adeleide.
"Tapi, Adel mau sekolah mom.. " Ujarnya dengan memelas. Mata nya berkaca-kaca penuh harapan.
"Besuk ya, jika Adel sudah merasa baikan. Adel bisa kesekolah seperti bersama Archie dan Anna. Sekarang Adel temani mommy, kita belajar di rumah kaca, bersama dengan bunga-bunga. Bagaimana? " Diana membujuk Adelaide
Adeleide mengangguk. Dia tidak punya pilihan lain. Jika sakit nya mulai terasa, Adelaide memang harus tinggal di rumah. Ada perawat yang bekerja khusus menjaga Adelaide. Pernah satu kali, dia memaksa untuk ke sekolah disaat badannya lemah, hanya karena ingin melihat pertandingan baseball Anna dan Archie, tetapi pada akhirnya Adelaide pingsan.
"Anak pintar. Adel tunggu disini dulu ya. Mommy akan memberitahu Archie dan Anna. " Adeleide mengangguk dengan patuh.
Diana beranjak keluar dan menemui anak-anaknya yang saat ini sedang makan pagi bersama. Dia bisa sedikit merasa aman meninggalkan Adelaide, selama seorang perawat menemani gadis kecilnya. Di ruang makan, tampak meja yang panjang itu sudah penuh, terisi seluruh anggota keluarganya.
"Mana Adel? " Tanya Andrew yang berada di meja paling ujung.
Diana menatap Andrew sendu. Dan pria tampan itu memahami arti tatapan mata itu. Dia memilih diam.
"Kalian berangkat tanpa Adel yaa. " Ujar Diana sambil membelai rambut Archie dan Anna.
"Adel sakit lagi mom? " Tanya Anna dengan mata polos nya yang berbinar.
"Iya. Dia merasa kurang enak badan. "
Anna memeluk Diana. Membenamkan diri dalam kehangatan perut ibu nya.
"Mommy jangan sedih yaaa... " Ujarnya lirih. Diana mengecup kening Anna, gadis kecil ini selalu mampu membuat dirinya merasa lebih baik.
"Archie, kau sekelas dengan Adel, bukan? Tolong katakan pada wali kelas, jika Adel tidak masuk hari ini. " Diana menatap putra bungsunya.
__ADS_1
"Ya mom. " Jawab Archie.
"Aaron. Sepatunya diikat itu. Nanti jatuh lagi." Ujar Diana yamg melihat tali sepatu Aaron tidak ditalikan.
"Ah, mommy kuno, ini kan model. " Sahut Aaron acuh.
"Dengarkan mommy, kalau jatuh nanti, nangis juga cari mommy, " Ujar Andrew menggoda.
"Daddy! " Aaron protes.
Meskipun sudah smp, Aaron jika sedang kesal, masih suka bermanja dan mengadu pada ibu nya.
Francesca yang melihat Aaron kesal, menahan tawanya. Dan memasang wajah tak bersalah ketika Aaron melirik dirinya.
"Conrad mau keatas dulu lihat Adel. " Conrad meninggalkan ruang makan diiringi tatapan mata Diana.
"Ayo kalian berangkat sana. Belajar yang rajin ya. Hargai kesehatan kalian dan kesempatan untuk sekolah. " Pesan Diana sambil mencium dahi anaknya satu persatu.
Diana menemani ke empat anaknya hingga depan pintu.
"Kurang mom, Aaron mau dicium di pipi juga. " Ujar nya dengan manja.
"Udah besar masih manja. " Sindir Archie sambil melewati kakaknya.
"Biarin, selamanya aku anak kecil bagi mommy. Kamu kalau iri, sana minta cium banyakkk sama mommy. " Protes Aaron kesal.
"Berisik! " Sahut Archie sambil mengorek telinganya.
"Eh... "
"Jadi semangat nih. " Ujar Aaron sambil tertawa kecil memasuki mobil.
Setelah semua anak masuk ke dalam mobil dan mulai berangkat, Andrew memeluk pinggang istrinya dan mulai meminta hal yang sama seperti Aaron. Diana dengan gemas mencium kening dan pipi suaminya. Tentu saja ciuman itu selalu berakhir dengan pagutan bibir Andrew.
"Yeakkkkk Daddyyyy kaya anak kecilll, " Teriak ke empat anak yang sudah berada dimobil.
"Sudah sana berangkat, nanti telat! " Teriak Andrew sambil mengebaskan tangannya.
"Bosss ayo kerja jangan terlambatttt, malu sama anak buah! " Teriak Aaron dari dalam mobil yang sudah mulai bergerak.
"Heran setiap hari suka sekali di goda sama anak-anak. " Ujar Diana sambil memukul dada Andrew ringan.
"Biar selalu merasa muda. " Andrew terkekeh ketika Diana memukul dada nya.
"Aku mau melihat Adel dulu. "
Andrew dan Diana beranjak ke kamar Adel .
Di sana mereka melihat saat Conrad sedang berbicara dengan Adel. Conrad tampak melakukan atraksi sulap dengan tanganya, untuk menghibur Adel. Adel berkali-kali mengembangkan senyumnya, namun tidak memiliki tenaga untuk tertawa.
Ya, Adel masih memiliki masalah dengan kesehatannya. Sejak kelahirannya, Adel tinggal di rumah sakit hingga empat bulan. Dia mengalami beberapa kali operasi jantung.
Fisik Adelaide lebih lemah daripada kedua saudara kembarnya. Dia lebih lambat dalam bergerak, duduk, berdiri dan berjalan. Meskipun demikian, wajah gadis itu selalu ceria. Andrew, Diana dan semua saudara selalu mendukung.
Adelaide tidak pernah dibiarkan kesepian dan patah semangat. Meskipun terkadang dia merasa iri, melihat bagaimana mereka berlari dan bermain di taman, tetapi Adelaide selalu menghiasi wajahnya dengan senyuman.
__ADS_1
Conrad sangat menyayangi Adelaide. Diam-diam dia melihat bagaimana Diana menagis. Conrad bisa melihat jika ibunya selalu berusaha menyembunyikan keresahan. Dia juga selalu mengingat, bagaimana selama berbulan-bulan, Diana harus berusaha kuat juga tersenyum ketika Adelaide menjalani operasi.
Karena rasa sayang nya yang luar biasa besar pada Diana. Conrad rela melepaskan impian untuk kuliah di jurusan seni beralih mengambil jurusan kedokteran. Conrad bertekad untuk menjaga Adelaide dan berusaha belajar, mencari cara agar gadis kecil itu selalu sehat, sehingga air mata kesedihan tidak lagi mengalir di wajah ibu nya.
"Kakak berangkat dulu ya. Adel tunggu kakak pulang kuliah, nanti kakak akan kembali bermain dengan Adel." kata Conrad pada adik kecilnya.
Adel mengangguk patuh.
"Nanti ajarkan Adel tentang struktur organ tubuh manusia ya kakak. Adel mau jadi dokter kaya kakak." ujar nya lirih.
Conrad mengangguk, dia mengecup kening Adelaide dengan penuh kasih sayang. Conrad berpapasan dengan Andrew dan Diana yang masih berdiri di dekat pintu.
"Mom, Conrad pergi kuliah dulu ya." pemuda tampan itu mengecup pipi Diana.
"Baik-baik disekolah ya sayang." ujar Diana yang harus mendongak menatap putranya.
Connrad menganguk.
"Dad." Pamit Conrad pada Andrew. Andrew mengangguk sambil menepuk pundak anak laki-lakinya yang sudah dewasa.
...❤❤❤❤❤❤...
VISUAL
CONRAD
FRANCESCA
Aaron
Archie
Adelaide
Anna
DIANA
ANDREW
__ADS_1