Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
30. Rencana


__ADS_3

Bangun tidur dalam dekapan orang yang kita cintai memang sesuatu banget ya. Kehangatan tubuhnya, debaran jantungnya, aroma maskulin, kulit tubuh yang saling bersentuhan , otot dada yang melekat di pipi bahkan hembusan nafasnya memberikan sensasi kebahagiaan tersendiri. Dengkuran halus nya seperti melodi indah di telinga mereka yang lagi kasmaran.


Diana sudah terjaga dari tadi tapi dia enggan beranjak dari pelukan Andrew. Ingin dia menengadahkan kepalanya menatap wajah terkasih, tetapi dekapan Andrew terasa ketat dan otot dada Andrew seperti magnet yang membuatnya menempel. Diana memainkan telunjuknya menyentuh otot perut dan dada Andrew, mengerakan jari - jarinya seakan - akan menyentuh tuts piano.


Tubuh Andrew beraksi sejenak , pelukan sedikit kendur. Mungkin dia merasa sedikit geli dengan sentuhan jemari gadis dalam pelukannya.


Kepala Diana akhirnya bisa lebih leluasa bergerak, ditengadahkan wajahnya menatap Andrew, meneliti setiap sudut di wajah yang tampak semakin tampan.


Diana mengecup perlahan bibir Andrew dan membisikan sebuah kalimat lirih yang hampir tidak dapat didengar oleh telinganya sendiri tapi mampu membuat pipinya merona merah .


Tiba - tiba Andrew mempererat pelukan dan mengangkat tubuh Diana sehingga berada diatasnya. Degup jantung Diana terasa berdebar keras. Tubuh mereka masih polos dan dia bisa merasakan keperkasaan mahkota Andrew yang mulai membesar.


"Kau tau akibat menggodaku di pagi hari woman ?"


Suara Andrew serak sedangkan matanya masih tertutup.


"Tidak. Tidak. Aku tidak menggodamu. " Sura Diana sedikit gugup. Dia tahu akibat yang akan terjadi apabila membiarkan dirinya menempel lebih lama pada Andrew.


"Oh ya.. kau bisa melakukannya sekarang. Aku sudah siap." Keperkasaan Andrew sudah mulai bangkit seutuhnya dan terasa keras menyentuh kewanitaan Diana.


"Lepaskan aku Andrew, aku aku mau pipis. " alasan asal yang diambil nya dengan cepat namun jitu membuat Andrew melepaskan pelukannya.


"Cepatlah kembali. " suara Andrew masih serak dan matanya masih tertutup. Diana segera turun dari atas tubuh Andrew dan memandang tubuh telanjang proa dihadapannya. Tubuh sexy dengan setiap sudut yang sempurna.


"Kau hendak pipis atau mengagumiku. Cepatkah kemari. " kaaimat Andrew membuat Diana segera melesat ke kamar mandi dan keluar lagi dari kamar mandi dengan mengenakan barhrobe. Dari kejauhan dia bisa mendengar Andrew mendengkur kembali. Diana segera kembali mendekat dan mengambil selimut menutupi tubuh Andrew kemudian mengecup kening Andrew.


Β 


*Dasar pria, masih mengantuk saja bisa berpikir mesum*.


Β 


Diana kembali masuk ke kamar mandi dan mulai membasuh dirinya. Keluar lagi menuju lantai bawah dan mulai mengenakan setelan celana pendek beserta kaos . Dibukanya kulkas dan mulai mengeluarkan sebutir telur dan bacon . Membuat roti panggang, menggoreng telur dan bacon serta secangkir kopi susu. Diana menikamti sarapan pagi nya sambil memandang indah nya kota M di pagi hari.


Terdengar langkah kaki menghampiri, belum sempat Diana menoleh sebuah pelukan dibahunya terasa berat dan hangat.


"Kau tidak membuatkan ku breakfast?" Suara ndrew masih terasa serak. Dia menghirup aroma wangi dari rambut dan tubuh Diana. Sambil memainkan rambut hitam legam yang masih lembab habis keramas.


"Aku menunggu mu bangun agar sarapanmu tetap hangat. " Diana tersenyum lembut mengecup pipi Andrew dan melepaskan diri dari pelukan Andrew menyiapkan sarapan pagi beserta secangkir expresso. Ini pertama kalinya dia menyediakan sarapan bagi Andrew .

__ADS_1


Andrew menikmati sarapan dengan lahap.


"Berikan Pasportmu padaku. "


" Okey. Untuk apa ?" tanya Diana penasaran.


"Aku akan ke kapal Freedom of the sea dan kau akan menemaniku."


"Oh yaaaaa Kita akan ke Eropa?" Diana melonjak girang karena Andrew ternyata menepati janjinya.


"Iya. "


"Kita akan tinggal di Cruise atau.. " belum sempat Diana menyelesaikan kalimatnya Andrew menyela,


"tidak kita akan terbang ke Barcelona kemudian bergabung disana "


"Benarkah? Venice. Kita akan kesana kan?" Suara Diana terdengar bersemangat.


"Tentu saja. Venice, Menara Pizza, canes, Rome. Dan bilang jadwal memungkin kan kita juga akan berkunjung di Cruise Alaska. "


"Wah... wah... aku tidak perlu bekerja selama itu." Andrew menertawakan kalimat polos Diana. Tentu saja kamu tidak bekerja. Kau hanya menemaniku dan nikmati Liburan tambahan.


Sekarang dia bisa menikmati liburan tanpa bekerja. Tunggu tanpa bekerja berarti tidak ada gajian dong. Hmm.... entahlah dipikir nanti saja dah.


Meskipun Andrew seorang bilioner, Diana tidak pernah meminta apapun bahkan menuntut sesuatu.


Dia tidak menolak pemberian Andrew sebatas wajar.


Perlengkapan Ke Eropa dan Alaska tentunya memerlukan persiapan, Sedikit bingung bagi Diana bagaimana cara mengatakannya pada Andrew.


"Kita akan berbelanja nanti pakaian yang Kau erlukan. Negara itu saat ini sedang musim gugur, udara akan terasa dingin. Kau memerlukan coat dan sepatu yang nyaman." Andrew seperti menebak pikiran Diana.


"Benarkah?" Diana melonjak girang dan mendaratkan kecupan di kening Andrew. Sifat nya yang ceria dan apa adanya ini lah yang menarik bagi Andrew. Tidak ada trik, tidak ada politik, semua Murni.


&&&&&&&&&&&&


Memasuki butik yang tampak begitu mewah di kalangan pusat pembelanjaan kalangan atas kota M, membuat Diana kembali menciut, merasa kecil .


"Tenang jangan kuatir kau bersamaku." Andrew seperti mengerti pikiran Diana membuat gadis itu merasa tenang.

__ADS_1


Mulai memilih dengan ragu beberapa pakaian yang harganya fantastis luar biasa. Bayangkan satu kaos saja bisa untuk membayar kost Lia selama 3 bulan. satu celana jeans bisa buat biaya kuliah satu semester. Dan coat musim dingin ini bisa buat beli mobil. Diana ragu memilih dan memandang Andrew.


"Ini terlalu mahal. Kita bisa pindah ke downtown untuk mendapatkan yang lebih murah. " Diana setengah berbisik.


Andrew menyeringai, " Tenanglah uangku tak akan habis kau belanjakan disini. " Andrew mulai memilih beberapa pakaian dan menyerahkan ke Diana, "cobalah." Diana mematuhi dan mulai mencoba pakaian yang diberikan Andrew. Sambil berdecak kagum melihat bagaimana pakaian super mahal membalut tubuhnya, meninggalkan kesan yang sangat berbeda. Mewah dan Anggun.


Diana mengenakan satu persatu pakaian yang dipilih Andrew dan keluar memperlihatkannya pada Andrew setiap kali dia mencoba yang baru.


Akhirnya beberapa pasang pakaian telah dipilih. Juga sebuah Koper baru yang ringan tapi sangat kuat.


Kemudian mereka beralih ke toko tas Diana memilih tas Celine berukuran sedang berwarna hitam untuk nya. Tas itu sendiri tidak lah semahal coat yang dibelikan Andrew. Tapi bagi Diana ini sudah amat mewah.


Ketika pelayan sedang menghampiri mereka dan memberikan check untuk ditandatangani Andrew, mata Diana berkedip tidak percaya melihat seseorang yang baru saja masuk .


"Britney spears! Andrew itu benarkan Britney?" Diana seperti tidak percaya dengan penglihatanya.


Andrew hanya menoleh, dia bahkan tidak hafal dengan nama artis maupu aktor yang tidak pernah berhubungan dengan bisnisnya.


"Itu juga Kit Harington kan yang baru masuk ?"


"Siapa itu ?" Andrew bertanya balik.


"Itu pemeran Jhon Snow di serial Games of Throne. "


Andrew hanya mengangguk - anggukan kepalanya.


"Bolehkan aku berfoto dengan mereka?" Diana bertanya dengan nada berharap.


Sebenarnya Andrew enggan mengiyakan permintaan Diana, tapi melihat mata Diana yang mengerjap penuh harap Andrew akhirnya mengiyakan.


Beberapa foto dan beberapa pose dengan kedua artis terkenal itu akhirnya dia dapatkan . Dengan bahagia Diana mengamarti fotonya dalam benak Dia kegirangan dan berencana mengirimkan pada Lia , Maya dan Monna.


Merka pasti tidak akan percaya kalau aku berbelanja di toko yang sama dengan Britney dan Kit


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Xixixixi... Diana udik ya pembaca.


Tapi kalau aku ketemu idol aku juga bisa kaya itu sepertinya.

__ADS_1


Bertemu Syahrini di mall saja waktu nyanyi senangnya minta ampun. Tapi sayang banyak pengawalnya. Cukup memandang dari kejauhan.


__ADS_2