Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
50. Siapakah dia ?


__ADS_3

"Anak siapa ini Andrew? Bagaimana kau mengenalnya? Apa hubungan kalian?" tanya Diana bertubi - tubi dengan lirih takut bocah kecil dalam pelukannya terbangun. Pertanyaan yang sedari tadi bergayut dalam benak akhirnya dia utarakan, meskipun hatinya resah takut dengan kenyataan yang mungkin diluar harapan.


Andrew terdiam tanpa jawaban. Dia menatap Diana dihadapannya dalam diam membuat gadis itu semakin bertanya - tanya.


"Apa hubungan anak ini dengan Meredith?" tanya nya lagi. Andrew tetap diam membisu dan tidak berusaha menjawab pertanyaannya.


"Apakah ini anakmu dengan Meredith?" Tanyanya dengan gusar. Rasa penasaran semakin kuat. Apalagi ketika Andrew tetap diam membisu dan hanya menatapnya.


Perlahan Diana melepaskan pelukan Conrad dan duduk diam di pinggiran tempat tidur sambil menghembuska nafas yang menyesakan. Dia menyibak rambutnya dan melangkah keluar dari kamar, meninggalkan Andrew dalam diamnya.


FLASH BACK ON


"Loh ada Unty. Untyyyy Conrad kangen." Bocah kecil yang dia kenal tiba - tiba masuk dan memeluk Diana yang tersenyum ceria melihat kedatangannya. Sesaat Diana tidak menyadari situasi . Sementara Andrew terperangah ketika mengetahui mereka berdua saling mengenal. Dia menutup pintu dengan perlahan dan melihat adegan saling memeluk dihadapannya dengan perasaan yang sulit dia ungkapkan.


"Conrad kok tau unty disini? Dengan siapa Conrad kemari?" Tanya Diana sambil menunduk memandang bocah kecil dihadapannya.


"Dengan dad, Eh dengan Uncle." Conrad menunjuk kepada Andrew.


Diana menengadahkan kepalanya dan melihat Andrew meletakan tas juga koper kecil. Sementara Diana memandang Andrew dengan penuh tanya.


 


dad? uncle?


 


"Untyy. Conrad bawa mainan, ayo main dengan Conrad." bocah itu menarik tangan Diana sambil mengeluarkan Puzzle dari tas ranselnya dan juga beberapa Mobil Tomica.


Diana tidak sempat berpikir lebih jauh, dia mengikuti permintaan bocah itu dan bermain bersama.


Andrew pun ikut bergabung. Pagi itu Condominium tempat mereka yang biasa nya sepi dipenuhi canda dan gelak tawa seperti sebuah keluarga nyata.


Setelah makan siang, sementara Diana mencuci piring dan merapikan meja makan, Andrew dan Conrad asyik menonton televisi. Samar - samar dia mendengar pembicaraan mereka, "Conrad boleh sering - sering kemari kan?" suara bocah itu terdengar penuh harap dan tawanya terdengar riang setelah menerima jawaban dari Andrew.


Banyak pertanyaan terlintas dalam pikiran Diana mengenai Conrad dan Andrew. Hatinya resah.


"Conrad ayo tidur siang. Nanti sore kita akan bermain di taman dibawah ya." Ajak Diana.


"Iya unty." Conrad anak yang penurut. Selama hidupnya dia tidak pernah membantah. Karena kepribadiannya yang selalu ditindas oleh Rachel.


FLASH BACK OFF


Diana masuk keruang makan dan mengambil segelas bitterlemon kemudian duduk diam di sofa sambil memandang ke jendela luar dengan pemandangan kota M yang sibuk.


Dan lamunannya terusik ketika dia merasakan tangan yang hangat menyentuh bahu kemudian duduk memeluknya. Andrew menyandarkan kepalanya di bahu Diana. Mereka terdiam sesaat. Hanya hembusan nafas hangat yang terdengar.


"Conrad adalah anak salah satu pegawaiku yang meninggal. Dia tidak memiliki siapapun. Ibu kandung Conrad tidak bisa membawanya kembali ke negara asal karena dia di deportasi. Kemudian aku mengadopsinya." Andrew menjelaskan.


Diana diam berusaha mencerna.


"Lalu apa hubungannya dengan Meredith?"


"Tidak ada hubungan apapun diantara mereka."


Diana memandang Andrew dengan masih tidak mengerti.


"Aku pernah bertemu dia di Vatikan dengan Meredith dan seorang wanita lainnya. Dia memanggil salah seorang dari mereka mommy."


"Mungkin itu sepupuku yang bersama dengan Conrad dan Meredith." Jawab Andrew asal.

__ADS_1


"Dan aku pernah bertemu Conrad beberapa kali di mall. Dia selalu bercerita tentang Daddy yang tidak pernah pulang dan Mommy yang tidak pernah menghiraukan bahkan menyayanginya." Pertanyaannya semakin menyelidiki.


Andrew terdiam dengan cerita Diana, dia sibuk memikirkan alasan yang tepat. Karena dari dalam lubuk hatinya Andrew takut apabila Diana mengetahui status dirinya, dia akan kecewa dan meninggalkan Andrew.


"Mungkin itu sosok dalam khayalannya karena aku selalu sibuk." kata Andrew. Diana hanya mengangguk mencoba mempercayai perkataan Andrew.


"Kasihan anak itu." lirih suara Diana. Suasana hening beberapa saat.


"Lalu apakah dia akan tinggal bersama kita?" tanya Diana. Andew masih memeluk nya dari belakang. Hembusan nafas Andrew terdengar berat menandakan ada banyak hal yang mengganjal dihatinya dan berkecamuk dalam pikiran.


Ingin rasa hati membelai untuk meringankan beban pria terkasihnya. Tapi tubuhnya tercekat. Hatinya masih menanti jawaban.


"Apakah kau keberatan?" tanya Andrew sambil menoleh kearah Diana.


"Tentu saja tidak." Andrew segera mendaratkan kecupan di pipi Diana mendengar jawaban polos gadis yang dia cintai.


 


*tidakkah kau mengerti hatiku Andrew, aku menginginkan sebuah hubungan yang lebih mengikat kita*


 


"Terimakasih sayang." Sekali lagi Andrew mengecup bibir Diana dan kembali dia memeluk erat wanita yang dia cintai.


 


*Jangan pernah lelah dengan diriku. Tunggu aku dengan kesabaranmu hingga aku menyelesaikan semua masa laluku. Tetaplah disisiku selalu*


 


"Andrew?" Diana ragu melanjutkan perkataannya.


"Ya... Katakan." Suara Andrew terdengar lembut di telinga.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Berbalik bertanya seraya menata debaran di jantungnya


"Entahlah. Terkadang aku merasa hidupmu penuh rahasia. Aku tidak sepenuhnya mengenal dirimu."


Diana memandang tepat di manik mata Andrew. Pertanyaan ini sudah bergayut dalam hatinya satu setengah tahun lamanya.


"Kau terlalu banyak berpikir dan menonton serial drama." Andrew menjentik kening Diana.


"Terkadang serial drama pun berbasis dari kenyataan."


"Semua tentang diriku bisa kau searching di google." Ucap Andrew dengan angkuh menyembunyikan perasaan hati nya dan berusaha mengalihkan perhatian Diana.


"Iya tuan terkenal. Kau memang orang yang hebat."


 


*Tapi aku hanyalah mantan seorang bartender. Siapa aku disisimu hanyalah cemooh. Kenapa kau memilihku diantara banyak wanita luar biasa yang mengelilingimu*


 


"Kau seharusnya merasa beruntung sanggup memenangkan hatiku dari sekian ribu kandidat." Lagi - lagi nada suaranya terdengar angkuh dan membuat merah telinga.


"Oh ya ?" Diana melepaskan diri dari pelukan Andrew dan melangkah pergi.


kalau diteruskan bisa tambah besar kepala dia dan aku akan merasa semakin kecil .

__ADS_1


" Mau kemana kau?" tanya Andrew.


"Mau membangunkan Conrad. Sudah sore waktunya bermain di playground."


 


Ini salah satu alasanku tidak akan pernah melepaskanmu. Kasih sayang yang tulus


 


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


 


***Aku sudah jatuh dalam lumpur hisap


 


yang membuatku terperosok semakin dalam


dan diriku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk keluar dalam kubangan.


 


Aku sadar langkahku salah


 


Semua orang sudah memandangku kotor dan bau akibat lumpur yang menempel padaku


Tapi aku telah terbuai dalam kubangan***


 


*Meskipun aku tersenyum dan nampak bahagia, tapi hatiku menjerit.


 


*Meskipun kau menyiramiku dengan parfum Ratu Elisabeth aku tetap bau*


*Meskipun emas permata kau kalungkan pada tubuhku, Aku tetap kusam*.


 


**Bau itu tak akan pernah hilang hingga kau bersedia menyirami aku dengan air paling murni.


 


Kekasihku kumohon basuhlah aku***


 


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


 


Hallo guysss... Terimakasih sudah membaca. Bantu beri kritik, saran , like, Vote dan sharenya yaaaa...


Terimakasihh banyakkkk.

__ADS_1


Oh ya... baca juga karya ku lainnya ya. Kisahnya berbeda lebih santai dan lucu.



__ADS_2