
Akhirnya, aku sudah menginjakan kaki di tanah air. Memang beda penerbangan dengan kelas ekonomi yang biasa aku pakai dan penerbangan dengan kelas utama. Sofanya yang super empuk. Pelayanan yang lebih ramah dan makanan yang lebih mewah.
Pasti ini ulah Andrew, hemmm setidaknya berkat dia aku bisa merasakan kelas mewah penerbangan.
"Kakak!!! kakak!!! sini! disini!" Di antara kerumunan adikku Lia melambaikan tangannya kegirangan .
"Liaaaaa" aku langsung memeluknya. Kami berpelukan erat untuk sesaat.
"Kamu tambah tinggi ya Lia aduhhh adik ku cakep sekali ini." Aku memandang adikku yang berdiri dihadapanku dan sedang tersenyum girang.
"Iya dong masa imut terus seperti kamu. Kurang berkembang." Lia meledekku.
"Ihhh biarin yang penting kakak mu ini tetap imut. " aku membela diri dengan sedikit memonyongkan muka.
"Iyaaa iyaaaa kakak ku yang paling imuttttt sayang gak bisa diemut kaya lolipop hahhahahaha, " Lia meledekku sambil mendorong koper yang aku bawa.
"Kamu sendiri saja Lia?" tanyaku sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Ya iyalah sama siapa lagi. "
"Cowok mu mungkin. "
"Dia lagi pulang kampung, mungkin lusa datang kembali. "
"Tante kemana?"
"tante lagi ke kota B, lagi menemani Kak Chandra. "
" Kak Chandra masih aktif bermain bulutangkis?" handra adalah kakak sepupuku anak tunggal dari tante yang membesarkan aku dan adikku semenjak ayah meninggal dan ibu pergi.
"Masih lah. Dia semakin jago, bebrapa kali mengharumkan nama negara kita."
"Wahhhh kita punya kakak terkenal dong. "
Menaiki taxi bandara kita pergi menuju rumah.
"Kakakk! Tas mu keren sekali Mahal yaaa." aku hanya mengangguk melihat Lia mengagumi tas Prada merah yang aku pegang.
"Lia, masak apa di rumah, ada cemilan gak ? "
"Kan kamu pulang. Gak masak khusus. adanya sayur bening, ikan asin, dadar jagung, tahu goreng dan sambal terasi."
"Gilaaaaaa ngeces ini aku." aku menelan air liur ku membayangkan masakan rumah sederhana yang sudah aku rindukan.
"Ada krupuk puli lagi. Tadi pagi bik Nur beli di pasar. "
Lia semakin menggodaku.
"Aduhhhh Lia laparrr. " aku mengusap perutku.
"Hahahhahaha buat dirimu gendut sekaliannnn."
"Pasti itu. Kamu tahu apa yang aku rindukan kan?"
pandangan ku menggoda Lia mengetes ingatannya.
"Tentu sajaaa rujak cingur, ayam goreng lalapan, rawon, soto, pecel, Bakso, gado-gado, mie ayam. "
Lia masih hendak melanjutkan kalimatnya.
"Sudah sudah aduhhh jadi banyak yang aku mau."
__ADS_1
"Pak berhenti di depan sebentar. " Lia menunjuk kearah warung bakso. Tanpa bertanya dia turun dan sudah kembali membawa sekresek penuh bakso.
"Ini buat kamu biar gak bilang lapar saja." Lia memberiku bebera pentol bakso yang sudah disiram kecap dan lombok tanpa kuah.
"Tau saja kamu yang aku mau. " Aku kegirangan menikmati yang sudah lama tak kunikmati.
"Ini buat bapak ya. " meletakan sebungkus bakso disebelah kursi penumpang depan.
"Trimakasih non. Kok repot - repot. " Supir taxy malu-malu kucing.
"Kasihan bapak nanti ngeces lihat kami makan." Lia tertawa.
"Non bisa saja. "
Sesampainya dirumah bik Nur menyambut kami dengan sukacita.
"Kangen non Aduhhh makin cantik saja. "
"Kalau aku bik?" Lia bertanya .
"Iya sama-sama cantik cuma tambah gendutt. Makan aja kerjaannya dia non." bik Nur menunjuk ke badan Lia yang membengkak.
"Masa pertumbuhan." Lia ngeles.
Aku tertawa melihat tingkah mereka yang akrab.
"Makan dulu non ?"
"Nanti bik, aku mandi dulu yaaa." Aku langsung naik ke lantai atas dan mulai mandi, tanpa menghiraukan koper yang tergeletak di kamar.
Sesudah mandi, Lia tampak sudah sibuk mengacak koper .
"Buat aku yaaa" Lia memeluk tas pemberian Andrew . Sejenak aku ragu .
"Boleh. Tapi jangan di pakai sembarangan ya. Itu yang original loh ya . "
"Ori ? Pasti mahal sekali yaaa. Gila banyak tip tahun ini ya kakak." aku hanya tersenyum memandang Lia yang kegirangan dan mulai melenggok dengan menenteng tas Luis Vouiton di tangannya.
"Ayo makannnn." aku berlari kebawah tak tahan menikmati makanan rumah yang sederhana tapi serasa mewah di lidah.
Setelah makan .
"Ya ampun banyak sekali pesan dari Andrew. " aku terkejut melihat banyaknya wa dari Andrew.
"Siapa Andrew kakak ?" Lia penasaran .
"Eh ada deh." aku berguling di kasur sambil membalas wa Andrew, yang tampak marah karena aku tidak langsung memberi kabar sesampai nya di tanah air.
"Cowok baru ya kak. Kau senyum-senyum sendiri."
Lia mulai penasaran.
"Hehehe."
"Lihat dong kaya gimana sih tampangnyaaa aku penasaran."
"Nanti aja."
"Lokal atau import?"
"Import."
__ADS_1
"Cieleeee temen sekerja?"
"Hmmm kurang lebih lah."
"Kok kurang lebih?" Lia beranjak dari berbaring kemudian duduk bersila sambil memeluk boneka beruang kesayangannya.
"Iyaà kurang lebih." perkataanku terasa misterius bagi Lia.
"Ayolahhh foto foto mana fotonyaaa." Lia terus mendesakku dan berusaha merebut handpone dari tanganku. Aku mengelak dan menyembunyikan nya dibawah bantal . Masih dengan penasaran dan gemas Lia mengelitiki tubuhku. Kami tertawa saling menggoda. Akhirnya Lia menyerah dan beralih ke koper ku yang masih tergeletak di lantai kamar.
"Nyerah nanti juga ketahuan. Mana oleh - olehku ."
"Jam tangan kan pesananmu. Sana lihat yang merk Guess. "
"Ini yaaa wow ini mewah banget kakak trmakasih." Lia langsung mengenakan jam tangan dan menentang tas LV sambil melenggak seperti pragawati.
"Kamu harusnya tidak usah kuliah jurusan komunikasi pindah sana sekolah modeling. Tampang ada, cuma gemuk dikittt aja." Aku meledek Lia.
"Ogah ah mesti jaim terus jadi mereka dan diet ketatt OMG mana tahannnnn masih terlalu banyak makanan sedap di bumi ini. "
"Dasar tukang makan. Untung aja gak bomber." aku melempar bantal kecil ke arah Lia.
Tiba-tiba Handphone ku berbunyi. Andrew.
"Hallo. kenapa belum tidur, ini sudah tengah malam. " sapaku .
"Bagaimana bisa tidur, kalau sayangku berada jauh. "
"Haiss biasa juga jauh."
"Iya kan gak sejauh ini. "
"Sama saja ah. "
"Beda biasa setiap minggu kita akan bertemu tapi sekarang masih harus enam minggu lagi. "
"Gak lama kok."
"Kok bisa gak lama. Kamu senang ya berada jauh dari aku. "
"Hahahahah kok jadi manja banget sih. "
"Iya kan, senang. Awas kalau sampai aku tahu kamu macam-macam. "
"Enggakkk aku cuma semacam kok. "
"Cepat buat B2-Visa. Sekembalinya kau ke Negara M aku akan mengajakmu keliling dan bila jadwal ku memadai, aku akan membawamu ke Eropa. "
"Benarkahhh Asyikkk. Bisa mimpi Indah aku nanti malam."
"Mimpi aku ya."
"Iyaaa pasti dah. Sudah sana tidur. Ini sudah jam 3 pagi kan di M ?"
"Mana ciuman untukku. " Andrew meminta dengan nada manja yang menggelikan.
"Aduhhh udah ah ada adikku. Malu. "
"Kalau tidak ada kecupan aku gak bisa tidur. "
"Ihhh manja nya. Cup. Cup. Cup. Dah sana tidur." Aku menutup telphone sambil menahan tawa melihat Lia yang menggodaku .
__ADS_1