
Hari ini semua tampak ceria, anak-anak yang datang di pesta ulang tahun Aaron tampak sangat bahagia. Mereka berkejar-kejaran, bercanda, dan menari mengikuti alunan musik dengan gembira.
Tak sedikit yang lebih memilih duduk dan sibuk dengan makanan. Banyak pula yang asyik melihat pertunjukan dari badut san ahli sulap. Keceriaan tampak terpancar di semua wajah anak-anak yang datang.
Sementara Aaron sibuk melirik ke arah hadiah yang dia dapatkan. Tumpukan hadiah itu menjulang di sana. Dia senang sekali mendapatkan hadiah berupa Mobil balap anak-anak oleh Grisella, Sepeda motor listrik oleh Yoora dan Robot anjing yang lucu dari Yoora.
Dari Andrew dan Diana, Aaron mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu tiket pas keseluruh area bermain di disneyland. Conrad memberikan padanya sketsa wajah yang keren dan Yoora membeli buku cerita untuk Aaron.
Sementara Andrew berbincang dengan teman pria. Diana pun sibuk menjamu teman wanita nya. Mereka berbincang sambil menikmati rujak buah yang saat ini sangat di gemari ibu hamil itu.
Menurut Elina dan Grisella makanan itu layakndi beri nama sweet fuits salad.
Aaron datang menghampiri Diana.
"Mommy, kapan Aaron bisa buka hadiahnya?" tanya nya tak sabar.
"Kita tunggu sampai pesta selesai ya." jawab Diana.
"Aaron sudah kepingin." ujar nya dengan wajah dibuat se charming mungkin.
"Sabar dong sayang. Nanti akan ada waktu sendiri, khusus untuk Aaron sepuasnya membuka kado." ujar Diana dengan lembut.
"Hmmmh." Aaron mengerujutkan bibirnya dengan kecewa.
"Bagaimana kalau Aaron sekarang membagikan balon dan semua melepaskannya bersama-sama?" saran Diana.
Di suatu sudut tampak seorang badut sibuk mengisi gas pada balon. Balon lucu yang berwarna-warni. Banyak yang sudah berkerumuj meminta balon tersebut.
Aaron menuruti saran dari ibunya.
"Paman badut tolong bagikan balonnya pada semua anak kecil ya. Yang besar tidak usah. Yang tua juga tidak usah. Itu balon yang sudah ditiup juga boleh." ujar Aaron sambil menunjukan pada balon yang memang sudah diisi gas.
"Baik pangeran kecil. Paman badut siap melaksanakan." ujar pria itu dengan gaya jenaka.
Dengan bantuan para pelayan, paman badut membagikan balon kepada setiap anak. Dia meminta setiap anak untuk memegangnya dengan erat agar tidak terbang.
__ADS_1
Aaron dengan gagah berjalan mendekati kakeknya. Arthur Knight yang masih tampak gagah di usia enam puluh tujuh tahun, mengembangkan senyum lebar ketika cucu kesayangannya berlari dan memeluk dirinya.
"Grandpaaa, ayoo sini ikut Aaron. Aaron mau buat pengumuman." ujar bocah kecil itu merajuk.
"Pengumuman apa? Grandpa disini saja. Yang ulang tahun kan Aaron bukan Grandpa." tolak Arthur sambil membelai rambut Aaron.
"Grandpa gak sayang ya sama Aaron?"
"Heiii... siapa bilang? Aaron cucu kesayangan grandpa." ujar Arthur dengan penuh kasih sayang.
"Kalau begitu ayo ikut Aaron. Aaron mau tunjukin sama semua orang, kalau cakepnya Aaron dan daddy itu berasal dari grandpa." ucapnya dengan serius.
Hari Arthur langsung meleleh mendengar kata-kata manja Aaron. Memang anak satu ini luar biasa penuh akal. Jauu berbeda dengan masa kecil Andrew yang pendiam. Atau mungkin Andrew akan sama lincahnya seperti Aaron jika saja dia lebih banyak memperhatikan Andrew kecil.
"Baiklah. Umpanmu kali ini berhasil. Grandpa akan mengikuti semua permintaan Aaron hari ini.
"Grandpa gigi palsunya jangan sampai lepas ya nanti. Kasihan badut nya kalah lucu," celetuk Aaron.
Aaron tidak bermaksud melucu maupun mengejek. Karena dia pernah dikejutkan ketika melihat gigi palsu kakeknya di kamar mandi. Saat itu Aaron tak sengaja masuk ke kamar mandi Arthur. Dan dengan penasaran, Aaron keluar kamar mandi dengan membawa gigi palsu itu ditangannya.
Arthur sepontan memegang bibirnya memastikan jika gigi itu masih berada disana. Dan dia mengerdipkan mata pada Aaron, ketika gigi itu masih utuh menghiasi bibirnya. Senyum Arthur mengembang lebar memamerkan barisan gigi putih.
"Sip. Sudah handsome."
Aaron membawa Arthur ke podium, membuat Diana dan Andrew memang dengan heran.
Mereka tampak akur sekali saat ini dan menjadi pasangan serasi di podium.
"Hallooo semuaaaa ayo berkumpull di depan sini. Ini saya Aaron yang berulang tahun. Semua anak-anak dapat balon kan yaaa? Jumlahnya ada seratus anak berarti ada seratus balon." Aaron memandang ke arah anak Sebanyanya yang mulai berkerumun.
"Perkenalkan ini grandpa ku. Namanya Arthur knight. Dia handsome kan meskipun sudah banyak umurnya. Nah iti disana daddy sama mommy ku. Ada kakak-kakakku. Kami semua cakep karena grandpa ku cakepppp." pidato si kecil Aaron tampak lancar.
Para dewasa yang hadir bertepuk tangan dan kagum pada kepandaian Aaron.
"Nahh.. pada hitungan ke tiga, balonnya di lepaskan dan biar terbang bebas. Seratus balon. Aaron mau hidup seratus tahun lamanya dan selalu handsome seperti daddy dan grandpa." ujar Aaron dengan menengadahkan wajahnya pada Arthur.
__ADS_1
Arthur segera mengangkat Aaron dan memeluk serta mencium bocah itu untuk sesaat.
Balon warna-warni itu mulai berterbangan di udara. Semua mata memandang langit dengan penuh kekaguman. Mereka sangat senang sekali, ketika langit di penuhi warna-warni nan indah.
Semua kembali pada kegiatannya masing-masing. Beberapa anak mulai sibuk bermain kembali. sementara Aaron dan Francesca kembali mengantri untuk meminta balon. Mereka berdua belum puas.
Aaron meminta empat balon sementara Francesca meminta lima balon. Sesuai usia mereka masing-masing. Dan dua bocah ini memegang balon-balon itu dengan sukacita.
Mereka membawa balon itu dan memamerkan kepada kedua orang tua nya.
Andrew sekeluarga saat ini berada di satu meja persegi panjang, bersama menikmati makan siang. Matilda dan Maria tampak sibuk menyuapi Aaron dan Francesca yang tidak mau melepaskan balon dari tangan mereka.
"Kenapa tidak ditaruh saja balonnya?" tanya Diana heran.
"Nanti terbang." ujar Aaron dengan bibir penuh.
"Dikasih pemberat, tidak akan terbang." saran Conrad.
"Ah, benar juga. Kakak Conrad memang pandai." Aaron kemudian mencari sesuatu sebagai pemberat.
Dia mengikat kelima balonnya pada mobil hotwhell nya dan memutuskan makan sendiri.
Sementara Francesca mengikatkan balonnya pada tempat yang tidak lazim. Meskipun demikian dia masih sempat minta izin pada sang pemilik.
"Bibi Matilda nitip balon Frances ya. Jangan sampai hilang dan diambil orang lain."
Matilda yaang sedang menunduk dan membersihkan ujung sepatunya yang terkena tumpahan susu coklat, hanya mengiyakan tanpa tahu maksud perkataan Francesca.
Sedetik kemudian.
"Mobil Aaron mana? Daddyyyy, Mommyyyy, Grandpaaa lihat! Mobil Aaron terbang. Hu uh! Pokoknya Aaron minta mobil baru. Huaaaa balon kenapa terbanh bawa mobilku." mobil hotwheel kecil itu ternyata tidak mampu menahan ke empay balon yang membawa nya terbang keangkasa.
Sementara pusat perhatian ternyata lebih ditujukan pada hal lain. Mobil terbang Aaron kalah sorot dengan rambut terbang Matilda.
Matilda tidak sadar jika Franceca mengikat ke lima balon di rambut Matolda yang di kepang. Dan tanpa dia sadari ketika Matilda berdiri. kepang nya tertarik ke udara. Dan Matilda menjadi kebingungan memegang rambutnya sambil menahan malu, ketika semua orang tertawa memandangnya.
__ADS_1