Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
S3. Noda lipstik


__ADS_3

Conrad mengendarai mobilnya dengan cepat. Dia membawa mobil nya menuju kampus falkutas kedokteran. Pemuda yang semakin dewasa itu bertambah gagah dan tampan. Tentu saja ketampanan Conrad menjadi incaran banyak wanita di kampus.


Beberapa kali Diana bertanya, apakah Conrad memiliki seseorang dihatinya. Namun pemuda itu dengan lembut mengatakan, jika dia lebih ingin memiliki pacar dan hanya fokus terhadap kuliah kedokteran, kemudian lulus dengan cepat dan menyandang gelar dokter spesialis.


Conrad ingin sekali menghapus air mata yang seringkali dia lihat di mata Adelaide. Gadis itu selalu terisak dalam kesendiriannya, namun tersenyum saat semua saudaranya tiba di rumah. Belum lagi, beberapa lali Conrad melihat bundaran hitam di bawah mata Diana, karena lelah menjaga Adelaide yang sakit.


Conrad selalu menghabiskan waktu luang dengan membaca di perpustakaan. Segala ilmu mengenai penyakit jantung dan autoimun dia pelajari dengan seksama. Selain memiliki jantung lemah, Adelaide menderita autoimon pada sel darah merahnya. Itu sebabnya Adel mudah sekali lelah.


Kehadiran Conrad di ruang perpustakaan, membuat tempat itu penuh oleh mahasiswi dari berbagai jurusan. Ada yang memang serius belajar, ada yang hanya penasaran ingin melihat sosok Conrad dan ada mereka kelompok sok cantik dan sok pamer yang awalnya beranggapan perpustakaan adalah tempat keramat, mulai rajin datang hanya untuk pura-pura belajar. Tetapi sesungguhnya mereka hanya ingin mendapat kesempatan berbicara dengan Conrad.


Tetapi lain hal nya dengan Conrad. Pemuda itu tidak menghiraukan mereka semua. Dia selalu datang dengan menggunakan headset untuk mendengarkan alunan musik melalui IPod. Sehingga tak ada kesempatan untuk mereka berbincang dengan Conrad.


Saat ini, Conrad memarkirkan mobil nya dan keluar dengan tergesa. Dia baru saja menyadari jika hampir saja terlambat menuju ke ruang kuliah. Conrad tadi terpaksa harus mengantar Aaron, Francesca , Archie dan Anna, hanya karena Archie merengek ingin dia yang mengantar mereka.


Dengan tergesa-gesa Conrad berlari di lorong menuju ke ruang kelasnya. Waktunya tinggal lima menit lagi sebelum dosen pengajar masuk kelas.


Conrad tidak pernah terlambat sebelumnya. Selain cerdas dia termasuk mahasiswa tepat waktu


Dan dari arah berlawanan seorang gadis berkacamata, juga berlari menuju arah yang berlawanan dengan Conrad. Gadis itu berlari sambil menunduk memeriksa buku yang dia pegang. Gadis itu pun tampak tergesa-gesa.


Tanpa bisa dihindari benturan diantara keduanya terjadi. Gadis itu membentur dada Conrad dengan keras. Ia terplanting jatuh kebelakang sementara Comrad dengan tubuh gagahnya hanya terhunyung beberapa langkah.


Buku-buku yang dibawa gadis itu berantakan. Dan dia yang masih pusing akibat tabrakan dengan Conrad, masih terduduk sambil memegang keningnya yang sakit. Dengan terburu-buru Conrad membantunya mengambil buku-buku tersebut.


Sementara itu si gadis tampak kebingungan mencari sesuatu di lantai, tangannya menggapai kesana kemari tak menentu. Pandangannya tak jelas akibat kacamata yang terlepas di wajah.


Conrad menoleh kesekeliling area, mencari tahu benda yang dicari gadis itu. Dan Conrad melihat kacamata hitam yang teronggok di lantai. Dengan segera Conrad memungutnya dan menyerahkan ke gadis itu.

__ADS_1


"Ini yang kau cari? Maafkan aku, tapi aku tergesa-gesa. Ada kuliah mengenai jantung dengan profesor Franxicus. Jika kau mengalami kerugian kau bisa mencariku. Namaku Cornad." Ujar nya dengan cepat tanpa memberi kesempatan berbicara pada gadis yang belum sempat mengenakan kacamatanya itu.


Gadis itu tampak kebingungan dengan perkataan Conrad. Dia masih kesal memandang kacamatanya yang sedikit tergores. Saat Conrad berbicara dihadapannya, dia bahkan tidak sempat memandang kearah wajah pria yang memnuatnya jatuh dan membuat cacat di kacamatanya. Gadis itu kemudian mengenakan kacamatanya kembali dan hanya sempat melihat punggung Conrad dari kejauhan.


Dengan acuh dia kemudian melanjutkan langkah kakinya dan memasuki ruang kelas yang berada di ujung koridor. Kehadirannya yang terlambat sempat membuat dosen pengajar melotot marah.


Berbeda dengan Conrad yang memasuki ruang kelas dengan tenang. Dosen pengajar tidak mempermasalahkan keterlambatan Conrad yang hanya beberapa menit saja. Tetapi berbeda dengan pandangan menyelidik setiap gadis disana.


Mata mereka menunjukan rasa penasaran.


Begitu prfesor Franxiscus menyelesaikan mata kuliahnya, para gadis mengerubungi Conrad.


"Ada apa? " Tanyanya bingung menatap wajah mereka yang serius dan menatapnya dengam menyelidik.


Conrad tampak bingung mengetahui mata mereka memandangnya dari atas ke bawah dengan curiga. Belum lagi postur tubuh mereka yang berkacak pinggang bagaikan dosen killer.


"Kenapa kau terlambat datang? " Tanya salah seorang dari mereka.


"Oh ya, memang tidak ada supir? " Sanggah yang lain tak percaya.


"Hari ini, aku memang ingin mengantar mereka." jawabnya dengan tenang.


"Kau sudah punya pacar ya? " Tanya mereka lagi.


"Eh? " Conrad menjadi heran dengan todongan pertanyaan mereka.


"Katakan pada kami, siapa pacarmu! "

__ADS_1


"Aku tidak punya pacar. " Jawab Conrad tegas, dia sudah lelah dengan sikap mereka yang sok menguasai dirinya.


"Bohonng! " Ujar mereka serempak.


Conrad mengangkat bahunya. Apa urusan mereka dia punya pacar atau tidak.


"Lihat ini noda lipstik di kemeja mu. " Seorang dari mereka menunjukan noda lipstik yang masih membentuk bibir di kemeja Conrad.


Conrad melihat noda tersebut dan dia baru teringat, jika noda itu pasti disebabkan gadis yang bertabrakan dengan dirinya.


"Ah, ini... Aku tadi bertabrakan dengan seorang gadis di hall. " Jawab Conrad ringan.


"Siapa gadis genit yang dengan sengaja menabrakmu?" Tanya salah satu dari mereka dengan marah.


"Mana aku tahu. Sudah aku tidak mempermasalahkannya. Lagi pula ini salahku yang terburu-buru masuk ke kelas. Sekarang aku ada perlu di ruang perpustakaan. Tolong beri aku jalan. " Ujar Conrad dengan sopan.


Gadis-gadis itu mulai menyebar, memberi jalan untuk Conrad. Sepeninggal Conrad mereka masih saling berbisik, penasaran dengan gadis yang meninggalkan noda lipstik di kemeja Conrad.


Sementara Conrad dengan kesal kembali menuju ruang perpustakaan. Dia bermaksud mengembalikan buku yang di pinjamnya kemarin dan mulai mencari buku yang di sarankan oleh profesor Franxiscus.


Saat hendak mengembalikan buku tersebut, Conrad baru tersadar. Jika tanda keanggotan yang biasa dia letakan di kantong kemerja telah hilang. Conrad membongkar isi tas dan juga mencari di saku celananya, tapi tidak juga dia temukan.


"Maafkan saya. Bisakan anda membuatkan tanda keanggotaan yang baru? Kartu saya tampaknya telah hilang." ujar Conrad dengan sopan, pada petugas wanita di perpustakaan.


"Tentu saja. Isi kembali daftar formulir ini dan silahkan masuk ke dalam untuk foto." ujar petugas itu dengan ramah.


Connrad mengisi formulir tersebut. Mengisi data diri dan nomor telphone nya. Setelah selesai dia menyerahkan formulir tersebut ke pada petugas. Disaat dia baru saja menyerahkan formulir, seorang mahasiswi tiba-tiba merebut cormulirnya dan memfoto data diri. Kemudia dia berikan pada petugas tesebut.

__ADS_1


Gadis itu menoleh pada Conrad yang menatapnya heran. Dia tersenyum sambil mengulurkan tangannya. "Hai aku Jasmine."


...🌟❤❤❤❤❤❤🌟...


__ADS_2