Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
47. Siapa Rachel ?


__ADS_3

"Akhirnya kau datang juga kerumah ini." Seorang wanita berparas cantik namun terkesan angkuh dan sorot mata yang dingin menyambut kedatangan Andrew dengan kata - kata sinis nya. Sedangkan yang diajak bicara tidak menghiraukan terus saja menyelonong masuk ke ruang kerjanya.


"Hei, apa kau tidak dengar aku bicara!" Pertanyaan itu lebih terdengar seperti lengkingan kasar.


"Apa maumu?" tanya Andrew gusar.


"Apa mauku katamu? Hahahaha... tentu saja aku mau kamu suamiku!" Nada suara wanita yang bernama Rachel terdengar seperti sindiran daripada kerinduan.


"Sejak kapan aku benar-benar suamimu!" Suara Andrew tidak kalah ketus.


"Kau!" Suara wanita itu tercekat. Dia pergi keruangan lain dan mengambil amplop coklat ditangannya kemudian bergegas menghampiri Andrew di ruang kerja.


"Apa maksudnya ini!" Dia membanting amplop tersebut di meja. Andrew melirik sekilas.


"Kau tahu apa itu." jawab Andrew santai.


"Kau tidak bisa menceraikanku!" Suara Rachel penuh penekanan.


"Tandatangani lah itu akan lebih mudah bagi dirimu."


jawab Andrew berusaha menahan emosi. Berbicara dengan Rahel tidak ada bedanya dengan berbicara dengan Meredith. Mereka saudara sepupu dengan sifat yang sama. Tampak bagus kulitnya tapi saling menerkam dan memanfaatkan dibelakang.


"Aku bisa menarik dukunganku terhadapmu." jawabnya merasa diatas angin.


"Aku sudah menebak itu. Saham yang kau miliki hanya sepuluh persen, orang tua mu lima belas persen. Sedangkan saham yang aku miliki lima puluh satu persen. Kau pikir aku takut?" Jawab Andrew dengan sinis.


"Kau! Kau berhutang padaku, pada keluargaku!" Jerit Rachel.


"Dan kau sudah menikmati keuntungannya berlipat kali ganda bukan?"


"Oh ya? Itu sudah semestinya. Tanpa dukungan keluargaku, perusahananmu, kapal pesiar mu hanya kenangan." Rachel tertawa garing.

__ADS_1


"Kau lupa, keluargamu juga memanfaatkan aku. Kehamilanmu dengan orang yang tak dikenal sudah membawa aib!" Perkataan Andrew membuat Rachel terdiam. Dia teringat kejadian Sepuluh tahun yang silam ketika menyadari kehamilannya sempat membuat dirinya frustasi. Saat itu dia ingin menggugurkan kandungan dari pria yang tidak bisa bertanggung jawab tapi sayang ibunya yang relegius mengetahui dan menghalangi niatannya.


Tepat saat dimana kondisi perusahaan keluarga Andrew yang sedang krisis saat itu terdengar di kalangan pembisnis kelas atas menjadikan celah yang menguntungkan menurut pandangan ibu Rachel, Madam Isabella


Sebuah perjanjian tidak tertulis akhirnya disepakati kedua keluarga. Keluarga Rachel akan memberikan kucuran dana asalkan Andrew mau menikahi Rachel dan mengakui kehamilan Rachel merupakan hasil hubungan mereka.


Pernikahan dilaksanakan tanpa Pesta pernikahan. Bahkan sesudah melakukan tandatangan di KUA, mereka sama-sama melepaskan cincin pernikahan.


Madam Isabella masih sering mengunjungi Rachel dan menghasut Rachel agar menaklukan hati Andrew. Beberapa kali dia mencoba merayu Andrew tapi selalu gagal. Dan harga dirinya tercoreng saat itu. Andrew yang terkenal playboy tetapi enggan menyentuh dirinya. Hingga akhirnya dia memilih jalan pintas dengan mencampurkan obat pada minuman Andrew hingga membuat pria itu terangsang dan tidur dengannya.


Dua tahun setelah pernikahan ayah Andrew berkali - kali menanyakan tentang penerus sah yang tak kunjung juga hadir di antara mereka. Bahkan memerintahkan Andrew untuk mencari wanita lain yang bisa mengandung penerus keluarga. Akhirnya Rachel berinisiatif membawa Andrew ke Dokter dan melakukan test .


Hasil test yang dibawa Rachel kepada Andrew menyatakan kalau Andrew mandul.


Hal ini menjadi tamparan bagi Andrew dan ayahnya. Akhirnya Andrew kembali menenggelamkan diri pada pekerjaannya dan jati diri play boy nya.


Rachel bahkan tidak perduli asalkan mereka tidak bercerai. Bahkan dia semakin memanfaatkan ke play boy an Andrew dengan melempar wanita-wanita konglomerat kedalam pelukan Andrew, sebagai timbal baliknya wanita-wanita itu akan mengucurkan dana atau mensponsori perusahaan kosmetik milik Rachel.


"Kenapa baru sekarang?" tanya Rachel dengan sinis.


"O.. ha.ha.ha. Aku tahu. Karena gadis itu kan?" Tawa Rachel terdengar mengerikan.


"Kau pikir dia mau menikahimu kalau dia tahu statusmu saat ini, Atau jangan-jangan dia sudah tahu tapi sok suci, heh!" Rachel melanjutkan perkataannya dengan berapi-api.


"Tutup mulutmu! Dia tidak sama denganmu!" Bentak Andrew dengan gusar.


"Tentu saja tidak sama. Dia hanyalah gadis miskin yang bermimpi menjadi bangsawan." Cemooh Rachel.


"Aku bilang tutup mulutmu! Keluar !" Andrew membentak Rachel.


"Iya. Iya.aku akan menutup mulutku. Tapi ingat, jangan harap aku akan tinggal diam!" Rachel pergi meninggalkan Andrew dengan geram. Dia sangat marah. Baginya Diana adalah benalu yang harus dia cabut dan singkirkan dari kehidupan Andrew. Dia harus buat Andrew depresi lagi dan berubah menjadi playboy seperti sebelum bertemu Diana.

__ADS_1


"Aku tidak lagi dapat memanfaatkan Andrew gara-gara gadis itu." desis Rachel diluar ruangan andrew.


Sementara Andrew didalam ruang kerja nya yang teletak di rumah utama yang di tempati Rachel temenung dalam penyesalan.


Seandainya dulu dia bisa menolak, kehidupannya mungkin akan lebih baik tanpa Rachel. Andrew yang ketika itu masih berusia dua puluh delapan tahun bersedia berkorban bagi keluarganya. Bahkan meninggalkan wanita yang dia cintai dan menikahi Rachel. Dan setelah pernikahan dia bekerja siang malam untuk memulihkan kondisi perusahaan hingga akhirnya saat ini merajai dunia wisata kapal pesiar.


Sempat terlintas dalam pikirannya bertahun- tahun lalu untuk menemui cinta pertamanya yang dia tinggalkan demi perusahaan keluarga. Tetapi diurungkan niatan itu ketika mengetahui wanita tersebut sudah menikah.


Andrew semakin terpuruk lagi ketika Rachel mengatakan padanya bahwa dia mandul. Kenyataan untuk memberikan penerus yang diharapkan ayah dan kakeknya menjadi pupus. Membuat Andrew menenggelam diri dalam pekerjaan dan wanita.


Hingga akhirnya bertemu dengan Diana yang lugu, membuat jiwa nya bangkit. Rasa ingin memiliki dan melindungi layaknya seorang Pria kepada wanita muncul.


Sementara itu Rachel setelah keluar dari ruang kerja Andrew masuk ke kamar Conrad. Conrad tampak begitu terkejut dengan kedatangan Rachel dan segera berhenti bermain dan menundukan kepalanya.


"Hei anak kecil, bagaimana kalau kita buat perjanjian." Kata Rachel setelah duduk dihadapan Conrad yang tertunduk takut.


Mendengar perkataan Rachel yang tidak membentaknya, Conrad menengadahkan kepalanya penuh tanya.


"Kalau kau bisa membuat daddy tinggal disini bersamamu. Aku akan baik kepadamu." Kata Rachel sambil menatap tajam.


"Daddy ada disini?" tanya Conrad ragu.


Rachel menganggukan kepalanya.


"Bagaimana? Aku akan membiarkanmu menemuinya kalau kau berjanji atau kau mau aku kurung ?" Conrad segera menganggukan kepalanya menerima perjanjian dari Rachel. Bagi Conrad yang penting dia bisa lebih sering bertemu dengan Andrew.


"Ingat kata-kataku tadi aku akan lebih baik kepadamu seperti seorang ibu yang kau impikan jika kau menepati janjimu untuk membuat daddy tinggal disini." Rachel menegaskan kembali perjanjian antar dia dan bocah kecil yang belum genap berusia enam tahun itu.


Conrad mengangguk dengan mantap, bibirnya menyunggi senyuman dan matanya berbinar penuh harap.


"Okey temui daddy di ruang kerjanya." Perintah Rachel.

__ADS_1


__ADS_2