Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Penasaran


__ADS_3

"Sayang, aku akan pergi ke Italy tiga hari lagi," ujar Andrew saat baru saja pulang bekerja.


"Loh, kok mendadak?" tanya Diana dengan heran sambil membantu Andrew melpaskan pakaian kerjanya.


"Iya ada bisnis mendadak."


"Mendadak?"


"Seseorang menawarkan kerja sama kepadaku, dan aku hendak melihat keadaan disana."


"Hemmm... pentingkah kerjasama itu?"


"Begitulah, aku hanya ingin membantu teman lama."


"Baiklah. Sekarang mandilah. "


Andrew sudah meletakan pakaian kotornya kedalam keranjang. Sementar Diana menyimpan kembali pin kemeja dan dasi ke dalam lemari penyimpanan.


"Ayo mandi bersama." Andrew tiba-tiba melepaskan gaun Diana, kemudian mengangkatnya dan membawa wanita itu ke kamar mandi.


"Aku sudah mandi tadi dengan Aaron."


"Sekarang mandi denganku."


"Tapi..."


"Tidak ada tapi-tapian. Masa aku selalu dijadikan nomer tiga."


"Ihh... daddy sama anak sendiri lagi kok jadi saingan."


Andrew membawa tubuh Diana masuk kedalam bath


"Dulu aku selalu menjadi yang nomer satu. Sekarang harus mengalah dengan kedua krucil itu, " rengek Andrew sambil menggosok punggung Diana.


"Idih... daddy kenapa tiba-tiba jadi manja sekali sih."


"Jarang sekali punya waktu berdua dengan mommy, sore hari begini."


"Makanya jangan kerja terlalu keras dan sering-sering pulang terlalu malam."


"Ya kan daddy kerja buat kalian semua."


"Tuh, tadi protes jarang punya waktu berduaan."


"Hehehehe... pintar juga mommy."


Diana membalikan badanya dan menggosok dada Andrew.


"Dengan siapa kau pergi ke Itally?" tanya Diana sambil meminta Andrew untuk membelakanginya agar dia bisa menggosok punggung Andrew.


"Dengan Raja."


"Assiten si Briant?"


"Hemh.."


"Jaga diri dan sikap ya. Aku harap tidak ada lagi foto mesum mu yang dikirim kepadaku ketika kau di Itally," goda Diana.


"Aku heran, siapa orang yang begitu iseng melakukannya. Kurang kerjaan."


"Entahlah... mungkin, suamiku semakin mempesona di usia hampir empat puluh tahun."


"Hehehehe... puber kedua ya," ucap Andrew dengan terkekeh.


"Puber kedua boleh, melirik wanita cantik dan sexy gak dilarang, tapi kalau sampai lebih dari itu, berani main sentuh, main cium awassss yaaaa," dengan gemas Diana menarik telinga suami nya.


"Aduhhmmm duhhh... sakit mommy sayangg."


"Biar, sebel aku kalau ingat bagaimana foto para wanita itu berganyut padamu," ujar Diana seraya menggosok punggung Andrew dengan keras dan kasar.


"Aduhhh... sayang. Tenaga mu kuat sekali." Andrew meringis menahan sakit.

__ADS_1


"Pokok ingat. Jiwa dan ragamu millikku! Tubuh, pikiran dan cintamu hanya untuk ku dan anak-anak, " ujar Diana sambil memeluk tubuh Andrew dari belakang.


"Berarti aku tidak boleh memikirkan ayahku?"


"Iihhhh... ya boleh lah," ujar Diana dengan gemas.


"Tadi katanya..."


"Pokok awas kalau selingkuh, aku pilin kamu," potong Diana dengan cepat sambil mencubit dada Andrew.


"Aduh... sayang dari tadi main cubit dada yaaa... Sini gantian aku yang mencubit dada mu."


Andrew segera membalikan badannya dan mengarahkan kedua tangan ke dada Diana.


Spontan saja Diana memundurkan punggungnya seraya menutupi dadanya dengan kedua tangan.


"Hei... dilarang balas dendam dengan istri. Dilarang bersikap kasar." ujar Diana dengan cepat.


"Sini sayang, gak akan sakit.. cubit dadabya pelan-pelan saja ya." Andrew menggeser tubuhnya semakin mendekat dan meletakan tangannya keatas tangan Diana yang menutupi dada nya.


"Gak boleh.. ah... Andrew geli.. hahhaha."


Diana membungkukkan tubuhnya dan menahan geli ketika jemari Andrew berusaha menyelinapa masuk kedalam jemari tangannya.


"Hentikan sayang."


"Tidak bisa, aku harus membalasmu saat ini juga."


"Andrew sudah ah... gelliii."


"Makannya dilepas tangannya."


"Gak mau.. hahahhaha"


Mereka asyik bercanda dengan Andrew yang mulai menggelitik pinggang Diana agar wanita itu melepaskan tangan dari dadanya.


"Daddyyyy... Mommyyyyy... dimaanaaaa??" suara Conrad memanggil.


"Daddyyyy... ayo main video gameeee," kembali suara Conrad terdengar nyaring.


"Iya sebentar, " sahut Andrew dari dalam kamar mandi.


Disaat Andrew berteriak dan mengalihkan wajahnya ke arah pintu, Diana segera berdiri dan melangkah keluar bath up. Andrew mengikuti dirinya dari belakang menuju ke shower untuk membilas busa sabun.


Disaat itu lah Andrew berhasil mencubit kacang coklat di dada diana.


"Dasar mesum."


"Mesum dengan istri boleh kan." Andrew kembali hendak memposisikan tangannya ke dada Diana, tapi ditepisnya.


"Kasihan Conrad sudah menunggu."


"Sedikit lagi, please."


"Enggak." Diana menjauh dan mengambil handuk.


"Sayang, tanganku sudah gatel."


"Digaruk sana."


"Aduhhh mau nya digaruk sama itu," ujar Andrew seraya menunjuk pada dada Diana.


"Ih, apaan sih genit."


Andrew keluar dari shower dan menghampiri Diana. Belum sempat dia melakukan apapun, terdengar teriakan Conrad.


"Daddyyyy lama sekali sih. Cepetannnn."


"Iyaaa ini sudah selesai." teriak Andrew dari dalam kamar mandi.


"Tuh, sana cepetan." Diana membalikan punggung Andrew mendorong suaminya ke arah pintu.

__ADS_1


"Yang, nanti malam mau lima ronde ya."


"Ih, apaan sih kaya pertandingan saja."


"Iya pertandingan gulat sama kamu."


"Ogah."


"Yang jangan lupa minum jamu mu."


"Hemh..."


"Biar tambah seret dan kèset. Wow... bikin daddy betah."


"Sudah sana, anak sudah nunggu."


"Duh, lihat naga ku sudah bangun, ingin berlindung ke gua mu yang sempit."


"Andrew! Apaan sih. Jangan sekarang."


Diana terbelalak ketika melihat naga perkasa suami nya mulai terbangun.


"Iya, membayangkan yang kèset dan sempit, aku jadi gak tahan yang." Andrew bergerak maju dan menjepit Diana diantara dinding.


"Andreww sudah ah... kasihan anakmu."


"Sebentar saja yaaaa, satu kali saja." Andrew tidak menghiraukan perkataan Diana. Pria itu sudah membenamkann dirinya di dalam lekukan leher Diana. Menciumi istrinya dengan nafsu.


Tangan Andrew mulai bergerak melepas handuk yang menutupi tubuh istrinya sehingga buah dada berukuran tiga puluh enam itu terbentang sempurna bergesekan dengan dada nya.


"Daddyyyyyy... lama sekali," kembali suara Conrad berteriak di dekat pintu kamar mandim


"Daddy masih mau pup dulu yaaa, sudah gak tahan. Conrad sayang main sama baby Aaron dulu yaaa," teriak Andrew dalam kamar mandi tanpa melepaskan aktifitas tangannya meremas dada Diana.


"Mommy mana, dad?"


"Mommy juga lagi pup. Conrad main dulu ya di luar. Nanti daddy susul, " ujar Andrew sambil mengangkat Dia dan mendudukan wanita itu di westafel.


"Okeyy dad, cepatan yaaaa." teriao Conrad lagi


"Arghhhh!!!! Kalau cepat-cepat gak puas," sahut Andrew keras tanpa sengaja, karena saat yang bersamaan dia mulai memposisikan naga perkasa masuk ke dalam gua dan sedikit mendorongnya.


"Apaan dad?" tanya Conrad yang tidak dapat mendengar perkataan ayahnya dengan jelas.


"Iya... iya nanti daddy keluar. Ayo sana, daddy diajak bicara terus mana bisa cepat selesai, " ujar Andrew yang sudah tidak tahan ketika naganya menggeliat geli di dalam gua kenikmatan.


"Oke dad."


Andrew yang mendengar Conrad menjauh dari pintu, segera bergerak dengan aktif mengguncang tubuh istrinya yang memeluk lehernya dengan erat.


Pergulatan terjadi, naga menggeliat nikmat didalam gua yang selalu di jaga dengan jamu traditional, kunir-suruh-asem-gula merah. Murah, sederhana, mampu membuat suami telena.


Sementara Conrad yang keluar dari kamar, bertemu dengan butler Jhon.


"Butler, memang bisa ya pup dua orang di kamar mandi?" tanya nya dengan polos.


"Hah?!" butler Jhon kebingungan dengan perkataan Conrad.


"Iya itu daddy katanya lagi pup sama mommy di kamar mandi. Bisa ya. Memangnya bisa satu toilet buat dua orang?" Conrad masih penasaran.


Butler Jhon yang mengerti arah pembicaraan, segera mengalihkan perhatian Conrad.


"Ayo kita main video Game. Pasti kali ini Butler Jhon yang menang."


"Gak bisa. Conrad yang menang."


"Ayo kita buktikan."


Conrad begitu bersemangat mengikuti langkah butler Jhon menuju ke ruang bermain, melupakan rasa penasarannya.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2