
Eva tersenyum di dalam mobil yang dikendarai Dylan. Dia bisa membayangkan pundi-pundi uang yang akan mengalir di rekeningnya. Selain itu pria yang ada disampingnya merupakan pria yang tampan meskipun tidak sekaya yang dia harapkan.
Eva menimbang-nimbang, gagal atau sukses rencana yang akan dikatakan Rachel pada pria ini, setidaknya Eva sudah mengenal Dylan dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekati pria ini.
Dylan memacu mobil Eva berdasarkan gps yang tertera. Dalam pikirannya penuh dengan tanda tanya. Eva mengatakan kalau hidup mati Diana ada ditangannya. Dan dia harus bertemu dengan Rachel istri sah Andrew.
Berulang kali Dylan berusaha menghubungi Diana, tapi nyatanya wanita itu tidak mengangkat telphone dari nya. Hal ini tentu saja membuat dia semakin gelisah.
Terakhir dia bertemu dengan Diana adalah ketika dipantai, dimana wanita itu kembali menolak dirinya.
Setelah itu yang dia tahu adalah tranding you tube tentang perselisihan antara Diana dan Rachel dan semenjak itu pula dia tidak dapat menghubungi Diana. Sekarang, tiba-tiba seorang wanita mengatakan, kalau hanya dirinyalah yang bisa membantu Diana keluar dari kesulitan.
Mobil yang di bawa Dylan sudah tiba di kediaman Rachel, pintu gerbang terbuka setelah Eva memperkenalkan diri. Dylan dan Eva turun mengikuti seorang pelayan masuk menuju ruang tamu. Rachel sudah disana. Setelah basa-basi yang garing dan perkenalan diri, Rachel langsung berbicara terbuka.
"Kau masih mencintai Diana bukan? Bawa wanita itu pergi, jangan biarkan dia mengganggu suamiku."
"Tuan Andrew suami anda? Tapi kebana tidak ada berita dimanapun mengenai hal itu?"
"Itu hal yang dirahasiakan. Tapi benar dia adalah suamiku." Rachel melemparkan surat perceraian.
"Kalau bukan suamiku, tidak mungkin kan dia menggugat cerai diriku?"
Dylan terpaku dan membaca surat cerai ditangannya.
"Apa yang anda inginkan dari ku?"
"Wanita itu hamil. Dan usia kehamilannya cocok dengan pertemuan kalian terakhir."
Rachel menunjukan foto-foto yang telah diambil oreh Eva.
"Kalian memata-matai aku?" tanya Dylan dengan heran.
"Aku kebetulan saja bertemu dengan kalian, tampan. Dan foto itu rencanaya aku hendak berikan pada Andrew. Tapi, aku tidak tega menyakiti dirimu." ujar Eva dengan suara bak dewi khayangan.
"Kalau kau mencintai Diana, apa kau rela seumur hidup dia menjadi wanita simpanan?" tanya Rachel dengan nada meledek.
"Kenapa anda harus mempertahankan pernikahan ini apabila tuan Andrew sudah tidak menginginkan anda." perkataan Dylan membuat Rachel emosi.
"Dia suamiku. Dia mencintai aku sebagaimana aku mencintai dirinya. Bahkan kami sudah memiliki anak laki-laki yang berusia delapan tahun dan wanita itu merebut semuanya dariku. Kau pikir aku rela?" ucap Rachel dengan suara meninggi.
Dylan terpaku. Dia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari kedua wanita tersebut.
"Dia tampak bahagia dengan sikap yang sama seperti dulu ketika aku mengenalnya." ucap Dylan lirih.
"Itu karena kau bodoh dan buta. Dia sangat pandai memikat pria. Kau pasti sudah melihat berita tentang kami bukan ketika aku melabraknya di pantai. Dan kau lihat pria lain yang bersamanya?" Rachel mengamati wajah Dylan sebelum melanjutakan perkataannya.
"Pria itu juga salah satu kekasihnya. Lihat sekarang kau tahu bagaimana sifat aslinya wanita yang sok suci itu kan?" ucapan Rachel mulai mengena di hati Dylan.
"Bukan itu saja, selama di condominium aku juga sering melihat dia bersama dengan pria-pria lain keluar masuk rumah bergandengan dan tertawa akrab." ucap Eva membubuhkan garam pada luka.
"Hanya kau yang bisa menyelamatkan dia dari dunia yabg menjadikannya wanita murahan. Andrew tidak pernah mencintai dirinya. Begitu bayi dikandungannya lahir, Andrew akan membuang wanita itu seperti seorang *******." Kata Rachel lagi dengan nada yang mengintimidasi.
__ADS_1
"Dia tahu kalau Andrew hanya memanfaatkan dirinya, oleh sebab itu dia juga mulai melirik pria kaya lainnya sebagai cadangan bila Andrew mencampakannya. " ujar Eva dengan senyum sinis.
"Kau bisa menyelamatkan dirinya jika kau mau. Aku akan mendukungmu. Aku bahkan akan memberimu dukungan modal. Setengah juta dolar. Cukup bukan." ucapan Rachel membuat Dylan terpaku.
"Jangan berpikir terlalu lama. Aku sudah cukup berbaik hati. Jika kau tidak melakukannya maka aku akan membuat wanita itu menyesal seumur hidupnya. Atau bahkan menghilang dari dunia ini." Ancam Rachel dengan seringai tipisnya.
Rachel dan Eva menegak anggur merah dan membiarkan Dykan berpikir keras.
Disatu sisi dia memang masih mempunyai perasaan dengan Diana disisi lain dia mengingat Diana berkata, kejarlah kebahagianmu sendiri.
Tapi mengingat perkataan Rachel yang akan melenyapkan Diana membuatnya berpikir keras. Yang dia tahu Andrew dulu terkenal sebagai pria yang suka bergonta ganti wanita. Sekarang meskipun Diana bertahan lama disisinya, Dylan tidak yakin dia benar-benar bahagia.
"Baiklah aku akan menyakinkan Andrew kalau bayi itu milikku. Aku akan membawa dia pergi." Keputusan Dylan akhirnya bulat.
"Kau melakukan keputusan yang tepat." tawa Rachel membahana.
"Aku melakukan ini bukan karena percaya dengan penghinaan yang kalian lontarkan tapi karena kalian wanita yang mengerikan.
Ingat jangan pernah mengganggu nya lagi. Jangan pernah menyakiti dia." Dylan berbicara dengan tegas.
"Asal kau membawanya jauh dari Andrew." seringai tipis Rachel.
***************
Kediaman Andrew tenang siang itu. Hari sabtu yang ceria. Lia sudah ceria kembali dan asyik berkutat dengan novel di tangannya. Conrad berenang dengan Andrew sedangkan Diana berbaring memandang kedua pria dihadapannya.
"Kakak... sepi ya. Aku bosan." ucap Lia tiba-tiba sambil menutup novel yang dia baca dan meminum jus semangka.
"Shoping?"
Mata Lia berbinar, kata-kata shoping sangat menyegarkan telinga kaum hawa bukan?
"Bisakah kita keluar, shoping? Jalan-jalan keluar hanya kita berdua?" tanya Lia dengan bersemangat.
Diana mengangguk. Lia memekik kesenangan menarik perhatian Andrew dan Conrad.
"Unty apa yang kau teriakan?"
"Tidak ada. Unty hanya senang melihat Conrad hebat berenangnya." seru Lia sambil bertepuk tangan riang.
"Kak, ini rahasia kan. Ladies only, okey?" Lia berbisik sambil mengerdipkan matanya.
Diana mengangguk sambil mengerdipkan matanya.
"Apa sih yang kalian rahasiakan?" tanya Andrew tiba-tiba sudah duduk di samping Diana.
Diana membisikan sesuatu, tidak ingin Conrad mendengar karena besuk adalah jadwal bocah itu untuk les piano dan bahasa. Dia bisa merengek untuk tidak mengikuti les apabila tahu Diana dan Lia akan keluar rumah.
"Jangan besuk. Senin saja." tolak Andrew.
" Ya brother." Lia agak kecewa karena kesempatan untuk cuci mata menjadi hilang. Hari minggu kan ramai pengunjung, pasti banyak yang menarik.
__ADS_1
"Hari jumat, sabtu adalah hari keluarga dan hari Minggu dia milikku sepenuhnya. Kau masih bisa mendaftar di hari senin sampai kamis." Andrew memberikan alasan.
"Gak seru ah." ucap Lia kesal.
"Kalau mau tetap hari minggu kau bisa keluar dengan Briant." saran Andrew.
"Benarkah. Briant?" mata Lia berbinar. Tentu hal itu lebih menyenangkan daripada diam dirumah saja. Briant yes! yes! Lia bersorak riang.
"Hubungi dia dan katakan aku yang menyuruh." ucap Andrew sambil memeluk Diana.
Butler Jhon masuk.
"Maaf mengganggu. Ada seseorang ingin bertemu dengan anda Nyonya."
"Katakan padanya, nyonya rumah sedang tidak ada." perintah Andrew dengan kesal. Karena hari keluarga dan harinya tidak bisa diganggu dengan orang lain.
Tapi yang mengherankan siapa tiba-t8ba mencari Diana.
"Sudah saya katakan tuan, tapi dia bersikeras tuan." ucap butler Jhon dengan hormat.
"Siapa dia butler?" tanya Diana.
Sedikit ragu butler Jhon membuka suara.
"Namanya Dylan." ucap Butler Jhon perlahan. Debgan berat dia menyebutkan nama itu, bukan karena butler Jhon tahu siapa Dylan. Tapi lebih tepatnya dia takut Andrew marah apabila ada seorang pria mencari Diana.
"Dylan?" ucap Diana dan Lia bersama-sama dengan heran.
ππππππππππππππππππ
Hallo kakak pembaca...
Terimakasih sudah setia membaca. Jangan sungkan mengkritik yaaa.
Oh ya terimakasih atas vote nya ya.
Sebagai ucapan terimakasih untuk periode vote tanggal 21-9-2020 sampai dengan 4-10-2020
Tiga orang dengan vote terbanyak akan mendapatkan bonus souvenir ya dari author.
Ayooo simpan poin kalian untuk periode vote di atas yaaa.
Untuk sementara pemenangnya masih
Yun hata
Mee lucky
Yelli Niska
Ayooo vote sebanyaknyaaa yaaa. Terimakasih atas dukungan kalian.
__ADS_1
Salam