Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Pahlawan


__ADS_3

"Test signal!"


"Aaaaaa Aaaronnn sakittt tauuuu!!!!" Teriak Francesca dengan kencang ketika Aaron dengan jahil menarik ikatan rambut nya yang menjulang tinggi.


"Aaron kasihan kakak. Rambutnya kok ditarik." Tegur Diana sambil membetulkan kunciran rambut Francesca.


"Itu rambut apa antena sih, tinggi sekali." Celoteh Aaron masih gemas. Tangannya masih terasa gatal ingin bermain di kunciran rambut kakaknya.


"Ini antena nya Frances biar keren, biar cakep." Ujar Francesca dengan ketus.


"Kalau begitu Aaron bener tohhhh, test signal." Kali ini bocah laki-laki yang tinggi nya setara dengan Francesca hendak menarik lagi antena rambut bocah itu.


"Mommmmyyyyyyyy!!!!" Francesca berteriak kencang dengan mata terpejam dan badan sedikit membungkuk. Wajah Francesca tampak memerah saat menjerit.


Diana menahan tawa melihat kelakuan kedua kurcaci itu. Mereka selalu menjadi hiburan.


Tapi sesaat kemudian dia terdiam karena tidak merasakan tarikan di rambutnya. Francesca membuka matanya dan melihat Aaron sudah ada dalam gendongan Andrew menjauhi dirinya, sambil menjulurkan lidah. Francesca terkecoh.


"Ayo sudah sana, berangkat sekolah sama daddy ya. Maaf mommy tidak bisa menemani hari oertama Frances sekolah. Frances harus ramah dan berani ya. Tidak boleh takut dan cengeng, okey." Diana mengecup kening Francesca dengan lembut.


"Iya mommy. Mommy tunggu Frances pulang sekolah yaaa. I love you, mommy." Gadis kecil itu mencium pipi Diana.


"Yang semangat yaaa." Diana melambaikan tangan pada Francesva yang berlari kecil ke arah mobil.


"Ayooo aliensss cepattt, nanti telattt." Teriak Aaron.


"Frances bukan alieeenss. Kupu-kupu tau. Ini antena kupu-kupu." Ujar nya sambil masuk ke dalam mobil.


Andrew duduk ditengah, diantara Aaron dan Francesca. Conrad duduk di depan disamping Papito, sedangkan Matilda dan Maria berada di mobil Suv lainnya.


"Dahhhh mommmyyyyyy." Koor sumbang dari ketiga bocah itu berkumandang.


Diana tersenyum sambil melambaikan tangannya. Hari ini usai sudah liburan musim dingin. Mereka sudah mulai beraktivitas di sekolah. Conrad sudah di grade enam, Francesca harus mengulang tk besar sedangkan Aaron baru memulai tk A.


Mansion terasa sepi bagi Diana saat ini. Dengan perlahan Diana kembali kedalam rumah dengan di temani seorang pelayan. Biasanya di pagi hari ini, dia akan berjwmur bersama ayah Andrew. Tetapi saat ini, pria itu memilih tinggal di kapal pesiar dan mengikuti tour keliling dunia.


*


"Hai nama ku Francesca," Francesca memperkenalkan dirinya di depan kelas.


Semua anak memandang dirinya. Gadis lucu yang gemuk dengan pipi kemerahan dan rambut terikat tinggi. Mereka kemudian membalas sapaan Francesca serentak.


"Hai Francescaaaa."

__ADS_1


"Ayo sekarang Francesca bisa duduk disini ya." Seorang guru yang masih muda menunjukan bangku di tengah-tengah kelas.


Francesca dengan patuh berjalan menuju bangku tersebut dan duduk dengan nyaman.


"Anak-anak sekarang kita akan belajar mewarnai ya, seperti contoh di depan. Kalian tentu sudah mengerti warna bukan?"


Kata bu Guru.


"Iya buuuu."


Mereka mulai memperhatikan kertas berisi gambar rumah yang polos. Anak-anak tersebut mulai mengeluarkan crayon dari tas mereka dan mewarnai sesuai contoh perpaduan warna yang diterangkan oleh guru di depan.


Dengan tekun semua nya belajar.


Hingga waktu istirahat. Semua anak mengerubungi Francesca. Banyak hal yang mereka tanyakan dan itu membuat Francesca bingung.


"Rumahmu di mana?" Tanya bocah perempuan berambut keriting.


"Aku tinggal di mansion keluarga Knight." Jawab Francesca dengan ceria. Dia awalnya merasa senang sekali ketika semua pusat perhatian tertuju padanya.


"Nama orang tua mu siapa?" Tanya seorang gadis kecil dengan kacamata bertengger.


"Andrew dan Diana. Aku kakak nya Aaron." Dengan bangga Francesca memperkenalkan dirinya.


"Kau pasti anak salah satu pelayan disana."


"Lihat wajahmu tidak mirip dengan Aaron."


Francesca tampak kebingungan dengan serbuan pertanyaam dari mereka semua. Anak-anak wanita dan pria yang mengerubunginya membuat dia pusing.


"Duh kunciran apa ini? Lihat gaya rambutku." Ujar seorang anak yang berambut pirang dengan rambut tergerai cantik.


"Iya. Culun sekali sih " ujar seorang bocah pria sambil menarik-narik rambut Francesca.


Mata Francesca berkaca-kaca. Dia berusaha menahan diri. Jika di rumah, dia akan bebas menangis dengan keras. Dia merasa sangat di lindungi. Tetapi di luar sini, dia merasa sendirian.


Conrad berada di gedung yang berbeda. Nanny berada di luar gerbang. Sedangkan Aaron? Apa yang bida dilakukan bocah sableng itu untuk menolongnya. Francesca yang baru pertama kali berada di komunitas sekolah, d luar mansion merasa ketakutan. Dia awalnya berangkat dengan percaya diri, tapi sekarang rasa percaya dirinya menghilang.


Ditengah kebingungan dan rasa takut. Seorang pahlawan datang.


"Hoi! Apa yang kalian lakukan dengan Frances ku!" Teriakan lantang keluar dari mulut seorang bocah tampan.


Semua anak yang mengerubungi Francesca segera menoleh. Mereka melihat kagum dan takut pada bocah yang berteriak lantang itu. Ketika bocah itu melangkah dengan gagah, mendekati Francesca, mereka langsung mundur.

__ADS_1


"Siapa yang membuat Francesku menangis?" Tanya nya lantang.


"Dia bilang, kalau dia kakak mu Aaoron. Kami tidak percaya. Jadi kami bilang saja dia pembohong." Ujar bocah wanita berambut paling indah.


"Dia memang kakakku!" Ujar Aaron dengan tegas.


"Tapi, dia bilang kalau dia memiliki orang tua yang sama denganmu." Ujar si kacamata lagi dengan heran.


"Memang iya. Dia kakak ku." Ujar Aaron dengan tegas.


Semua mata memandang tidak percaya.


"Siapa yang berani mengganggu Frances, awas ya!" Ancam Aaron.


"Maafkan kami Aaron." Ujar mereka serempak.


Kini semua anak Tk B menyadari jika mereka telah melakukan kesalahan. Aaron sangat populer di sekolah tersebut. Dia adalah anak yang paling tampan dan memukau di sekolah taman kanak-kanak.


Selain itu, sebagian dari orang tua mereka mengenal Andrew. Dan mereka selau menasehati anak pria nya untuk menjadi teman baik Aaron dan untuk anak wanita, jika Aaron adalah termasuk katagori pria idaman.


"Kau cantik sekali Frances." Ujar si kacamata.


"Lihat rambut Francesca, mulai besuk modrl rambut Frances akan menjadi trend kita." Ujar si rambut kriting.


Kini satu persatu berbalik menyanjung Francesca. Mereka tidak mau beresiko di musuhi oleh Aaron.


Francesca tersenyum, dia tidak menyangka Aaron yang selalu usil, membela dirinya. Aaron hari ini bernar-benar menjadi pahlawan.


"Aaron, kau mau sandwichku?" Gadis berambut paling indah mendekati Aaron dengan menawarkan sekotak sandwich kepadanya.


Belum sempat Aaron menjawab. Anak gadis dari tk A berlari menghampiri nya.


"Aaronn... Aaronnn... darimana saja kau? Lihat kami membawa french fries dan nugget kesukaanmu."


"Aku membawa sushi."


"Aku membawa sosis."


Semua anak wanita mengerubungi Aaron. Dan bocah sableng yang tampan itu tersenyum lebar melihat makanan yang terjajar dihadapannya.


Francesca yang berada di sebelah Aaron melihat semua itu. Kini dia tahu alasan Aaron tidak pernah mau membawa bekal. Terlalu banyak selir yang mengerubungi bocah itu. Dan masih dengan gaya sok cool nya dia mencoba satu persatu makanan para gadis kecil itu.


...πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...

__ADS_1


__ADS_2