Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Ada babi


__ADS_3

...πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰...


Diana yang baru saja kembali dari supermarket dengan seorang pelayan dan seoorang pengawal, merasa heran melihat Francesca berada di taman, di tengah terik matahari jam dua siang.


"Francesca sayang, ayo masuk nak. Ini sudah panas. Kenapa kau berjemur disana?" panggil Diana dengan heran.


"Maaf nyonya, saya ajak masuk dari tadi dia tidak mau. Malah hampir histeris." Nanny Matilda menjelaskan dengan rasa bersalah.


Diana mengangguk. Matilda adalah pengasuh yang sudah bekerja cukup lama semenjak Aaron lahir. Wanita berkebangsaan Mexico itu merupakan saudara jauh dari Papito, supir pribadi Diana. Diana tahu Matilda sangat berdedikasi pada keluarganya.


Diana menghampiri Francesca, yang ternyata sedang tertidur di kursi di bawah terik matahari. Bocah kecil itu mengenakan kaca mata hitam dan topi besar menutupi wajahnya. Francesca memakai baju renang untuk berjemur.


"Francesca bilang dia mau berjemur, biar kulitnya bisa seperti nyonya." Nanny Matilda menjelaskan alasan Francesca tertidur di kursi taman.


Diana tersenyum mendengarnya, kemudian dia menggendong Francesca masuk ke dalam rumah. Gadis ini tampak lebih berat dibandingkan dari waktu pertama kali dia datang bersama Andrew. Waktu itu beratnya hanya empat belas kilo. Tinggi dan sangat kurus. Sedangkan sekarang berat Francesca sudah dua puluh dua kilo. Gadis itu tampak semakin berisi dengan pipi bulatnya mirip LOL.


Diana meletakan Francesca di tempat tidur. Dengan perlahan dia mengoleskan lotion, untuk mendinginkan kulit Francesca. Dia tersenyum memandang anak gadis yang semakin cantik itu.

__ADS_1


Kulit putih kemerahan khas wanita barat dengan rambut pirang yang halus menyerupai rambut Caroline.


Perlahan Diana mengelus perutnya yang masih rata dan belum terisi. Dia berpikir, seandainya dirinya memiliki anak perempuan sendiri akankah secantik Francesca? Perpaduan dirinya dengan Andrew sudah menghasilkan Aarom yang tampan.


Diana tersenyum membayangkan hal tersebut. Mansion luas ini tentunya akan semakin ramai dengan keceriaan mereka. Hanya dengan Aaron dan Francesca saja, sudah merupakan hiburan tersendiri. Menggemaskan.


Diana keluar dari kamar Francesca. Dia mengintip kamar Aaron, tampaknya bocah menggemaskan itu sedang pulas tertidur. Di tempat tidur Aaron sudah berjajajar Dua puluh mobil hot wheel yang baru kemarin dibeli. Sedangkan kedua tangan Aaron tampak menggengam dua mobil lainnya.


Diana mengecup putra bungsunya. Dia tampak sangat menggemaskan. Semakin hari semakin pintar berbicara dan semakin aktif. Seringkali tingkahnya membuat pusing sekaligus tertawa orang-orang di sekitarnya.


Diana menutup kamar Aaron dengan sedikit memberikan celah, agar jika Aaron bangun, dia bisa segera keluar dari kamar tanpa kesulitan membuka pintu.


"Sayang, maaf kan aku. Hari ini aku akan pulang larut. Ada beberapa hal yang harus aku periksa ulang." Kata Andrew dengan wajah sedih.


"Iya aku mengerti. Lembur nya di kantor kan, bukan di club?" tanya Diana dengan mengangkat alis sebelah kanannya.


"Iya di kantor. Curigaan sekali sih." Sahut Andrew dengan cemberut.

__ADS_1


"Heiiii... harus dong. Suamiku harus dijaga ya, biar gak jelalatan." ujar Diana.


"Ah, mana berani aku melirik wanita lain, jika yang aku punya sekarang sangat luar biasa. Bisa gak dapat jatah nanti." Andrew bermaksud menggoda.


"Hahaha... Ingat itu baik-baik bukan saja jatah berkurang, tetapi kosong." ujar Diana dengan tertawa geli.


Saat asyik berbincang dengan Andrew, tiba-tiba terdengar teriakan kencang.


Diana segera keluar kamar, dia melihat Aaron sedang berteriak ketakutan di depan kamar Francesca.


"Ada apa?" tanya Andrew.


"Sebentar aku lihat," tanpa mematikan sambungan smartphonenya Diana menghampiri Aaron.


"Aaron ada apa nak? Kenapa kau berteriak dan menangis?" tanya Diana heran, karena saat ini Aaron berdiri di depan pintu kamar Francesca.


"Mommy huaaaaa.... lihat ada babi tidul di kasul Flances. Huaaaa...hikkkkss melahhh sekaliii besallll."

__ADS_1


...πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰...


__ADS_2