Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Tato


__ADS_3

Di suatu tempat yang jauh dari Mansion. Di suatu kawasan yang tampak kumuh dan tak tersentuh. Apartement terbengkalai. Rel kereta api yang tak terpakai lagi. Ilalang tinggi yang tak beraturan. Pohon-pohon rindang yang membuat kawasan itu bagaikan kota mati. Dan di seberang rel kereta api adalah hutan liar, yang hampir tidak pernah terjamah.


Jika malam hari area itu tampak lebih suram lagi. Hanya ada beberapa lampu jalanan yang hidup sendiri. Bahkan gedung-gedung apartement yang terbengkalai itu tidak menunjukan adanya aliran listrik.


Beberapa meter dari deretan apartement terbengkalai itu, terdapat pom besin dan mini market yang tak terawat pula. Beberapa sisa makanan masih nampak di tempat itu. Kacanya sudah mulai buram. Dan di dalam tampak dua orang seperti tuna wisma, menempati daerah itu.


Terkadang, ada pasangan muda-mudi yang sengaja menyepi untuk bercengkerama. Namun baru juga mereka bersantai disana, selalu ada saja suara mengerikan. Terkadang suara bagaikan mesin kontruksi berbunyi. Terkadang suara musik yang melengking dan terkadang auman suara singa atau lolongan srigala.


Mereka langsung kabur. Tidak menungu satu detik lagi. Beberapa laporan masuk ke area polisi setempat. Tetapi tidak ada tanggapan. Karena sudah puluhan kali pihak polisi menyusuri tempat itu, selalu tidak ada hasil. Dan hanya menemukan beberapa tuna wisma yang tinggal di dalam mini market terbengkalai.


Polisi tidak dapat berbuat banyak. Beberapa lenbaga sosial, meminta pada pemerintah untuk menjual area tersebut dan menjadikannya area permukiman. Tetapi pemerintah selalu berkelit dan mengatakan jika area itu adalah milik pribadi.


Hingga akhirnya semua orang menjauh dan menetapkan daerah tersebut adalah wilayah angker. Rumor telah menyebar, jika daerah itu berhantu. Rumor lain mengatakan, jika daerah itu adalah tempat berkumpulnya sebuah geng yang berbahaya. Larangan menuju daerah tersebut, hingga arah jalan yang digambari dengan tengkorak.


Malam itu di terangi sinar bulan purnama. Sebuah truck kecil bermuatan delapan orang, menembus jalanan yang kramat tersebut. Mereka menembus ranting pepohonan yang menjuntai menutupi tanah. Perlahan tanpa bersuara mobil itu berhenti sejenak di depan mini market, menghidupkan dua kali lampu sorot kearah mini market terbengkalai itu. Tak lama kemudian pintu gerbang terbuka perlahan.


Truck tersebut masuk kedalam dengan perlahan. Pria-pria besar bertato dua pistol yang bersilang di bagaian dada itu menurunkan muatan. satu kontainer besar dibawa masuk kedalam gedung apartement.


Hanya bagian deoan dari gedung itu yang tampak gelap, karena begitu masuk ke dalamnya gedung itu terang dan tampak kesibukan disana. Orang-orang dengan tato dua pistol tersilang tampak berkeliaran disana. Berbagai macam ras.


Saat mereka memasuki ruangan dalam yang luas. Tampak seseorang sudah menanti. Mereka meletakan kontainer tersebut dan membuka muatan setelah pria didepannya memberi arahan dengan mata nya.


Kontainer dibuka. Ratusan kilo kokain tampak sudah dibungkus dengan rapi. Pria itu memberikan signal pada pria lain di sampingnya untuk mencoba. Setelah mencoba pria tersebut mengangguk, tanda barang yang di kirim sesuai dengan expektasi.


Kontainer tersebut kemudian di bawah masuk ke dalam, dimana ada puluhan orang lain yang bekerja dan membongkar muatan untuk di masukan dalam kemasan lebih kecil. Kedelapan pria yang baru saja membaea kontainer tersebut masuk kedalam satu ruangan untuk berisitirahat.


Pria yang menerima hasil muatan tersebut kemudian masuk ke lantai atas. Dalam ruangan tersebut lift berfungsi dengan baik. Di setiap lantai memiliko fungsi yang berbeda. Ada lantai dengan kamar-kamar yang berjajajar. Ada lantai dengan puluhan wanita yang cantik yang sedang tertidur pulas.

__ADS_1


Wanita-wanita cantik yang telah diculik dan dibuat bergantung pada narkoba. Mereka mengkonsumsi dengan gratis selama menggantungkan hidupnya di klan tersebut.


Di gedung paling atas adalah ruangan di mana komputer-komputer besar berfungsi sebagai yabg bisa dengan mudah masuk dalam satelite pemerintahan. Ruangan tersebut tersembunyi di dalam sebuah pintu besi yang dibaliknya adalah lemari-lemari terbengkalai.


Dibawah ruangan komputer tersebut adalah ruangan yang sangat bersih dah mewah. Disanalah pria yang menerima isi kontainer itu masuk untuk melapor.


Dihadapannya tampak dua orang pria. Seorang berkebangsaan Asia dengan tato naga menggigit pistol dan seorang berkebangsaan campuran dengan tato pedang menembus pistol.


"Tuan! Barang sudah tiba dan semua sesuai dengan pesanan. Sekarang sedang di repacking dalam kemasan kecil."


"Kerja yang bagus. Awasi terus pekerjaan mereka!" ujar si tato pedang.


"Siap tuan! Apakah akan segera di distribusikan?"


"Jangan gegeabah. Tunggu perintah!"


"Akan ada barang baru tengah malam nanti tuan." lapornya dengan hormat.


"Bagus. Pastikan mereka adalah wanita pilihan."


"Tenang saja tuan. Wanita-wanita itu masih sangat muda dan mudah terpengaruh. Sebagian dari mereka sukarela untuk bergabung." lapornya dengan wajah tanpa expressi.


Pria bertato naga menyeringai. Dengan iming-iming uang dan kemewahan, wanita-wanita muda pemalas akan rela menjajakan tubuhnya begitu saja. Lebih mudah mengatur wanita seperti itu daripada buah ranum yang mereka culik.


"Pukul sepuluh malam, siapkan seluluh wanita terbaikmu dan antar ke hotel XStar. Ada pesta kalangan atas yang memerlukan pelayanan fantastic. Pastikan mereka melayani dengan baik." perintah si tato naga.


"Siap tuan!" pria kedua itu kemudian mengundurkan diri dan menuju ke lantai dimana pekerja sex mulai mempersiapkan diri. Mereka berdandan bagaikan artis sensasional.

__ADS_1


Masih Di lantai atas pria bertato naga dan bertato pedang, kemudian masuk kedalam ruangan lain. Di sana tampak jaquar dan black panther sedang bermalas-malasan disisi seorang pria yang di temani oleh wanita cantik.


Tatapan kedua orang itu dingin. Hingga hewan buas pun menunduk takut dengan aura yang mereka pancarkan. Pria bertato naga dan bertato pedang itu membungkuk dengan hormat.


"Kontainer barang sudah datang sesuai pesanan." ujar si tato pedang.


"Dan wanita cantik siap berangkat. Dini hari nanti akan datang lagi barang baru." lapor si tato naga.


"Kerja yang bagus. Kalian boleh pergi dan awasi pergerakan di kasino." perintah Pria yang duduk dengan santai sambil menikmati buah anggur tersebut.


"Tunggu!" perintah wanita itu membuat mereka menghentikan langkah untuk keluar dari ruangan.


"Bagaimana dengan anak itu?!"


Kedua pria itu saling bertatapan.


"Kami belum menemukannya nyonya." ujar mereka dengan nada takut yang ditekan sedalam mungkin.


"Sudah sepuluh tahun. Percuma aku memelihara kalian!" ujar nya seraya menarikl pedang dari sarungnya dan menghunuskan kepada kedua oranh tersebut. Gagang pedang itu memiliki ukiran naga yang melingkar. Kedua orang tersebut sontak mengeluarkan peluh di kening mereka. Dan kedua binatang buas itu mengaum mensengar suara pedang yang keluar dari sarungnya.


"Maafkan kami nyonya." ujar mereka bersamaan.


"Sudahlah. Biarkan mereka hidup. Mereka juga sudah berusaha dan kita memerlukan mereka." ujar sang suami.


Masih dengan mata yang dingin, wanita itu menarik pedangnya dan menyarungkan kembali. Dia berbalik masuk ke dalam ruangan lainnya. Kedua orang bawahan tersebut segera pergi keluar.


Wanita tadi memejamkan matanya untuk sesaat dan menarik nafas dalam-dalam. Kemudian dia melepaskan gaunnya dan berganti pakaian. Ketika dia menggelung rambutnya, di pundak kanan terdapat tato naga yang memeluk pedang.

__ADS_1


__ADS_2