
"Ini untuk kalian, dari Aaron." Francesca mengembalikan kotak bekal makanan yang sudah berisi puding.
"Dari Aaron?" Mata mereka berbinar.
Francesca menganggukan kepala mantap.
"Apa ini?" Tanya mereka tak sabar.
"WOw puding, ah Aaron memang cuteee.."
Teman-teman Francesca tampak gembira menerima bekal makanan yang sudah berisi pemberian dari Aaron. Wajah mereka berseri-seri. Bagaimana tidak, Aaron yang biasanya selalu cuek, tiba-tiba saja perhatian.
Saat ini, mereka tidak dapat banyak bicara, karena kelas sedang di mulai. Namun berbeda hal nya dengan Francesca yang mengikuti pelajaran dengan hari riang, semua siswi wanita sibuk memikirkan kotak bekal. Mereka yang sudah mendapatkan nya tentu merasa senang. Sedangkan yang tidak mendapatkan diam-diam mencuri pandang pada kotak bekal besar yang di bawa Francesca.
Kringgg...
Bel tanda pulang sudah berbunyi. Hari ini hari jumat, mereka pulang lebih awal, karena besuk hari sabtu adalah hari libur.
Semua anak bersorak.
Dan di depan kelas. Mereka mengerubungi Francesca. Hari ini dia membawa 100 cups puding.
"Ayoooo berbaris! Ini khusus Aaron Fans club!" Ujar nya dengan bersemangat.
Dan dengan patuh, mereka berbaris.
Francesca membagikan semua puding cup kepada kelompok TK B. Mereka semua tampak senang.
"Terimakasih kakak Aaron." Ujar Carmen.
__ADS_1
"Eh, bagaimana kalau kita jadikan Francesca sebagai Manager club Aaron Fans?" Carina.
"Kau mau bukan?" Tanya Melinda.
"Tentu saja. Segala sesuatu tentang Aaron harus melalui aku." Hidung Francesca tampal kembang kempis karena senang.
Tak lama anak-anak tk A keluar.
Carmen dan Carina juga Melinda segera membantu Francesca menertip kan anak-anak tk A.
"Ayooo puding khusus Aaron Fans club!" Teriak Melinda nyaring.
"Ayooo berbarissss yang rapi." Teriak Carmen.
Anak-anak tk A kemudian berbaris dengan rapi dan gembira. Mereka bersorak-sorai dengan senang hati. Hingga terdengar yel-yel baru.
Aaron tentu saja menjadi idola, Selain perawakannya yang tinggi. Wajah combinasi America-Asia nya tampak membuay dirinya semakin tampan. Aplagi Aaron termasuk anak yang cerdas dan jagi berolah raga.
Tapi Aaron di sekolah berbeda dengan Aaron dirumah. Di sekolah dia tidak banyak bicara dan tidak usil. Aaron disukai oleh setiap guru. Berbeda dengan di rumah yang selalu usil dan bertengkar dengan Francesca.
Sekarang saat semua anak sedang berbaris mendapatkan puding dari Francesca. Aaron masih asyik di dalam kelas dan menujukan hasil melipatnya pada Brenda, wali kelasnya.
Setelah kelas benar-benar kosong, Aaron berjalan di samping miss Brenda dengam gagah
Tiba-tiba ketenangan antara Aaron dan miss Brenda diusik oleh teriakan dan serbuan.
"Itu Aaronnn. Lihatt!"
" Ayooo kita ucap terimakasih pada Aaron!"
__ADS_1
"Ayoooo"
Dan gerombolan bocah cilik wanita segera berbutan berlari menghampiiri Aaron, hingga suara langkah kaki mereka bagaikan suara dentam langkah gajah.
Aaron yang melihatnya terkejut. Dia langsung panik. Dia kebingungan dan bersembunyi dibalik punggung miss Brenda.
"Ada apa Aaron. Lihat semua teman mencari mu." ujar miss Brenda heran.
Dan ketika kerubungan itu semakin mendekat. Aaron segera ambil langkak kaki kencang, dia berlari sekuat tenaga menuju pintu gerbang. Berharap sangat dengan kekuatan kaki nya. Sementara gerombolan fans berlari mengejar Aaron bagaikan kumpulan lebah. Aaron yang sempat menoleh semakin takut.
Dan saat dia berhasi mencapai gerbang, Aaron melihat Papito. Aaron segera meloncat ke arah gendongan supir setengah baya itu.
"Kabur Papitoo, ada serwngan lebahhhh." teriak Aaron dengan panik.
"Papito langsubg berjalan dengan langkah cepat menyelamatkan anak majikannya. Saat sudah masuk di dalam mobil, Papito baru menyadari jika Francesca belum juga masuk ke dalam mobil.
"Biar aku yang mencari." ujar bibi Matilda.
Dengan segera bibi Matilda mencari Francesca dan meminta izin untuk masuk ke dalam gedung sekolah bersama seorang satpam. Ternyata dia menemukan Francesca sedang duduk sambil memakan puding dengan tenang bersama dua orang anak laki-laki.
"Ayo Frances, pulang. Aaron sudah di mobil hampir di gigit lebah." ujar bibi Francesca yang masih mengira ada lebah sungguhan mengikuti Aaron.
"Frances pergi dulu yaa. Daahh." ujar Frances pada kedua anak laki-laki, Tk B yang bertubuh gendut dan tinggi.
Sesampainya di mobil.
"Tuh, Frances dan siapkan dua bodyguard buat Aaron. Hebat kan Frances." ujar Francesca bangga sambil menunjuk pada dua anak yang berdiri di luar mobil Aaron dengan bangga.
"Hebat apaan! Lain kali tidak usah bagi-bagi. Bikin ribet saja.!
__ADS_1