Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Ngompol


__ADS_3

"Mommy.... mommyyy.... Where are youuu?" Aaron yang baru pulang sekolah, berteriak mencari Diana.


"Mommyyyy.... Butler Jhon, mana mommy." tanya Aaron pada kepala pelayan yang baru saja keluar menyambut mereka.


Butler Jhon mengernyitkan keningnya.


"Momny dan daddy sedang di rumah sakit. Apa semalam, mommy tidak berpamitan?" tanya butler Jhon heran.


"Ah, iya lupa. Wah... Aaron sudah mulai tua ini, kok jadi lupaan." Bocah kecil itu menepuk keningnya.


"Lebih tua butler Jhon loh. Lihat rambut putihku." Butler Jhon menunjukan rambut putih di kepalanya.


"Ah iya. Butler Jhon kan manusia purba." ujar Aaron sambil mengloyor pergi.


"Manusia purba... Manusia purba.... kixkixkix.." Maria dan Matilda cekikikan sambil buru-buru berlalu dari hadapan butler Jhon, sebelum kena semprotan.


Di depan pintu kamar nya Aaron berhenti.


"Frances ayo buruan ganti baju. Mau ikut Aaron ke rumah sakit ga, lihat mommy dan adik bayi." ujar Aaron.


"Memangnya boleh ya?" tanya Francesca heran.


"Lihat saja nanti kehebatan Aaron." ujarnya dengan percaya diri.


"Baiklah."


Di dalam kamar nya, Matilda membantu Aaron untuk berganti pakaian.


"Ayo bibi, buruan. Aaron mau lihat mommy."


"Memangnya boleh sama daddy dan mommy?"


"Pasti boleh!"


"Memangnya butler Jhon mengijinkan kita keluar?"


"Masa kalah dengan manusia purba?!"


"Baiklah kalau begitu, bibi makan dulu ya. Lapar."


"Dih! Dasar bibi perut karung."


"Bukan perut karung. Tapi perut karet. Bisa dikondisikan sesuai kemauan." sahut Matilda sambil tertawa kecil.


"Aaron mau menunggu dikamar atau di bawah?" tanya Matilda sambil memegang baju kotor Aaron. Bocah kecik itu sudah mengenakan pakaian ganti dengan lengkap nya.


"Aaron tunggu disini saja ah. Kalau sudah selesai, panggil ya." ujar Aaron yang duduk bersandar di tempat tidur, sambil menyelonjorkan kaki nya dengan memegang buku cerita.


"Baiklah, bibi mau isi perut karet dulu ya."


Saat Matilda keluar. Francesca masuk ke kamar Aaron.


"Jadi bagaimana? Kita ke rumah sakit sekarang?" tanyanya sambil duduk di sisi Aaron.


"Iya, masih tunggu bibi Matilda isi perut karetnya." sahut Aaron cuek.


"Perut karet?" Francesca tidak mengerti.


Aaron menoleh ke Francesca dengan raut wajah menyepelekan.

__ADS_1


"Ah susah berbicara dengan kecerdasan dibawah Aaron." ujar nya dengan sok.


"Tauk ah! Frances bubuk dulu. Bangunin kalau dah siap berangkat." Francesca merebahkan tubuhnya di sisi Aaron.


"Ckckck. Dasar tukang tidur." Aaron menggelengkan kepalanya melihat ulah Francesca.


Di dapur. Maria dan Matilda duduk sambil menyantap Potato salad dan roti.


"Beneran ini, kita akan ke rumah sakit?" tanya Maria sambil mengunyah.


"Iya benar."


"Memangnya butler Jhon mengijinkan kita keluar?" tanya Maria lagi.


"Kau tahu kan jika bocah satu itu sudah berkemauan. Susah di halangi." sahut Matilda lagi.


"Jadi kalian mau berangkat lagi?" Cheft Paul sudah duduk di samping Matilda.


"Iya."


"Gak lelah apa?" tanya nya lagi sambil memandang Matilda.


"Mau bagaimana lagi, daripada Aaron ribut." sahut Maria.


"Daripada dirimu diam saja, bantu aku untuk menyiapkan bekal sana." kata Matilda pada cheft Paul.


"Apapu untukmu sayang." ujar cheft Paul sambil mengecup kening Matilda.


Matilda tersipu, berbeda dengann Maria yanh bengong.


"Jangan bilang kalau kalian..." Maria mengarahkan garpu di tangannya ke arah Matilda dan cheft Paul bergantian.


"Cieeee... ciiiieeeee..... yang baru jadian... traktir dong." goda semua pelayan yang juga sedang makan siang.


*


Setelah semuanya siap. Matilda dan Maria naik ke kamar Aaron dan Francesca.


Saat membuka kamar Aaron, Matilda berbisik memanggil Maria yang hendak masuk ke kamar Francesca.


"Pssttt... mereka ada disini." Matilda menunjukan kearah dalam kamar.


Maria melongok ke dalam Kamar Aaron, tampak kedua bocah itu sudah tertidur pulas.


Maria dan Matilda akhirnya menutup mulut mereka sambil tertawa dan meninggalkan kamar Aaron.


Dua Jam kemudian terdengar suara Halilintar yang memekakan telinga.


"FRANCESCAAAAAAAAAA KENAPA NGOMPOL DI KASUR AAARROONNNNN!!!"


Teriakan Amarah yang melengking dan sanggup menembus daun pintu yang tebal membuat Matilda dan Maria bergegas naik ke atas.


"Ada apa?" tanya Matilda.


"Francesca ngompol!" tuding Aaron dengan marah.


"Frances gak ngompol!" balas Francesca tak kalah keras.


"Itu basah apaa?" bentak Aaron sambil menunjuk pada rok Francesca yang basah.

__ADS_1


"Lihat celana Aaron jadi basah juga. Itu kasur Aaron juga bauk semuaaaa." ujar Aaron dengan berapi-api.


"Tapi Frances tidak pernah ngompol!" ujar nya membela diri.


"Sudah... sudah jangan bertengkar. Ayo cepat ganti baju. Bibi biar panggil pelayan untuk membersihkan tempat tidur Aaron." Maria melerai mereka.


Maria kemudian membawa Francesca kembali ke kamarnya.


"Bibi Maria, lihat ini celana dalam Frances tida basah. Cuma rok Frances saja." ujar Frances membela diri.


"Iya sudah tidak apa-apa. Sekalian mandi saja dulu ya." Maria memandikan Francesca. Dan Francesca yang polos, hanya patuh.


Sementara Matilda di kamar Aaron, membawa bocah bandel itu ke kamar mandi. Matilda melepaskan pakaian Aaron dan menemukan bukti jika Aaron yang mengompol.


"Ini kan Aaron yang mengompol bukan Francesca." ujar Matilda sambil menunjukan celana dalam Aaron.


"Bukan Aaron!" bantah nya keras tidak mau mengakui.


"Tapi ini celana dalam Aaron basah semua." Matilda ngotot.


"Iya bukan Frances yang ngompol. Tapi adik bayi." sahut Aaron kalem.


"Kok bisa adik bayi?"


"Iya adik bayi. Tapi kasihan adik bayi masih kecil masa mau disalahkan. Lagian salah Frances yang tidur di samping Aaron, jadi Aaron tidak bisa membawa adik ke kamar mandi." Aaron menjelaskan dengan tenang.


Matilda bingung dengan penjelasan Aaron. Dalam pikiran Matilda, yang Aaron maksud dengan adik bayi adalah, Aaron junior.


"Iya kasihan tapi Francesca nya dituduh begitu. Jangan begitu lagi ya." nasihat Matilda.


"Sudah kebal Frances dengan Aaron. Santai saja." jawabnya dengan sok.


Hal yang tidak di ketahui Matilda dari maksud Aaron adalah, Aaron bersungguh-sungguh ketika mengatakan adik bayi yang mengompol.


Aaron bermimpi dia sedan memangku seorang adik bayinya. Mereka bercanda dan tertawa dengan gembira. Aaron sangat senang sekali. Dan dalam mimpi, adik bayi yang ada di pangkuan Aaron sudah berbicara.


"Kakak Aaron, adik mau kencinggg." ujar bayi itu sambil menahan pipis.


"Ayoo.. ayoo sini, Aaron gendong ke kamar mandi." Aaron yang sudah memegang adik bayinya dan hendak turun, terhalang oleh badan Francesca yang sedang tidur.


"Frances bangunnnn, ayo minggir, adik mau pipis." Protes Aaron.


Francesca tidak bergeming. Malah memeluk Aaron bagaikan guling.


"Francessa cepat minggirrrr... " Aaron berteriak sambil mendorong Francesca.


"Kakakkkk sudah tidak tahan, mau pipis." protea adik bayi di pangkuan Aaron.


"Francessss cepatttt, adik nanti ngompol lohhhh!"


Francesca tidak bergeming.


"Nah kannnn adik sudah ngompoll." jerit Aaron marah pada Francesca.


"Maafkan adik kakak, adik tidak tahan lagi." ujar adik bayi dengan mata berkaca-kaca.


"Cup. cup. cup. Adik ga salah kok. Ini semua salah Francesca." ujar Aaron sambil melirik Francesca sinis.


...💖💖💖💖💖💖...

__ADS_1


__ADS_2