Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Tempat tidur baru


__ADS_3

"Hallo ladies, maaf kalian sudah lama menunggu ya?" tanya Caroline yang baru saja tiba di cafe di sebuah hotel bintang lima.


"Kami juga baru berkumpul," sahut Elina.


"Ada apa kau mengajak kami semua berkumpul?" tanya Grisella langsung.


"Aku merindukan kalian semua. Selain itu besuk aku akan kembali ke Itally, jadi aku akan mentraktir kalian semua sebagai tanda perpisahan," ucap Caroline dengan senyum lebar.


"Kau kembali ke Itally? Sampai berapa lama?" tanya Yoora.


"Entahlah, tergantung dengan situasi."


"Aku pikir kau akan menetap disini," kali ini Diana turut berbicara.


Caroline menoleh ke arah Diana dan menatap wanita itu lekat untuk sesaat.


"Ah iya, aku mungkin akan menetap lebih lama jika semua rencanaku berjalan dengan baik," jawab Caroline setelah terdiam beberapa saat.


"Ah... kami pasti akan merindukanmu," ujar Elina dengan senyum sedih.


"Tentu saja, aku juga pasti akan merindukan kalian." kata Caroline.


"Sekarang mari kita bersulang," Yoora mengangkat segelas white wine ditangannya diikuti oleh lainnya dengan minuman mereka masing-masing.


"Untuk persahabatan kita," ujar Caroline yang ditimpali dengan kata-kata yang sama oleh ke empat wanita lainnya.


Gelas-gelas mereka berdetingan sebelum akhirnya, menegak minuman tersebut.


Caroline kemudian memanggil pelayan untuk membawakan menu.


"Hari ini aku yang traktir kalian," kata Caroline sambil memilih menu makan siang mereka.


"Hemm... Itally bagian mana kau tinggal?" tanya Diana tiba-tiba pada Caroline.


"Tuscany."


"Wow... itu tempat yang sangay indah. Aku pernah kesana. Dan ah... desa itu luar biasa, penduduknya juga ramah," ujar Yoora dengan bersemangat.


"Benar sekali. Tetapi kehidupan disana sangat lambat, berbeda dengan disini," ujar Caroline sambil menikmati salad dihadapannya.


"Tentu saja berbeda. Miami adalah pusat pariwisata dan kehidupan disini tetap seperti metropolitan dengan kesibukan yang luar biasa," ujar Elina putri walikota.


"Tapi, Tuscany adalah tempat yang tenang untuk beristirahat dari segala kebisingan kota. Diana dan Grisella, kalian harus kesana suatu saat, aku yakin kalian akan menyukainya," ujar Yoora dengan bersemangat.


"Tentu saja, bagaimana kalau kita membuat jadwal agar bisa kesana bersama-sama," ujar Grisella.


"Ide yang bagus, jadi kita bisa mengunjungimu kan, Caroline?" Kalimat Yoora membuat Caroline terkejut.


"Ah... tentu saja, kalian bisa datang kapan pun," ucapnya dengan sedikit gugup.


"Kau tampak tidak suka kami mengunjungimu." Grisela memincingkan matanya menatap Caroline.

__ADS_1


Caroline menelan ludahnya.


"Kenapa kau berpiikir seperti itu, tentu saja aku suka. Aku hanya berpikir, kemana saja akan membawa kalian berkeliling di Tuscany," sahut Caroline dengan cepat.


"Hahaha...hahah.. aku hanya bercanda, kau tidak perlu gugup Caroline," kata Caroline yang di sahuti dengan tawa dari wanita lainnya.


"Ah, kalian membuatku gugup." ujar Caroline sambil tertawa pula.


"Hey, itu dia temanku datang." Caroline melambaikan tangannya pada seorang pria yang berjalan menghampiri mereka.


"Itu pria yang aku janjikan untuk berkenalan denganmu," bisik Caroline sambil menatap Elina.


Elina segera merapokan dirinya sebelum menoleh kearah yang ditunjuk oleh Caroline.


Dan seorang pemuda tampan berusia matang, datang menghampiri mereka.


"Hai Mike, akhirnya kau bisa datang juga. Aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu. Mike ini sangat sibuk ladies, dia adalah salah satu executive di sebuah perusahaan," ujar Caroline sambil me gerdipkan matanya pada Elina.


"Hallo ladies, senang berkenalan dengan kalian. Perkenalkan aku Mike." Mike memperkenalkan dirinya dengan sopan.


Diana menatap Mike, dia merasa pernah bertemu dengan pria itu, tapi entah dimana. Dan namanya tidak asing di telinganya, meskipun nama Mike tentu banyak digunakan oleh banyak orang.


"Mike, duduklah disana. Kau makanlah bersama kami, aku yang mentraktir," ujar Caroline dengan menunjukan kursi di ujung meja diantara Diana dan Elina.


"Baiklah." Mike memutar dan duduk dikursi yang telah ditunjukan.


Sementara Grisella yang menatap Mike sesaat, kemudian berbisik pada Diana, "aku sepertinya pernah melihat dia di kantor suamimu."


Diana menoleh pada Mike dan berpikir mungkin saja dia pernah bertemu dengan Mike disana, itu sebabynya dia merasa pernah melihat pria itu.


Siang itu mereka menikmati acara perpisahan dengan Caroline. Mereka berbincang dan tertawa bersama. Mike bertuoar nomor handphone dengan Elina, hingga waktu menunjukan pukul tiga, Diana berpamitan kepada mereka.


Diana dan Grisella memutuskan akan langsung menuju ke kantor dan bertemu dengan suami mereka, karena kebetulan hotel dimana mereka berkumpul hanya berjarak dua puluh menit dengan kantor Andrew.


*


"Permisi, bisakah saya mengganggu tuan CEO sebentar?"


Diana masuk kedalan ruangan suaminya, setelah memastikan pada Patricia sang sekretaris, jika Andrew tidak sedang dalam keadaan rapat.


Andrew mengembangkan senyuman lebar melihat kedatangan istrinya. Dia segera meletakan semua yang dia kerjakan dan memundurkan singgasananya, seraya mengembangkan kedua tangannya lebar.


Diana segera masuk dalam pelukan suaminya dan duduk dipangkuan pria itu. Andrew mencium bibir istrinya dalam-dalam.


Dia menyukai kejutan hari ini.


"Aku senang sekali kau datang mengunjungiku."ujar Andrew.


Sudah lama sekali Diana tidak pernah datang menemuinya di kantor. Semenjak persoalan dengan Rachel hingga kelahiran Aaron, ini adalah kali pertamanya dia datang dengan status sebagai nyonya CEO.


"Benarkah, aku tidak mengganggu mu bukan?"

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kau menggangguku, nyonya Andrew Knight."


"Mungkin saja kau menyembunyikan seseuatu dan seseorang disini." Ujar Diana dengan manja.


Mata Andrew terbelalak dengan jenaka.


"Kau benar, aku menyembunyikan sesuatu, bagaiman kau bisa menebaknya?"


"Heh?" Diana menatap suaminya dengan penuh tanda tanya.


"Kemarilah." Andrew mengangkat tubuh Diana dan membawa wanita itu kedalam ruang kamar.


"Lihatlah." Andrew berhenti di depan tempat tidur.


Diana mengernyitkan keningnya, berpikir.


"Kau mengganti tempat tidurmu?" tebak nya.


"Benar sekali dan sekarang kita harus mencobanya," Andrew melatakan tu uh Diana ditengah tengah tempat tidur dan melepaskan sepatu yang dikenakan istri nya.


"Andrew kenapa masuk kamar, apa kau tidak bekerja?"


"Mendapatkan kunjungan dari istri tercinta tentunya tidak akan aku sia-siakan, " ujar Andrew lembut seraya melepaskan jas dan sepatunya serta melonggarkan sabuk celana.


Kemudian Andrew naik ke atas kasur dan merebahkan tubuhnya disamping Diana. Tubuh mereka sejajar seraya menatap langit-langit kamar. Tidak ada suara, hanya hembusan nafas, debaran jantuh dan suara ac.


"Hmm... kasur ini nyaman juga. Kau tahu sayang, kau yang pertama kali berbaring di tempat ini," ujar Andrew sambil memiringkan tubuhnya dan memeluk Diana.


"Benarkah?" tanya Diana menggoda.


Andrew segera mengganti tempat tidur di ruang kerjanya, ketika kemarin Caroline tiba-tiba datang dan merebahkan dirinya di tempat tidur itu. Dia benar-benar tidak ingin ada jejak Caroline, apalagi bagaimana wanita itu mengunggkapkan kisah mereka diatas kasur itu dulu.


Sekarang tempat tidur baru ini, hanya akan menyimpan kenangan Andrew dengan keluarganya. Dan kedatangan Diana adalah saat yang tepat baginya, karena dia akan menandai tempat tidur tersebut dengan kenangan mereka.


Andrew tidak menjawab perkataan Diana dengan kata-kata, karena dia menunjukan dengan perbuatan. Andrew mulai bergerak aktif menciumi istrinya.


"Gua keset, naga perkasa datang," bisiknya di telinga Diana dengan mesra.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Hallo semua, jangan lupa mampir ke kisah Lia dan Jason yaaa, akan updated rutin setiap hari sekitar jam dua belas siang.


Jangan lupa kasih rate bintang lima dan like ya atau kalau kalian tidak suka ceritanya bisa ditinggalkan saja, tanpa memberikan penilaian/ rate.


Setidaknya itu salah satu usaha kalian menghargai kerja keras seorang author.


Author enggak baper kok...


Hanya memohon dukungan dan semangat menghadirkan karya yang bisa dinikmati semua nya.


Terimakasihhhh...

__ADS_1


πŸ’—



__ADS_2